لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌ ۗ وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُ ۖ وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًا
Tidak ada keberatan atas orang buta, tidak atas orang pincang, dan tidak atas orang sakit; dan siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia memasukkannya ke taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; dan siapa yang berpaling, Dia mengazabnya dengan azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لَيْسَ عَلَى الْأَعْمَىٰ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْأَعْرَجِ حَرَجٌ وَلَا عَلَى الْمَرِيضِ حَرَجٌlaysa 'alaa l-a'maa harajun wa-laa 'alaa l-a'raji harajun wa-laa 'alaa l-mariidhi harajuntidak ada keberatan atas orang buta, tidak atas orang pincang, dan tidak atas orang sakit
- وَمَنْ يُطِعِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ يُدْخِلْهُ جَنَّاتٍ تَجْرِي مِنْ تَحْتِهَا الْأَنْهَارُwa-man yuthi'i llaaha wa-rasuulahu yudkhilhu jannaatin tajrii min tahtihaa l-anhaarudan siapa yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia memasukkannya ke taman-taman yang mengalir di bawahnya sungai-sungai
- وَمَنْ يَتَوَلَّ يُعَذِّبْهُ عَذَابًا أَلِيمًاwa-man yatawalla yu'adzdzibhu 'adzaaban aliimandan siapa yang berpaling, Dia mengazabnya dengan azab yang pedih
Terjemahan per kata (27 kata)
- لَيْسَlaysabukanlah
- عَلَى'alaaatas
- الْأَعْمَىٰl-a'maaorang buta
- حَرَجٌharajunkeberatan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- عَلَى'alaaatas
- الْأَعْرَجِl-a'rajiorang pincang
- حَرَجٌharajunkeberatan
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- عَلَى'alaaatas
- الْمَرِيضِl-mariidhiorang sakit
- حَرَجٌharajunkeberatan
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يُطِعِyuthi'imenaati
- اللَّهَllaahaAllah
- وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
- يُدْخِلْهُyudkhilhumemasukkannya
- جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
- تَجْرِيtajriimengalir
- مِنْmindari
- تَحْتِهَاtahtihaabawahnya
- الْأَنْهَارُl-anhaarusungai-sungai
- وَمَنْwa-mandan orang yang
- يَتَوَلَّyatawallaberpaling
- يُعَذِّبْهُyu'adzdzibhumengazabnya
- عَذَابًا'adzaabanazab
- أَلِيمًاaliimanyang pedih
Inti bacaan
Pengecualian manusiawi 'tidak ada keberatan atas orang buta, tidak pula atas orang pincang, dan tidak pula atas orang sakit', kewajiban disesuaikan dengan kemampuan nyata, bukan tuntutan seragam tanpa mempertimbangkan keterbatasan fisik.
Tafsiran
Ayat ini membebaskan orang berkeperluan dari kewajiban ikut berperang, sekaligus menegaskan bahwa ketaatan tetap berbuah taman kekal.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tiga keadaan yang dibebaskan. Buta. Pincang. Sakit.
- Yang dihapus kewajibannya, bukan ganjarannya. Kalimat berikutnya tetap menyebut taman. Beban dilepas, pintu tidak.
- Kewajibannya diukur Allah dengan kemampuan. Bukan seragam. Sesuai yang ada.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar l-y-s, '-m-y, h-r-j, '-r-j, m-r-d, t-w-', a-l-h, r-s-l, d-kh-l, j-n-n, j-r-y, t-h-t, n-h-r, w-l-y, '-dz-b, a-l-m): laysa…haraj diterjemahkan 'tidak ada keberatan' (akar h-r-j); a'maa/a'raj/mariid diterjemahkan 'buta/pincang/sakit' (akar '-m-y + akar '-r-j + akar m-r-d, keringanan bagi yang berhalangan); yuti'i llaah wa rasuulahu diterjemahkan 'taat kepada Allah & Rasul-Nya' (akar t-w-'); yatawalla diterjemahkan 'berpaling' (akar w-l-y). gloss '(apabila tidak ikut berperang)' dibuang.