وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَا فَعَجَّلَ لَكُمْ هَٰذِهِ وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا
Allah telah menjanjikan kepada kalian harta rampasan yang banyak yang kalian ambil, maka Dia menyegerakan ini untuk kalian. Dia menahan tangan manusia dari kalian, agar menjadi tanda bagi orang-orang mukmin, dan agar Dia menunjukkan kalian ke jalan yang lurus.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً تَأْخُذُونَهَاwa'adakumu llaahu maghaanima katsiiratan ta'khudzuunahaaAllah telah menjanjikan kepada kalian harta rampasan yang banyak yang kalian ambil
- فَعَجَّلَ لَكُمْ هَٰذِهِfa-'ajjala lakum haadzihimaka, Dia menyegerakan ini untuk kalian
- وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْwa-kaffa aydiya n-naasi 'ankumdan Dia menahan tangan manusia dari kalian
- وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًاwa-li-takuuna aayatan lilmu'miniina wa-yahdiyakum shiraathan mustaqiimanagar menjadi tanda bagi orang-orang mukmin, dan agar Dia menunjukkan kalian ke jalan yang lurus
Terjemahan per kata (18 kata)
- وَعَدَكُمُwa'adakumumenjanjikan kepada kalian
- اللَّهُllaahuAllah
- مَغَانِمَmaghaanimaharta rampasan
- كَثِيرَةًkatsiiratanyang banyak
- تَأْخُذُونَهَاta'khudzuunahaakalian mengambilnya
- فَعَجَّلَfa-'ajjalamaka ia menyegerakan
- لَكُمْlakumkepada kalian
- هَٰذِهِhaadzihiini
- وَكَفَّwa-kaffadan Dia menahan
- أَيْدِيَaydiyatangan
- النَّاسِn-naasimanusia
- عَنْكُمْ'ankumdari kalian
- وَلِتَكُونَwa-li-takuunadan agar menjadi
- آيَةًaayatantanda
- لِلْمُؤْمِنِينَli-l-mu'miniinabagi orang-orang beriman
- وَيَهْدِيَكُمْwa-yahdiyakumdan Dia menunjukkan kalian
- صِرَاطًاshiraathanjalan
- مُسْتَقِيمًاmustaqiimanyang lurus
Inti bacaan
Rangkaian (كَفَّ أَيْدِيَ, kaffa aydiya) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:11, 48:20, dan 48:24.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَعَدَكُمُ اللَّهُ مَغَانِمَ كَثِيرَةً, wa'adakumu llaahu maghaanima katsiiratan) yang berarti "Allah telah menjanjikan kepada kalian harta rampasan yang banyak". Kata kerja wa'ada berakar و-ع-د, dan akhiran -kum berarti "kalian" dalam bentuk jamak. Terjemahan memakai "kepada kalian" dan tidak memakai "kepadamu", sebab -kum menunjuk banyak orang, sedangkan -ka menunjuk satu orang seperti pada (وَيَهْدِيَكَ, wa-yahdiyaka) di 48:2 yang diterjemahkan "menunjukimu". Bentuk wa'adakumu hanya ada di 48:20, dan rangkaian (وَعَدَ اللَّهُ, wa'ada llaahu) muncul di tujuh ayat, yaitu 4:95, 5:9, 9:68, 9:72, 24:55, 48:29, dan 57:10. Benda yang dijanjikan berbeda di tiap ayat. Di 9:72, (وَعَدَ اللَّهُ الْمُؤْمِنِينَ وَالْمُؤْمِنَاتِ جَنَّاتٍ, wa'ada llaahu l-mu'miniina wa-l-mu'minaati jannaatin) berarti "Allah telah menjanjikan kepada orang-orang mukmin laki-laki dan perempuan, taman-taman", sedangkan di 9:68, (وَعَدَ اللَّهُ الْمُنَافِقِينَ, wa'ada llaahu l-munaafiqiina) berarti "Allah menjanjikan orang-orang munafik", dan yang menyusul adalah api Jahanam. Kata kerja wa'ada karena itu tidak menentukan baik atau buruknya, dan terjemahan "menjanjikan" dipakai di kedua ayat itu. Kata maghaanima katsiiratan di ayat ini sama dengan 48:19, tetapi kata kerja yang menyertainya, ta'khudzuunahaa, memakai "kalian" dan diterjemahkan "yang kalian ambil", tanpa "dapat" atau "akan". Terjemahan memakai "harta rampasan yang banyak" seperti di 48:19.
Kalimat berikutnya, (فَعَجَّلَ لَكُمْ هَٰذِهِ, fa-'ajjala lakum haadzihi) yang berarti "maka Dia menyegerakan ini untuk kalian", memuat kata kerja 'ajjala yang berakar ع-ج-ل. Bentuk kata kerja lampau ini dengan awalan fa- atau la- hanya ada dua kali, yaitu fa-'ajjala di 48:20 dan (لَعَجَّلَ لَهُمُ الْعَذَابَ, la-'ajjala lahumu l-'adzaaba) yang berarti "tentu Dia menyegerakan azab bagi mereka" di 18:58. Di 18:58 penyegeraan itu berupa pengandaian yang tidak terjadi, sedangkan di 48:20 penyegeraan itu sungguh diberikan. Di kedua ayat penerimanya disebut dengan huruf li, yaitu lakum dan lahum. Kata (هَٰذِهِ, haadzihi) berarti "ini", dan ayat tidak menyebut apa yang dimaksud. Data morfologi menandai haadzihi sebagai bentuk perempuan tunggal, sama dengan -haa pada ta'khudzuunahaa yang menunjuk rampasan, sedangkan (فَتْحًا, fathan) di 48:18 ditandai laki-laki. Terjemahan mempertahankan "ini" tanpa mengisinya.
Kata kerja berikutnya, (وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ, wa-kaffa aydiya n-naasi 'ankum) yang berarti "dan Dia menahan tangan manusia dari kalian", berakar ك-ف-ف. Kata aydiya adalah jamak dari yad yang berarti "tangan", dan n-naasi berarti "manusia". Rangkaian (كَفَّ أَيْدِيَ, kaffa aydiya) muncul tiga kali, yaitu di 5:11, 48:20, dan 48:24. Di 5:11 penahanan itu menyusul (أَنْ يَبْسُطُوا إِلَيْكُمْ أَيْدِيَهُمْ, an yabsuthuu ilaykum aydiyahum) yang berarti "mengulurkan tangan mereka kepada kalian", sehingga penahanan itu menjawab uluran. Di 48:24 arahnya dua, (كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ, kaffa aydiyahum 'ankum wa-aydiyakum 'anhum) yang berarti "menahan tangan mereka dari kalian dan tangan kalian dari mereka". Di 48:20 arahnya satu dan pihak yang ditahan disebut n-naas saja, tanpa kaum tertentu. Terjemahan mempertahankan "tangan" secara harfiah.
Tujuan pertama dinyatakan dengan (وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ, wa-li-takuuna aayatan li-l-mu'miniina) yang berarti "agar menjadi tanda bagi orang-orang mukmin". Huruf li- pada takuuna berarti "agar", dan kata kerja takuuna berarti "menjadi". Rangkaian (آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ, aayatan li-l-mu'miniina) muncul tiga kali, yaitu di 15:77, 29:44, dan 48:20. Di 15:77 dan 29:44 rangkaian itu berbentuk (إِنَّ فِي ذَٰلِكَ لَآيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ, inna fii dzaalika la-aayatan li-l-mu'miniina) yang berarti "sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar ada tanda bagi orang-orang mukmin", yaitu pernyataan bahwa tanda itu sudah ada. Di 48:20 tanda itu adalah tujuan dari sesuatu yang diberikan dan ditahan. Kata kerja takuuna ditandai perempuan tunggal dalam data morfologi, sama dengan haadzihi, sehingga bentuk katanya memungkinkan pembacaan bahwa "ini" yang disegerakan menjadi tanda tersebut. Ayat tidak menyatakannya dengan kata-kata.
Tujuan kedua dinyatakan dengan (وَيَهْدِيَكُمْ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, wa-yahdiyakum shiraathan mustaqiiman) yang berarti "dan agar Dia menunjukkan kalian ke jalan yang lurus". Awalan wa- menyambungkan tujuan kedua ini pada li- di tujuan pertama, sehingga terjemahan mengulang kata "agar". Kata kerja yahdiya berakar ه-د-ي. Rangkaian (صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, shiraathan mustaqiiman) muncul empat kali, yaitu di 4:68, 4:175, 48:2, dan 48:20. Bentuk (وَيَهْدِيَكَ صِرَاطًا مُسْتَقِيمًا, wa-yahdiyaka shiraathan mustaqiiman) di 48:2 sama dengan bentuk di 48:20 kecuali akhiran -ka yang tunggal menjadi -kum yang jamak.
Tafsiran
Ayat ini menyusun tiga perbuatan Allah dan dua maksud dalam satu kalimat panjang: menjanjikan rampasan yang banyak, menyegerakan "ini", dan menahan tangan manusia, lalu dua maksud, yaitu agar menjadi tanda dan agar kalian ditunjuki jalan yang lurus. Dua maksud itu berada di ujung kalimat, sesudah semua yang diberikan dan ditahan, sehingga rampasan menempati bagian awal dan jalan yang lurus menempati bagian akhir.
Sapaan berubah dari "mereka" di 48:19 menjadi "kalian" di 48:20. Rampasan yang di 48:19 dilaporkan sebagai sesuatu yang mereka ambil, di sini dijanjikan langsung kepada pendengar, dan kata sifat banyak serta kata kerja mengambil ikut berpindah dari laporan ke janji. Rampasan pertama kali disebut di surah ini pada 48:15 dalam kalimat tentang kelompok yang ditinggalkan, dan 48:20 menyebut janji Allah tentang benda yang sama.
Penahanan tangan manusia disebut singkat dan satu arah di 48:20. Ayat 48:24 mengulangnya dengan lengkap dan dua arah, yaitu tangan mereka dari kalian dan tangan kalian dari mereka. Dapat dibaca bahwa 48:20 menyebut peristiwa itu lebih dulu secara ringkas dan 48:24 memerinci, tetapi 48:20 tidak menyebut siapa yang dimaksud dengan manusia itu.
Maksud kedua, jalan yang lurus, memakai kalimat yang sama dengan 48:2. Surah ini dibuka dengan kemenangan yang nyata di 48:1, lalu 48:2 menyebut maksud menunjuki jalan yang lurus bagi yang disapa dengan akhiran tunggal. Sesudah rampasan, penyegeraan, dan penahanan tangan, 48:20 menyebut maksud yang sama bagi yang disapa dengan akhiran jamak. Dengan begitu pemberian yang bersifat benda dan pemberian yang bersifat arah muncul bersama di awal surah dan kembali bersama di sini.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 48:20 memuat janji rampasan yang banyak dan, dalam kalimat yang sama, penyegeraan sesuatu yang disebut ini, tanpa menyebut apa yang belum tiba. Janji dan penerimaan sebagian diletakkan berdampingan, dan yang sudah sampai mendapat tempat dalam ayat tanpa menunggu seluruh janji tuntas. Orang yang menunggu seluruh janji sebelum bersyukur atas bagian yang sudah tiba dapat bertanya, bagian mana dari hidupnya yang sudah disegerakan Dia untuknya tanpa pernah disadari?
- Penahanan tangan manusia disebut sejajar dengan pemberian rampasan, dan di 48:20 tidak disertai cerita tentang peristiwa yang dicegah. Peristiwa yang tidak terjadi tidak meninggalkan bekas yang dapat diceritakan, sehingga mudah terlewat dari daftar pemberian. Apa saja yang tidak menimpa pembaca tanpa pernah diketahuinya? Ayat ini menaruh tangan yang ditahan dari kalian sejajar dengan rampasan, dan penempatan itu mengubah cara memandang hal-hal yang tidak terjadi.
- Ayat ini menyebut orang-orang mukmin sebagai pihak yang menerima tanda itu, dan tidak menyebut siapa lagi yang membacanya. Sebuah tanda baru bekerja bila ada yang memperhatikan, dan rampasan, penyegeraan, serta tangan yang ditahan dapat berlalu sebagai kejadian biasa bila tidak diperhatikan. Apa yang sedang ditunjukkan oleh sesuatu yang diterima pembaca dalam hidupnya, dan kepada siapa Dia menunjukkannya? Pertanyaan itu berlaku juga bagi hal yang tidak terjadi, sebab ayat ini memasukkan tangan yang ditahan ke dalam kalimat yang sama.
- Kata kalian dalam ayat ini menerima rampasan dan juga menerima petunjuk: pihak yang dijanjikan harta dan pihak yang ditunjuki jalan yang lurus disebut dengan kata yang sama, tanpa dipisah menjadi dua kelompok. Hidup dapat dibagi menjadi urusan harta di satu sisi dan urusan petunjuk di sisi lain, tetapi ayat ini menaruh keduanya pada orang yang sama, dalam satu kalimat. Apa yang berubah pada cara menghitung harta bila orang yang menghitungnya juga orang yang sedang ditunjuki Dia?
- Maksud menunjuki jalan yang lurus disebut dalam dua ayat dengan susunan yang sama, bagi yang disapa tunggal di 48:2 dan bagi yang disapa jamak di 48:20. Petunjuk dapat dipandang sebagai urusan pribadi atau urusan bersama, dan ayat-ayat itu menaruhnya di kedua tempat. Orang yang membaca janji petunjuk hanya sebagai milik dirinya sendiri, atau hanya sebagai milik kelompoknya, mungkin melewatkan separuh dari susunan itu. Di mana pembaca menaruh dirinya ketika membaca kata kalian?
- Perpindahan dari kata mereka di 48:19 ke kata kalian di 48:20 membuat pembaca yang tadinya mendengar laporan tentang orang lain menjadi penerima janji. Perpindahan itu terjadi di antara dua ayat yang berurutan, tanpa kalimat penghubung yang mengumumkannya, sedangkan bendanya tetap sama, yaitu rampasan yang banyak, dan posisi pendengar terhadap benda itu yang berganti. Pembaca dapat mengamati pada kalimat mana dalam bacaannya, baik di ayat ini maupun di bacaan lain, dirinya mulai terasa disapa langsung. Apa yang membuat sebuah kalimat terasa tertuju kepada pembacanya?