لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّ ۖ لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَ ۖ فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًا

Sungguh, Allah telah membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenar-benarnya, bahwa kalian pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala, dan memendekkannya, sedang kalian tidak merasa takut. Allah mengetahui apa yang tidak kalian ketahui, dan selain itu Dia telah menjadikan kemenangan yang dekat.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا بِالْحَقِّla-qad shadaqa llaahu rasuulahu r-ru'yaa bi-l-haqqisungguh, Allah telah membuktikan kepada Rasul-Nya tentang kebenaran mimpinya dengan sebenar-benarnya
  2. لَتَدْخُلُنَّ الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ وَمُقَصِّرِينَ لَا تَخَافُونَla-tadkhulunna l-masjida l-haraama in syaa'a llaahu aaminiina muhalliqiina ru'uusakum wa-muqashshiriina laa takhaafuunabahwa kalian pasti akan memasuki Masjidilharam, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman, dengan mencukur rambut kepala, dan memendekkannya, sedang kalian tidak merasa takut
  3. فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا فَجَعَلَ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ فَتْحًا قَرِيبًاfa-'alima maa lam ta'lamuu fa-ja'ala min duuni dzaalika fathan qariibanAllah mengetahui apa yang tidak kalian ketahui, dan selain itu Dia telah menjadikan kemenangan yang dekat

Terjemahan per kata (28 kata)

  1. لَقَدْla-qadsungguh
  2. صَدَقَshadaqamembenarkan
  3. اللَّهُllaahuAllah
  4. رَسُولَهُrasuulahurasul-Nya
  5. الرُّؤْيَاr-ru'yaamimpi
  6. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  7. لَتَدْخُلُنَّla-tadkhulunnasungguh kalian akan memasuki
  8. الْمَسْجِدَl-masjidamasjid
  9. الْحَرَامَl-haraamayang suci
  10. إِنْinjika
  11. شَاءَsyaa'amenghendaki
  12. اللَّهُllaahuAllah
  13. آمِنِينَaaminiinadalam keadaan aman
  14. مُحَلِّقِينَmuhalliqiinamencukur rambut
  15. رُءُوسَكُمْru'uusakumkepala kalian
  16. وَمُقَصِّرِينَwa-muqashshiriinadan memendekkan rambut
  17. لَاlaatidak
  18. تَخَافُونَtakhaafuunakalian takut
  19. فَعَلِمَfa-'alimamaka Dia mengetahui
  20. مَاmaaapa yang
  21. لَمْlamtidak
  22. تَعْلَمُواta'lamuukalian mengetahui
  23. فَجَعَلَfa-ja'alalalu Dia menjadikan
  24. مِنْmindari
  25. دُونِduuniselain
  26. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  27. فَتْحًاfathankemenangan
  28. قَرِيبًاqariibanyang dekat

Inti bacaan

Pasangan (مُحَلِّقِينَ, muhalliqiina) dan (وَمُقَصِّرِينَ, wa-muqashshiriina) masing-masing muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 48:27.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (لَقَدْ صَدَقَ اللَّهُ رَسُولَهُ الرُّؤْيَا, la-qad shadaqa llaahu rasuulahu r-ru'yaa) yang berarti "sungguh, Allah telah membuktikan kepada Rasul-Nya mimpi itu". Kata kerja (صَدَقَ, shadaqa) berakar ص-د-ق dan berbentuk lampau. Di sini kata kerja itu membawa dua pihak sekaligus, yaitu Rasul-Nya sebagai penerima dan mimpi sebagai hal yang dibuktikan. Susunan yang sama ada di 3:152, (وَلَقَدْ صَدَقَكُمُ اللَّهُ وَعْدَهُ, wa-la-qad shadaqakumu llaahu wa'dahu) yang berarti "dan sungguh Allah telah membuktikan janji-Nya kepada kalian", dengan Allah sebagai pelaku, kalian sebagai penerima, dan janji sebagai hal yang dibuktikan. Kedua ayat memakai "membuktikan" dan "telah". Bentuk (صَدَقَ اللَّهُ, shadaqa llaahu) muncul tiga kali, yaitu di 3:95, 33:22, dan 48:27. Di 3:95 dan 33:22 kata kerjanya tidak membawa penerima, dan terjemahannya "benar" dan "benarlah".

Kata (الرُّؤْيَا, r-ru'yaa) berakar ر-ء-ي, akar yang sama dengan kata kerja "melihat". Bentuk persis ini muncul tiga kali, yaitu di 17:60, 37:105, dan 48:27. Di 17:60 kata itu berada dalam (الَّتِي أَرَيْنَاكَ, llatii araynaaka) yang berarti "yang Kami perlihatkan kepadamu", dan terjemahannya "penglihatan". Di 37:105 terjemahannya "mimpi", sedangkan 37:102 memuat (أَرَىٰ فِي الْمَنَامِ, araa fii l-manaami) yang berarti "aku melihat dalam mimpi", dengan kata manaam. Ayat 48:27 tidak memuat kata manaam. Terjemahan memakai "mimpi" mengikuti 37:105, dan cara Rasul-Nya melihatnya tidak dirinci di sini. Kata (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) di ujung kalimat pertama berakar ح-ق-ق, akar yang berbeda dari ص-د-ق pada shadaqa. Dua kata Indonesia "kebenaran" dan "sebenar-benarnya" dalam terjemahan berasal dari dua akar itu: "kebenaran" menyertai kata kerja shadaqa, dan "sebenar-benarnya" mewakili bi-l-haqqi.

Kata (لَتَدْخُلُنَّ, la-tadkhulunna) yang berarti "sungguh kalian akan memasuki" dikuatkan dua kali, oleh huruf lam di depan dan huruf nun di akhir. Bentuk persis ini hanya muncul di 48:27 di seluruh Al-Qur'an. Waktu yang akan datang ada pada kata kerja ini, sedangkan shadaqa sudah lampau, sehingga terjemahan menulis "telah membuktikan" lebih dulu dan "akan memasuki" sesudahnya. Kata (الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ, l-masjida l-haraama) yang berarti "Masjidilharam" dalam bentuk sebagai tujuan kata kerja muncul dua kali, yaitu di 9:28 dan 48:27. Di 9:28 bunyinya (فَلَا يَقْرَبُوا الْمَسْجِدَ الْحَرَامَ, fa-laa yaqrabuu l-masjida l-haraama) yang berarti "maka janganlah mereka mendekati Masjidilharam". Tempat yang sama muncul dalam larangan di 9:28 dan dalam janji di 48:27, dengan kata kerja yang berbeda dan pihak yang berbeda.

Frasa (إِنْ شَاءَ اللَّهُ, in syaa'a llaahu) yang berarti "jika Allah menghendaki" muncul enam kali, yaitu di 2:70, 12:99, 18:69, 28:27, 37:102, dan 48:27. Di lima ayat selain 48:27 frasa itu berada dalam ucapan yang didahului kata kerja berkata, yaitu 2:70, 12:99, 18:69, 28:27, dan 37:102. Di 48:27 tidak ada kata kerja berkata sebelum frasa itu, dan kalimatnya menyebut Allah dengan nama-Nya. Ayat yang paling dekat dengan 48:27 adalah 12:99, karena kedua ayat menyambung frasa itu langsung dengan (آمِنِينَ, aaminiina) yang berarti "dalam keadaan aman", dan keduanya tentang memasuki sebuah tempat. Bunyi di 12:99 adalah (ادْخُلُوا مِصْرَ إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ, idkhuluu Mishra in syaa'a llaahu aaminiina) yang berarti "masuklah ke Mesir, jika Allah menghendaki, dalam keadaan aman". Susunan (إِنْ شَاءَ اللَّهُ آمِنِينَ, in syaa'a llaahu aaminiina) muncul dua kali, yaitu di 12:99 dan 48:27. Kata aaminiina sendiri muncul delapan kali di tujuh surah, yaitu di 12:99, 15:46, 15:82, 26:146, 28:31, 34:18, 44:55, dan 48:27.

Dua keadaan berikutnya adalah (مُحَلِّقِينَ رُءُوسَكُمْ, muhalliqiina ru'uusakum) yang berarti "mencukur kepala kalian" dan (وَمُقَصِّرِينَ, wa-muqashshiriina) yang berarti "dan memendekkan". Masing-masing muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 48:27. Kata muhalliqiina berakar ح-ل-ق, dan kata kerja dari akar yang sama ada di 2:196, (وَلَا تَحْلِقُوا رُءُوسَكُمْ, wa-laa tahliquu ru'uusakum) yang berarti "dan janganlah kalian mencukur kepala kalian". Kata (رُءُوسَكُمْ, ru'uusakum) muncul dua kali, yaitu di 2:196 dan 48:27. Di 2:196 kata itu berada dalam larangan yang diberi batas oleh kalimat sesudahnya, sedangkan di 48:27 ia menggambarkan keadaan orang yang masuk. Kata muqashshiriina berakar ق-ص-ر, dan kata kerja dari akar yang sama ada di 4:101, (أَنْ تَقْصُرُوا, an taqshuruu), yang dipakai untuk salat yang diperpendek. Arab ayat ini tidak memuat kata "rambut" dan tidak menyebut apa yang dipendekkan. Terjemahan menambahkan "rambut" dan "memendekkannya" mengikuti kata kepala yang disebut tepat sebelumnya, supaya mencukur dan memendekkan mengenai benda yang sama.

Keadaan terakhir adalah (لَا تَخَافُونَ, laa takhaafuuna) yang berarti "kalian tidak takut", berakar خ-و-ف. Bentuk persis ini muncul dua kali, yaitu di 6:81 dan 48:27. Di 6:81 bunyinya (وَلَا تَخَافُونَ, wa-laa takhaafuuna) yang berarti "padahal kalian tidak takut", dalam ucapan yang menunjuk bahwa pendengarnya tidak takut menyekutukan Allah. Di 48:27 kata itu menutup daftar keadaan orang yang masuk.

Kalimat penutup dibuka dengan (فَعَلِمَ مَا لَمْ تَعْلَمُوا, fa-'alima maa lam ta'lamuu) yang berarti "maka Dia mengetahui apa yang tidak kalian ketahui". Bentuk (مَا لَمْ تَعْلَمُوا, maa lam ta'lamuu) muncul dua kali, yaitu di 6:91 dan 48:27. Di 6:91 bunyinya (وَعُلِّمْتُمْ مَا لَمْ تَعْلَمُوا, wa-'ullimtum maa lam ta'lamuu) yang berarti "dan kalian diajari apa yang tidak kalian ketahui", sehingga pengetahuan itu diberikan kepada pendengarnya. Di 48:27 pengetahuan itu tetap pada Allah, dan isinya tidak disebut. Bentuk (فَعَلِمَ, fa-'alima) muncul dua kali, yaitu di 48:18 dan 48:27, dan keduanya disusul tindakan yang berujung pada (فَتْحًا قَرِيبًا, fathan qariiban). Di 48:18 bunyinya (فَعَلِمَ مَا فِي قُلُوبِهِمْ, fa-'alima maa fii quluubihim) yang berarti "Dia mengetahui apa yang ada dalam hati mereka", jadi yang diketahui adalah isi hati orang-orang yang berjanji setia. Di 48:27 yang diketahui tidak disebut.

Kata (مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ, min duuni dzaalika) diterjemahkan "selain itu". Susunan dengan min muncul dua kali, yaitu di 23:63 dan 48:27. Di 23:63 bunyinya (وَلَهُمْ أَعْمَالٌ مِنْ دُونِ ذَٰلِكَ, wa-lahum a'maalun min duuni dzaalika) yang berarti "dan mereka mempunyai perbuatan-perbuatan selain itu". Susunan tanpa min, (دُونَ ذَٰلِكَ, duuna dzaalika), muncul enam kali, yaitu di 4:48, 4:116, 7:168, 21:82, 52:47, dan 72:11, dan terjemahan di keenamnya juga "selain itu". Di kedelapan tempat itu kata tersebut menunjuk hal lain di samping yang baru disebut. Karena itu 48:27 tidak diterjemahkan "sebelum itu": kata duun menunjuk hal lain di samping yang disebut, sedangkan urutan waktunya datang dari bentuk kata kerja, yaitu lampau untuk kemenangan dan akan untuk masuk. Kata kerja (فَجَعَلَ, fa-ja'ala) yang berarti "lalu Dia menjadikan" muncul tujuh kali, yaitu di 21:58, 25:54, 48:27, 68:50, 75:39, 87:5, dan 105:5, dan terjemahan di enam tempat lain memakai "menjadikan". Terjemahan 48:27 memakai kata yang sama, sehingga kemenangan itu disebut dijadikan, tidak diberikan sebagai balasan. Di 48:18 kemenangan yang disebut dengan kata yang sama datang sesudah kata kerja lain, (وَأَثَابَهُمْ, wa-atsaabahum) yang berarti "dan memberi balasan kepada mereka".

Frasa (فَتْحًا قَرِيبًا, fathan qariiban) yang berarti "kemenangan yang dekat" muncul dua kali, yaitu di 48:18 dan 48:27. Kata fathan sendiri muncul empat kali di dua surah, yaitu di 26:118, 48:1, 48:18, dan 48:27. Di 26:118 bunyinya (فَافْتَحْ بَيْنِي وَبَيْنَهُمْ فَتْحًا, fa-ftah baynii wa-baynahum fathan) yang berarti "maka berilah keputusan antara aku dan mereka dengan suatu keputusan", sehingga terjemahannya "keputusan". Di tiga tempat lain terjemahannya "kemenangan", termasuk 48:1 yang berbunyi (فَتْحًا مُبِينًا, fathan mubiinan) dan berarti "kemenangan yang nyata".

Tafsiran

Ayat ini menyambungkan tiga pernyataan dalam satu kalimat: pembuktian mimpi, janji memasuki Masjidilharam, dan kemenangan yang dijadikan lebih dulu. Tempat yang disebut di sini sudah muncul dua ayat sebelumnya. Ayat 48:25 menyebut orang-orang yang kufur sebagai pihak yang (وَصَدُّوكُمْ عَنِ الْمَسْجِدِ الْحَرَامِ, wa-shadduukum 'ani l-masjidi l-haraami) yang berarti "dan menghalangi kalian dari Masjidilharam", sedangkan 48:27 menyebut tempat yang sama sebagai tujuan yang akan dimasuki dengan aman. Di antara keduanya, 48:26 menyebut ketenangan yang diturunkan Allah kepada Rasul-Nya dan orang-orang mukmin. Keadaan aman di 48:27 dapat dibaca sebagai lanjutan ketenangan di 48:26, meskipun hubungan sebab itu tidak dinyatakan.

Ayat ini berpindah dari "Rasul-Nya" ke "kalian" tanpa kata kerja berkata di antaranya. Akibatnya mimpi yang dibuktikan dan janji kepada orang banyak berada dalam satu kalimat, dan pembaca tidak diberi garis yang memisahkan isi mimpi dari penjelasan sesudahnya. Belum jelas dari kalimatnya apakah mimpi itu memuat semua rincian yang disebut, yaitu aman, mencukur, memendekkan, dan tanpa rasa takut, atau sebagian rincian itu ditambahkan oleh kalimat.

Janji itu memuat dua hal yang tampak berjauhan. Kata masuk dikuatkan dua kali dan ditutup dengan keadaan tanpa takut, tetapi di tengahnya ada ungkapan "jika Allah menghendaki". Kepastian dan kehendak Allah berada dalam satu kalimat, dan hubungan keduanya tidak diterangkan.

Bagian akhir ayat mengubah arah kalimat. Setelah janji masuk, kalimat berbicara tentang pengetahuan Allah yang tidak dimiliki pendengarnya, lalu tentang kemenangan yang sudah dijadikan. Kata kerja pertama dalam janji berbentuk akan, dan kata kerja tentang kemenangan berbentuk lampau, sehingga yang dijanjikan belum terjadi dan yang dijadikan sudah ada. Frasa kemenangan yang dekat sudah muncul di 48:18 sebagai balasan bagi orang-orang yang berjanji setia. Dapat dibaca bahwa kemenangan di 48:27 adalah yang sama, karena frasanya sama dan kata kerjanya lampau, tetapi hubungan itu tidak dinyatakan. Ayat 48:28 sesudahnya melebarkan pandangan dari satu tempat ke seluruh pertanggungjawaban.

Renungan dan Hikmah

  • Janji di 48:27 memuat dua hal dalam satu kalimat: kata masuk yang dikuatkan dua kali, dan ungkapan "jika Allah menghendaki" tepat sesudah nama tempat yang dituju. Ayat 18:23 sampai 18:24 mengatur ucapan tentang rencana besok, yaitu bahwa kalimat "aku akan melakukan itu besok" tidak diucapkan kecuali dengan menyebut kehendak Allah. Di 48:27 keduanya hadir bersama, dan kata masuk tetap dikuatkan. Pembaca yang menyusun rencana dapat memperhatikan kalimat rencananya sendiri, apakah kepastian dan kehendak Allah ada dalam satu napas atau salah satunya sudah hilang. Bila salah satunya dihapus dari kalimat itu, kalimat mana yang lebih mudah diucapkan?
  • Kalimat "Allah mengetahui apa yang tidak kalian ketahui" diletakkan sesudah janji, dan isi pengetahuan itu tidak disebut. Ayat 48:25 memakai akar kata yang sama untuk sesuatu yang konkret, yaitu orang-orang beriman yang tidak mereka ketahui. Di 48:27 bagian yang tidak diketahui itu dibiarkan kosong, dan yang disebut hanya akibatnya, yaitu kemenangan yang dijadikan. Orang yang sedang menunggu sesuatu dapat menyadari bahwa penantiannya punya sisi yang hanya dilihat oleh Dia. Bagian mana dari penantian pembaca yang masih berada di sisi itu?
  • Ayat ini menyebut dua hal yang berbeda: yang dijanjikan, yaitu masuk dengan aman, dan yang sudah dijadikan Allah, yaitu kemenangan yang dekat, dengan kata "selain itu" di antaranya. Kata kerja pertama berbentuk akan, kata kerja kedua berbentuk lampau. Pembaca yang menantikan sesuatu yang tertentu dapat memperhatikan bahwa ada hal lain, yang bukan itu, yang sudah ada sebelum yang dinanti tiba. Bisa saja hal itu sudah ada tetapi belum dikenali sebagai sesuatu yang berarti. Apakah ada yang sudah dijadikan untuk pembaca, dan belum dihitungnya?
  • Masjidilharam disebut di 48:25 sebagai tempat yang kalian dihalangi darinya, dan di 48:27 sebagai tempat yang akan dimasuki dengan aman dan tanpa rasa takut. Nama tempat yang sama memikul dua keadaan yang berlawanan dalam jarak dua ayat. Janji yang membawa perubahan itu disertai kata "jika Allah menghendaki" dan ditutup dengan kalimat tentang pengetahuan Dia yang tidak dimiliki pendengar ayat. Pembaca dapat memikirkan pintu mana yang kini tertutup baginya, lalu menimbang apakah pintu itu disebutnya tertutup untuk selamanya atau tertutup sampai saat ini. Sebutan mana yang sedang dipakainya, dan apa yang dikerjakannya karena sebutan itu?
  • Dalam janji yang dibuktikan Allah kepada Rasul-Nya, ayat menyebut dua perbuatan yang berbeda, yaitu mencukur dan memendekkan, dan menghubungkan keduanya dengan huruf wa. Ayat tidak merinci siapa yang melakukan yang mana dan tidak mengatakan salah satunya lebih baik. Keduanya berada di bawah janji yang sama, yaitu masuk dengan aman. Pembaca yang pernah berselisih dengan orang lain tentang perbuatan yang berbeda dapat bertanya apakah perselisihan itu sungguh menyangkut tujuan atau hanya perbuatannya. Dalam pekerjaan yang pembaca jalani, perbedaan mana yang sebenarnya dua jalan menuju tujuan yang sama, dan mana yang mengubah tujuan?
  • Kata tidak takut dipakai di 6:81 dan 48:27 dengan penilaian yang berlawanan. Di 6:81 pembicara menunjuk bahwa pendengarnya tidak takut menyekutukan Allah, dan hal itu dipersoalkan. Di 48:27 tidak takut menjadi bagian dari keadaan yang disebut dalam janji. Perbedaannya terletak pada apa yang tidak ditakuti. Keadaan tidak takut yang sama dipersoalkan di satu ayat dan dijanjikan di ayat lain. Pembaca dapat mencatat hal-hal yang tidak ditakutinya hari ini. Mana yang termasuk tidak takut yang dijanjikan di 48:27, dan mana yang termasuk tidak takut yang dipersoalkan di 6:81?
  • Di 37:105 kata kerja dari akar yang sama dengan shadaqa berbunyi (قَدْ صَدَّقْتَ الرُّؤْيَا, qad shaddaqta r-ru'yaa) yang berarti "sungguh, engkau telah membenarkan mimpi", dan pelakunya adalah pihak yang disapa dengan "engkau", yaitu orang yang bermimpi di ayat-ayat sebelumnya. Di 48:27 pelakunya adalah Allah, dan yang menerima pembuktian adalah Rasul-Nya. Dua ayat itu berbicara tentang mimpi yang berbeda dan pelaku yang berbeda, sehingga keduanya tidak disamakan. Pembaca yang memegang keyakinan yang belum terbukti dapat memisahkan bagian yang dikerjakannya sendiri dari bagian yang hanya dapat dibuktikan oleh Dia. Mana yang lebih banyak jumlahnya?