إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا
Sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًاinnaa arsalnaaka syaahidan wa-mubasysyiran wa-nadziiransesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan
Terjemahan per kata (5 kata)
- إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
- أَرْسَلْنَاكَarsalnaakaKami mengutusmu
- شَاهِدًاsyaahidansaksi
- وَمُبَشِّرًاwa-mubasysyirandan pembawa kabar gembira
- وَنَذِيرًاwa-nadziirandan pemberi peringatan
Inti bacaan
Tiga kata berurutan (شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا, syaahidan wa-mubasysyiran wa-nadziiran) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:45 dan 48:8.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ, innaa arsalnaaka) yang berarti "sesungguhnya Kami mengutusmu". Kata arsalnaaka tersusun dari kata kerja (أَرْسَلَ, arsala) yang berarti "mengutus", akhiran (نَا, -naa) yang berarti "Kami", dan akhiran (كَ, -ka) yang berarti "-mu". Bentuk persis arsalnaaka muncul tiga belas kali di sebelas surah, yaitu 2:119, 4:79, 4:80, 13:30, 17:54, 17:105, 21:107, 25:56, 33:45, 34:28, 35:24, 42:48, dan 48:8. Dengan innaa di depannya, kalimat ini muncul empat kali, yaitu di 2:119, 33:45, 35:24, dan 48:8. Di 2:119 dan 35:24 kalimat itu disusul (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan kebenaran" lalu dua peran, sedangkan di 33:45 dan 48:8 kalimat itu langsung disusul tiga peran tanpa kata tersebut. Ayat 48:1 juga dibuka dengan innaa dan memakai akhiran yang sama untuk yang disapa, (إِنَّا فَتَحْنَا لَكَ, innaa fatahnaa laka) yang berarti "sesungguhnya Kami menganugerahkan kepadamu".
Ada ayat yang memakai arsalnaaka untuk menyebut peran yang tidak diberikan. Bentuk (أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ, arsalnaaka 'alayhim) yang berarti "Kami mengutusmu atas mereka" muncul tiga kali, yaitu di 4:80, 17:54, dan 42:48. Di 4:80 dan 42:48 bentuk itu disusul (حَفِيظًا, hafiizhan) yang berarti "penjaga", dan di 17:54 disusul (وَكِيلًا, wakiilan) yang berarti "wakil", dan ketiganya didahului kata yang berarti "tidak". Di 48:8 kata itu tidak ada, begitu pula kata yang berarti "atas mereka"; ayat menyebut peran yang diberikan.
Kata (شَاهِدًا, syaahidan) yang berarti "saksi" berakar ش-ه-د dan berbentuk pelaku, yaitu orang yang menyaksikan. Bentuk persis ini muncul tiga kali, yaitu di 33:45, 48:8, dan 73:15. Di 73:15 bunyinya (شَاهِدًا عَلَيْكُمْ, syaahidan 'alaykum) yang berarti "saksi atas kalian", dengan pihak yang disaksikan disebut. Ayat lain yang menyebut seorang yang diutus sebagai saksi memakai kata (شَهِيدًا, syahiidan) dan juga menyebut pihaknya dengan kata depan yang berarti "atas", misalnya 4:41 dan 16:89. Di 33:45 dan 48:8 pihak itu tidak disebut, dan terjemahan tidak menambahkan "atas mereka".
Dua kata berikutnya adalah (وَمُبَشِّرًا, wa-mubasysyiran) yang berarti "dan pembawa kabar gembira" dan (وَنَذِيرًا, wa-nadziiran) yang berarti "dan pemberi peringatan". Kata mubasysyiran berakar ب-ش-ر dan nadziiran berakar ن-ذ-ر. Pasangan (مُبَشِّرًا وَنَذِيرًا, mubasysyiran wa-nadziiran) muncul empat kali, yaitu di 17:105, 25:56, 33:45, dan 48:8, dan pasangan dengan bentuk lain, (بَشِيرًا وَنَذِيرًا, basyiiran wa-nadziiran), muncul empat kali pula, yaitu di 2:119, 34:28, 35:24, dan 41:4. Di kedelapan ayat itu kabar gembira disebut lebih dulu dan peringatan sesudahnya. Tiga kata berurutan (شَاهِدًا وَمُبَشِّرًا وَنَذِيرًا, syaahidan wa-mubasysyiran wa-nadziiran) muncul dua kali, yaitu di 33:45 dan 48:8. Terjemahan menambahkan "sebagai" untuk menandai bahwa ketiganya menyebut keadaan, dan memakai "pembawa kabar gembira" serta "pemberi peringatan" sesuai dengan ayat-ayat lain.
Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat berlanjut ke 48:9, yang dibuka dengan (لِتُؤْمِنُوا, li-tu'minuu) yang berarti "agar kalian beriman".
Tafsiran
Ayat ini menyebut tugas yang diberikan kepada yang diutus, dan menyebutnya dalam tiga kata yang tersusun tanpa penjelasan tambahan. Di dalam surah ini 48:1 dan 48:8 sama-sama dibuka dengan innaa dan memakai akhiran -ka untuk yang disapa, dan 48:2 serta 48:3 memakai akhiran yang sama sehingga sapaan itu tidak berganti di antaranya. Ayat 48:1 menyatakan sesuatu yang dianugerahkan kepada yang disapa, dan ayat 48:8 menyatakan sesuatu yang diserahkan kepadanya. Di antara keduanya 48:2 sampai 48:7 menguraikan tujuan dan pemilik kekuatan, sehingga dua pernyataan yang diawali innaa itu membingkai seluruh uraian itu.
Ayat 33:45 memuat tiga peran yang sama persis, tetapi sesudahnya berbeda. Ayat 33:46 menambahkan dua peran lagi, "penyeru kepada Allah dengan izin-Nya" dan "pelita yang menerangi". Ayat 48:8 berhenti pada tiga peran dan beralih ke tujuan di 48:9. Kedua ayat itu tidak disamakan: 33:45 meneruskan daftar peran, sedangkan 48:8 meneruskan dengan kalimat tujuan.
Hubungan 48:8 dengan 48:9 tampak pada pergantian sapaan. Di 48:8 Allah berbicara kepada yang diutus, memakai akhiran -ka. Di 48:9 sapaan beralih kepada banyak orang, (لِتُؤْمِنُوا, li-tu'minuu) yang berarti "agar kalian beriman", dan yang diutus kini disebut dengan orang ketiga, (وَرَسُولِهِ, wa-rasuulihi) yang berarti "dan Rasul-Nya". Ayat tidak menyatakan bahwa orang yang disapa dengan -ka di 48:8 adalah orang yang disebut Rasul-Nya di 48:9. Pembacaan demikian dapat dipakai, karena 48:9 menjadikan beriman kepada Rasul-Nya sebagai tujuan, dan tujuan itu mengikuti kalimat tentang pengutusan.
Ayat 48:9 tidak mengulang satu pun dari tiga peran itu. Ia menyebut apa yang diharapkan dari pihak yang disapa dengan kalian: beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, lalu mendukung, memuliakan, dan bertasbih. Dengan begitu 48:8 dan 48:9 membentuk satu kalimat dengan dua bagian, bagian pertama tentang tugas yang diserahkan dan bagian kedua tentang tujuan yang dituju oleh orang lain.
Renungan dan Hikmah
- Allah membuka daftar tiga peran itu dengan saksi, sebelum kabar gembira dan sebelum peringatan. Urutan itu dapat dibaca sebagai kesaksian yang mendahului ucapan. Orang yang biasa memberi tahu orang lain, tentang pekerjaan, tentang keluarga, atau tentang hal yang dianggapnya benar, dapat memperhatikan urutan itu pada dirinya sendiri. Berapa banyak dari yang dikabarkannya pernah disaksikannya lebih dulu, dan berapa banyak yang hanya diteruskan dari mulut ke mulut? Ayat tidak menjawab pertanyaan itu bagi pembaca, dan urutan tiga peran itu hanya menaruhnya di depan mata.
- Ayat ini tidak menyebut atas siapa kesaksian itu, sedangkan 73:15 menyebut atas kalian, dan 4:41 serta 16:89 menyebut atas orang-orang yang dihadirkan pada hari yang diceritakan di sana. Ayat 48:8 tidak mengaitkan kesaksian itu dengan hari tertentu, jadi tiga ayat lain itu tidak dipakai untuk menafsirkannya. Kata saksi tanpa objek membiarkan ruang itu terbuka, dan pembaca cenderung mengisinya sendiri. Ketika membaca kata saksi di 48:8, siapa yang otomatis terbayang sebagai pihak yang disaksikan: orang lain, kelompok tertentu, atau dirinya sendiri?
- Tiga peran di 48:8 adalah saksi, pembawa kabar gembira, dan pemberi peringatan, sedangkan 4:80, 17:54, dan 42:48 menyebut dua peran yang dinyatakan bukan bagi yang diutus, yaitu penjaga dan wakil. Allah memisahkan dua daftar itu dengan jelas. Orang yang pernah merasa harus menjaga keimanan anak, pasangan, atau teman agar tidak goyah dapat bertanya apakah peran yang dijalaninya berada di daftar pertama atau di daftar kedua. Perbedaannya halus dari luar: menyampaikan dan memperingatkan tampak mirip dengan menjaga, tetapi ayat-ayat itu memisahkannya.
- Di delapan ayat, kabar gembira dan peringatan disebut berpasangan, dan di semuanya kabar gembira disebut lebih dulu. Allah tidak menyebutkan salah satu tanpa yang lain dalam pasangan itu. Pembaca dapat memperhatikan cara dirinya menyampaikan sesuatu kepada orang terdekat: apakah kabar baik atau peringatan yang keluar lebih dulu? Orang yang selalu memberi peringatan dan jarang memberi kabar gembira, atau sebaliknya, dapat bertanya apa yang tidak sampai kepada pendengarnya, dan apakah pendengar itu pernah mendengar pasangan yang hilang.
- Di 48:8 pembaca mendengar Allah berbicara kepada yang diutus, dengan akhiran -ka, seperti orang yang berdiri di samping percakapan. Di 48:9 sapaan berpindah menjadi kalian, dan pembaca tidak lagi berdiri di samping. Perpindahan itu terjadi dalam jarak satu ayat, tanpa kata yang mengumumkannya. Pembaca yang terbiasa membaca ayat peringatan sebagai kabar tentang orang lain dapat memperhatikan titik tempat sapaan berubah, dan bertanya apakah kesiapannya sempat disusun ketika yang berbicara tidak lagi kepada orang ketiga.
- Ayat 48:1 menyatakan Allah menganugerahkan kemenangan kepada yang disapa, dan ayat 48:8 menyatakan Allah mengutusnya. Kedua pernyataan memakai pembuka yang sama dan akhiran yang sama, dan datang dari pihak yang sama. Pemberian dan tugas diucapkan dengan nada yang setara. Orang yang menerima sesuatu, entah kedudukan, kemampuan, atau kesempatan, dapat bertanya tugas apa yang ikut diserahkan bersama pemberian itu, dan apakah tugas itu sudah dilihat dengan sama jelasnya seperti pemberiannya.