لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا

Sungguh, Allah benar-benar telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon. Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia menurunkan ketenangan kepada mereka dan memberi balasan berupa kemenangan yang dekat,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِla-qad radhiya llaahu 'ani l-mu'miniina idz yubaayi'uunaka tahta sy-syajaratisungguh, Allah benar-benar telah meridai orang-orang mukmin ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon
  2. فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْfa-'alima maa fii quluubihim fa-anzala s-sakiinata 'alayhimDia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka, lalu Dia menurunkan ketenangan kepada mereka
  3. وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًاwa-atsaabahum fathan qariibandan memberi balasan berupa kemenangan yang dekat

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. لَقَدْla-qadsungguh
  2. رَضِيَradhiyarida
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. عَنِ'aniterhadap
  5. الْمُؤْمِنِينَl-mu'miniinaorang-orang beriman
  6. إِذْidzketika
  7. يُبَايِعُونَكَyubaayi'uunakamereka berjanji setia kepadamu
  8. تَحْتَtahtadi bawah
  9. الشَّجَرَةِsy-syajaratipohon
  10. فَعَلِمَfa-'alimamaka Dia mengetahui
  11. مَاmaaapa yang
  12. فِيfiidalam
  13. قُلُوبِهِمْquluubihimhati mereka
  14. فَأَنْزَلَfa-anzalamaka Dia menurunkan
  15. السَّكِينَةَs-sakiinataketenangan
  16. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  17. وَأَثَابَهُمْwa-atsaabahumdan Dia membalas mereka
  18. فَتْحًاfathankemenangan
  19. قَرِيبًاqariibanyang dekat

Inti bacaan

Frasa (تَحْتَ الشَّجَرَةِ, tahta sy-syajarati) hanya muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 48:18.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَقَدْ رَضِيَ اللَّهُ عَنِ الْمُؤْمِنِينَ, la-qad radhiya llaahu 'ani l-mu'miniina) yang berarti "sungguh, Allah benar-benar telah meridai orang-orang mukmin". Awalan la- dan kata qad bersama-sama diterjemahkan "sungguh ... benar-benar telah", dan kata kerja radhiya berakar ر-ض-و. Rangkaian (رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُمْ وَرَضُوا عَنْهُ, radhiya llaahu 'anhum wa-radhuu 'anhu) yang berarti "Allah rida kepada mereka dan mereka pun rida kepada-Nya" muncul empat kali, yaitu di 5:119, 9:100, 58:22, dan 98:8. Di keempat ayat itu rida berlangsung dua arah. Di 48:18 sambungan serupa tidak ada, dan kata sesudah orang-orang mukmin adalah keterangan waktu. Terjemahan karena itu memakai "meridai" dengan orang-orang mukmin sebagai sasarannya, tanpa menambahkan rida balasan dari mereka.

Waktu rida itu diterangkan oleh (إِذْ يُبَايِعُونَكَ تَحْتَ الشَّجَرَةِ, idz yubaayi'uunaka tahta sy-syajarati) yang berarti "ketika mereka berjanji setia kepadamu di bawah pohon". Kata idz berarti "ketika". Kata kerja yubaayi'uunaka berakar ب-ي-ع dan tersusun dari yubaayi'uuna yang berarti "mereka berjanji setia" dan akhiran -ka yang berarti "kepadamu". Kata kerja dengan pola ini muncul di empat ayat, yaitu 9:111, 48:10, 48:18, dan 60:12. Bentuk yubaayi'uunaka sendiri hanya ada di 48:10 dan 48:18. Di 48:10, (يُبَايِعُونَ اللَّهَ, yubaayi'uuna llaaha) yang berarti "mereka berjanji setia kepada Allah" menyebut bahwa janji itu ditujukan kepada Allah, sedangkan 48:18 menyebut tempat dan waktunya. Frasa (تَحْتَ الشَّجَرَةِ, tahta sy-syajarati) yang berarti "di bawah pohon" hanya ada di 48:18. Kata (الشَّجَرَةِ, sy-syajarati) memakai kata sandang al-, dan terjemahan memakai "pohon" tanpa "itu" dan tanpa "sebuah", sama seperti 28:30 yang menerjemahkan (مِنَ الشَّجَرَةِ, mina sy-syajarati) menjadi "dari pohon". Jenis, tempat, dan ciri pohon itu tidak diterangkan di ayat ini.

Bagian berikutnya, (فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ, fa-'alima maa fii quluubihim) yang berarti "Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka", memakai awalan fa- yang menyambungnya dengan rida sebelumnya. Bentuk fa-'alima hanya ada di dua ayat, yaitu 48:18 dan 48:27. Ungkapan (مَا فِي قُلُوبِهِمْ, maa fii quluubihim) muncul tiga kali, yaitu di 4:63, 9:64, dan 48:18. Di 4:63 pengetahuan atas isi hati disambung perintah untuk berpaling dari orang-orang itu dan menasihati mereka, dan di 9:64 isi hati itu adalah hal yang dikhawatirkan akan diberitakan oleh sebuah surah. Di 48:18 pengetahuan atas isi hati disambung dengan turunnya ketenangan.

Kalimat berikutnya, (فَأَنْزَلَ السَّكِينَةَ عَلَيْهِمْ, fa-anzala s-sakiinata 'alayhim) yang berarti "lalu Dia menurunkan ketenangan kepada mereka", memuat kata kerja anzala yang berarti "menurunkan" dan kata (السَّكِينَةَ, s-sakiinata) yang berarti "ketenangan", berakar س-ك-ن. Kata ketenangan itu muncul di enam ayat, yaitu 2:248, 9:26, 9:40, 48:4, 48:18, dan 48:26. Kata kerja anzala menyertainya di lima ayat selain 2:248. Di 48:4 ketenangan diturunkan (فِي قُلُوبِ الْمُؤْمِنِينَ, fii quluubi l-mu'miniina) yang berarti "ke dalam hati orang-orang mukmin", sedangkan di 9:26, 9:40, 48:18, dan 48:26 ketenangan diturunkan kepada orang-orangnya. Terjemahan memakai "menurunkan" di kelima ayat itu. Rangkaian (أَنْزَلَ السَّكِينَةَ, anzala s-sakiinata) muncul dua kali, yaitu di 48:4 dan 48:18, dan rangkaian (أَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ, anzala llaahu sakiinatahu) muncul tiga kali, yaitu di 9:26, 9:40, dan 48:26.

Kalimat terakhir, (وَأَثَابَهُمْ فَتْحًا قَرِيبًا, wa-atsaabahum fathan qariiban) yang berarti "dan memberi balasan berupa kemenangan yang dekat", memuat kata kerja atsaaba yang berakar ث-و-ب. Kata kerja ini muncul di tiga ayat, yaitu 3:153, 5:85, dan 48:18, dan benda yang menyusulnya berbeda di tiap ayat. Di 3:153, (فَأَثَابَكُمْ غَمًّا بِغَمٍّ, fa-atsaabakum ghamman bi-ghammin) berarti "maka Dia membalas kalian dengan kesedihan demi kesedihan". Di 5:85, (فَأَثَابَهُمُ اللَّهُ بِمَا قَالُوا جَنَّاتٍ, fa-atsaabahumu llaahu bimaa qaaluu jannaatin) berarti "maka Allah membalas mereka atas apa yang mereka ucapkan, dengan taman-taman". Di 48:18 bendanya kemenangan. Terjemahan memakai "balasan" karena kata kerja itu sendiri tidak menentukan baik atau buruknya, dan arahnya ditentukan oleh benda yang menyusul. Pasangan (فَتْحًا قَرِيبًا, fathan qariiban) yang berarti "kemenangan yang dekat" muncul dua kali, yaitu di 48:18 dan 48:27, sedangkan 61:13 memuat (وَفَتْحٌ قَرِيبٌ, wa-fathun qariibun) dengan akhiran berbeda. Ayat ini tidak menyebut seberapa dekat.

Tanda koma di ujung terjemahan menandai bahwa kalimat bersambung ke 48:19, yang dibuka (وَمَغَانِمَ, wa-maghaanima) yang berarti "dan rampasan".

Tafsiran

Ayat ini memuat empat perbuatan Allah dan satu perbuatan manusia dalam satu kalimat: Allah meridai, mengetahui, menurunkan ketenangan, dan memberi balasan, sedangkan orang-orang mukmin berjanji setia. Perbuatan manusia itu masuk sebagai keterangan waktu, (إِذْ يُبَايِعُونَكَ, idz yubaayi'uunaka), dan keempat perbuatan Allah mengalir dari titik itu secara berurutan. Urutannya ditandai huruf sambung, yaitu fa- pada (فَعَلِمَ, fa-'alima) dan (فَأَنْزَلَ, fa-anzala), lalu wa- pada (وَأَثَابَهُمْ, wa-atsaabahum). Ketenangan dengan demikian disebut sesudah pengetahuan tentang isi hati dan sebelum balasan berupa kemenangan.

Ayat 48:10 menjelaskan janji setia itu dari sisi lain: orang-orang yang berjanji setia kepada yang disapa sesungguhnya berjanji setia kepada Allah, dan pelanggar janji menanggung akibatnya sendiri. Ayat 48:18 memperlihatkan sisi satunya, yaitu apa yang tercatat bagi orang-orang yang berjanji. Dua ayat itu berada dalam satu surah dan memakai kata kerja yang sama, tetapi 48:10 menyebut akibat bagi yang melanggar dan bagi yang menepati janji, sedangkan 48:18 memuat penerimaan pada saat janji itu diucapkan.

Ketenangan muncul tiga kali di surah ini, dan tiap kali keadaannya berbeda. Di 48:4 ketenangan diturunkan ke dalam hati agar keimanan bertambah, di 48:18 ketenangan diturunkan sesudah pengetahuan atas isi hati, dan di 48:26 ketenangan diturunkan ketika orang-orang yang kufur menanamkan kesombongan dalam hati mereka. Hanya 48:18 yang mengaitkan ketenangan dengan pengetahuan Allah atas isi hati.

Ayat 48:17 berbicara tentang ketaatan dan keberpalingan secara umum, lalu 48:18 menyebut orang-orang yang pada suatu saat berjanji setia dan menerima akibat berlapis dari perbuatan itu. Ayat ini berakhir dengan koma pada terjemahannya, dan 48:19 melanjutkan kalimat yang sama dengan menambahkan benda yang diberikan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 48:18 menyebut tempat peristiwa dengan dua kata, di bawah pohon, tanpa jenis pohon, tanpa nama tempat, dan tanpa ciri yang membedakannya dari pohon lain. Keridaan Allah disebut di awal kalimat, dan tempatnya menjadi keterangan. Peristiwa penting dapat ditandai dengan tempat dan suasana, tetapi peristiwa dalam ayat ini disebut lewat apa yang Allah lakukan sesudahnya. Peristiwa penting mana dalam hidup pembaca yang tempatnya sudah terlupa, padahal akibatnya masih terasa?
  • Di empat ayat lain keridaan Allah dan keridaan orang-orangnya disebut berpasangan, sedangkan 48:18 mencatat keridaan Allah saja, pada saat janji itu diucapkan. Ayat tidak menyatakan apakah orang-orang itu mengetahui keridaan tersebut ketika berjanji. Dapat dibaca bahwa keridaan itu sudah ada sebelum mereka melihat hasil apa pun. Pembaca yang menunggu tanda bahwa perbuatannya diterima dapat bertanya, apakah tanda itu selalu perlu diketahui pada saat itu juga, atau cukup bahwa Allah mengetahuinya?
  • Pengetahuan Allah atas isi hati disambung ketenangan di 48:18 dan perintah berpaling di 4:63, padahal kelompok yang dibicarakan kedua ayat itu berlainan. Pada keduanya pengetahuan atas isi hati disebut lebih dulu, lalu sesuatu menyusul. Bagi orang yang menyembunyikan sesuatu dari orang lain, urutan ayat ini patut dicatat: pengetahuan atas isi hati diletakkan sebelum ketenangan. Apa yang ada dalam hati pembaca pada saat berjanji, dan apa yang akan diketahui Dia tentang isi itu?
  • Janji setia di 48:10 dikatakan sebagai janji kepada Allah, dengan tangan Allah di atas tangan orang-orang yang berjanji, dan pelanggarannya menimpa pelanggar sendiri. Ayat 48:18 melengkapi gambaran itu dengan penerimaan. Ayat 48:10 berbicara tentang janji setia yang satu ini saja, sehingga tidak setiap janji kepada orang lain dapat disebut janji kepada Allah berdasarkan ayat itu. Janji yang pernah diucapkan pembaca dapat diuji dengan janji dalam ayat itu: janji mana yang diucapkan sebagai janji kepada Allah, seperti yang digambarkan 48:10?
  • Kata kerja yang diterjemahkan memberi balasan dipakai untuk kesedihan di 3:153 dan untuk taman di 5:85, sehingga kata itu sendiri tidak memberi tahu rasanya. Di 48:18 bendanya kemenangan yang dekat, dan bendanya, yaitu kemenangan, yang menentukan arah balasan itu. Menamai hasil pekerjaan sebagai balasan belum menjawab apa yang sebenarnya sedang diterima, dan pertanyaan itu tetap terbuka bagi pembaca. Ayat ini menyebut siapa yang memberi dan apa yang diberikan secara terpisah, sehingga pembaca dapat menimbang keduanya tanpa mencampurnya.
  • Ayat 48:18 menyebut kemenangan yang dekat dengan kata kerja yang menyatakan perbuatan sudah terjadi, dan 48:27 menyebut kemenangan yang dekat itu lagi dengan kata kerja lampau pula, yaitu Dia telah menjadikannya. Pada kedua ayat kata dekat berdampingan dengan perbuatan yang sudah terjadi. Pembaca yang memakai kata dekat untuk hasil yang belum tiba dapat memperhatikan hal ini. Berapa banyak hal yang dulu disebutnya dekat ternyata sudah berada di tangannya sebelum ia menyadarinya?
  • Dalam urutan ayat ini ketenangan disebut sebelum kemenangan. Ketenangan dapat dibayangkan sebagai hasil sesudah semuanya beres, tetapi ayat ini menaruh turunnya ketenangan di antara pengetahuan Allah atas isi hati dan balasan berupa kemenangan. Urutan itu tidak menjelaskan sebabnya, dan hanya memperlihatkan susunan peristiwanya. Orang yang menunda ketenangan sampai persoalannya selesai dapat bertanya, apakah ketenangan yang Dia turunkan dalam ayat ini juga menunggu persoalannya selesai?