وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَ مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا

Dialah yang menahan tangan mereka dari kalian dan menahan tangan kalian dari mereka di perut Makkah, setelah Dia memenangkan kalian atas mereka. Allah melihat apa yang kalian kerjakan.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ بِبَطْنِ مَكَّةَwa-huwa lladzii kaffa aydiyahum 'ankum wa-aydiyakum 'anhum bi-bathni makkataDialah yang menahan tangan mereka dari kalian dan menahan tangan kalian dari mereka di perut Makkah
  2. مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْmin ba'di an azhfarakum 'alayhimsetelah Dia memenangkan kalian atas mereka
  3. وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًاwa-kaana llaahu bi-maa ta'maluuna bashiiranAllah melihat apa yang kalian kerjakan

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. وَهُوَwa-huwadan Dialah
  2. الَّذِيlladziiyang
  3. كَفَّkaffamenahan
  4. أَيْدِيَهُمْaydiyahumtangan mereka
  5. عَنْكُمْ'ankumdari kalian
  6. وَأَيْدِيَكُمْwa-aydiyakumdan tangan kalian
  7. عَنْهُمْ'anhumdari mereka
  8. بِبَطْنِbi-bathnidi lembah
  9. مَكَّةَmakkataMekah
  10. مِنْmindari
  11. بَعْدِba'disesudah
  12. أَنْanbahwa
  13. أَظْفَرَكُمْazhfarakummemenangkan kalian
  14. عَلَيْهِمْ'alayhimatas mereka
  15. وَكَانَwa-kaanadan ia adalah
  16. اللَّهُllaahuAllah
  17. بِمَاbi-maapada apa yang
  18. تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
  19. بَصِيرًاbashiiranmelihat

Inti bacaan

Kata kerja (أَظْفَرَكُمْ, azhfarakum) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 48:24, dan akarnya hanya ditemukan lagi pada kata benda zhufurin di 6:146.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَهُوَ الَّذِي كَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ, wa-huwa lladzii kaffa aydiyahum 'ankum) yang berarti "Dialah yang menahan tangan mereka dari kalian". Kata kerja (كَفَّ, kaffa) yang berarti "menahan" berakar ك-ف-ف. Dalam bentuk lampau dengan pelaku "Dia", kata ini ada tiga kali, yaitu di 5:11, 48:20, dan 48:24. Di 5:11 bunyinya (فَكَفَّ أَيْدِيَهُمْ عَنْكُمْ, fa-kaffa aydiyahum 'ankum) yang berarti "lalu Dia menahan tangan mereka dari kalian", tentang suatu kaum yang berniat mengulurkan tangan kepada kalian. Di 48:20 bunyinya (وَكَفَّ أَيْدِيَ النَّاسِ عَنْكُمْ, wa-kaffa aydiya n-naasi 'ankum) yang berarti "dan Dia menahan tangan manusia dari kalian". Susunan "tangan mereka dari kalian" ada dua kali, di 5:11 dan 48:24. Bagian kedua ayat ini, (وَأَيْدِيَكُمْ عَنْهُمْ, wa-aydiyakum 'anhum) yang berarti "dan tangan kalian dari mereka", hanya ada di 48:24, sehingga hanya di sini tangan kedua pihak sama-sama ditahan. Akar yang sama dipakai dengan pelaku manusia di 4:77 dan 4:91. Di 4:77 kalimat (كُفُّوا أَيْدِيَكُمْ, kuffuu aydiyakum) yang berarti "tahanlah tangan kalian" menjadi perintah kepada sekelompok orang, dan di 4:91 kalimat (وَيَكُفُّوا أَيْدِيَهُمْ, wa-yakuffuu aydiyahum) yang berarti "dan menahan tangan mereka" menjadi salah satu syarat bagi golongan lain.

Kata (بِبَطْنِ, bi-bathni) yang berarti "di perut" berakar ب-ط-ن. Dalam bentuk tunggal, kata batn ada di empat ayat, yaitu 3:35, 24:45, 37:144, dan 48:24. Tiga yang pertama menyebut bagian tubuh: (مَا فِي بَطْنِي, maa fii bathnii) yang berarti "apa yang ada di dalam kandunganku" di 3:35, (عَلَىٰ بَطْنِهِ, 'alaa bathnihi) yang berarti "dengan perutnya" di 24:45, dan (فِي بَطْنِهِ, fii bathnihi) yang berarti "di perutnya" di 37:144. Di 48:24 kata itu bersandar pada sebuah nama tempat, (مَكَّةَ, makkata), dan terjemahan memakai "perut Makkah" tanpa tambahan kota atau lembah, sebab tidak ada kata Arab di ayat ini yang melahirkannya. Nama (مَكَّةَ, makkata) hanya ada di 48:24. Nama yang mirip, (بِبَكَّةَ, bi-bakkata), hanya ada di 3:96, dalam kalimat tentang rumah pertama yang dibangun untuk manusia. Ayat 48:24 tidak menyebut apa yang ada di tempat itu. Masjidilharam baru disebut di 48:25 dan 48:27.

Anak kalimat (مِنْ بَعْدِ أَنْ أَظْفَرَكُمْ عَلَيْهِمْ, min ba'di an azhfarakum 'alayhim) berarti "setelah Dia memenangkan kalian atas mereka". Susunan (مِنْ بَعْدِ أَنْ, min ba'di an) yang berarti "setelah" ada di tiga ayat, yaitu 12:100, 48:24, dan 53:26, dan terjemahan memakai "setelah" di ketiganya. Kata kerja (أَظْفَرَكُمْ, azhfarakum) hanya ada di 48:24. Akarnya ظ-ف-ر ditemukan sekali lagi di seluruh Al-Qur'an, yaitu pada (ذِي ظُفُرٍ, dzii zhufurin) yang berarti "yang berkuku" di 6:146, sehingga tidak ada pemakaian lain dari kata kerja ini sebagai pembanding. Arti "memenangkan" diambil dari ayat itu sendiri. Kata (عَلَيْهِمْ, 'alayhim) yang berarti "atas mereka" menunjuk pihak yang dilampaui, dan susunan "setelah" menaruh kejadian ini sebelum penahanan tangan. Kata kemenangan yang lain, (فَتْحًا, fathan), dipakai di surah ini pada 48:1, 48:18, dan 48:27. Kata itu berakar ف-ت-ح, terpisah dari akar azhfarakum.

Ayat ditutup dengan (وَكَانَ اللَّهُ بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرًا, wa-kaana llaahu bi-maa ta'maluuna bashiiran) yang berarti "Allah melihat apa yang kalian kerjakan". Kata (بَصِيرًا, bashiiran) yang berarti "melihat" berakar ب-ص-ر, dan bentuk persisnya ada lima belas kali di sepuluh surah. Kalimat penutup yang utuh ada dua kali, di 33:9 dan 48:24. Di 33:9 kalimat itu mengikuti (جُنُودًا لَمْ تَرَوْهَا, junuudan lam tarawhaa) yang berarti "bala tentara yang tidak kalian lihat". Bentuk tanpa kata kerja kaana, (بِمَا تَعْمَلُونَ بَصِيرٌ, bi-maa ta'maluuna bashiirun), ada di dua belas ayat, yaitu 2:110, 2:233, 2:237, 2:265, 3:156, 8:72, 11:112, 34:11, 41:40, 57:4, 60:3, dan 64:2. Kata ganti dalam (تَعْمَلُونَ, ta'maluuna) yang berarti "kalian kerjakan" menunjuk orang-orang yang diajak bicara, sedangkan kata ganti di anak kalimat sebelumnya menunjuk "mereka". Pergantian itu menaruh penutup pada perbuatan pihak yang diajak bicara.

Tafsiran

Ayat ini menuturkan keadaan yang sungguh terjadi, berbeda dari 48:22 yang berupa pengandaian. Pelaku utamanya Allah, dan isinya dua perbuatan berurutan: memenangkan kalian atas mereka, lalu menahan tangan kedua pihak. Urutan waktunya ditandai dengan kata setelah, sehingga penahanan datang sesudah kemenangan. Hasilnya berlawanan dengan 48:22. Di sana lawan berbalik dan tidak mendapati pelindung, sedangkan di sini tidak ada benturan yang dituturkan.

Ayat 48:20 sudah menyebut penahanan tangan manusia dari kalian, dan 48:24 menambah sisi yang kedua, tangan kalian dari mereka. Ayat 48:20 juga menyebut maksudnya, (وَلِتَكُونَ آيَةً لِلْمُؤْمِنِينَ, wa-li-takuuna aayatan lilmu'miniina) yang berarti "agar menjadi tanda bagi orang-orang mukmin". Ayat 48:24 tidak menyebut maksud. Alasan yang tertulis di dekatnya terbaca di 48:25, yang dibuka dengan kata (هُمُ, humu) yang berarti "merekalah" dan menamai pihak yang tangannya ditahan sebagai orang-orang yang kufur, lalu memuat pengandaian tentang laki-laki dan perempuan beriman yang tidak diketahui. Pengandaian itu dapat dibaca sebagai alasan penahanan di 48:24, meski teksnya tidak menyatakan hubungan sebab itu secara langsung.

Kalimat penutup berbicara tentang apa yang dikerjakan orang-orang yang diajak bicara. Sepanjang ayat, "kalian" dan "mereka" bergantian menjadi pemilik tangan, dan penutup memuat "kalian" saja. Ayat tidak mengatakan apa yang dikerjakan itu, dan 48:25 sampai 48:26 melanjutkan dengan uraian tentang orang-orang beriman yang tidak dikenal serta tentang isi hati dua pihak.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 48:24 menyebut dua perbuatan Allah dengan urutan yang jelas: lebih dulu memenangkan kalian atas mereka, lalu menahan tangan kedua pihak. Penahanan datang kepada pihak yang sudah berada di atas, sehingga tangan yang ditahan itu sebenarnya sudah punya jalan. Di 4:77 perintah menahan tangan diberikan kepada orang-orang sendiri, dan ayat itu menuturkan sebagian dari mereka takut ketika perang diwajibkan, sedangkan di 48:24 Allah sendiri yang menahan. Seseorang yang pernah berada di atas dalam sebuah perselisihan, entah sebagai atasan, pemenang debat, atau pihak yang benar, dapat mengingat apa yang dikerjakan tangannya pada hari itu. Seandainya tidak ada yang menahan, sejauh mana tangan itu akan sampai?
  • Di 5:11 dan 48:20 Allah menahan tangan pihak lain, sedangkan 48:24 menambah tangan kalian dari mereka. Pembaca ayat ini ditempatkan di antara yang ditahan. Perubahannya kecil dalam teks, hanya satu anak kalimat tambahan, tetapi kedudukan pembaca bergeser dari penerima perlindungan menjadi pihak yang juga dikenai pembatasan. Orang yang terbiasa membaca ayat tentang penahanan lawan dengan rasa lega dapat memperhatikan anak kalimat kedua itu. Bagaimana rasanya ketika yang ditahan ternyata juga dirinya sendiri, dan di bagian hidup yang mana ia paling berharap tangannya dibiarkan bebas?
  • Penutup ayat 48:24 menyebut bahwa Allah melihat apa yang dikerjakan orang-orang yang diajak bicara, tepat sesudah uraian tentang tangan yang ditahan. Ketika tangan ditahan, pekerjaan yang tampak berhenti. Ayat tidak menjelaskan apa yang dimaksud dengan pekerjaan pada saat itu, sehingga pembaca menimbang sendiri apa yang masih dikerjakan ketika sesuatu dihalangi darinya. Seseorang yang gagal melakukan sesuatu karena dilarang atau terhalang dapat bertanya apa yang tetap berjalan dalam dirinya pada waktu itu: menggerutu, menunggu, atau menyiapkan hal lain. Bagian hari yang tanpa saksi manusia, siapa yang menyaksikannya?
  • Nama tempat (مَكَّةَ, makkata) di 48:24 hanya tertulis sekali dalam bentuk itu di seluruh Al-Qur'an, dan kalimat yang memuatnya berbicara tentang tangan yang ditahan. Ayat itu tidak menyebut tempat tersebut sebagai tempat yang direbut atau ditinggalkan. Yang tertulis adalah apa yang tidak terjadi di dalamnya. Pembaca dapat menaruh kenyataan itu di samping tempat-tempat yang diingatnya sendiri, misalnya rumah lama, ruang kerja, atau sebuah jalan tertentu. Tempat-tempat itu dikenang karena kejadian yang berlangsung di sana, atau adakah yang dikenang karena sesuatu yang berhenti sebelum sempat terjadi? Apa yang akan tertulis di sebelah nama tempat itu bila ingatannya diminta mencatat?
  • Ayat 5:11 memerintahkan mengingat nikmat Allah, lalu menyebut isinya: suatu kaum berniat mengulurkan tangan kepada kalian, kemudian tangan mereka ditahan. Nikmat yang disebut di sana berupa sesuatu yang tidak terjadi. Kalimat yang hampir sama terbaca di 48:24 tanpa perintah mengingat, sehingga pembaca menimbang sendiri apakah peristiwa semacam itu masuk dalam daftar nikmat yang disusunnya. Seseorang dapat mengingat sebuah malam atau perjalanan yang nyaris berakhir buruk lalu tidak jadi. Ketika mengingat apa yang telah diterimanya selama ini, apakah malam seperti itu ikut dihitung, ataukah daftar itu terbatas pada hal yang bisa dipegang tangan?
  • Ayat 48:24 menuturkan penahanan tangan tanpa menyebut alasan. Ayat berikutnya, 48:25, memuat pengandaian tentang laki-laki dan perempuan beriman yang tidak diketahui, yang bisa terinjak dan menyebabkan kesulitan tanpa disadari, dan pengandaian itu dapat dibaca sebagai alasannya. Di antara penahanan dan penjelasan ada jarak satu ayat, dan pada jarak itu pembaca memegang peristiwa tanpa mengetahui sebabnya. Keterangan yang datang kemudian menyangkut orang-orang yang tidak diketahui oleh pihak yang ditahan. Seseorang yang pernah dihalangi dari sesuatu dapat memeriksa apakah ia memberi keterangan itu waktu untuk datang, atau sudah menyimpulkan sebabnya sendiri sebelum waktunya tiba.