سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ ۖ يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ ۚ قُلْ لَنْ تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُ ۖ فَسَيَقُولُونَ بَلْ تَحْسُدُونَنَا ۚ بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا
Orang-orang yang ditinggalkan akan berkata, apabila kalian berangkat menuju rampasan untuk mengambilnya, “Biarkanlah kami mengikuti kalian.” Mereka hendak mengubah perkataan Allah. Katakanlah, “Kalian sekali-kali tidak akan mengikuti kami; demikianlah Allah berfirman sebelumnya.” Maka, mereka akan berkata, “Bahkan kalian dengki kepada kami.” Bahkan mereka tidak mengerti kecuali sedikit.
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَاsa-yaquulu l-mukhallafuuna idzaa nthalaqtum ilaa maghaanima li-ta'khudzuuhaaorang-orang yang ditinggalkan akan berkata, apabila kalian berangkat menuju rampasan untuk mengambilnya
- ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْdzaruunaa nattabi'kumbiarkanlah kami mengikuti kalian
- يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِyuriiduuna an yubaddiluu kalaama llaahimereka hendak mengubah perkataan Allah
- قُلْqulkatakanlah
- لَنْ تَتَّبِعُونَا كَذَٰلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُlan tattabi'uunaa ka-dzaalikum qaala llaahu min qablukalian sekali-kali tidak akan mengikuti kami; demikianlah Allah berfirman sebelumnya
- فَسَيَقُولُونَfa-sa-yaquuluunamaka, mereka akan berkata
- بَلْ تَحْسُدُونَنَاbal tahsuduunanaabahkan kalian dengki kepada kami
- بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًاbal kaanuu laa yafqahuuna illaa qaliilanbahkan mereka tidak mengerti kecuali sedikit
Terjemahan per kata (31 kata)
- سَيَقُولُsa-yaquuluakan berkata
- الْمُخَلَّفُونَl-mukhallafuunaorang-orang yang ditinggalkan
- إِذَاidzaaapabila
- انْطَلَقْتُمْnthalaqtumkalian berangkat
- إِلَىٰilaamenuju
- مَغَانِمَmaghaanimaharta rampasan
- لِتَأْخُذُوهَاli-ta'khudzuuhaaagar kalian mengambilnya
- ذَرُونَاdzaruunaabiarkanlah kami
- نَتَّبِعْكُمْnattabi'kumkami mengikuti kalian
- يُرِيدُونَyuriiduunamereka menghendaki
- أَنْanuntuk
- يُبَدِّلُواyubaddiluumereka mengubah
- كَلَامَkalaamafirman
- اللَّهِllaahiAllah
- قُلْqulkatakanlah
- لَنْlantidak akan
- تَتَّبِعُونَاtattabi'uunaakalian mengikuti kami
- كَذَٰلِكُمْka-dzaalikumdemikianlah kalian
- قَالَqaalaberkata
- اللَّهُllaahuAllah
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- فَسَيَقُولُونَfa-sa-yaquuluunamaka mereka akan berkata
- بَلْbalbahkan
- تَحْسُدُونَنَاtahsuduunanaakalian mendengki kami
- بَلْbalbahkan
- كَانُواkaanuumereka selalu
- لَاlaatidak
- يَفْقَهُونَyafqahuunamereka memahami
- إِلَّاillaakecuali
- قَلِيلًاqaliilansedikit
Inti bacaan
Susunan (فَسَيَقُولُونَ, fa-sa-yaquuluuna), "maka mereka akan berkata", muncul empat kali di Al-Qur'an, yaitu di 10:31, 17:51, 46:11, dan 48:15.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (سَيَقُولُ الْمُخَلَّفُونَ, sa-yaquulu l-mukhallafuuna) yang berarti "orang-orang yang ditinggalkan akan berkata". Awalan (سَ, sa-) yang berarti "akan" menempel pada kata kerja ucapan, sehingga seluruh ucapan di ayat ini dituturkan sebagai sesuatu yang belum terjadi. Kata (الْمُخَلَّفُونَ, l-mukhallafuuna) berakar خ-ل-ف dan berbentuk pasif, yaitu pihak yang meninggalkan mereka tidak disebut. Bentuk itu muncul tiga kali, yaitu di 9:81, 48:11, dan 48:15, dan bentuk sasarannya, (لِلْمُخَلَّفِينَ, lilmukhallafiina), ada di 48:16. Ayat 48:11 dibuka dengan kata kerja dan subjek yang sama, (سَيَقُولُ لَكَ الْمُخَلَّفُونَ, sa-yaquulu laka l-mukhallafuuna) yang berarti "orang-orang yang ditinggalkan akan berkata kepadamu", dan di 48:15 kata "kepadamu" tidak ada.
Bagian waktu ucapan itu adalah (إِذَا انْطَلَقْتُمْ إِلَىٰ مَغَانِمَ لِتَأْخُذُوهَا, idzaa nthalaqtum ilaa maghaanima li-ta'khudzuuhaa) yang berarti "apabila kalian berangkat menuju rampasan untuk mengambilnya". Bentuk (انْطَلَقْتُمْ, nthalaqtum) berakar ط-ل-ق dan hanya ada di ayat ini. Kata (مَغَانِمَ, maghaanima) yang berarti "rampasan" berakar غ-ن-م dan muncul di empat ayat dalam dua surah, yaitu 4:94, 48:15, 48:19, dan 48:20. Di 4:94, (فَعِنْدَ اللَّهِ مَغَانِمُ كَثِيرَةٌ, fa-'inda llaahi maghaanimu katsiiratun) berarti "di sisi Allah ada rampasan yang banyak", dan di 48:19 serta 48:20 kata itu bersama kata sifat "banyak" dan kata kerja mengambil, (تَأْخُذُونَهَا, ta'khudzuunahaa) di 48:20 dan (يَأْخُذُونَهَا, ya'khudzuunahaa) di 48:19. Di 48:15 kata rampasan tidak diberi sifat "banyak", dan maksud mengambil dinyatakan dengan huruf li, (لِتَأْخُذُوهَا, li-ta'khudzuuhaa), sehingga mengambil itu disebut sebagai tujuan berangkat.
Permintaan mereka berbunyi (ذَرُونَا نَتَّبِعْكُمْ, dzaruunaa nattabi'kum) yang berarti "biarkanlah kami mengikuti kalian". Kata kerja perintah (ذَرُونَا, dzaruunaa) berakar و-ذ-ر dan bentuk persisnya hanya ada di sini. Kata kerja perintah yang sama dengan sasaran "kami" ada di 9:86, (ذَرْنَا نَكُنْ مَعَ الْقَاعِدِينَ, dzarnaa nakun ma'a l-qaa'idiina) yang berarti "biarkanlah kami berada bersama orang-orang yang duduk". Dua permintaan itu berbentuk sama, tetapi arahnya berlawanan: di 9:86 mereka minta tinggal, di 48:15 mereka minta ikut. Kata (نَتَّبِعْكُمْ, nattabi'kum) berakar ت-ب-ع dan jawabannya, (لَنْ تَتَّبِعُونَا, lan tattabi'uunaa) yang berarti "kalian sekali-kali tidak akan mengikuti kami", memakai kata kerja yang sama dengan pelaku dan sasaran bertukar tempat. Kedua bentuk itu masing-masing muncul satu kali.
Kalimat sela, (يُرِيدُونَ أَنْ يُبَدِّلُوا كَلَامَ اللَّهِ, yuriiduuna an yubaddiluu kalaama llaahi), berarti "mereka hendak mengubah perkataan Allah". Kata kerja (يُبَدِّلُوا, yubaddiluu) berakar ب-د-ل dan bentuk ini ada di 48:15 saja. Rangkaian (كَلَامَ اللَّهِ, kalaama llaahi) yang berarti "perkataan Allah" muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 2:75, 9:6, dan 48:15. Di 2:75 kata kerja yang menyertainya (يَسْمَعُونَ, yasma'uuna) "mereka mendengar", dan di 9:6 (يَسْمَعَ, yasma'a) "dia mendengar". Di 48:15 kata kerjanya "mengubah". Akar ب-د-ل juga muncul bersama kata (كَلِمَاتِ, kalimaati) yang sama-sama berakar ك-ل-م, misalnya (لَا مُبَدِّلَ لِكَلِمَاتِهِ, laa mubaddila li-kalimaatihi) yang berarti "tidak ada yang dapat mengubah kalimat-kalimat-Nya" di 6:115 dan 18:27. Dua kata itu, kalaam dan kalimaat, sama-sama berakar ك-ل-م, dan 48:15 memakai yang pertama tanpa menyamakannya dengan yang kedua.
Jawaban yang diperintahkan, (كَذَٰلِكُمْ قَالَ اللَّهُ مِنْ قَبْلُ, ka-dzaalikum qaala llaahu min qablu), berarti "demikianlah Allah berfirman sebelumnya". Bentuk (كَذَٰلِكُمْ, ka-dzaalikum) dengan akhiran -kum hanya muncul di ayat ini, dan seluruh rangkaian qaala llaahu min qablu juga satu kali. Isi firman yang dirujuk tidak disebut. Ayat lain memuat larangan serupa bagi orang yang meminta izin keluar, (فَقُلْ لَنْ تَخْرُجُوا مَعِيَ أَبَدًا, fa-qul lan takhrujuu ma'iya abadan) yang berarti "katakanlah, kalian tidak akan keluar bersamaku selama-lamanya" di 9:83. Ayat 48:15 tidak menunjuk 9:83 atau ayat mana pun sebagai rujukannya.
Tuduhan yang diramalkan, (فَسَيَقُولُونَ بَلْ تَحْسُدُونَنَا, fa-sa-yaquuluuna bal tahsuduunanaa), berarti "maka mereka akan berkata, bahkan kalian dengki kepada kami". Susunan (فَسَيَقُولُونَ, fa-sa-yaquuluuna) muncul empat kali di empat surah, yaitu 10:31, 17:51, 46:11, dan 48:15. Kata kerja (تَحْسُدُونَنَا, tahsuduunanaa) berakar ح-س-د dan bentuk persisnya hanya ada di sini. Akar itu muncul lima kali di empat ayat, yaitu 2:109, 4:54, 48:15, dan dua kali di 113:5. Di 4:54, (أَمْ يَحْسُدُونَ النَّاسَ عَلَىٰ مَا آتَاهُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ, am yahsuduuna n-naasa 'alaa maa aataahumu llaahu min fadhlihi) berarti "ataukah mereka dengki kepada manusia karena karunia yang dianugerahkan Allah kepada mereka", jadi sebab dengkinya disebut. Di 48:15 sasaran dengkinya "kami" dan sebabnya tidak diberikan.
Kalimat penutup, (بَلْ كَانُوا لَا يَفْقَهُونَ إِلَّا قَلِيلًا, bal kaanuu laa yafqahuuna illaa qaliilan), berarti "bahkan mereka tidak mengerti kecuali sedikit". Kata kerja (يَفْقَهُونَ, yafqahuuna) berakar ف-ق-ه, dan rangkaian laa yafqahuuna muncul di delapan ayat, yaitu 7:179, 8:65, 9:87, 9:127, 48:15, 59:13, 63:3, dan 63:7. Di tujuh ayat lain kalimatnya berhenti pada "tidak mengerti" atau "tidak memahami", sedangkan 48:15 menambahkan (إِلَّا قَلِيلًا, illaa qaliilan) yang berarti "kecuali sedikit". Pengecualian yang sama dipakai pada perbuatan di ayat lain, misalnya (مَا قَاتَلُوا إِلَّا قَلِيلًا, maa qaataluu illaa qaliilan) yang berarti "mereka tidak berperang kecuali sedikit" di 33:20. Kata kerja kaanuu di depan yafqahuuna tidak diterjemahkan "dahulu", seperti pada 5:79, 10:42, 10:43, 18:101, 25:40, dan 39:43 yang juga memakai susunan kaanuu laa. Ayat 78:27 berbeda, karena kaanuu di sana diterjemahkan "dahulu".
Tafsiran
Ayat ini menuturkan satu percakapan yang belum terjadi, dan percakapan itu berlapis. Lapis pertama permintaan orang-orang yang ditinggalkan, lapis kedua jawaban yang diperintahkan kepada para pendengar, dan lapis ketiga tuduhan yang diramalkan sebagai balasan. Di antara lapis-lapis itu ada dua komentar pencerita: "mereka hendak mengubah perkataan Allah" sesudah permintaan, dan "mereka tidak mengerti kecuali sedikit" sesudah tuduhan. Kerangka yang sama sudah dipakai di 48:11, yaitu ramalan ucapan, kutipan, komentar, perintah mengatakan, lalu jawaban. Ayat 48:15 menambahkan satu giliran lagi, yaitu tuduhan balasan sesudah jawaban.
Permintaan di sini dikaitkan dengan saat: ucapan itu datang apabila kalian berangkat menuju rampasan. Di 48:11 kelompok yang sama menyampaikan alasan untuk tinggal, yaitu harta dan keluarga, dan di 48:15 mereka meminta ikut ketika yang ada di depan adalah rampasan. Ayat-ayat itu tidak menyebut dua sikap itu sebagai pertentangan. Pembaca yang menaruhnya berdampingan sedang menyusun hubungan dari urutan ayat, dan teks tidak mengatakan bahwa mereka tidak akan meminta ikut tanpa adanya rampasan.
Jawaban yang diperintahkan tidak berisi alasan baru. Jawaban itu menunjuk pada sesuatu yang sudah dikatakan sebelumnya, dan siapa yang berfirman disebut jelas, yaitu Allah. Penolakan itu memakai kata kerja permintaannya sendiri. Dengan begitu penolakan itu tidak membuka perdebatan tentang maksud, dan balasan yang diramalkan sesudahnya memang langsung berbentuk tuduhan: kalian dengki kepada kami.
Penutup ayat menilai tuduhan itu dengan satu kalimat pendek tentang pemahaman. Kalimat itu tidak membantah isi tuduhan satu per satu. Kalimat itu menempatkan tuduhan di dalam keadaan orang yang melontarkannya, yaitu mereka yang mengerti hanya sedikit. Ayat 48:16 sesudahnya kembali memerintahkan kata "katakanlah" kepada kelompok yang sama dan membuka satu kemungkinan baru, sehingga ayat 48:15 berada di titik ketika permintaan ditolak dan jalan lain belum disebut.
Renungan dan Hikmah
- Ucapan di ayat ini diramalkan datang apabila orang-orang yang disapa berangkat menuju rampasan. Ayat 48:20 menyebut Allah menjanjikan rampasan yang banyak kepada orang-orang yang disapa, dan di 48:15 permintaan ikut disebut bersama rampasan itu, sedangkan teksnya tidak menyatakan bahwa mereka tidak akan meminta ikut tanpa rampasan. Seseorang dapat memeriksa kapan dirinya paling ingin dilibatkan dalam sebuah urusan, ketika urusan itu masih berat atau ketika hasilnya sudah terlihat. Kalau hasil itu dicabut dari urusannya, masihkah permintaannya sama?
- Permintaan di ayat ini memakai kata kerja mengikuti dengan kami sebagai pelaku, dan jawaban memakai kata kerja yang sama dengan kalian sebagai pelaku. Penolakan dirumuskan dengan kata dari pihak yang meminta, lalu disandarkan pada firman Allah yang sudah ada, tidak pada selera orang yang menjawab. Orang yang harus menolak sesuatu dapat memperhatikan pada apa dirinya bersandar ketika berkata tidak, pada keinginannya sendiri atau pada sesuatu yang sudah ada sebelum permintaan itu datang. Penolakan mana yang pernah diucapkannya dan terasa ringan karena bersandar pada hal kedua?
- Permintaan biarkanlah kami mengikuti kalian terdengar sopan, dan komentar pencerita sesudahnya langsung menyebut maksud: mereka hendak mengubah perkataan Allah. Kalimat permintaannya tidak berisi satu pun kata yang buruk, sedangkan penilaian atas maksudnya datang dari luar kalimat itu. Seseorang yang menerima permintaan yang dirumuskan dengan baik dapat bertanya apa yang sebenarnya hendak dicapai dari permintaan itu. Dengan pertanyaan yang sama dirinya dapat menilai permintaan yang diajukannya sendiri kepada orang lain. Apa yang sebenarnya hendak diubah oleh permintaan terakhir yang diajukannya?
- Sesudah ditolak, mereka diramalkan membalas dengan tuduhan bahwa pihak yang menolak dengki kepada mereka. Tuduhan itu tidak menjawab alasan penolakan, dan sebab dengkinya tidak disebut. Orang yang ditolak dapat memilih menyerang motif penolaknya daripada menimbang isi penolakan. Seseorang dapat memperhatikan bagaimana dirinya menanggapi penolakan yang dialaminya, apakah mengajukan pertanyaan tentang isinya atau lebih dulu menyebut perasaan pihak yang menolak. Kapan terakhir sebuah tuduhan keluar dari dirinya hanya karena dirinya tidak diberi apa yang diminta?
- Penilaian penutup ayat ini berbunyi mereka tidak mengerti kecuali sedikit, bukan mereka tidak mengerti sama sekali. Tujuh ayat lain yang memakai kata kerja yang sama berhenti pada tidak mengerti, dan ayat ini menyisakan bagian kecil yang mereka mengerti. Penilaian atas orang lain yang meninggalkan sisa seperti itu memberi tempat bagi kemungkinan yang belum terpakai. Pembaca dapat menanyakan kepada dirinya, ketika menilai seseorang, apakah penilaiannya masih menyisakan bagian yang tidak ditutupnya. Apa isi bagian sedikit itu, dan siapa yang akan mengisinya?
- Percakapan di ayat ini dikabarkan sebelum terjadi, termasuk jawaban yang akan diberikan dan tuduhan yang akan menyusul. Para pendengar ayat ini sudah tahu isi permintaan, jawabannya, dan balasannya sebelum percakapan itu terjadi. Pengetahuan lebih dulu semacam itu dapat mengubah cara orang mendengar, sebab kata-kata yang diucapkan terasa seperti sesuatu yang sudah ada di tangan dan tidak lagi seperti kejutan. Seseorang dapat memikirkan bagaimana dirinya menyambut permintaan atau tuduhan yang sudah dapat diperkirakan, apakah dengan tenang atau dengan terkejut seakan baru pertama kali. Kalau jalannya sebuah percakapan sudah diketahui, apa yang disiapkannya sebelum percakapan itu dimulai?
- Di 48:11 kelompok yang sama menyampaikan alasan untuk tinggal, berupa harta dan keluarga yang menyibukkan mereka, dan ayat itu menutup dengan Allah yang waskita terhadap apa yang mereka kerjakan. Di 48:15 mereka meminta ikut ketika ada rampasan di depan. Pembaca dapat memeriksa alasan-alasan yang dipakainya di berbagai keadaan dan melihat apakah alasan itu konsisten, atau berubah ikut keadaan. Alasan mana dalam hidupnya yang tetap sama ketika hasil di depan berubah dari kosong menjadi penuh?