وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُ ۚ وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًا

Milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Allah pengampun lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَلِلَّهِ مُلْكُ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِwa-li-llaahi mulku s-samaawaati wa-l-ardhimilik Allahlah kerajaan langit dan bumi
  2. يَغْفِرُ لِمَنْ يَشَاءُ وَيُعَذِّبُ مَنْ يَشَاءُyaghfiru li-man yasyaa'u wa-yu'adzdzibu man yasyaa'uDia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki
  3. وَكَانَ اللَّهُ غَفُورًا رَحِيمًاwa-kaana llaahu ghafuuran rahiimandan Allah pengampun lagi pengasih

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَلِلَّهِwa-li-llaahidan milik Allah
  2. مُلْكُmulkukerajaan
  3. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  4. وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
  5. يَغْفِرُyaghfirumengampuni
  6. لِمَنْli-manbagi siapa yang
  7. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  8. وَيُعَذِّبُwa-yu'adzdzibudan Dia mengazab
  9. مَنْmanorang yang
  10. يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
  11. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  12. اللَّهُllaahuAllah
  13. غَفُورًاghafuuranpengampun
  14. رَحِيمًاrahiimanpengasih

Inti bacaan

Pengakuan otoritas menyeluruh 'milik Allahlah kerajaan langit dan bumi. Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki', dua kemungkinan hasil yang sepenuhnya berada dalam kendali otoritas yang lebih tinggi.

Penjelasan pilihan kata

'Ghafuuran rahiiman' (bentuk tak-bertakrif setelah 'kaana') diterjemahkan huruf kecil 'pengampun lagi pengasih' tanpa gelar 'Sang', konsisten dengan bentuk bentuk tak-bertakrif serupa di seluruh proyek (lih. 25:70, 33:5, 33:50, 33:59, 33:73): berbeda dari bentuk pasti 'al-ghafuuru r-rahiimu' yang memakai gelar 'Sang'.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan kedaulatan mutlak Allah atas ampunan dan azab, sesuai kehendak-Nya sendiri.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut milik-Nya kerajaan langit dan bumi. Sebelum menyebut mengampuni dan mengazab. Kewenangan itu berdiri di atas kepemilikan.
  • Dia mengampuni siapa yang Dia kehendaki dan mengazab siapa yang Dia kehendaki. Dua arah. Keduanya disebut dengan bentuk kalimat yang persis sama.
  • Penutupnya menyebut Dia pengampun lagi pengasih. Bukan keras hukuman-Nya. Sesudah dua kewenangan yang seimbang, yang ditegaskan cuma satu sisinya.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini: “Dia kehendaki. Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang”. Dua penyimpangan dari Arab, keduanya (a) “Maha”, superlatif yang TIDAK ADA di teks. Ghafuur berpola fa'uul & rahiim berpola fa'iil: intensif, bukan superlatif (bandingkan arham, pola af'al = elatif, di situ superlatif memang ada, dan justru di situ terjemahan lain tidak memakai superlatif Indonesia; lih. 7:151). (b) “Yang”, kepastian yang tak ada pada sebutan indefinit. terjemahan ini: “pengampun lagi pengasih”, huruf kecil, bebas “Maha”, sesuai indefinitnya. Dasarnya praktik terjemahan lain SENDIRI: di 9:128 ia menulis rahiim diterjemahkan “penyayang” POLOS, tanpa “Maha”, sebab subjeknya NABI, seorang manusia. Jadi terjemahan lain TAHU aturan takrif/indefinit; ia hanya tak konsisten menerapkannya. Rumus ghafuurun rahiim” muncul di 58 ayat, konvensi di sini berlaku sama di semuanya (bila TAKRIF, jadi “Sang Pengampun lagi Sang Pengasih”; lih. 39:53, 46:8). Pasangan ini BUKAN tautologi, dan itu penting: ghafara = MENUTUPI (dosa tetap ada, diselubungi dari akibat), rahima = MEMBERI. Dua tindakan berbeda, bukan dua kata untuk satu makna, logika non-redundansi yang sama yang menegakkan basmalah. Uji kolokasi mengunci bahwa ghafuur & rahiim memang saling terikat namun berbeda: akar gh-f-r muncul 76× di dekat rahiim tapi hanya di dekat rahmaan, sinonim mustahil berprofil sedisjoin itu; itulah salah satu dari empat jalur yang membuktikan rahmaanrahiim. Akar tetangga yang BELUM diputuskan ('aziiz, hakiim, haliim, 'aliim dst) sengaja dibiarkan sebagai teks terjemahan lain, register campur ini ia menandai akar mana yang sudah digarap. Dalam ayat ini, kata dari akar gh-f-r dan r-h-m sama-sama indefinit (tanpa kata sandang). Keduanya sebutan, dan sebutan Arab memang indefinit ('innahu ghafuurun rahiim' = 'sungguh Dia pengampun, pengasih'); itu struktur NORMAL, bukan kelalaian.