وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا
Dan sekiranya orang-orang yang kufur memerangi kalian, pastilah mereka berbalik ke belakang, kemudian mereka tidak mendapati pelindung dan tidak pula penolong.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَwa-law qaatalakumu lladziina kafaruu la-wallawu l-adbaaradan sekiranya orang-orang yang kufur memerangi kalian, pastilah mereka berbalik ke belakang
- ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًاtsumma laa yajiduuna waliyyan wa-laa nashiirankemudian mereka tidak mendapati pelindung dan tidak pula penolong
Terjemahan per kata (12 kata)
- وَلَوْwa-lawdan sekiranya
- قَاتَلَكُمُqaatalakumumemerangi kalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- لَوَلَّوُاla-wallawusungguh mereka akan berpaling
- الْأَدْبَارَl-adbaarapunggung
- ثُمَّtsummakemudian
- لَاlaatidak
- يَجِدُونَyajiduunamereka mendapati
- وَلِيًّاwaliyyanpelindung
- وَلَاwa-laadan tidak pula
- نَصِيرًاnashiiranpenolong
Inti bacaan
Susunan tsumma laa yunsharuuna muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 3:111 dan 59:12.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَلَوْ قَاتَلَكُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا, wa-law qaatalakumu lladziina kafaruu) yang berarti "dan sekiranya orang-orang yang kufur memerangi kalian". Kata (لَوْ, law) yang berarti "sekiranya" membuka sebuah pengandaian, sehingga ayat ini berbicara tentang apa yang akan terjadi bila mereka memerangi, dan tidak menyatakan bahwa mereka memerangi. Kata (قَاتَلَكُمُ, qaatalakumu) yang berarti "memerangi kalian" berakar ق-ت-ل. Bentuk kata kerja lampau (قَاتَلَ, qaatala) ada di lima ayat, yaitu 3:146, 9:30, 48:22, 57:10, dan 63:4, tetapi gabungannya dengan akhiran -kum hanya ada di 48:22. Kata kerja yang berdekatan, (يُقَاتِلُوكُمْ, yuqaatiluukum) yang berarti "mereka memerangi kalian", ada di 2:191, 3:111, 4:90, dan 60:8. Terjemahan memakai "memerangi" juga di sana, dengan kalian sebagai sasarannya.
Jawaban pengandaian itu berbunyi (لَوَلَّوُا الْأَدْبَارَ, la-wallawu l-adbaara) yang berarti "pastilah mereka berbalik ke belakang". Awalan (لَ, la-) berarti "pastilah" dan menandai kalimat ini sebagai hasil dari pengandaian sebelumnya. Kata kerja (وَلَّوُا, wallawu) berakar و-ل-ي, dan huruf lam di tengahnya digandakan. Kata kerja ini memutar sesuatu ke satu arah, dan kata sesudahnya menyebut apa yang diputar. Bersama wajah, artinya menghadap, seperti (فَوَلِّ وَجْهَكَ, fa-walli wajhaka) yang berarti "maka hadapkanlah wajahmu" di 2:144, 2:149, dan 2:150, serta (فَأَيْنَمَا تُوَلُّوا, fa-aynamaa tuwalluu) yang berarti "maka ke mana pun kalian menghadap" di 2:115. Bersama punggung, artinya membelakangi, seperti yang tertulis di ayat ini.
Kata (الْأَدْبَارَ, l-adbaara) yang berarti "punggung-punggung" berakar د-ب-ر. Kata kerja yang diputar bersama kata ini ada di lima ayat, yaitu (يُوَلُّوكُمُ الْأَدْبَارَ, yuwalluukumu l-adbaara) di 3:111, (تُوَلُّوهُمُ الْأَدْبَارَ, tuwalluuhumu l-adbaara) di 8:15, (يُوَلُّونَ الْأَدْبَارَ, yuwalluuna l-adbaara) di 33:15, (لَيُوَلُّنَّ الْأَدْبَارَ, la-yuwallunna l-adbaara) di 59:12, dan ayat ini. Bentuk tunggalnya memakai kata kerja yang sama di 8:16, (يُوَلِّهِمْ يَوْمَئِذٍ دُبُرَهُ, yuwallihim yawma'idzin duburahu) yang berarti "siapa yang membelakangi mereka pada hari itu", dan di 54:45, (وَيُوَلُّونَ الدُّبُرَ, wa-yuwalluuna d-dubura) yang berarti "dan mereka berbalik ke belakang". Terjemahan memakai "berbalik ke belakang" di 33:15, 54:45, dan di sini. Di surah yang sama, 48:16 memuat (تَوَلَّيْتُمْ, tawallaytum) yang berarti "kalian berpaling", dari akar yang sama dengan tambahan huruf ta di depan. Kata punggung tidak ada di sana, sehingga arahnya tidak disebut, sedangkan di 48:22 punggung disebut dan arahnya terang.
Kalimat kedua dibuka dengan (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian", penanda urutan yang menaruh kejadian kedua sesudah berbalik. Bunyi lengkapnya (ثُمَّ لَا يَجِدُونَ وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا, tsumma laa yajiduuna waliyyan wa-laa nashiiran) berarti "kemudian mereka tidak mendapati pelindung dan tidak pula penolong". Kata kerja (يَجِدُونَ, yajiduuna) yang berarti "mereka mendapati" berakar و-ج-د, dan (لَا يَجِدُونَ, laa yajiduuna) ada di sembilan ayat, yaitu 4:121, 4:173, 9:79, 9:91, 24:33, 33:17, 33:65, 48:22, dan 59:9. Empat di antaranya, yaitu 4:173, 33:17, 33:65, dan 48:22, memakai pasangan kata benda yang sama sebagai sasarannya.
Pasangan (وَلِيًّا وَلَا نَصِيرًا, waliyyan wa-laa nashiiran) ada enam kali, di 4:89, 4:123, 4:173, 33:17, 33:65, dan 48:22. Kata (وَلِيًّا, waliyyan) yang berarti "pelindung" berakar و-ل-ي, akar yang sama dengan wallawu di kalimat pertama, dan (نَصِيرًا, nashiiran) yang berarti "penolong" berakar ن-ص-ر. Di 4:123, 4:173, dan 33:17 pasangan itu didahului (مِنْ دُونِ اللَّهِ, min duuni llaahi) yang berarti "selain Allah". Di 48:22 frasa itu tidak ada, begitu pula di 4:89 dan 33:65.
Urutan "berbalik, kemudian tidak ditolong" ada juga di dua ayat lain. Di 3:111, (يُوَلُّوكُمُ الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ, yuwalluukumu l-adbaara tsumma laa yunsharuuna) berarti "mereka berbalik memberikan punggung kepada kalian, kemudian mereka tidak ditolong". Di 59:12, (لَيُوَلُّنَّ الْأَدْبَارَ ثُمَّ لَا يُنْصَرُونَ, la-yuwallunna l-adbaara tsumma laa yunsharuuna) berarti "niscaya mereka berpaling ke belakang, kemudian mereka tidak ditolong". Kata kerja (يُنْصَرُونَ, yunsharuuna) yang berarti "mereka ditolong" berakar ن-ص-ر, sama dengan nashiiran. Pada ketiga ayat itu, sesudah punggung dibalik, pertolongan dinyatakan tiada. Ayat 3:111 dan 59:12 menyatakannya dengan kata kerja pasif, sedangkan 48:22 menambahkan kata pelindung di depan penolong.
Tafsiran
Ayat ini membawa pembicaraan dari harta ke benturan. Ayat 48:20 menyebut rampasan yang dijanjikan dan yang disegerakan, 48:21 menyebut sesuatu yang lain yang belum terjangkau tetapi sudah diliputi Allah, dan 48:22 membuka pengandaian tentang pihak yang memerangi. Kalimatnya berbunyi "sekiranya mereka memerangi, pastilah mereka berbalik", sehingga akibat sudah dikabarkan sebelum ada benturan yang dituturkan, dan benturan itu sendiri tidak dikatakan terjadi.
Pihak yang disebut (الَّذِينَ كَفَرُوا, alladziina kafaruu) di sini disebut lagi di 48:25, dua kali, dan di 48:26. Di 48:24 pihak itu hadir sebagai kata ganti "mereka" yang tangannya ditahan. Karena itu 48:22 dapat dibaca sebagai pembuka rangkaian tentang satu pihak yang sama: pengandaian di awal, sunah di 48:23, lalu kejadian yang dituturkan di 48:24 sampai 48:26.
Pengandaian di 48:22 dan kejadian di 48:24 berlainan arah. Di 48:22 lawan berbalik dan tidak mendapati pelindung, sedangkan di 48:24 tertulis bahwa tangan kedua pihak ditahan. Ayat-ayat itu tidak menghubungkan keduanya secara tegas. Pembaca dapat memegang 48:22 sebagai gambaran kemungkinan dan 48:24 sebagai peristiwa yang sungguh dituturkan.
Surah yang sama sudah memakai kata perang untuk pembaca dari arah lain. Di 48:16 kata kerja (تُقَاتِلُونَهُمْ, tuqaatiluunahum) yang berarti "kalian memerangi mereka" ditujukan kepada orang-orang yang tertinggal, dengan kaum yang kuat sebagai lawan. Di 48:22 arah kata kerjanya terbalik, karena lawanlah yang memerangi kalian. Ayat 48:16 memberi dua pilihan kepada orang yang diajak, taat atau berpaling, dan 48:22 memberi kabar tentang berbaliknya pihak lawan.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 48:22 menaruh akibat di depan peristiwa: yang diandaikan baru benturan, sedangkan yang sudah dikabarkan adalah punggung-punggung yang berbalik. Pembaca ayat ini berada pada posisi yang jarang dialami dalam hidup sehari-hari, yaitu membaca bagaimana sebuah cerita dapat berakhir sebelum ceritanya dimulai. Kalimatnya tidak memberi tanggal, tidak memberi nama, dan tidak menyebut jumlah, sehingga kabar itu tidak bisa dipakai untuk menghitung apa pun. Seseorang yang pernah diyakinkan bahwa suatu urusan pasti berakhir baik dapat memeriksa apa yang dikerjakannya dengan keyakinan itu, misalnya persiapan yang dikurangi atau ditambahnya. Apakah kabar akhir yang baik membuat langkahnya hari ini lebih teliti atau lebih ceroboh?
- Posisi membelakangi disebut dengan peran yang berbeda di beberapa ayat. Di 8:15 orang-orang beriman dilarang membelakangi lawan yang maju menyerang, di 33:15 sekelompok orang sebelumnya telah berjanji kepada Allah tidak akan berbalik ke belakang, dan di 48:22 lawanlah yang berbalik. Ayat 33:15 menutup dengan pernyataan bahwa perjanjian dengan Allah akan diminta pertanggungjawabannya. Seseorang dapat mengingat kalimat tegas apa yang pernah diucapkannya tentang dirinya sendiri, lalu menimbang pada keadaan seperti apa arah badannya akan berubah. Janji yang diucapkan dengan tenang, bagaimana nasibnya ketika keadaan menekan?
- Ayat 48:22 berbicara tentang berbaliknya pihak lawan, dan surah yang sama memuat peringatan untuk pembacanya sendiri. Di 48:16 orang-orang yang tertinggal diberi tahu bahwa Allah akan memberi balasan yang baik bila mereka taat, dan akan mengazab mereka dengan azab yang pedih bila mereka berpaling seperti sebelumnya, dan 48:17 mengulang kata kerja berpaling untuk siapa pun yang berpaling. Kata kerja di dua ayat itu berasal dari akar yang sama dengan wallawu di 48:22, dan jaraknya hanya enam ayat. Pembaca yang menerima 48:22 sebagai kabar baik tentang pihaknya membaca juga 48:16 dan 48:17 dengan kata dari akar yang sama. Seseorang yang gemar mengutip ayat tentang kekalahan lawan dapat bertanya, apakah sama rajinnya ia mengutip ayat tentang berpalingnya diri sendiri?
- Sesudah berbalik, ayat 48:22 mencatat dua pencarian yang tidak menemukan apa-apa: pelindung dan penolong. Ayat itu tidak menyebut tempat mereka mencari dan tidak menyebut berapa lama mereka mencari. Di 4:123 dan 33:17 pasangan yang sama dikaitkan dengan frasa "selain Allah", sedangkan di 48:22 frasa itu tidak ada, sehingga kekosongannya tertulis tanpa menunjuk ke mana pandangan semestinya diarahkan. Orang yang pernah mengalami keadaan ketika tempat bersandar hilang sekaligus, entah dalam pekerjaan, hubungan, atau nama baik, dapat mengingat siapa yang pertama kali dicari saat itu dan siapa yang tidak pernah masuk dalam daftarnya. Daftar itu, sudah disusunnya sebelum diperlukan, atau baru dicarinya sesudah?
- Dua kata dari akar yang sama bertemu dalam satu ayat: wallawu, yang menyatakan punggung diputar, dan waliyyan, yang menyatakan pelindung. Kalimat pertama menggambarkan sesuatu yang dilakukan pelaku dengan tubuhnya, dan kalimat kedua menggambarkan sesuatu yang tidak ditemukannya di luar dirinya. Ayat tidak menjelaskan hubungan keduanya, sehingga keterkaitannya tinggal sebagai bunyi yang berdekatan. Pembaca dapat menaruh dua hal itu berdampingan, yaitu arah yang dipilih tubuhnya dan siapa yang berada di arah itu. Ketika seseorang berbalik dari sebuah tempat, siapa yang ditinggalkannya di sana, dan siapa yang menunggu di arah baru yang dihadapinya?
- Ayat 48:22 berbentuk pengandaian dan ayat 48:24 berbentuk kejadian: yang pertama tentang punggung yang berbalik, yang kedua tentang tangan yang ditahan, dan ayat itu menyebut Allah sebagai yang menahannya. Keduanya berbicara tentang pihak yang sama, tetapi keadaan yang dituturkan berbeda. Pembaca yang menyimpan kalimat "pastilah mereka berbalik" sebagai ramalan akan mendapati bahwa kalimat itu ditulis dengan kata sekiranya di depannya, dan bahwa yang dituturkan sesudahnya adalah penahanan dua pihak. Seseorang dapat memeriksa kabar yang ia pegang tentang lawannya: masih bertanda sekiranya, atau sudah diubahnya menjadi kepastian? Apa yang bergeser dalam caranya bersikap ketika kata itu dilepas?