لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُ وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا

agar kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendukungnya dan memuliakannya, dan bertasbih kepada-Nya pada pagi dan petang.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُعَزِّرُوهُ وَتُوَقِّرُوهُli-tu'minuu bi-llaahi wa-rasuulihi wa-tu'azziruuhu wa-tuwaqqiruuhuagar kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, mendukungnya dan memuliakannya
  2. وَتُسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًاwa-tusabbihuuhu bukratan wa-ashiilandan bertasbih kepada-Nya pada pagi dan petang

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. لِتُؤْمِنُواli-tu'minuuagar kalian beriman
  2. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  3. وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
  4. وَتُعَزِّرُوهُwa-tu'azziruuhudan kalian menguatkan-Nya
  5. وَتُوَقِّرُوهُwa-tuwaqqiruuhudan kalian memuliakan-Nya
  6. وَتُسَبِّحُوهُwa-tusabbihuuhudan kalian bertasbih kepada-Nya
  7. بُكْرَةًbukratandi waktu pagi
  8. وَأَصِيلًاwa-ashiilandan petang

Inti bacaan

Bentuk (وَتُعَزِّرُوهُ, wa-tu'azziruuhu) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 48:9.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لِتُؤْمِنُوا, li-tu'minuu) yang berarti "agar kalian beriman". Huruf (لِ, li) yang berarti "agar" menyambung ayat ini dengan 48:8 sebagai tujuan, dan akhiran pada tu'minuu menunjuk banyak orang, berbeda dari akhiran -ka yang tunggal di 48:8. Rangkaian (لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, li-tu'minuu bi-llaahi wa-rasuulihi) yang berarti "agar kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya" muncul dua kali, yaitu di 48:9 dan 58:4, dan di 58:4 rangkaian itu menutup ketentuan tentang puasa dua bulan berturut-turut dan memberi makan enam puluh orang miskin. Pasangan nama (بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, bi-llaahi wa-rasuulihi) muncul di dua belas ayat, yaitu 4:136, 7:158, 9:80, 9:84, 24:62, 48:9, 48:13, 49:15, 57:7, 58:4, 61:11, dan 64:8. Di 48:13 pasangan itu berada dalam kalimat penyangkalan, (وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, wa-man lam yu'min bi-llaahi wa-rasuulihi) yang berarti "dan siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya".

Kata kerja berikutnya adalah (وَتُعَزِّرُوهُ, wa-tu'azziruuhu) yang berarti "dan mendukungnya". Akarnya ع-ز-ر hanya muncul sebagai kata kerja di tiga ayat, yaitu 5:12, 7:157, dan 48:9, dan bentuk persis wa-tu'azziruuhu hanya ada di 48:9. Di 5:12 bunyinya (وَعَزَّرْتُمُوهُمْ, wa-'azzartumuuhum), dan kata kerja itu mengikuti (وَآمَنْتُمْ بِرُسُلِي, wa-aamantum bi-rusulii) yang berarti "dan kalian beriman kepada rasul-rasul-Ku". Di 7:157 bunyinya (وَعَزَّرُوهُ, wa-'azzaruuhu), dan kata kerja itu mengikuti iman kepada Rasul yang disebut di sana serta disusul (وَنَصَرُوهُ, wa-nasharuuhu) yang berarti "dan menolongnya". Di ketiga ayat kata kerja ini datang sesudah iman. Di 5:12 dan 7:157 objeknya rasul atau Rasul, dan di 48:9 kata kerja ini mengikuti nama Rasul-Nya sebagai nama terdekat sebelum kata ganti. Karena di 7:157 kata kerja itu bersanding dengan kata kerja yang berarti "menolong", terjemahan 48:9 memakai "mendukung", yaitu tindakan yang menyertai iman.

Kata kerja ketiga adalah (وَتُوَقِّرُوهُ, wa-tuwaqqiruuhu) yang berarti "dan memuliakannya". Akarnya و-ق-ر, dan kata kerja dari akar itu hanya ada satu di seluruh Al-Qur'an. Kata benda dari akar itu muncul, misalnya, di 71:13, (لَا تَرْجُونَ لِلَّهِ وَقَارًا, laa tarjuuna li-llaahi waqaaran) yang berarti "kalian tidak mengharapkan kebesaran bagi Allah", dan di 51:2 akar yang sama menjadi (وِقْرًا, wiqran) yang berarti "muatan berat". Terjemahan 48:9 memakai "memuliakan" untuk kata kerja ini, dengan "kebesaran" di 71:13 sebagai kata benda terdekat yang juga terkait dengan Allah.

Ketiga kata kerja berakhir dengan akhiran yang sama (هُ, -hu) yang berarti "-nya", dan huruf Arabnya tidak menandai acuan yang berbeda untuk tiap kata kerja. Terjemahan menuliskan "mendukungnya dan memuliakannya" untuk acuan Rasul dan "kepada-Nya" untuk acuan Allah. Pembacaan itu bertumpu pada pemakaian akar-akar ini di ayat lain. Dua pemakaian ع-ز-ر yang lain, di 5:12 dan 7:157, berobjek rasul. Kata kerja sabbaha dengan akhiran -hu sebagai objek langsung muncul di empat ayat lain, yaitu (وَسَبِّحُوهُ, wa-sabbihuuhu) di 33:42, (فَسَبِّحْهُ, fa-sabbihhu) di 50:40 dan 52:49, serta (وَسَبِّحْهُ, wa-sabbihhu) di 76:26, dan di keempatnya ayat sebelumnya atau ayat itu sendiri menyebut Allah atau Tuhan. Kata kerja waqqara hanya satu kali, jadi acuannya di 48:9 tidak dapat diputuskan dari pemakaian lain, dan bacaan bahwa kata kerja kedua juga merujuk kepada Allah tidak ditolak oleh teks.

Kata kerja terakhir adalah (وَتُسَبِّحُوهُ, wa-tusabbihuuhu) yang berarti "dan bertasbih kepada-Nya", disusul (بُكْرَةً وَأَصِيلًا, bukratan wa-ashiilan) yang berarti "pagi dan petang". Rangkaian bukratan wa-ashiilan muncul empat kali, yaitu di 25:5, 33:42, 48:9, dan 76:25. Di 25:5 rangkaian itu menyebut waktu didiktekannya dongeng menurut ucapan orang-orang yang mengatakannya, dan di tiga ayat lainnya ia menyebut waktu tasbih atau ingatan kepada Tuhan. Di 33:42 bunyinya serupa dengan 48:9, (وَسَبِّحُوهُ بُكْرَةً وَأَصِيلًا, wa-sabbihuuhu bukratan wa-ashiilan), dan di 76:25 kata kerjanya diganti ingatan, (وَاذْكُرِ اسْمَ رَبِّكَ بُكْرَةً وَأَصِيلًا, wa-dzkuri sma rabbika bukratan wa-ashiilan). Di 19:11 tasbih disebut dengan pasangan waktu yang berbeda, (سَبِّحُوا بُكْرَةً وَعَشِيًّا, sabbihuu bukratan wa-'asyiyyan), dan terjemahan memakai "pagi dan petang" juga di sana.

Tafsiran

Ayat ini menyebut tujuan dari pengutusan di 48:8 dan menyusunnya sebagai satu kalimat dengan dua bagian. Bagian pertama menyebut iman kepada dua nama, Allah dan Rasul-Nya. Bagian kedua menyebut tiga kata kerja yang berakhiran sama dan tidak memisahkan lagi dua nama itu, sehingga pembaca menerima tiga tindakan dalam satu napas yang kata gantinya tidak diurai oleh teks.

Susunan itu menaruh hubungan dengan yang diutus di dalam satu rangkaian dengan hubungan kepada Allah. Dua ayat berturut-turut menempatkan keduanya berdampingan: 48:9 dalam kalimat tujuan, dan 48:10 dalam pernyataan bahwa orang-orang yang berjanji setia kepada yang disapa sebenarnya berjanji setia kepada Allah. Dua ayat itu tidak disamakan, sebab yang satu menyebut tujuan pengutusan dan yang lain menyebut ikatan janji, tetapi keduanya memperlihatkan bahwa surah ini menyusun hubungan dengan yang diutus tanpa memisahkannya dari hubungan kepada Allah.

Ayat ini juga menutup dengan waktu yang berulang, tidak dengan peristiwa. Ayat-ayat di sekelilingnya bergerak di antara kemenangan, janji setia, dan perkataan orang-orang yang tertinggal, semuanya peristiwa. Ayat 48:9 berakhir pada pagi dan petang, yaitu dua ujung hari yang selalu datang kembali. Kalimat tujuan yang dimulai dengan iman karena itu berakhir pada kegiatan yang berlangsung tiap hari, dan tidak pada satu kejadian.

Perbandingan dengan 5:12 dan 7:157 memperlihatkan bahwa urutan iman lalu dukungan dipakai juga di dua tempat lain. Di 5:12 dukungan disebut sebagai syarat dalam perjanjian dengan Bani Israil, di 7:157 sebagai ciri orang-orang yang beriman kepada Rasul, dan di 48:9 sebagai tujuan pengutusan. Dalam ketiga ayat itu, yang berbeda konteksnya, kata kerja dukungan datang sesudah iman dan tidak mendahuluinya.

Renungan dan Hikmah

  • Iman kepada Allah dan Rasul-Nya di ayat ini disebut sebagai tujuan, hal yang dituju oleh pengutusan di ayat sebelumnya. Rangkaian yang sama muncul di 58:4 sebagai tujuan dari sebuah ketentuan tentang puasa dan memberi makan orang miskin. Dua ayat itu berbicara tentang hal yang berlainan, dan keduanya menaruh iman di ujung, bukan di pangkal. Pembaca yang membayangkan iman sebagai bekal yang sudah selesai dibawa sejak awal dapat memperhatikan bahwa Allah menaruhnya juga sebagai tempat tiba. Dalam kegiatan paling rutin di hari ini, adakah yang sedang diarahkan ke sana?
  • Di tiga ayat tempat kata kerja dukungan muncul, 5:12, 7:157, dan 48:9, kata kerja itu selalu datang sesudah iman. Dalam 48:9 dukungan itu berada di antara iman dan tasbih. Seseorang yang berkata percaya dapat memperhatikan bahwa Allah menaruh tindakan di belakang iman dan bukan sebagai penggantinya. Apa bentuk dukungan itu di dalam hari-harinya: kepada siapa, dalam urusan apa, dan sejauh apa kepercayaan itu terlihat dalam hal yang tidak diminta siapa pun?
  • Tiga kata kerja berakhiran sama, dan teks tidak menandai pada kata kerja mana acuannya berpindah dari Rasul kepada Allah. Terjemahan memilih satu bacaan, dan bacaan lain tidak ditutup oleh teks. Pembaca dapat memperhatikan bahwa pilihan antara keduanya mengubah arah penghormatan. Kalau penghormatan itu diarahkan hanya kepada yang diutus, apa yang hilang dari ayat ini? Kalau diarahkan kepada Allah, apa yang tersisa untuk yang diutus? Kata gantinya sendiri tidak menjawab kedua pertanyaan itu.
  • Ayat ini berakhir pada pagi dan petang, dua ujung hari. Di 33:42 pasangan waktu yang sama menyertai tasbih, dan di 76:25 menyertai ingatan kepada Tuhan. Ayat-ayat yang menyusunnya sampai di sini bercerita tentang kemenangan, janji setia, dan ucapan orang-orang yang tertinggal, lalu kalimat tujuan ini turun ke waktu yang paling sederhana. Pembaca dapat memeriksa dua ujung hari miliknya sendiri. Apa yang mengisi saat bangun dan saat petang, dan apakah isinya menyebut Allah sebagai tujuan, atau hanya mengisi waktu?
  • Keempat kata kerja di ayat ini memakai bentuk kalian, jamak, dan tak satu pun memakai bentuk tunggal. Iman, dukungan, penghormatan, dan tasbih diminta dari banyak orang sekaligus. Allah tidak membagi empat hal itu kepada empat kelompok yang berlainan. Pembaca yang menjalani imannya sendirian dapat bertanya siapa yang berada di samping bentuk jamak itu: siapa yang bersama-sama diminta, dan apakah ada yang sudah lama tidak diajak?
  • Ayat 48:9 menyebut tujuan agar kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, dan 48:13 menyebut kebalikannya dengan pasangan nama yang sama: siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Dua kalimat itu berada di surah yang sama dan menyebut dua sisi satu rumusan. Pembaca yang membaca keduanya berurutan mendapati satu rumusan dengan dua sisi. Di antara dua kalimat itu, apa yang dilakukan pembaca dengan keraguan yang disimpannya, dan ke sisi mana langkahnya sekarang menuju?