وَأُخْرَىٰ لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا

Dan yang lain yang kalian belum dapat menguasainya, tetapi sungguh Allah telah meliputinya. Allah berkuasa atas segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأُخْرَىٰ لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَاwa-ukhraa lam taqdiruu 'alayhaa qad ahaatha llaahu bihaadan yang lain yang kalian belum dapat menguasainya, tetapi sungguh Allah telah meliputinya
  2. وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًاwa-kaana llaahu 'alaa kulli syay'in qadiiranAllah berkuasa atas segala sesuatu

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَأُخْرَىٰwa-ukhraadan yang lain
  2. لَمْlamtidak
  3. تَقْدِرُواtaqdiruukalian berkuasa
  4. عَلَيْهَا'alayhaaatasnya
  5. قَدْqadsungguh
  6. أَحَاطَahaathameliputi
  7. اللَّهُllaahuAllah
  8. بِهَاbihaapadanya
  9. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  10. اللَّهُllaahuAllah
  11. عَلَىٰ'alaaatas
  12. كُلِّkullisegala
  13. شَيْءٍsyay'insesuatu
  14. قَدِيرًاqadiiranMahakuasa

Inti bacaan

Rangkaian (وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا, wa-kaana llaahu 'alaa kulli syay'in qadiiran) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 33:27 dan 48:21.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَأُخْرَىٰ, wa-ukhraa) yang berarti "dan yang lain". Bentuk ukhraa yang diikuti kata kerja untuk "kalian" dan -haa muncul dua kali, yaitu (أُخْرَىٰ لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا, ukhraa lam taqdiruu 'alayhaa) di 48:21 dan (أُخْرَىٰ تُحِبُّونَهَا, ukhraa tuhibbuunahaa) yang berarti "yang lain yang kalian cintai" di 61:13. Di 61:13 benda yang lain itu dinamai sesudahnya, yaitu (نَصْرٌ مِنَ اللَّهِ وَفَتْحٌ قَرِيبٌ, nashrun mina llaahi wa-fathun qariibun) yang berarti "pertolongan dari Allah dan kemenangan yang dekat", sedangkan di 48:21 tidak ada kata benda yang menamainya. Terjemahan mempertahankan "yang lain" tanpa mengisinya.

Rangkaian (لَمْ تَقْدِرُوا عَلَيْهَا, lam taqdiruu 'alayhaa) yang berarti "yang kalian belum dapat menguasainya" tersusun dari lam yang berarti "belum", taqdiruu yang berarti "kalian dapat menguasai", dan 'alayhaa yang berarti "atasnya". Kata kerja qadara berakar ق-د-ر. Bentuk lam taqdiruu hanya ada di 48:21. Kata kerja yang sama bersambung dengan 'alaa juga di ayat lain, misalnya (لَا يَقْدِرُونَ عَلَىٰ شَيْءٍ, laa yaqdiruuna 'alaa syay'in) yang berarti "mereka tidak menguasai sesuatu" di 2:264, tentang hasil usaha yang tidak sampai ke tangan pelakunya; (تَقْدِرُوا عَلَيْهِمْ, taqdiruu 'alayhim) yang berarti "kalian menguasai mereka" di 5:34; dan bentuk yang sama dengan 2:264 di 57:29, tentang karunia Allah. Terjemahan memakai "menguasai" untuk kata kerja ini, sama dengan 2:264. Susunan lam, kata kerja untuk kalian, dan -haa muncul juga di 33:27, (وَأَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا, wa-ardhan lam tath'uuhaa) yang berarti "dan tanah yang belum kalian injak", dengan terjemahan "belum" yang sama.

Kalimat (قَدْ أَحَاطَ اللَّهُ بِهَا, qad ahaatha llaahu bihaa) yang berarti "tetapi sungguh Allah telah meliputinya" memuat qad yang berarti "sungguh", ahaatha yang berakar ح-و-ط, dan bi-haa yang berarti "padanya". Tidak ada huruf penghubung antara lam taqdiruu 'alayhaa dan qad ahaatha. Terjemahan menyisipkan "tetapi" karena bagian pertama menyatakan ketidakmampuan dan bagian kedua menyatakan perbuatan Allah yang sudah selesai. Bentuk (أَحَاطَ, ahaatha) muncul lima kali, yaitu di 17:60, 18:29, 48:21, 65:12, dan 72:28. Di 17:60, (أَحَاطَ بِالنَّاسِ, ahaatha bi-n-naasi) berarti "meliputi seluruh manusia". Di 65:12, (أَحَاطَ بِكُلِّ شَيْءٍ عِلْمًا, ahaatha bi-kulli syay'in 'ilman) berarti "meliputi segala sesuatu dengan ilmu". Di 72:28, (أَحَاطَ بِمَا لَدَيْهِمْ, ahaatha bimaa ladayhim) berarti "meliputi apa yang ada pada mereka". Di 18:29, (أَحَاطَ بِهِمْ سُرَادِقُهَا, ahaatha bihim suraadiquhaa) berarti "dindingnya mengepung mereka", tentang sesuatu yang mengelilingi. Terjemahan memakai "meliputi" untuk ahaatha di 48:21 dan tidak memakai "menguasai", sehingga dua kata kerja Arab yang berbeda dalam satu ayat tetap terbedakan dalam bahasa Indonesia. Di 65:12 kata 'ilman menyebut apa yang meliputi, sedangkan di 48:21 tidak ada kata yang menyebutnya, sehingga terjemahan tidak menambahkan "dengan ilmu".

Kalimat penutup (وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرًا, wa-kaana llaahu 'alaa kulli syay'in qadiiran) yang berarti "Allah berkuasa atas segala sesuatu" memuat kata (قَدِيرًا, qadiiran) yang berakar sama dengan taqdiruu, yaitu ق-د-ر, sehingga akar itu muncul di awal dan di akhir ayat: untuk kalian dengan kata "belum", dan untuk Allah dengan kata "segala sesuatu". Terjemahan memakai "berkuasa" untuk qadiiran dan "dapat menguasai" untuk taqdiruu, dua kata yang berbeda tetapi sekerabat. Penutup lengkap ini muncul dua kali, yaitu di 33:27 dan 48:21, dan di keduanya penutup itu menyusul sesuatu yang belum dicapai oleh yang disapa, yaitu tanah yang belum diinjak di 33:27 dan "yang lain" yang belum dikuasai di 48:21.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan sesuatu yang baru ke dalam daftar pemberian di 48:19 dan 48:20, dan sesuatu itu tidak diberi nama. Kata yang dipakai hanya menunjuk bahwa ada sesuatu selain rampasan yang telah disebut. Ayat 61:13 memakai bentuk yang sama dan menamainya, sedangkan ayat ini tidak menamainya. Apa yang dimaksud dengan "yang lain" karena itu tidak dapat ditetapkan dari ayat ini, dan 48:22 yang menyusul membuka pengandaian tentang pihak lain tanpa menyebut hubungannya dengan "yang lain" tersebut.

Susunan ayat ini terdiri dari tiga pernyataan tentang satu benda: kalian belum dapat menguasainya, Allah telah meliputinya, dan Allah berkuasa atas segala sesuatu. Dua pihak berhadapan dengan benda yang sama, dan jarak antara keduanya membentuk isi ayat. Ayat ini menyebut keadaan sekarang dan berhenti di situ. Ayat ini tidak menyuruh siapa pun menguasai benda itu dan tidak menyebut apa yang terjadi padanya kemudian.

Dalam surah ini kalimat penutup dengan wa-kaana llaahu muncul di tujuh ayat, yaitu 48:4, 48:7, 48:14, 48:19, 48:21, 48:24, dan 48:26. Sifat yang disebut berbeda-beda: berilmu lagi penuh hikmah di 48:4, digdaya lagi penuh hikmah di 48:7 dan 48:19, pengampun lagi pengasih di 48:14, berkuasa di 48:21, melihat di 48:24, dan berilmu akan segala sesuatu di 48:26. Di surah ini sifat berkuasa dipakai di 48:21 saja, dan sifat itu berdiri sesudah pernyataan tentang sesuatu yang berada di luar jangkauan kalian.

Ayat-ayat tetangganya menyebut benda yang dapat diambil: rampasan yang mereka ambil di 48:19 dan yang kalian ambil di 48:20. Ayat 48:21 menyebut benda yang belum dapat diambil, sehingga rangkaian tiga ayat ini bergerak dari yang sudah diambil, ke yang dijanjikan, lalu ke yang masih berada di luar jangkauan.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 48:21 memakai dua kata kerja yang berbeda untuk satu benda: kalian belum dapat menguasainya, sedangkan Allah telah meliputinya. Ada perbedaan antara memegang sesuatu dan berada di dalam lingkup sesuatu itu. Benda dalam ayat ini belum berada di tangan kalian, tetapi sudah berada di dalam lingkup Allah. Pembaca dapat membayangkan hal-hal dalam hidupnya yang belum dapat dipegangnya dan bertanya, apakah sebagian dari hal itu sudah berada di dalam lingkup Allah tanpa pernah diketahuinya?
  • Ayat ini menyebut yang lain tanpa menamainya, sedangkan 61:13 yang memakai bentuk serupa langsung menamainya. Pembaca yang menemui janji yang belum bernama cepat memasang sebuah nama pada yang lain itu, dan nama itu datang dari ayat atau dari keinginannya sendiri. Ayat berhenti sebelum memberi nama, dan tempat yang kosong itu dibiarkan. Apa yang terjadi pada sebuah janji bila namanya dibiarkan kosong lebih lama daripada yang nyaman bagi pendengarnya?
  • Penutup tentang kuasa Allah atas segala sesuatu menyusul tanah yang belum diinjak di 33:27 dan menyusul yang lain yang belum dikuasai di 48:21. Dua ayat itu berasal dari surah yang berbeda dan berbicara tentang peristiwa yang berbeda. Susunan yang sama tetap terlihat: sesuatu yang belum dicapai disebut dulu, lalu pernyataan kuasa datang sesudahnya. Pembaca yang mengakhiri daftar cita-citanya dengan hal yang belum tercapai dapat bertanya kalimat apa yang diletakkannya sesudah daftar itu, keluhan atau pernyataan seperti yang dipakai kedua ayat ini?
  • Ayat 48:21 bergerak dari satu benda yang tidak bernama ke segala sesuatu, dari yang belum dapat dikuasai ke yang tidak menyisakan apa pun di luar jangkauan Allah. Gerak itu menempatkan persoalan yang terasa sebesar hidup sendiri di samping segala sesuatu. Ukuran yang dipakai ayat ini patut diperhatikan oleh pembaca yang sedang tenggelam dalam satu persoalan. Seberapa besar persoalan itu bila dibaca dari kalimat terakhir ayat ini, dan siapa yang mengukurnya?
  • Ayat ini menyatakan bahwa kalian belum dapat menguasainya tanpa satu kata pun yang menegur atau menyalahkan. Ketidakmampuan disebut sebagai keadaan, berdampingan dengan pernyataan bahwa Allah telah meliputinya. Nada ayat ini berbeda dari kebiasaan menyalahkan diri atas hal yang belum dikuasai. Ayat ini menaruh kata belum di samping pernyataan tentang kuasa Allah, dan pasangan itu tidak berisi teguran apa pun kepada yang disapa. Berapa banyak dari kekurangan yang dibebankan pembaca kepada dirinya sendiri sebenarnya hal yang belum dikuasai, dan berapa yang sungguh kelalaian?
  • Susunan yang sama dipakai dalam dua konteks untuk dua hubungan yang berlainan: yang lain yang kalian cintai di 61:13 dan yang lain yang kalian belum dapat menguasainya di 48:21. Dari keduanya pembaca dapat memisahkan hal-hal yang dicintainya dari hal-hal yang dikuasainya. Dari semua yang dicintainya, berapa yang benar-benar berada dalam kuasanya, dan apa yang tersisa untuk diserahkan kepada Dia yang meliputinya?