قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ سَتُدْعَوْنَ إِلَىٰ قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ ۖ فَإِنْ تُطِيعُوا يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًا ۖ وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Katakanlah kepada orang-orang Arab Badui yang ditinggalkan, “Kalian akan diajak kepada kaum yang mempunyai kekuatan yang besar; kalian akan memerangi mereka atau mereka berserah diri. Jika kalian mematuhi, Allah akan memberi kalian pahala yang baik. Akan tetapi, jika kalian berpaling seperti yang kalian perbuat sebelumnya, Dia akan mengazab kalian dengan azab yang pedih.”
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- قُلْ لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِqul lilmukhallafiina mina l-a'raabikatakanlah kepada orang-orang Arab Badui yang ditinggalkan
- سَتُدْعَوْنَ إِلَىٰ قَوْمٍ أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَsa-tud'awna ilaa qawmin ulii ba'sin syadiidin tuqaatiluunahum aw yuslimuunakalian akan diajak kepada kaum yang mempunyai kekuatan yang besar; kalian akan memerangi mereka atau mereka berserah diri
- فَإِنْ تُطِيعُوا يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًاfa-in tuthii'uu yu'tikumu llaahu ajran hasananjika kalian mematuhi, Allah akan memberi kalian pahala yang baik
- وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًاwa-in tatawallaw ka-maa tawallaytum min qablu yu'adzdzibkum 'adzaaban aliimanakan tetapi, jika kalian berpaling seperti yang kalian perbuat sebelumnya, Dia akan mengazab kalian dengan azab yang pedih
Terjemahan per kata (28 kata)
- قُلْqulkatakanlah
- لِلْمُخَلَّفِينَlilmukhallafiinakepada orang-orang yang ditinggalkan
- مِنَminadari
- الْأَعْرَابِl-a'raabiorang-orang Arab badui
- سَتُدْعَوْنَsa-tud'awnakalian akan diseru
- إِلَىٰilaakepada
- قَوْمٍqawminkaum
- أُولِيuliipemilik
- بَأْسٍba'sinkekuatan
- شَدِيدٍsyadiidinyang keras
- تُقَاتِلُونَهُمْtuqaatiluunahumkalian memerangi mereka
- أَوْawatau
- يُسْلِمُونَyuslimuunamereka berserah diri
- فَإِنْfa-inmaka jika
- تُطِيعُواtuthii'uukalian menaati
- يُؤْتِكُمُyu'tikumumemberi kalian
- اللَّهُllaahuAllah
- أَجْرًاajranupah
- حَسَنًاhasananyang baik
- وَإِنْwa-indan jika
- تَتَوَلَّوْاtatawallawkalian berpaling
- كَمَاka-maasebagaimana
- تَوَلَّيْتُمْtawallaytumkalian berpaling
- مِنْmindari
- قَبْلُqablusebelumnya
- يُعَذِّبْكُمْyu'adzdzibkummengazab kalian
- عَذَابًا'adzaabanazab
- أَلِيمًاaliimanyang pedih
Inti bacaan
Susunan (وَإِنْ تَتَوَلَّوْا, wa-in tatawallaw), "dan jika kalian berpaling", muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 47:38 dan 48:16.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan perintah (قُلْ, qul) yang berarti "katakanlah", dan penerima perintah itu disebut langsung sesudahnya, (لِلْمُخَلَّفِينَ مِنَ الْأَعْرَابِ, lilmukhallafiina mina l-a'raabi) yang berarti "kepada orang-orang Arab Badui yang ditinggalkan". Frasa (مِنَ الْأَعْرَابِ, mina l-a'raabi) muncul tujuh kali di dua surah, yaitu 9:90, 9:98, 9:99, 9:101, 9:120, 48:11, dan 48:16. Dari ketujuhnya, hanya 48:11 dan 48:16 yang menyandingkannya dengan kata yang berarti "yang ditinggalkan". Kata itu berbentuk pasif, sehingga pihak yang meninggalkan tidak disebut. Di 48:11 kelompok itu menjadi pelaku ucapan, (الْمُخَلَّفُونَ, l-mukhallafuuna), dan di 48:16 menjadi penerima perintah mengatakan.
Kata kerja (سَتُدْعَوْنَ, sa-tud'awna) yang berarti "kalian akan diajak" berakar د-ع-و, berbentuk pasif, dan awalan (سَ, sa-) menandainya sebagai kejadian yang belum berlangsung. Pengajak tidak disebut. Bentuk tud'awna muncul tiga kali, yaitu di 40:10, 47:38, dan 48:16. Di 40:10 ajakan diarahkan pada iman, (تُدْعَوْنَ إِلَى الْإِيمَانِ, tud'awna ilaa l-iimaani) yang berarti "kalian diseru untuk beriman", dan di 47:38 pada berinfak, (تُدْعَوْنَ لِتُنْفِقُوا فِي سَبِيلِ اللَّهِ, tud'awna li-tunfiquu fii sabiili llaahi) yang berarti "kalian diajak untuk menginfakkan di jalan Allah". Di 48:16 ajakan itu menuju sebuah kaum, (إِلَىٰ قَوْمٍ, ilaa qawmin), dengan sifat (أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ, ulii ba'sin syadiidin) yang berarti "yang mempunyai kekuatan yang besar".
Rangkaian (بَأْسٍ شَدِيدٍ, ba'sin syadiidin) muncul tiga kali di tiga surah, yaitu 17:5, 27:33, dan 48:16. Di 17:5, (عِبَادًا لَنَا أُولِي بَأْسٍ شَدِيدٍ, 'ibaadan lanaa ulii ba'sin syadiidin) berarti "hamba-hamba Kami yang keras kekuatannya". Di 27:33, (أُولُو قُوَّةٍ, uluu quwwatin) yang berarti "memiliki kekuatan" disebut berdampingan dengan (وَأُولُو بَأْسٍ شَدِيدٍ, wa-uluu ba'sin syadiidin), sehingga kata quwwah dan kata ba's tidak sama dan satu ayat memakai keduanya. Di 33:18, (وَلَا يَأْتُونَ الْبَأْسَ إِلَّا قَلِيلًا, wa-laa ya'tuuna l-ba'sa illaa qaliilan) memakai kata ba's dalam kalimat tentang datang ke medan perang. Terjemahan 48:16 memakai "kekuatan yang besar" karena kaum itu akan diperangi di ayat yang sama, dan kata "kekuatan" di sini menunjuk daya tempur, tidak menggantikan quwwah.
Kalimat sesudahnya, (تُقَاتِلُونَهُمْ أَوْ يُسْلِمُونَ, tuqaatiluunahum aw yuslimuuna), berarti "kalian akan memerangi mereka atau mereka berserah diri". Dua akibat itu dihubungkan dengan (أَوْ, aw) yang berarti "atau", dan pelakunya berganti dari "kalian" ke "mereka". Kata kerja (يُسْلِمُونَ, yuslimuuna) berakar س-ل-م dan, tanpa kata wajah sebagai objek, diterjemahkan "berserah diri" di ayat-ayat lain proyek ini. Di 49:14, ayat yang juga menyebut (الْأَعْرَابُ, l-a'raabu) yang berarti "orang-orang Badui", (قُولُوا أَسْلَمْنَا, quuluu aslamnaa) berarti "katakanlah, kami berserah diri". Di 3:20, (فَإِنْ أَسْلَمُوا, fa-in aslamuu) berarti "maka jika mereka berserah diri", dan di ayat yang sama sikap itu dilawankan dengan (وَإِنْ تَوَلَّوْا, wa-in tawallaw) yang berarti "dan jika mereka berpaling". Di 48:16 ayat tidak menyebut kepada siapa mereka berserah diri, dan terjemahan tidak menambahkan penerimanya.
Syarat pertama, (فَإِنْ تُطِيعُوا, fa-in tuthii'uu), berarti "jika kalian mematuhi". Kata kerja (تُطِيعُوا, tuthii'uu) berakar ط-و-ع dan muncul lima kali di empat surah, yaitu 3:100, 3:149, 26:151, 48:16, dan 49:14. Di 49:14 objeknya disebut, (وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ, wa-in tuthii'uu llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "dan jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya", sedangkan di 48:16 objek itu tidak ada, jadi terjemahan memakai "mematuhi" tanpa objek. Akibatnya, (يُؤْتِكُمُ اللَّهُ أَجْرًا حَسَنًا, yu'tikumu llaahu ajran hasanan), berarti "Allah akan memberi kalian pahala yang baik". Rangkaian (أَجْرًا حَسَنًا, ajran hasanan) muncul dua kali, yaitu di 18:2 dan 48:16, dan di 18:2 diterjemahkan "pahala yang baik". Di surah yang sama pahala disebut juga dengan (أَجْرًا عَظِيمًا, ajran 'azhiiman) yang berarti "pahala yang agung" di 48:10 dan 48:29.
Syarat kedua, (وَإِنْ تَتَوَلَّوْا كَمَا تَوَلَّيْتُمْ مِنْ قَبْلُ, wa-in tatawallaw ka-maa tawallaytum min qablu), berarti "dan jika kalian berpaling seperti yang kalian perbuat sebelumnya". Bentuk (تَوَلَّيْتُمْ, tawallaytum) berakar و-ل-ي dan muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu 2:64, 2:83, 5:92, 9:3, 10:72, 47:22, 48:16, dan 64:12, dan diterjemahkan "berpaling" di 2:64, 2:83, 5:92, 9:3, 10:72, dan 64:12. Susunan (وَإِنْ تَتَوَلَّوْا, wa-in tatawallaw) muncul dua kali, di 47:38 dan 48:16. Akibat di 47:38 adalah (يَسْتَبْدِلْ قَوْمًا غَيْرَكُمْ, yastabdil qawman ghayrakum) yang berarti "Dia akan menggantikan dengan kaum yang lain", sedangkan akibat di 48:16 adalah (يُعَذِّبْكُمْ عَذَابًا أَلِيمًا, yu'adzdzibkum 'adzaaban aliiman) yang berarti "Dia akan mengazab kalian dengan azab yang pedih". Susunan yu'adzdzibkum 'adzaaban aliiman juga muncul di 9:39, dan di sana syaratnya (إِلَّا تَنْفِرُوا, illaa tanfiruu) "jika kalian tidak berangkat" serta disusul penggantian kaum. Ayat 48:16 memuat syarat seperti 47:38 dan akibat seperti 9:39, tanpa penggantian kaum. Peristiwa tempat mereka berpaling sebelumnya tidak diberi keterangan waktu atau nama.
Subjek kata kerja (يُعَذِّبْكُمْ, yu'adzdzibkum) yang berarti "Dia akan mengazab kalian" tidak disebut ulang. Terjemahan memakai "Dia" karena nama yang disebut pada akibat pertama adalah Allah.
Tafsiran
Ayat ini menjawab penolakan di 48:15 dengan sebuah ajakan bersyarat. Di 48:15 perintah mengatakan berisi penolakan, dan di 48:16 perintah mengatakan berikutnya berisi ramalan ajakan bagi kelompok yang sama. Kedua ayat itu berurutan tanpa jembatan, dan pengajak di 48:16 tidak disebut, sehingga ajakan itu tidak dapat dipastikan datang dari pihak yang menolak di ayat sebelumnya.
Isinya tersusun dalam tiga langkah. Langkah pertama meramalkan ajakan menuju kaum yang kuat dan memberitahu dua kemungkinan hasilnya, yaitu memerangi atau berserah diri. Langkah kedua memberi satu syarat berbalas pahala, dan langkah ketiga memberi syarat berbalas azab. Kedua syarat itu memakai kata kerja yang berlawanan, mematuhi dan berpaling, dan hasil pertempuran tidak dijadikan dasar pahala atau azab.
Susunan jika-maka dua arah ini juga hadir di ayat sesudahnya, tetapi dengan pendengar yang berbeda. Ayat 48:17 memakai (وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ, wa-man yuthi'i llaaha wa-rasuulahu yudkhilhu jannaatin) yang berarti "dan siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia memasukkannya ke taman-taman", lalu (وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا, wa-man yatawalla yu'adzdzibhu 'adzaaban aliiman) yang berarti "dan siapa yang berpaling, Dia mengazabnya dengan azab yang pedih". Di 48:16 syarat itu ditujukan kepada "kalian", dan di 48:17 kepada "siapa", dengan imbalan yang berbeda: pahala yang baik di 48:16 dan taman-taman di 48:17. Peralihan dari "kalian" ke "siapa" sudah terlihat dari 48:12 ke 48:13, dan 48:16 ke 48:17 mengulangnya sesudah 48:15 yang penuh ucapan.
Frasa seperti yang kalian perbuat sebelumnya membuat ayat ini menjadikan masa lalu sebagai ukuran masa depan. Perbuatan masa lalu itu tidak diuraikan. Pembaca yang mengaitkannya dengan tertinggalnya kelompok ini sedang membuat bacaan atas urutan ayat. Ayat ini menyebut akibat bagi berpaling yang diulang, dan tidak menyebut akibat bagi berpaling yang lalu.
Renungan dan Hikmah
- Di 48:15 kelompok ini diberi tahu bahwa mereka sekali-kali tidak akan mengikuti, dan di 48:16 ayat berikutnya menyebut mereka akan diajak. Pintu yang dikatakan tertutup di satu ayat dibuka sebagai kemungkinan di ayat berikutnya, tanpa penjelasan mengapa. Orang yang pernah tertinggal atau gagal dapat memperhatikan bahwa kegagalan itu tidak ditulis sebagai akhir di ayat ini, karena ajakan masih datang dan Allah masih disebut memberi pahala yang baik kepada yang mematuhi. Apa yang dilakukan seseorang bila sebuah ajakan datang sesudah dirinya merasa sudah ditolak?
- Ajakan ini datang bersama keterangan tentang kaum yang kuat dan dua kemungkinan hasilnya, memerangi mereka atau mereka berserah diri. Tidak ada kata yang menjanjikan perjalanan yang ringan. Orang yang diajak diberi tahu ukuran pekerjaannya sebelum menjawab, sehingga jawabannya tidak bisa bersandar pada sangkaan bahwa urusannya mudah. Ajakan yang dikatakan terus terang tentang beratnya memberi hormat pada pendengarnya. Kapan terakhir kali seseorang ditawari sesuatu yang jelas berat dan tetap dihormati dengan keterangan yang jujur?
- Ayat ini menyebut Allah akan memberi pahala yang baik kepada mereka yang mematuhi, dan hasil di medan tidak menjadi syaratnya. Pahala itu terikat pada sikap terhadap ajakan, sehingga orang yang mematuhi dan orang yang mematuhi dengan hasil yang kecil ditempatkan di bawah kalimat yang sama. Seseorang yang terbiasa menilai dirinya dari hasil akhir pekerjaan dapat menggantinya sejenak dengan pertanyaan lain, yaitu apakah ajakan yang diterimanya sudah dijawab dengan patuh. Penilaian apa dalam hidupnya yang berubah bila ukurannya ditukar seperti itu?
- Syarat kedua menyebut berpaling seperti yang kalian perbuat sebelumnya, dan akibatnya Dia akan mengazab dengan azab yang pedih. Masa lalu dipakai sebagai patokan untuk menilai pengulangan, tanpa disebutkan apa isi masa lalu itu. Pengulangan sebuah sikap lama diperlakukan berbeda dari sikap lama itu sendiri. Seseorang yang pernah gagal pada ujian yang sama dapat memperhatikan bahwa ayat ini menyebut akibat bagi kegagalan yang diulang dan tidak menyebut akibat bagi yang lalu. Kegagalan lama mana yang sedang mendekat untuk diulang?
- Berbeda dari 48:13 yang menyebut api bagi yang tidak beriman tanpa sisi lain, ayat ini menyebut pahala dan azab dalam satu ucapan yang sama. Pendengar mendapat dua pintu sekaligus: kalau mematuhi, Allah akan memberi pahala yang baik, dan kalau berpaling, Dia akan mengazab. Nasihat yang hanya menyebut satu sisi mudah dibaca sebagai ancaman atau sebagai bujukan, dan ayat ini tidak membiarkan salah satunya berdiri sendiri. Dalam pesan yang pernah diterima seseorang, sisi mana yang paling sering disampaikan kepadanya, dan sisi mana yang jarang?
- Kata kerja akan diajak berbentuk pasif, dan siapa yang mengajak tidak disebut. Sebuah ajakan datang ke kelompok ini tanpa nama pengajak, sedangkan syarat yang melekat padanya, mematuhi atau berpaling, disebut jelas. Dalam hidup, ajakan dapat sampai tanpa tanda pengenal yang rapi, dan yang dapat diperiksa lebih dulu adalah isinya serta syarat yang menyertainya. Pembaca dapat memperhatikan ajakan terakhir yang diterimanya, apakah yang pertama ditanyakannya siapa yang mengajak atau apa yang diminta darinya, dan bagaimana ayat ini menaruh urutan kedua pertanyaan itu?