هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ ۚ وَلَوْلَا رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍ ۖ لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ ۚ لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا
Merekalah orang-orang yang kufur dan menghalangi kalian dari Masjidilharam, dan hadyu yang tertahan dari mencapai tempatnya. Seandainya tidak ada beberapa orang laki-laki dan perempuan yang beriman yang tidak kalian ketahui, sehingga kalian akan menginjak mereka yang menyebabkan kalian ditimpa kesulitan tanpa kalian sadari, karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya. Sekiranya mereka terpisah, tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kufur di antara mereka dengan azab yang pedih.
Terjemahan bertahap (6 jeda)
- هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِhumu lladziina kafaruu wa-shadduukum 'ani l-masjidi l-haraamimerekalah orang-orang yang kufur dan menghalangi kalian dari Masjidilharam
- وَالْهَدْيَ مَعْكُوفًا أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُwa-l-hadya ma'kuufan an yablugha mahillahudan hadyu yang tertahan dari mencapai tempatnya
- وَلَوْلَا رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْwa-lawlaa rijaalun mu'minuuna wa-nisaa'un mu'minaatun lam ta'lamuuhumseandainya tidak ada beberapa orang laki-laki dan perempuan yang beriman yang tidak kalian ketahui
- أَنْ تَطَئُوهُمْ فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ بِغَيْرِ عِلْمٍan tatha'uuhum fa-tushiibakum minhum ma'arratun bi-ghayri 'ilminsehingga kalian akan menginjak mereka yang menyebabkan kalian ditimpa kesulitan tanpa kalian sadari
- لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُli-yudkhila llaahu fii rahmatihi man yasyaa'ukarena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya
- لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًاlaw tazayyaluu la-'adzdzabnaa lladziina kafaruu minhum 'adzaaban aliimansekiranya mereka terpisah, tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kufur di antara mereka dengan azab yang pedih
Terjemahan per kata (40 kata)
- هُمُhumumerekalah
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- وَصَدُّوكُمْwa-shadduukumdan mereka menghalangi kalian
- عَنِ'anidari
- الْمَسْجِدِl-masjidiMasjid
- الْحَرَامِl-haraamiHaram
- وَالْهَدْيَwa-l-hadyadan hewan kurban
- مَعْكُوفًاma'kuufantertahan
- أَنْanuntuk
- يَبْلُغَyablughamencapai
- مَحِلَّهُmahillahutempat penyembelihannya
- وَلَوْلَاwa-lawlaadan sekiranya tidak
- رِجَالٌrijaalunpara lelaki
- مُؤْمِنُونَmu'minuunaorang-orang beriman
- وَنِسَاءٌwa-nisaa'undan perempuan
- مُؤْمِنَاتٌmu'minaatunperempuan-perempuan mukmin
- لَمْlamtidak
- تَعْلَمُوهُمْta'lamuuhumkalian mengetahui mereka
- أَنْanbahwa
- تَطَئُوهُمْtatha'uuhumkalian menginjak mereka
- فَتُصِيبَكُمْfa-tushiibakummaka menimpa kalian
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- مَعَرَّةٌma'arratunkesusahan
- بِغَيْرِbi-ghayritanpa
- عِلْمٍ'ilminpengetahuan
- لِيُدْخِلَli-yudkhilaagar Dia memasukkan
- اللَّهُllaahuAllah
- فِيfiike dalam
- رَحْمَتِهِrahmatihirahmat-Nya
- مَنْmanorang yang
- يَشَاءُyasyaa'uDia kehendaki
- لَوْlawsekiranya
- تَزَيَّلُواtazayyaluumereka terpisah
- لَعَذَّبْنَاla-'adzdzabnaasungguh Kami akan mengazab
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- كَفَرُواkafaruukufur
- مِنْهُمْminhumdari mereka
- عَذَابًا'adzaabanazab
- أَلِيمًاaliimanyang pedih
Inti bacaan
Kata (مَعَرَّةٌ, ma'arratun) muncul sekali di Al-Qur'an, yaitu di 48:25, dan akarnya hanya ditemukan lagi pada wa-l-mu'tarra di 22:36.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ, humu lladziina kafaruu wa-shadduukum 'ani l-masjidi l-haraami) yang berarti "merekalah orang-orang yang kufur dan menghalangi kalian dari Masjidilharam". Kata ganti (هُمُ, humu) yang berarti "merekalah" ditaruh di depan, sehingga kalimat ini menamai pihak yang di 48:24 hanya disebut "mereka". Susunan (هُمُ الَّذِينَ كَفَرُوا, humu lladziina kafaruu) hanya ada di 48:25. Kata kerja (صَدُّوكُمْ, shadduukum) yang berarti "mereka menghalangi kalian" berakar ص-د-د, dan bentuk lampau dengan akhiran -kum ada dua kali, yaitu di 5:2 dan 48:25. Di 5:2, (أَنْ صَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ, an shadduukum 'ani l-masjidi l-haraami) berarti "karena mereka menghalangi kalian dari Masjidilharam". Susunan (عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ, 'ani l-masjidi l-haraami) ada tiga kali, yaitu di 5:2, 8:34, dan 48:25. Di 8:34 bunyinya (يَصُدُّونَ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ, yashudduuna 'ani l-masjidi l-haraami) yang berarti "mereka menghalangi dari Masjidilharam". Terjemahan memakai "menghalangi" di ketiga ayat itu, dan juga di 22:25, (وَيَصُدُّونَ عَنْ سَبِيلِ اللَّهِ وَالْمَسْجِدِ الْحَرَامِ, wa-yashudduuna 'an sabiili llaahi wa-l-masjidi l-haraami) yang berarti "dan menghalangi dari jalan Allah dan Masjidilharam".
Kata (وَالْهَدْيَ, wa-l-hadya) yang berarti "dan hadyu" berakar ه-د-ي. Kata hadyu ada di lima ayat, yaitu 2:196 tiga kali, 5:2, 5:95, 5:97, dan 48:25, dan terjemahan memakai kata yang sama di kelimanya. Ayat 5:95 menjelaskan bendanya. Di sana (مِنَ النَّعَمِ, mina n-na'ami) yang berarti "dari hewan ternak" menjadi denda, yang disebut (هَدْيًا بَالِغَ الْكَعْبَةِ, hadyan baaligha l-ka'bati) yang berarti "sebagai hadyu yang dibawa ke Kakbah". Kata (مَعْكُوفًا, ma'kuufan) yang berarti "tertahan" berakar ع-ك-ف, dan bentuk ini hanya ada di 48:25. Akar itu muncul di delapan ayat lain untuk orang yang tinggal tak beranjak di satu tempat atau di depan sesuatu, misalnya (وَالْعَاكِفِينَ, wal-'aakifiina) yang berarti "dan yang bermukim" di 2:125, (الْعَاكِفُ فِيهِ, al-'aakifu fiihi) yang berarti "yang bermukim di sana" di 22:25, dan (يَعْكُفُونَ عَلَىٰ أَصْنَامٍ, ya'kufuuna 'alaa ashnaamin) yang berarti "tekun menyembah berhala-berhala" di 7:138. Bentuk yang dikenai perbuatan di 48:25 karena itu berarti hadyu yang dibuat tinggal di tempat dan tidak beranjak, yaitu tertahan.
Tujuan hadyu itu ditulis (أَنْ يَبْلُغَ مَحِلَّهُ, an yablugha mahillahu) yang berarti "dari mencapai tempatnya". Di 2:196, (حَتَّىٰ يَبْلُغَ الْهَدْيُ مَحِلَّهُ, hattaa yablugha l-hadyu mahillahu) berarti "sampai hadyu sampai di tempatnya", sehingga tiga kata yang sama, hadyu, sampai, dan tempatnya, berkumpul di 2:196 dan 48:25. Kata mahill ada tiga kali, di 2:196, 22:33, dan 48:25. Di 22:33, (ثُمَّ مَحِلُّهَا إِلَى الْبَيْتِ الْعَتِيقِ, tsumma mahilluhaa ilaa l-bayti l-'atiiqi) berarti "kemudian tempat penyembelihannya di Rumah Purba itu". Terjemahan 48:25 memakai "tempatnya" seperti 2:196, sebab ayat ini tidak memuat kata penyembelihan.
Pengandaian dibuka dengan (وَلَوْلَا رِجَالٌ مُؤْمِنُونَ وَنِسَاءٌ مُؤْمِنَاتٌ لَمْ تَعْلَمُوهُمْ, wa-lawlaa rijaalun mu'minuuna wa-nisaa'un mu'minaatun lam ta'lamuuhum) yang berarti "seandainya tidak ada beberapa orang laki-laki dan perempuan yang beriman yang tidak kalian ketahui". Kata (رِجَالٌ, rijaalun) "laki-laki" dan (نِسَاءٌ, nisaa'un) "perempuan" tidak memakai kata sandang al-, sehingga terjemahan memakai "beberapa": ayat tidak menentukan siapa dan berapa jumlahnya. Susunan lengkap rijaalun mu'minuuna wa-nisaa'un mu'minaatun hanya ada di 48:25. Anak kalimat (لَمْ تَعْلَمُوهُمْ, lam ta'lamuuhum) hanya ada di sini, tetapi pola sejajarnya ada di 8:60, (لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللَّهُ يَعْلَمُهُمْ, laa ta'lamuunahumu llaahu ya'lamuhum) yang berarti "yang kalian tidak mengetahui mereka; Allah mengetahui mereka". Di 48:25 kalimat tentang pengetahuan Allah tidak menyusul langsung, tetapi 48:27 memuat (فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا, fa-'alima maa lam ta'lamuu) yang berarti "Allah mengetahui apa yang tidak kalian ketahui".
Kata kerja (تَطَئُوهُمْ, tatha'uuhum) yang berarti "kalian menginjak mereka" berakar و-ط-أ, dan dalam bentuk ini ada di 9:120, 33:27, dan 48:25. Di 9:120, (وَلَا يَطَئُونَ مَوْطِئًا, wa-laa yatha'uuna mawthi'an) berarti "dan tidak menginjak suatu tempat", dan di 33:27, (أَرْضًا لَمْ تَطَئُوهَا, ardhan lam tatha'uuhaa) berarti "tanah yang belum kalian injak". Sasaran di dua ayat itu berupa tempat, sedangkan di 48:25 berupa orang, ditunjuk oleh -hum. Kata (مَعَرَّةٌ, ma'arratun) dalam (فَتُصِيبَكُمْ مِنْهُمْ مَعَرَّةٌ, fa-tushiibakum minhum ma'arratun) yang berarti "yang menyebabkan kalian ditimpa kesulitan" hanya ada di 48:25. Akarnya ع-ر-ر ditemukan sekali lagi, yaitu pada (وَالْمُعْتَرَّ, wa-l-mu'tarra) di 22:36, tentang orang yang diberi makan, sehingga tidak ada pembanding bagi arti "kesulitan", dan arti itu diambil dari kalimatnya: kata tersebut menimpa kalian dan datang dari mereka. Frasa (بِغَيْرِ عِلْمٍ, bi-ghayri 'ilmin) ada di dua belas ayat, yaitu 6:100, 6:108, 6:119, 6:140, 6:144, 16:25, 22:3, 22:8, 30:29, 31:6, 31:20, dan 48:25. Di sebelas ayat lain frasa itu menerangkan pelaku yang berbicara atau bertindak tanpa pengetahuan, dan terjemahan memakai "tanpa pengetahuan" atau "tanpa ilmu". Di 48:25 frasa itu dapat dibaca menerangkan kalian yang menginjak, sebab kalimat sebelumnya menyebut kalian tidak mengetahui mereka, dan terjemahan memakai "tanpa kalian sadari" supaya pelakunya terbaca.
Anak kalimat (لِيُدْخِلَ اللَّهُ فِي رَحْمَتِهِ مَنْ يَشَاءُ, li-yudkhila llaahu fii rahmatihi man yasyaa'u) berarti "karena Allah hendak memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya". Kata kerja yang sama dengan awalan (لِ, li-) ada di 48:5, (لِيُدْخِلَ الْمُؤْمِنِينَ, li-yudkhila l-mu'miniina) yang berarti "agar Dia memasukkan orang-orang mukmin", dan di sana terjemahan memakai "agar". Di 48:25 terjemahan memakai "karena Allah hendak" supaya anak kalimat ini terbaca sebagai alasan bagi penahanan yang dituturkan di 48:24, dan tidak terbaca sebagai tujuan dari menginjak. Susunan (فِي رَحْمَتِهِ, fii rahmatihi) yang berarti "ke dalam rahmat-Nya" ada di lima ayat, yaitu 9:99, 42:8, 45:30, 48:25, dan 76:31. Di 42:8 dan 76:31 bunyinya (يُدْخِلُ مَنْ يَشَاءُ فِي رَحْمَتِهِ, yudkhilu man yasyaa'u fii rahmatihi) yang berarti "Dia memasukkan siapa yang Dia kehendaki ke dalam rahmat-Nya", dan keduanya disusul penyebutan orang-orang zalim. Di 42:8 mereka (مَا لَهُمْ مِنْ وَلِيٍّ وَلَا نَصِيرٍ, maa lahum min waliyyin wa-laa nashiirin) yang berarti "tidak memiliki pelindung dan tidak pula penolong", dan di 76:31 azab yang pedih disediakan bagi mereka. Urutan itu sama dengan 48:25, yang menyusul dengan azab bagi orang-orang yang kufur. Ayat 48:25 tidak menyatakan bahwa "siapa yang Dia kehendaki" sama dengan laki-laki dan perempuan beriman tadi.
Kalimat terakhir (لَوْ تَزَيَّلُوا لَعَذَّبْنَا الَّذِينَ كَفَرُوا مِنْهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا, law tazayyaluu la-'adzdzabnaa lladziina kafaruu minhum 'adzaaban aliiman) berarti "sekiranya mereka terpisah, tentu Kami akan mengazab orang-orang yang kufur di antara mereka dengan azab yang pedih". Kata (تَزَيَّلُوا, tazayyaluu) yang berarti "mereka terpisah" berakar ز-ي-ل, dan kata kerja dengan huruf ya digandakan hanya ada di 10:28 dan 48:25. Di 10:28, (فَزَيَّلْنَا بَيْنَهُمْ, fa-zayyalnaa baynahum) berarti "lalu Kami pisahkan di antara mereka", dengan Kami sebagai pelakunya. Di 48:25 pelakunya mereka sendiri, ditandai oleh awalan ta- pada kata kerjanya. Kata (مِنْهُمْ, minhum) yang berarti "di antara mereka" menyebut orang-orang yang kufur sebagai sebagian dari kelompok yang lebih besar, sehingga kelompok yang diandaikan terpisah itu memuat dua macam orang. Penyebutan pelaku juga berganti dalam satu ayat, dari (اللَّهُ, llaahu) "Allah" di anak kalimat sebelumnya ke (لَعَذَّبْنَا, la-'adzdzabnaa) "Kami". Susunan (الَّذِينَ كَفَرُوا, alladziina kafaruu) muncul dua kali dalam ayat ini.
Tafsiran
Ayat ini memberi nama kepada pihak yang di 48:24 hanya disebut "mereka", lalu menjelaskan sebuah keadaan yang tidak terlihat oleh orang yang berada di dalamnya. Tiga perbuatan disebut sebelum pengandaian: kufur, menghalangi dari Masjidilharam, dan menahan hadyu dari tempatnya. Dua yang terakhir berupa perbuatan terhadap kalian, dan ayat tidak menyebut hukuman apa pun atas ketiganya pada bagian itu. Hukuman baru muncul di kalimat penutup, dan dengan syarat: bila mereka terpisah.
Inti ayat ada di pengandaian. Ada laki-laki dan perempuan beriman yang tidak kalian ketahui, dan ayat menyebut kemungkinan kalian menginjak mereka lalu ditimpa kesulitan tanpa disadari. Pengandaian itu tidak disusul kalimat jawaban. Ayat tidak menyatakan siapa mereka, di mana mereka, dan berapa jumlahnya. Penahanan di 48:24 dapat dibaca sebagai akibat dari keberadaan mereka. Sesudah pengandaian itu ada dua anak kalimat yang bercabang: rahmat bagi siapa yang Dia kehendaki, dan azab bagi orang-orang yang kufur bila mereka terpisah.
Dua anak kalimat itu dapat dibaca sebagai dua akibat penahanan sekaligus. Bagi laki-laki dan perempuan beriman, penahanan menjaga mereka dari terinjak. Bagi orang-orang yang kufur di antara mereka, ayat mengaitkan azab dengan keadaan terpisah. Ayat tidak mengatakan kapan pemisahan itu terjadi, dan tidak mengatakan apakah akan terjadi.
Ketidaktahuan menjadi benang antara 48:25 dan 48:27. Ayat 48:27 memakai kata kerja yang sama dengan lam ta'lamuuhum, dalam kalimat bahwa Allah mengetahui apa yang tidak kalian ketahui. Ayat 48:26 yang berada di antara keduanya berbicara tentang isi hati dua pihak, sehingga bagian ini memuat tiga hal yang tersembunyi dari pandangan: orang beriman yang tidak dikenal, isi hati, dan apa yang tidak kalian ketahui.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 48:25 memuat pengandaian tentang laki-laki dan perempuan beriman yang tidak diketahui oleh pihak yang tangannya ditahan Allah di 48:24, dan pengandaian itu dapat dibaca sebagai alasan penahanan. Ayat menyebut keberadaan orang yang tidak terlihat, dan tidak menyebut kekuatan lawan. Keputusan yang tampak jelas dari tempat berdiri satu pihak dapat membawa akibat bagi orang yang berada di luar jangkauan pandangnya. Seseorang yang akan mengambil langkah besar, entah menutup sebuah usaha, menegur sebuah kelompok, atau mengubah aturan sebuah rumah, dapat bertanya siapa saja yang akan terinjak tanpa pernah disebut dalam pembicaraan. Berapa orang di jalan keputusannya yang namanya tidak ada dalam daftar yang dipegangnya?
- Ayat menyebut laki-laki yang beriman dan perempuan yang beriman dengan nama masing-masing, sehingga yang tidak diketahui itu tidak dilebur menjadi satu sebutan umum. Keduanya menjadi bagian dari alasan yang membuat sesuatu ditahan, dan ayat tidak menyebut jumlah di antara keduanya. Pembaca yang menyusun daftar pihak yang terdampak oleh sebuah keputusan dapat memeriksa apakah daftarnya menyebut tiap golongan dengan namanya, atau memuat sebutan umum saja yang menutupi siapa saja di dalamnya. Siapa yang akan hilang dari daftar itu bila seluruhnya ditulis dengan satu kata, dan siapa yang baru tampak ketika kata itu dipecah?
- Kalimat pengandaian di 48:25 menempatkan kesulitan pada pihak yang menginjak: kalian ditimpa kesulitan dari mereka. Jenis dan bentuk kesulitan itu tidak diuraikan oleh ayat. Yang tertulis adalah arahnya, dari orang-orang yang diinjak kembali kepada yang menginjak, dan keadaannya, tanpa pengetahuan. Seseorang yang pernah melukai orang lain tanpa menyadarinya, lalu mendapati akibatnya datang belakangan lewat jalan yang tidak diduga, dapat memeriksa kembali bagaimana keduanya disambungkan dalam ingatannya. Apa yang membuat sambungan itu baru terlihat sesudah akibatnya tiba, dan apa yang akan terlihat bila sambungan itu sudah tampak sejak awal?
- Hadyu di 48:25 disebut tertahan dari mencapai tempatnya, padahal di 2:196 hadyu dan tempatnya menjadi syarat bagi tindakan lain: kepala tidak dicukur sampai hadyu sampai di tempatnya. Hadyu yang hendak sampai dan tempat yang tidak tercapai bertemu dalam satu kalimat, tanpa keterangan tentang apa yang terjadi pada hewan-hewan itu sesudahnya. Seseorang yang pernah menyiapkan sesuatu untuk diserahkan, entah hadiah, laporan, atau permintaan maaf, lalu mendapati jalan menuju penerimanya tertutup, dapat memeriksa ke mana persiapan itu pergi. Disimpan menunggu jalan terbuka, atau dibongkar karena terasa sia-sia? Ayat hanya menyebut penghalang bagi tempatnya, dan tidak menyebut nasib barang yang tertahan.
- Anak kalimat tentang rahmat di 48:25 tidak menyebut syarat bagi yang masuk ke dalamnya: siapa yang Dia kehendaki. Di 42:8 dan 76:31 kalimat yang sama disusul nasib pihak lain, yaitu orang-orang zalim yang tidak memiliki pelindung dan penolong atau yang disediakan azab pedih. Ayat 48:25 sendiri menyebut orang-orang beriman yang tidak diketahui. Seseorang yang terbiasa menaruh orang lain di kolom tertentu dapat menimbang isi kolom itu. Terhadap siapa pernah ditetapkannya sesuatu dengan pasti, padahal orangnya tidak dikenalnya?
- Kata minhum di 48:25 menyebut orang-orang yang kufur sebagai sebagian dari kelompok yang diandaikan terpisah, sehingga kelompok itu memuat dua macam orang. Dari luar, kelompok itu terlihat sebagai satu pihak, pihak yang sama yang di 48:22 diandaikan berbalik dan di 48:24 disebut tangannya ditahan. Allah menyebut azab sebagai sesuatu yang bergantung pada pemisahan itu. Seseorang yang menyebut sebuah kelompok dengan satu sifat, entah sebuah kota, kantor, atau partai, dapat memeriksa siapa saja di dalamnya yang tidak cocok dengan sifat itu. Kalimat apa yang diucapkannya tentang kelompok itu yang tidak akan diucapkannya tentang tiap orangnya satu per satu?