وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِ ۚ عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ ۖ وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ ۖ وَسَاءَتْ مَصِيرًا

dan agar Dia mengazab orang-orang munafik lelaki dan perempuan serta orang-orang musyrik lelaki dan perempuan, yang bersangka buruk terhadap Allah; atas mereka giliran keburukan; dan Allah murka kepada mereka, melaknat mereka, dan menyediakan bagi mereka Jahanam; dan seburuk-buruk tempat kembali.

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. وَيُعَذِّبَ الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ الظَّانِّينَ بِاللَّهِ ظَنَّ السَّوْءِwa-yu'adzdziba l-munaafiqiina wa-l-munaafiqaati wa-l-musyrikiina wa-l-musyrikaati zh-zhaanniina bi-llaahi zhanna s-saw'idan agar Dia mengazab orang-orang munafik lelaki dan perempuan serta orang-orang musyrik lelaki dan perempuan, yang bersangka buruk terhadap Allah
  2. عَلَيْهِمْ دَائِرَةُ السَّوْءِ'alayhim daa'iratu s-saw'iatas mereka giliran keburukan
  3. وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِمْ وَلَعَنَهُمْ وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَwa-ghadhiba llaahu 'alayhim wa-la'anahum wa-a'adda lahum jahannamadan Allah murka kepada mereka, melaknat mereka, dan menyediakan bagi mereka Jahanam
  4. وَسَاءَتْ مَصِيرًاwa-saa'at mashiirandan seburuk-buruk tempat kembali

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. وَيُعَذِّبَwa-yu'adzdzibadan agar Dia mengazab
  2. الْمُنَافِقِينَl-munaafiqiinaorang-orang munafik
  3. وَالْمُنَافِقَاتِwa-l-munaafiqaatidan perempuan-perempuan munafik
  4. وَالْمُشْرِكِينَwa-l-musyrikiinadan orang-orang musyrik
  5. وَالْمُشْرِكَاتِwa-l-musyrikaatidan perempuan-perempuan musyrik
  6. الظَّانِّينَzh-zhaanniinaorang-orang yang bersangka
  7. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  8. ظَنَّzhannamengira
  9. السَّوْءِs-saw'ikeburukan
  10. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  11. دَائِرَةُdaa'iratugiliran
  12. السَّوْءِs-saw'ikeburukan
  13. وَغَضِبَwa-ghadhibadan murka
  14. اللَّهُllaahuAllah
  15. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  16. وَلَعَنَهُمْwa-la'anahumdan melaknat mereka
  17. وَأَعَدَّwa-a'addadan Dia menyediakan
  18. لَهُمْlahumkepada mereka
  19. جَهَنَّمَjahannamaJahanam
  20. وَسَاءَتْwa-saa'atdan seburuk-buruk
  21. مَصِيرًاmashiirantempat kembali

Inti bacaan

Bentuk (الظَّانِّينَ, zh-zhaanniina) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 48:6.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَيُعَذِّبَ, wa-yu'adzdziba) yang berarti "dan agar Dia mengazab". Huruf (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambungkan ayat ini dengan 48:5, tempat (لِيُدْخِلَ, li-yudkhila) yang berarti "agar Dia memasukkan" berdiri. Akhiran kata kerja di sini sama dengan akhiran li-yudkhila, yaitu bentuk yang mengikuti "agar", dan ayat ini tidak mengulang huruf (لِ, li) yang berarti "agar". Karena itu terjemahan mengulang kata "agar" supaya sambungannya terbaca. Bentuk persis wa-yu'adzdziba muncul dua kali, yaitu di 33:24 dan 48:6. Di 33:24 kata itu disusul (إِنْ شَاءَ, in syaa'a) yang berarti "jika Dia menghendaki", sehingga azabnya digantungkan pada kehendak. Di 48:6 syarat semacam itu tidak ada.

Empat golongan disebut satu per satu. Pasangan pertama adalah (الْمُنَافِقِينَ وَالْمُنَافِقَاتِ, l-munaafiqiina wa-l-munaafiqaati) yang berarti "orang-orang munafik lelaki dan perempuan", dan pasangan kedua adalah (وَالْمُشْرِكِينَ وَالْمُشْرِكَاتِ, wa-l-musyrikiina wa-l-musyrikaati) yang berarti "serta orang-orang musyrik lelaki dan perempuan". Kata pertama dalam tiap pasangan menunjuk lelaki (berakhiran -iina) dan kata kedua menunjuk perempuan (berakhiran -aati), sehingga terjemahan menuliskan "lelaki dan perempuan" untuk keduanya. Pasangan munafik itu muncul tiga kali, yaitu di 9:68, 33:73, dan 48:6, sedangkan pasangan musyrik muncul dua kali, yaitu di 33:73 dan 48:6. Keempat nama berurutan sama persis hanya di 33:73 dan 48:6. Di 9:68 pasangan munafik disandingkan dengan (وَالْكُفَّارَ, wa-l-kuffaara) yang berarti "serta orang-orang kufar".

Ciri keempat golongan itu disebut dengan (الظَّانِّينَ, zh-zhaanniina) yang berarti "yang bersangka". Bentuk ini muncul satu kali di Al-Qur'an. Akarnya ظ-ن-ن sama dengan akar (ظَنَّ, zhanna) yang berarti "sangkaan", kata benda yang di ayat ini disusul kata keburukan. Susunan "sangkaan" yang disusul "keburukan" itu muncul dua kali, yaitu di 48:6 dan 48:12, dan terjemahan 48:6 memadatkan kata benda beserta kata sifat yang menyertainya menjadi "bersangka buruk". Kata dari akar ظ-ن-ن yang langsung disusul (بِاللَّهِ, bi-llaahi) yang berarti "terhadap Allah" ada di tiga ayat, yaitu 3:154, 33:10, dan 48:6. Di 3:154 bunyinya (يَظُنُّونَ بِاللَّهِ, yazhunnuuna bi-llaahi) dan di 33:10 (وَتَظُنُّونَ بِاللَّهِ, wa-tazhunnuuna bi-llaahi). Di 48:6 sangkaan itu dinamai tanpa isinya, dan isinya baru dirinci di 48:12.

Kata (دَائِرَةُ, daa'iratu) yang berarti "giliran" berakar د-و-ر, akar yang dipakai juga di 33:19 untuk mata yang berputar, (تَدُورُ أَعْيُنُهُمْ, taduuru a'yunuhum) yang berarti "mata mereka berputar-putar". Kata daa'ira dengan semua bentuknya hanya muncul di tiga ayat, yaitu 5:52, 9:98, dan 48:6. Di 5:52 bentuknya (دَائِرَةٌ, daa'iratun) dan diucapkan oleh orang-orang yang takut ditimpanya. Di 9:98 ada dua bentuk: jamak (الدَّوَائِرَ, d-dawaa'ira) yang ditunggu orang Badui agar menimpa orang lain, dan bentuk tunggal daa'iratu yang disusul kata keburukan, "giliran keburukan". Susunan tunggal itu muncul dua kali, di 9:98 dan 48:6, dan di keduanya didahului kata yang berarti "atas mereka". Di 48:6 tidak ada pihak yang menunggu atau takut, dan ayat langsung menyatakan giliran itu. Kata keburukan itu sendiri muncul dua kali di 48:6, sebagai isi sangkaan dan sebagai pemilik giliran.

Tiga kata kerja menutup ayat: (وَغَضِبَ, wa-ghadhiba) yang berarti "dan murka", (وَلَعَنَهُمْ, wa-la'anahum) yang berarti "dan melaknat mereka", dan (وَأَعَدَّ لَهُمْ, wa-a'adda lahum) yang berarti "dan menyediakan bagi mereka". Ketiganya menandai perbuatan yang sudah selesai. Akar murka, laknat, dan penyediaan dengan Allah sebagai pelaku hanya bertemu dalam satu ayat di luar 48:6, yaitu 4:93, (وَغَضِبَ اللَّهُ عَلَيْهِ وَلَعَنَهُ وَأَعَدَّ لَهُ, wa-ghadhiba llaahu 'alayhi wa-la'anahu wa-a'adda lahu) yang berarti "Allah murka kepadanya, melaknatnya, dan menyediakan baginya". Susunan wa-a'adda lahum muncul lima kali di tiga surah, yaitu 9:100, 33:44, 33:57, 33:64, dan 48:6. Yang disediakan di 9:100 adalah taman, di 33:44 pahala yang mulia, di 33:57 azab yang menghinakan, di 33:64 api yang menyala-nyala, dan di 48:6 Jahanam. Karena kata kerja yang sama dipakai untuk taman dan pahala, "menyediakan" tidak membawa nada hukuman dengan sendirinya. Nada itu datang dari benda yang disediakan.

Penutup ayat adalah (وَسَاءَتْ مَصِيرًا, wa-saa'at mashiiran) yang berarti "dan seburuk-buruk tempat kembali", dan susunan itu muncul tiga kali, yaitu di 4:97, 4:115, dan 48:6. Kata (سَاءَتْ, saa'at) muncul di lima ayat, yaitu 4:97, 4:115, 18:29, 25:66, dan 48:6, dan di tiap tempat kata itu disusul kata benda yang menamai tempat: mashiiran di 4:97, 4:115, dan 48:6, (مُرْتَفَقًا, murtafaqan) di 18:29, dan (مُسْتَقَرًّا, mustaqarran) di 25:66. Terjemahan memakai "tempat kembali" untuk mashiir, dan "tempat tinggal" tetap disisakan untuk ma'waa.

Tafsiran

Ayat ini menyelesaikan rangkaian tujuan yang dibuka di 48:5. Kata kerja "mengazab" berdiri di bawah "agar" yang sama dengan "memasukkan" dan "menghapus", sehingga dua nasib itu dinyatakan sebagai dua tujuan yang setara dalam susunannya. Nama-nama di kedua ayat pun disusun berpasangan. Ayat 48:5 memakai (الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ, l-mu'miniina wa-l-mu'minaati) yang berarti "orang-orang mukmin lelaki dan perempuan", dan ayat 48:6 memakai dua pasangan lain dengan bentuk yang sama.

Ayat 33:73 menyusun bahan yang serupa dengan urutan terbalik. Azab bagi munafik dan musyrik datang lebih dulu, lalu tobat bagi orang-orang mukmin, dan penutupnya adalah (وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا, wa-kaana llaahu ghafuuran rahiiman) yang berarti "dan Allah pengampun lagi pengasih". Dua ayat yang berdampingan di surah ini berakhir dengan cara lain. Ayat 48:5 ditutup oleh (فَوْزًا عَظِيمًا, fawzan 'azhiiman) yang berarti "keuntungan yang agung", dan ayat 48:6 ditutup oleh tempat kembali yang buruk. Pihak mukmin di 33:73 menerima tobat, sedangkan di 48:5 mereka menerima taman dan penghapusan kesalahan, jadi kedua ayat itu tidak disamakan.

Ayat ini memperkenalkan keempat golongan lewat sangkaan mereka terhadap Allah, dan tidak lewat perbuatan. Perbuatan memang tidak disebut pada bagian ciri ini, tetapi ayat tidak mengatakan bahwa perbuatan tidak dihitung. Isi sangkaan itu pun tidak dirinci di sini. Ayat 48:12 memakai rangkaian yang sama kepada orang-orang yang diajak bicara di 48:11, dan di sana isinya disebut: Rasul dan orang-orang beriman tidak akan kembali kepada keluarga mereka. Teksnya tidak menyatakan bahwa golongan di 48:6 adalah pihak yang diajak bicara di 48:11 dan 48:12. Kedua tempat memakai rangkaian yang sama, dan kaitan lain tidak tertulis.

Urutan isi ayat bergerak dari ciri ke akibat. Setelah sangkaan, datang giliran keburukan atas mereka, lalu tiga tindakan Allah, lalu tempat kembali. Kata keburukan berada di awal dan di tengah, tidak di akhir, sehingga ayat menyebut keburukan yang mereka sangka dan keburukan yang menimpa mereka dengan kata yang sama tanpa kata sambung sebab. Ayat 48:7 yang menyusul mengalihkan pembicaraan ke bala tentara langit dan bumi, tanpa menutup ayat ini dengan penjelasan tambahan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah memperkenalkan keempat golongan di ayat ini lewat sangkaan mereka terhadap-Nya, dan perbuatan mereka tidak disebut pada bagian ciri itu. Sangkaan seperti itu tidak terlihat oleh orang lain, sebab pemiliknya sendiri yang tahu isinya. Ayat tidak berkata perbuatan tidak dihitung, tetapi sangkaanlah yang dipilih sebagai tanda yang disebut lebih dulu. Pembaca yang terbiasa menilai dirinya dari apa yang tampak pada orang lain dapat memperhatikan bahwa ada bagian dirinya yang tidak pernah ditanyakan siapa pun, yaitu gambaran yang disimpannya tentang Allah. Apa yang disangkanya tentang-Nya ketika tidak ada yang bertanya, dan pernahkah sangkaan itu diucapkannya jelas-jelas kepada dirinya sendiri?
  • Dari tiga ayat yang langsung menyambungkan sangkaan dengan Allah, dua menaruhnya pada saat sempit. Di 3:154 sangkaan itu muncul sesudah kesedihan, dan di 33:10 muncul ketika penglihatan menyimpang dan hati sampai ke kerongkongan. Ayat 48:6 tidak menyebut keadaan apa pun. Dua keadaan yang tercatat itu bukan keadaan ketika orang mudah berbicara dengan tenang. Pembaca dapat membandingkannya dengan harinya sendiri: pada hari paling sempit selama setahun terakhir, kalimat apa yang lewat di kepalanya tentang Allah, dan apakah kalimat itu sama dengan yang diucapkannya pada hari yang lapang?
  • Ayat 48:5 menyebut orang-orang mukmin lelaki dan perempuan, dan ayat 48:6 menyebut munafik lelaki dan perempuan serta musyrik lelaki dan perempuan. Allah menyebut lelaki dan perempuan baik untuk kabar baik maupun untuk kabar buruk, sehingga tidak ada sisi yang dibuat khusus untuk satu jenis kelamin. Orang yang membaca ayat peringatan sebagai ucapan kepada pihak lain dapat mencoba membacanya sekali dengan memperhatikan bahwa daftarnya mencakup siapa pun yang berada di sisi itu. Bagian ayat mana yang terasa berubah ketika daftar tersebut dibaca dengan nama sendiri di dalamnya?
  • Di 9:98 giliran yang buruk dikaitkan dengan orang Badui yang menunggu orang lain ditimpa sesuatu, dan jawabannya memakai rangkaian yang sama dengan 48:6: giliran keburukan atas mereka sendiri. Ayat 9:98 membicarakan infak dan 48:6 membicarakan sangkaan terhadap Allah, jadi kedua ayat tidak disamakan. Perbandingannya hanya memperlihatkan ke mana giliran itu menuju di dua tempat. Giliran di kedua ayat menimpa pihak yang memelihara keburukan, dan tidak menimpa pihak yang dibayangkan. Orang yang pernah menunggu seseorang jatuh, entah di kantor, di keluarga, atau di antara teman, dapat bertanya kepada dirinya sendiri: giliran itu akhirnya sampai kepada siapa?
  • Kata kerja di 48:6 berakhiran sama dengan li-yudkhila di 48:5, sehingga kedua ayat dapat dibaca sebagai rangkaian yang bersambung. Taman dan penghapusan kesalahan berada di bagian pertama, sedangkan murka, laknat, dan Jahanam berada di bagian kedua. Pembaca yang pernah mengutip 48:5 sendirian mendapati bahwa susunan aslinya tidak menyediakan potongan itu. Allah mengucapkan janji dan ancaman dalam rangkaian yang sama. Bagaimana rasanya mendengar janji yang datang dari rangkaian yang juga memuat ancaman, dan apakah janji itu terdengar lebih dalam atau lebih ringan sesudahnya?
  • Susunan wa-a'adda lahum dipakai untuk taman di 9:100 dan untuk Jahanam di 48:6, dengan Allah sebagai pelaku di kedua tempat. Kerangka kata kerjanya sama, dan bendanya yang membedakan. Kata kerja itu menandai perbuatan yang sudah selesai, dan ayat tidak menyebut kapan penyediaannya terjadi. Dua tempat yang sangat berlainan digambarkan dengan kerangka kalimat yang kembar. Kalau dua tempat itu sama-sama sudah disediakan, ke arah mana langkah sehari-hari seseorang paling sering menuju?
  • Kata keburukan muncul dua kali dalam satu ayat, sekali sebagai isi sangkaan dan sekali sebagai pemilik giliran. Allah tidak memasang kata sambung sebab di antara keduanya, jadi hubungannya tidak dinyatakan. Dua pembacaan tersedia: kata itu kebetulan sama, atau dipasang agar yang satu menjawab yang lain. Ayat tidak memutuskan di antara keduanya. Pembaca dapat memegang pembacaan kedua sebagai pertanyaan dan bukan sebagai kepastian: keburukan mana yang paling sering dibayangkannya tentang Allah, dan keburukan mana yang dikiranya sedang bergerak ke arahnya?