لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ ۚ وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًا
Agar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya, dan agar Dia menghapus kesalahan-kesalahan mereka. Yang demikian itu di sisi Allah suatu kemenangan yang agung.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَاli-yudkhila l-mu'miniina wa-l-mu'minaati jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaaagar Dia memasukkan orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan ke dalam taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya
- وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْwa-yukaffira 'anhum sayyi'aatihimdan agar Dia menghapus kesalahan-kesalahan mereka
- وَكَانَ ذَٰلِكَ عِنْدَ اللَّهِ فَوْزًا عَظِيمًاwa-kaana dzaalika 'inda llaahi fawzan 'azhiimanyang demikian itu di sisi Allah suatu kemenangan yang agung
Terjemahan per kata (19 kata)
- لِيُدْخِلَli-yudkhilaagar Dia memasukkan
- الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
- وَالْمُؤْمِنَاتِwa-l-mu'minaatidan perempuan-perempuan beriman
- جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
- تَجْرِيtajriimengalir
- مِنْmindari
- تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
- الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
- خَالِدِينَkhaalidiinakekal
- فِيهَاfiihaadi dalamnya
- وَيُكَفِّرَwa-yukaffiradan agar Dia menghapus
- عَنْهُمْ'anhumdari mereka
- سَيِّئَاتِهِمْsayyi'aatihimkesalahan-kesalahan mereka
- وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- عِنْدَ'indadi sisi
- اللَّهِllaahiAllah
- فَوْزًاfawzankemenangan
- عَظِيمًا'azhiimanyang agung
Inti bacaan
Rangkaian (جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا, jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaa) muncul sebelas kali di Al-Qur'an, yaitu di 4:13, 4:57, 4:122, 5:85, 9:72, 9:89, 14:23, 48:5, 58:22, 64:9, dan 65:11.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (لِيُدْخِلَ, li-yudkhila) yang berarti "agar Dia memasukkan", tersusun dari huruf lam yang berarti "agar" dan kata kerja berakar د-خ-ل. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 48:5 dan 48:25. Di 48:25 bunyinya (لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ, li-yudkhila llaahu fii rahmatihi man yasyaa'u) yang berarti "agar Allah memasukkan ke dalam rahmat-Nya siapa yang Dia kehendaki", sehingga objeknya siapa yang Dia kehendaki dan tempatnya rahmat. Di 48:5 objeknya orang-orang mukmin dan tempatnya taman-taman.
Pasangan (الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, l-mu'miniina wa-l-mu'minaati) yang berarti "orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan" memuat dua kata jamak, dan data morfologi menandai yang pertama sebagai jamak laki-laki dan yang kedua sebagai jamak perempuan. Pasangan persis ini muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 9:72, 33:35, 33:58, 33:73, 48:5, 57:12, dan 85:10. Kerangka 48:5 sama dengan 9:72, (وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا, wa'ada llaahu l-mu'miniina wa-l-mu'minaati jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaa) yang berarti "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan taman-taman yang sungai-sungai mengalir di bawahnya, mereka kekal di dalamnya". Bedanya, 9:72 memakai kata kerja menjanjikan dan 48:5 memakai memasukkan. Terjemahan menuliskan "laki-laki dan perempuan" karena kedua kata itu disebut terpisah dan tidak dirangkum dalam satu kata.
Rangkaian (جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ خَالِدِينَ فِيهَا, jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaaru khaalidiina fiihaa) yang berarti "taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai, mereka kekal di dalamnya" muncul sebelas kali di delapan surah, yaitu 4:13, 4:57, 4:122, 5:85, 9:72, 9:89, 14:23, 48:5, 58:22, 64:9, dan 65:11. Terjemahan memakai "taman-taman" untuk kata (جَنَّاتٍ, jannaatin) di kesebelas ayat itu, karena yang disebut di sana tempat balasan. Kata yang sama di 6:99, (وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ, wa-jannaatin min a'naabin) yang berarti "dan kebun-kebun anggur", menyebut kebun yang tumbuh di bumi, dan diterjemahkan "kebun-kebun". Kata kerja (تَجْرِي, tajrii) yang berarti "mengalir" mendahului pelakunya, sungai-sungai, dan terjemahan menjaga urutan itu: "mengalir di bawahnya sungai-sungai".
Kata (وَيُكَفِّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ, wa-yukaffira 'anhum sayyi'aatihim) yang berarti "dan agar Dia menghapus kesalahan-kesalahan mereka" memakai kata kerja berakar ك-ف-ر bentuk kedua. Rangkaian (عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ, 'anhum sayyi'aatihim) muncul lima kali, yaitu di 3:195, 5:65, 29:7, 47:2, dan 48:5, dan di kelimanya kata kerja yang mendahuluinya diterjemahkan dengan kata hapus, misalnya (كَفَّرَ عَنْهُمْ سَيِّئَاتِهِمْ, kaffara 'anhum sayyi'aatihim) yang berarti "Dia menghapus keburukan-keburukan mereka". Kata jamak (سَيِّئَاتِهِمْ, sayyi'aatihim) diterjemahkan "kesalahan-kesalahan" di sini. Tujuh ayat memuat kata kerja menghapus dan kata kerja memasukkan dalam satu ayat, yaitu 3:195, 4:31, 5:12, 5:65, 48:5, 64:9, dan 66:8, dan terjemahan memakai "kesalahan-kesalahan" di enam dari ketujuhnya, dengan 5:65 sebagai pengecualian yang memakai "keburukan-keburukan".
Kata benda (فَوْزًا, fawzan) berakar ف-و-ز, dan kata benda ini muncul, dengan atau tanpa kata sandang, di sembilan belas ayat, yaitu 4:13, 4:73, 5:119, 6:16, 9:72, 9:89, 9:100, 9:111, 10:64, 33:71, 37:60, 40:9, 44:57, 45:30, 48:5, 57:12, 61:12, 64:9, dan 85:11. Terjemahan memakai "kemenangan" di delapan belas dari sembilan belas ayat itu, dengan 6:16 yang memakai "keberuntungan". Bentuk tanpa kata sandang (فَوْزًا عَظِيمًا, fawzan 'azhiiman) yang berarti "kemenangan yang agung" ada tiga kali, yaitu di 4:73, 33:71, dan 48:5, sedangkan bentuk dengan kata sandang, (الْفَوْزُ الْعَظِيمُ, l-fawzu l-'azhiimu), ada tiga belas kali di sepuluh surah, yaitu 4:13, 5:119, 9:72, 9:89, 9:100, 9:111, 10:64, 37:60, 40:9, 44:57, 57:12, 61:12, dan 64:9. Kata "kemenangan" di 48:1 menerjemahkan akar ف-ت-ح, sedangkan di ayat ini menerjemahkan akar ف-و-ز. Dua akar yang berbeda itu terbaca sama dalam bahasa Indonesia, dan pembedanya ada pada kata Arabnya.
Ungkapan (عِنْدَ اللَّهِ, 'inda llaahi) yang berarti "di sisi Allah" bersama sifat (عَظِيمٌ, 'azhiimun) muncul tiga kali, yaitu di 24:15, 33:53, dan 48:5. Di 24:15 bunyinya (وَهُوَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمٌ, wa-huwa 'inda llaahi 'azhiimun) yang berarti "padahal di sisi Allah itu perkara yang agung", dan di 33:53 (إِنَّ ذَٰلِكُمْ كَانَ عِنْدَ اللَّهِ عَظِيمًا, inna dzaalikum kaana 'inda llaahi 'azhiiman) yang berarti "sesungguhnya yang demikian itu agung di sisi Allah". Di 48:5 kemenangan dinilai agung di sisi Allah, dan hal yang dinilai ditunjuk oleh (وَكَانَ ذَٰلِكَ, wa-kaana dzaalika) yang berarti "yang demikian itu", tanpa rincian dalam ayat.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan kalimat dari 48:4 dengan lam yang berarti "agar", dan kalimat itu terus berjalan ke 48:6, yang dibuka (وَيُعَذِّبَ, wa-yu'adzdziba) yang berarti "dan agar Dia mengazab" dengan bentuk kata kerja yang sama. Lam di 48:5 dapat dibaca menyambung ke 48:4, karena menurunkan ketenangan adalah kata kerja utama yang terdekat, atau ke seluruh rangkaian sejak 48:1, dan teks tidak memilih salah satunya. Dua ayat ini membagi orang menjadi dua kelompok: di 48:5 orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan dimasukkan ke taman dan kesalahan mereka dihapus, sedangkan di 48:6 orang-orang munafik dan musyrik laki-laki dan perempuan diazab.
Di 48:5 dimasukkan ke taman disebut lebih dulu dan penghapusan kesalahan sesudahnya. Di enam ayat lain yang memuat keduanya, penghapusan disebut lebih dulu, seperti (يُكَفِّرْ عَنْهُ سَيِّئَاتِهِ وَيُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ, yukaffir 'anhu sayyi'aatihi wa-yudkhilhu jannaatin) yang berarti "Dia menghapus kesalahan-kesalahannya dan memasukkannya ke dalam taman-taman". Ayat 48:5 membalik urutan itu. Teks tidak menyatakan alasannya, dan urutan penyebutan belum tentu urutan kejadian.
Rangkaian ini dibuka dengan kemenangan yang nyata di 48:1 dan ditutup dengan kemenangan yang agung di sisi Allah di 48:5. Di antaranya disebut ampunan, nikmat, petunjuk, pertolongan, ketenangan, bertambahnya keimanan, taman, dan penghapusan kesalahan. Kata kemenangan di kedua ujung itu adalah dua kata Arab yang berbeda.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 48:5 menyebut orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan sebagai dua kata terpisah, masing-masing dengan akhiran jamaknya sendiri, dan keduanya menjadi objek kata kerja yang sama. Kata yang merangkum keduanya tidak dipakai. Pembaca yang biasa berbicara tentang orang-orang beriman secara umum dapat memperhatikan bahwa teks menyebut dua kelompok itu satu per satu, dan bahwa masuk ke taman disebut untuk keduanya dengan kata kerja yang sama. Apakah ada orang yang dimasukkannya ke dalam ungkapan umum tanpa pernah menyebutnya satu per satu?
- Kata kerja di 48:5 berarti memasukkan, jadi yang masuk dimasukkan oleh pihak lain, yaitu Dia yang disebut sebagai pelaku di ayat-ayat sebelumnya. Pembaca yang membayangkan taman sebagai tempat yang dicapai dengan langkahnya sendiri mendapati ayat menaruh langkah terakhir pada pihak lain. Ayat ini tidak memuat amal sama sekali. Isinya penerima, yaitu orang-orang mukmin, dan tindakan Allah. Perjalanan yang bagian terakhirnya dikerjakan pihak lain mengubah cara seseorang menghitung jasanya sendiri. Bagaimana seseorang memikirkan perjalanan yang langkah terakhirnya bukan miliknya?
- Ayat ini menyebut penghuni taman sebagai orang yang kekal di dalamnya, dan kata kekal itu dipakai dalam rangkaian yang sama di banyak ayat lain. Orang yang menimbang apa yang pantas dikejar dapat memeriksa ukuran waktu hal-hal yang dikejarnya, dan bertanya mana yang ukurannya bulan, tahun, atau seumur hidup, dan mana yang oleh ayat ini disebut kekal. Ayat ini tidak meminta perbandingan itu, tetapi kata kekal di dalam kalimat tentang hasil mengundangnya. Dari semua yang sekarang dikejar, mana yang masih ada sesudah pengejarnya berhenti?
- Di ayat ini dimasukkan ke taman disebut lebih dulu dan penghapusan kesalahan sesudahnya, kebalikan dari urutan di enam ayat lain yang memuat keduanya. Urutan penyebutan tidak menyatakan urutan kejadian, jadi ayat ini tidak mengajarkan bahwa penerimaan Allah mendahului pembersihan. Namun pembaca yang menunggu catatannya selesai bersih sebelum merasa boleh diterima dapat memperhatikan bahwa teks tidak memakai satu urutan baku. Apakah seseorang menunda merasa diterima sampai daftar kesalahannya habis, dan siapa yang menetapkan bahwa daftar itu harus habis dulu?
- Ungkapan di sisi Allah bersama sifat agung dipakai juga di ayat lain. Di salah satunya sesuatu dianggap remeh oleh orang yang mengucapkannya, padahal di sisi Allah perkara itu agung. Di 48:5 yang disebut agung di sisi Allah adalah kemenangan. Pembaca dapat bertanya dengan ukuran siapa sesuatu disebutnya kemenangan, dan apakah ukuran itu pernah dibandingkan dengan ukuran yang disebut ayat ini. Hasil yang dihitung sebagai menang bisa jauh dari yang dihitung ayat, dan perbedaan itu hanya terlihat bila pembaca bersedia menaruh dua hitungan berdampingan.
- Orang-orang mukmin disebut di 48:4 sebagai yang bertambah keimanannya, dan di 48:5 sebagai yang dimasukkan ke taman. Dua ayat berurutan itu menaruh dua kejadian pada kelompok yang namanya sama: bertambah di dalam, lalu masuk ke tempat. Pembaca dapat melihat kejadian mana yang sedang diikutinya dalam hidup, pertumbuhan yang tidak terlihat dari luar atau perpindahan yang terlihat, dan apakah lebih sering menghitung yang kedua. Pertumbuhan batin tidak punya tanggal dan perpindahan tempat punya, sehingga yang kedua lebih mudah dicatat meskipun yang pertama disebut lebih dulu oleh ayat.
- Kata yang diterjemahkan kesalahan-kesalahan berbentuk jamak dan tidak diikuti jumlah, jenis, atau pemisahan antara yang besar dan yang kecil. Pembaca yang menyimpan catatan kesalahan dapat memperhatikan bahwa ayat menyebut penghapusan oleh Allah atas seluruhnya sekaligus, tanpa meminta daftar. Catatan yang rinci sering diperlukan untuk memperbaiki sesuatu, tetapi penghapusan yang disebut di sini tidak bergantung pada kerincian itu. Pembaca dapat bertanya untuk apa catatan itu disimpan, memperbaiki atau sekadar mengingat, dan apakah catatan itu menolongnya berubah.