إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِ فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَ وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَا ۚ وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًا

Ketika orang-orang yang kufur menanamkan kesombongan dalam hati mereka, kesombongan jahiliah, lalu Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Dan menetapkan bagi mereka kalimat takwa; mereka lebih berhak atasnya dan patut memilikinya. Allah berilmu akan segala sesuatu.

Terjemahan bertahap (4 jeda)
  1. إِذْ جَعَلَ الَّذِينَ كَفَرُوا فِي قُلُوبِهِمُ الْحَمِيَّةَ حَمِيَّةَ الْجَاهِلِيَّةِidz ja'ala lladziina kafaruu fii quluubihimu l-hamiyyata hamiyyata l-jaahiliyyatiketika orang-orang yang kufur menanamkan kesombongan dalam hati mereka, kesombongan jahiliah
  2. فَأَنْزَلَ اللَّهُ سَكِينَتَهُ عَلَىٰ رَسُولِهِ وَعَلَى الْمُؤْمِنِينَfa-anzala llaahu sakiinatahu alaa rasuulihi wa-alaa l-mu'miniinalalu, Allah menurunkan ketenangan kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin
  3. وَأَلْزَمَهُمْ كَلِمَةَ التَّقْوَىٰ وَكَانُوا أَحَقَّ بِهَا وَأَهْلَهَاwa-alzamahum kalimata t-taqwaa wa-kaanuu ahaqqa bihaa wa-ahlahaadan menetapkan bagi mereka kalimat takwa; mereka lebih berhak atasnya dan patut memilikinya
  4. وَكَانَ اللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمًاwa-kaana llaahu bikulli shay'in aliimanAllah berilmu akan segala sesuatu
Catatan pilihan kata (ringkas)

Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih..

Aplikasi

Kontras 'kesombongan jahiliah' versus 'ketenangan' yang diturunkan kepada orang beriman, disertai 'kalimat takwa' yang mereka 'lebih berhak' memilikinya, dua respons berbeda terhadap tekanan situasi yang sama.