سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُ ۖ وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًا
Sunah Allah yang telah berlaku sejak dahulu; dan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- سُنَّةَ اللَّهِ الَّتِي قَدْ خَلَتْ مِنْ قَبْلُsunnata llaahi llatii qad khalat min qablusunah Allah yang telah berlaku sejak dahulu
- وَلَنْ تَجِدَ لِسُنَّةِ اللَّهِ تَبْدِيلًاwa-lan tajida li-sunnati llaahi tabdiilandan engkau tidak akan mendapati perubahan pada sunah Allah
Catatan pilihan kata (ringkas)
(akar s-n-n, a-l-h, kh-l-w, q-b-l, w-j-d, b-d-l): sunnat allaah…lan tajida…tabdiilan diterjemahkan 'sunah Allah, tak akan kau dapati perubahan padanya' (akar s-n-n + akar b-d-l, keteraturan hukum Ilahi yang tetap: dasar prediktabilitas & metode; cf. 33:62, 35:43, 17:77). Selaras.
Aplikasi
Prinsip konsistensi 'sunah Allah yang telah berlaku sejak dahulu... tidak akan mendapati perubahan', keteraturan hukum sebab-akibat yang bisa diandalkan lintas waktu.