سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِ شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَا ۚ يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ ۚ قُلْ فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًا ۚ بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًا

Orang-orang Arab Badui yang ditinggalkan akan berkata kepadamu, “Kami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami.” Mereka mengucapkan dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya. Katakanlah, “Siapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki mudarat terhadap kalian atau jika Dia menghendaki manfaat bagi kalian? Bahkan, Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan.”

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ مِنَ الْأَعْرَابِsa-yaquulu laka l-mukhallafuuna mina l-a'raabiorang-orang Arab Badui yang ditinggalkan akan berkata kepadamu
  2. شَغَلَتْنَا أَمْوَالُنَا وَأَهْلُونَا فَاسْتَغْفِرْ لَنَاsyaghalatnaa amwaalunaa wa-ahluunaa fa-staghfir lanaakami telah disibukkan oleh harta dan keluarga kami, maka mohonkanlah ampunan untuk kami
  3. يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْyaquuluuna bi-alsinatihim maa laysa fii quluubihimmereka mengucapkan dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya
  4. قُلْqulkatakanlah
  5. فَمَنْ يَمْلِكُ لَكُمْ مِنَ اللَّهِ شَيْئًا إِنْ أَرَادَ بِكُمْ ضَرًّا أَوْ أَرَادَ بِكُمْ نَفْعًاfa-man yamliku lakum mina llaahi syay'an in araada bikum dharran aw araada bikum naf'ansiapakah yang dapat menghalang-halangi kehendak Allah jika Dia menghendaki mudarat terhadap kalian atau jika Dia menghendaki manfaat bagi kalian
  6. بَلْ كَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ خَبِيرًاbal kaana llaahu bi-maa ta'maluuna khabiiranbahkan, Allah waskita terhadap apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (37 kata)

  1. سَيَقُولُsa-yaquuluakan berkata
  2. لَكَlakakepadamu
  3. الْمُخَلَّفُونَl-mukhallafuunaorang-orang yang ditinggalkan
  4. مِنَminadari
  5. الْأَعْرَابِl-a'raabiorang-orang Arab badui
  6. شَغَلَتْنَاsyaghalatnaamenyibukkan kami
  7. أَمْوَالُنَاamwaalunaaharta kami
  8. وَأَهْلُونَاwa-ahluunaadan keluarga kami
  9. فَاسْتَغْفِرْfa-staghfirmaka mohonlah ampun
  10. لَنَاlanaabagi kami
  11. يَقُولُونَyaquuluunamereka berkata
  12. بِأَلْسِنَتِهِمْbi-alsinatihimlidah mereka
  13. مَاmaaapa yang
  14. لَيْسَlaysabukanlah
  15. فِيfiidalam
  16. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  17. قُلْqulkatakanlah
  18. فَمَنْfa-manmaka orang yang
  19. يَمْلِكُyamlikumemiliki
  20. لَكُمْlakumbagi kalian
  21. مِنَminadari
  22. اللَّهِllaahiAllah
  23. شَيْئًاsyay'ansedikit pun
  24. إِنْinjika
  25. أَرَادَaraadamaksudkan
  26. بِكُمْbikumkepada kalian
  27. ضَرًّاdharranmudarat
  28. أَوْawatau
  29. أَرَادَaraadamaksudkan
  30. بِكُمْbikumkepada kalian
  31. نَفْعًاnaf'anmanfaat
  32. بَلْbalbahkan
  33. كَانَkaanaadalah
  34. اللَّهُllaahuAllah
  35. بِمَاbi-maapada apa yang
  36. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  37. خَبِيرًاkhabiiranwaskita

Inti bacaan

Kemunafikan yang terbongkar 'mereka mengucapkan dengan mulutnya apa yang tidak ada dalam hatinya', kesenjangan antara alasan verbal dan motif sesungguhnya, terungkap lewat perilaku yang tidak konsisten.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(karena tidak mau ikut ke Hudaibiah)' tidak dipakai: nama peristiwa historis tidak disebut eksplisit dalam teks Arab. Dua kutipan terpisah dalam ayat ini: alasan orang Badui, dan jawaban Nabi; keduanya dibuka dan ditutup dalam ayat ini sendiri.

Tafsiran

Ayat ini mengutip alasan kosong orang Badui yang absen dari perjalanan, dibalas dengan penegasan bahwa kehendak Allah tidak dapat dihalangi siapa pun.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut alasan mereka harta dan keluarga. Dua hal yang wajar. Yang dipakai berdalih bukan sesuatu yang memalukan.
  • Permintaan yang mereka sertakan mohonkanlah ampunan untuk kami. Sesudah berdalih. Yang berdalih tahu sendiri ada yang perlu diampuni.
  • Allah membongkarnya dengan menyebut mulut dan hati mereka berbeda. Bukan menolak alasannya. Yang dipersoalkan bukan isi dalihnya, melainkan bahwa itu bukan yang mereka rasakan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain di ayat ini: “Kami” diterjemahkan “Kami”; “kami.”” diterjemahkan “kami.; “Siapakah” diterjemahkan “Siapakah”; “kamu” diterjemahkan “kalian”; “bagimu?” diterjemahkan “bagi kalian?”; “kamu kerjakan.”” diterjemahkan “kalian kerjakan. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. istaghfara diterjemahkan 'memohon ampun'.