وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا

Dan siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, maka sesungguhnya Kami sediakan bagi orang-orang kafir api yang menyala-nyala.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِwa-man lam yu'min bi-llaahi wa-rasuulihidan siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya
  2. فَإِنَّا أَعْتَدْنَا لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًاfa-innaa a'tadnaa li-l-kaafiriina sa'iiranmaka, sesungguhnya Kami sediakan bagi orang-orang kafir api yang menyala-nyala

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَمَنْwa-mandan orang yang
  2. لَمْlamtidak
  3. يُؤْمِنْyu'minberiman
  4. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  5. وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
  6. فَإِنَّاfa-innaamaka sesungguhnya Kami
  7. أَعْتَدْنَاa'tadnaaKami menyediakan
  8. لِلْكَافِرِينَli-l-kaafiriinabagi orang-orang yang kufur
  9. سَعِيرًاsa'iiranapi yang menyala

Inti bacaan

Rangkaian (لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا, li-l-kaafiriina sa'iiran), "bagi orang-orang kafir api yang menyala-nyala", muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 48:13.

Penjelasan pilihan kata

Kalimat syarat di awal ayat ini, (وَمَنْ لَمْ يُؤْمِنْ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, wa-man lam yu'min bi-llaahi wa-rasuulihi), berarti "dan siapa yang tidak beriman kepada Allah dan Rasul-Nya". Kata (مَنْ, man) yang berarti "siapa" menyebut pelaku tunggal tanpa nama, dan kata kerja (يُؤْمِنْ, yu'min) berakar أ-م-ن dengan penolak (لَمْ, lam) di depannya. Rangkaian (بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, bi-llaahi wa-rasuulihi) yang berarti "kepada Allah dan Rasul-Nya" muncul dua belas kali di sepuluh surah, yaitu 4:136, 7:158, 9:80, 9:84, 24:62, 48:9, 48:13, 49:15, 57:7, 58:4, 61:11, dan 64:8. Di sembilan ayat kata kerjanya "beriman" dalam bentuk positif, misalnya (آمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, aaminuu bi-llaahi wa-rasuulihi) di 4:136 dan 57:7, atau (لِتُؤْمِنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, li-tu'minuu bi-llaahi wa-rasuulihi) di 48:9 dan 58:4. Di 9:80 dan 9:84 kata kerjanya "kufur", (كَفَرُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, kafaruu bi-llaahi wa-rasuulihi). Bentuk "tidak beriman" ada di 48:13 saja. Di dalam Surah 48 pasangan itu muncul dua kali, di 48:9 sebagai tujuan, "agar kalian beriman kepada Allah dan Rasul-Nya", dan di 48:13 sebagai syarat yang dinegasikan.

Bagian jawaban syarat dibuka dengan (فَإِنَّا أَعْتَدْنَا, fa-innaa a'tadnaa) yang berarti "maka sesungguhnya Kami sediakan". Huruf (فَ, fa) yang berarti "maka" menyambung syarat dengan jawabannya, dan kata ganti pembicara berpindah dari "Allah dan Rasul-Nya" dalam orang ketiga ke "Kami" dalam orang pertama jamak. Kata kerja a'tadnaa berbentuk lampau, jadi terjemahan memakai "Kami sediakan" dan tidak menambahkan kata "akan". Bentuk a'tadnaa muncul tiga belas kali di delapan surah, yaitu 4:18, 4:37, 4:151, 4:161, 17:10, 18:29, 18:102, 25:11, 25:37, 33:31, 48:13, 67:5, dan 76:4. Kata kerja itu langsung disusul penerima (لِلْكَافِرِينَ, li-l-kaafiriina) yang berarti "bagi orang-orang kafir" di lima ayat, yaitu 4:37, 4:151, 4:161, 48:13, dan 76:4. Objeknya di 4:37 dan 4:151 ialah (عَذَابًا مُهِينًا, 'adzaaban muhiinan) yang berarti "azab yang menghinakan", dan di 4:161 (عَذَابًا أَلِيمًا, 'adzaaban aliiman) yang berarti "azab yang pedih". Di 48:13 dan 76:4 objeknya api, dan di 76:4 api itu disebut sesudah rantai dan belenggu, (سَلَاسِلَ وَأَغْلَالًا وَسَعِيرًا, salaasila wa-aghlaalan wa-sa'iiran).

Kata (سَعِيرًا, sa'iiran) yang berarti "api yang menyala-nyala" berakar س-ع-ر dan muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 4:10, 4:55, 17:97, 25:11, 33:64, 48:13, 76:4, dan 84:12. Empat di antaranya mengikuti kata kerja menyediakan: (وَأَعْتَدْنَا لِمَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ سَعِيرًا, wa-a'tadnaa li-man kadzdzaba bi-s-saa'ati sa'iiran) di 25:11, (وَأَعَدَّ لَهُمْ سَعِيرًا, wa-a'adda lahum sa'iiran) di 33:64, serta 48:13 dan 76:4. Di 4:10 dan 84:12 api itu dimasuki, (وَسَيَصْلَوْنَ سَعِيرًا, wa-sa-yashlawna sa'iiran) dan (وَيَصْلَىٰ سَعِيرًا, wa-yashlaa sa'iiran). Terjemahan memakai "api yang menyala-nyala" di enam dari delapan ayat itu, yaitu 4:10, 25:11, 33:64, 76:4, 84:12, dan 48:13, supaya sebutan yang sama terbaca sama. Rangkaian (لِلْكَافِرِينَ سَعِيرًا, li-l-kaafiriina sa'iiran) hanya ada di ayat ini.

Penerima di 25:11 ditentukan oleh perbuatan, (مَنْ كَذَّبَ بِالسَّاعَةِ, man kadzdzaba bi-s-saa'ati) "siapa yang mendustakan Saat itu", dan di 33:64 oleh kata ganti sesudah kata (الْكَافِرِينَ, l-kaafiriina) yang sudah disebut. Di 48:13 penerimanya disebut dengan nama kelompok, "orang-orang kafir", segera sesudah syarat tentang tidak beriman. Antara syarat dan nama kelompok tidak ada kata yang menyamakan keduanya, dan terjemahan tidak menambahkannya. Bentuk bahasa orang ketiga untuk perbuatan yang sejenis ada di surah yang sama, (وَأَعَدَّ لَهُمْ جَهَنَّمَ, wa-a'adda lahum jahannama) yang berarti "dan menyediakan bagi mereka Jahanam" di 48:6.

Ayat ini tidak memuat kata yang menyebut lamanya tinggal, seperti (خَالِدِينَ, khaalidiina) yang berarti "mereka kekal". Kata itu muncul di ayat lain, misalnya 16:29, tetapi tidak di sini, dan terjemahan tidak menambahkan keterangan waktu apa pun.

Tafsiran

Ayat ini mengubah cara bicara dari sapaan menjadi syarat. Ayat 48:12 memakai akhiran "kalian" empat kali, sedangkan 48:13 dibuka dengan "siapa yang" dan tidak menyapa siapa pun. Syarat seperti itu berlaku bagi pendengar mana pun, termasuk mereka yang disapa di ayat sebelumnya, tetapi ayat ini tidak menyebut mereka. Sambungan antara dua ayat itu hanya huruf waw pada kata pembuka.

Di tengah ayat bahasa berpindah dari "siapa", yang tunggal dan tak bernama, ke "orang-orang kafir", yang jamak dan bernama kelompok. Perpindahan itu menjadikan syarat yang diucapkan untuk siapa saja sebagai dasar sebuah penyebutan kelompok, sedangkan kata kerja di bagian syarat, "tidak beriman", menunjuk pada keadaan seseorang, dan nama kelompok di bagian jawaban menunjuk pada satu golongan. Ayat ini membiarkan keduanya berdampingan tanpa menjelaskan hubungan antara satu orang dan satu golongan.

Pasangan "Allah dan Rasul-Nya" membuat ayat ini berhubungan dengan 48:9 yang mengatakan tujuan, yaitu agar mereka beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Surah ini membuka sebuah tujuan, dan 48:13 menyebut apa yang ada bagi mereka yang tidak mencapainya. Pasangan kata di kedua ayat sama, sehingga bagian kedua terbaca sebagai sisi lain dari bagian pertama.

Pernyataan tentang apa yang disediakan dibuat dengan "Kami" dan dengan kata kerja lampau, tanpa penjelasan lanjut, dan ayat berikutnya langsung berpindah ke hal lain. Ayat 48:14 menyebut kerajaan langit dan bumi, ampunan bagi siapa yang dikehendaki, dan azab bagi siapa yang dikehendaki. Dua ayat ini tersusun berurutan, yang satu menyebut api yang disediakan dan yang lain menyebut siapa pemilik dan siapa yang memutuskan. Ayat 48:13 tidak menyebut kehendak, dan 48:14 tidak menyebut api, sehingga kehendak dan api tidak dihubungkan secara tertulis.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja menyediakan di ayat ini berbentuk lampau. Di 25:11 dan 76:4 kata kerja yang sama dipakai dengan bentuk yang sama, sehingga tiga ayat itu dapat dibaca menaruh api sebagai sesuatu yang telah tersedia sebelum pilihan jatuh. Bayangan itu mengubah cara menimbang akibat, sebab akibat terlihat sebagai keadaan yang tersedia sejak awal. Seseorang dapat memperhatikan keputusan kecil dalam hidupnya yang akibatnya sudah tersedia sebelum keputusan itu diambil. Akibat mana yang sudah menunggu di ujung kebiasaan yang masih dianggap ringan?
  • Syarat di ayat ini dibuka dengan kata siapa yang, tanpa menyebut orang tertentu, dan menyangkut beriman kepada Allah dan Rasul-Nya. Pembaca yang menemukan kalimat semacam itu dapat membacanya sebagai penilaian atas orang lain, dan dapat pula membacanya sebagai kalimat yang menunggu dirinya sendiri. Kalimat yang tak menyebut siapa pun dengan nama tidak memberi pembaca tempat bersembunyi di balik orang lain. Pembaca yang cepat menunjuk orang lain tiap menjumpai kalimat syarat dapat menanyakan apa yang terjadi bila kalimat itu dibaca sebagai kalimat tentang dirinya. Siapa yang pertama kali terbayang saat membaca kata siapa?
  • Pasangan Allah dan Rasul-Nya sudah muncul di 48:9 sebagai tujuan, agar mereka beriman kepada keduanya, dan kembali di 48:13 sebagai syarat yang dinegasikan. Surah ini memakai sepasang kata yang sama untuk menyebut sasaran dan untuk menyebut apa yang terjadi bila sasaran itu tidak dicapai. Orang yang membaca sebuah ajakan dapat memeriksa apakah dirinya hanya mengingat sisi positifnya dan tidak pernah membayangkan bagian lain dari kalimat yang sama. Ajakan dan peringatan dalam surah ini memakai kata yang sama. Mana di antara keduanya yang lebih sering terulang dalam hati pembaca?
  • Ayat ini mulai dari seseorang tanpa nama dan berakhir di sebuah golongan dengan nama. Antara keduanya tidak ada kalimat yang menjelaskan bagaimana satu orang menjadi anggota golongan. Orang yang sehari-hari memakai sebutan golongan untuk menilai sesamanya dapat memperhatikan apakah kebiasaannya bermula dari seorang manusia yang dikenal atau dari nama golongannya. Nama golongan memudahkan penilaian dan sekaligus menghapus wajah orangnya. Pada sebutan golongan mana yang diucapkannya minggu ini tidak sempat terbayang satu wajah pun?
  • Sesudah api yang disediakan, ayat 48:14 langsung menyebut bahwa milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dua ayat itu tersusun berurutan tanpa jembatan, yang pertama berisi akibat dan yang kedua berisi pemilik. Pembaca yang berhenti di ayat 48:13 membawa gambaran api, dan pembaca yang meneruskan ke 48:14 mendapati pemilik kerajaan itu disebut tepat sesudahnya. Perhatian seseorang sering terpusat pada akibat dan melupakan siapa yang memiliki segala yang ada. Bila dua ayat itu dibaca sebagai satu napas, apa yang berbeda dari gambaran yang selama ini tersimpan tentang api itu?
  • Ayat ini tidak memuat kata yang menyebut berapa lama, dan 48:14 tidak mengisi kekosongan itu karena membicarakan hal lain. Kata kekal ada di ayat-ayat lain tetapi tidak di sini. Pembaca yang menghadapi ruang kosong semacam itu biasanya mengisinya dari kebiasaan, dari cerita yang pernah didengar, atau dari rasa takutnya sendiri. Isian dari luar teks itu terasa seperti bagian ayat, padahal bukan. Seseorang dapat bertanya dari mana saja bagian yang dibiarkan kosong oleh ayat itu diisinya, dan apakah sumber isian itu pernah diperiksa. Seberapa besar bagian dari bayangan tentang ayat ini sebenarnya ada di dalam ayat?