هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِ ۚ وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا
Dialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan pertanggungjawaban yang benar, agar Dia mengunggulkannya atas segala pertanggungjawaban. Cukuplah Allah sebagai saksi.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّhuwa lladzii arsala rasuulahu bi-l-hudaa wa-diini l-haqqiDialah yang mengutus Rasul-Nya dengan membawa petunjuk dan pertanggungjawaban yang benar
- لِيُظْهِرَهُ عَلَى الدِّينِ كُلِّهِli-yuzhhirahu 'alaa d-diini kullihiagar Dia mengunggulkannya atas segala pertanggungjawaban
- وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًاwa-kafaa bi-llaahi syahiidancukuplah Allah sebagai saksi
Terjemahan per kata (14 kata)
- هُوَhuwaDialah
- الَّذِيlladziiyang
- أَرْسَلَarsalamengutus
- رَسُولَهُrasuulahurasul-Nya
- بِالْهُدَىٰbi-l-hudaadengan petunjuk
- وَدِينِwa-diinidan agama
- الْحَقِّl-haqqihak
- لِيُظْهِرَهُli-yuzhhirahuagar Dia memenangkannya
- عَلَى'alaaatas
- الدِّينِd-diiniPertanggungjawaban
- كُلِّهِkullihiseluruhnya
- وَكَفَىٰwa-kafaadan cukuplah
- بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
- شَهِيدًاsyahiidansaksi
Inti bacaan
Rangkaian (بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ, bi-l-hudaa wa-diini l-haqqi) muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 9:33, 48:28, dan 61:9.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ رَسُولَهُ, huwa lladzii arsala rasuulahu) yang berarti "Dialah yang mengutus Rasul-Nya". Susunan (أَرْسَلَ رَسُولَهُ, arsala rasuulahu) muncul tiga kali, yaitu di 9:33, 48:28, dan 61:9. Kata kerja (أَرْسَلَ, arsala) dan kata benda (رَسُولَهُ, rasuulahu) berakar sama, yaitu ر-س-ل, sehingga ayat ini memakai satu akar untuk perbuatan mengutus dan untuk orang yang diutus. Pembuka (هُوَ الَّذِي أَرْسَلَ, huwa lladzii arsala) muncul empat kali, yaitu di 9:33, 25:48, 48:28, dan 61:9. Di 25:48 bunyinya didahului huruf wa, (وَهُوَ الَّذِي أَرْسَلَ الرِّيَاحَ, wa-huwa lladzii arsala r-riyaaha) yang berarti "dan Dialah yang mengirimkan angin". Kata kerja yang sama di sana mengenai angin, dan di tiga ayat lain mengenai Rasul-Nya. Terjemahan memakai "mengirimkan" untuk angin dan "mengutus" untuk Rasul-Nya.
Kata (بِالْهُدَىٰ, bi-l-hudaa) berakar ه-د-ي dan berarti "dengan petunjuk". Kata ini muncul tujuh kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu di 2:16, 2:175, 9:33, 28:37, 28:85, 48:28, dan 61:9. Di 2:16, (اشْتَرَوُا الضَّلَالَةَ بِالْهُدَىٰ, sytaraw dh-dhalaalata bi-l-hudaa) yang berarti "mereka membeli kesesatan dengan petunjuk", huruf bi- menandai harga yang dibayarkan. Di 28:85, (مَنْ جَاءَ بِالْهُدَىٰ, man jaa'a bi-l-hudaa) yang berarti "siapa yang membawa petunjuk", huruf yang sama menandai apa yang dibawa. Di 48:28 huruf bi- didahului kata kerja arsala, "mengutus", sehingga kata "membawa" dalam terjemahan mewakili huruf bi- itu dan Arabnya tidak memuat kata kerja membawa. Rangkaian (بِالْهُدَىٰ وَدِينِ الْحَقِّ, bi-l-hudaa wa-diini l-haqqi) muncul tiga kali, yaitu di 9:33, 48:28, dan 61:9.
Kata (دِينِ, diini) berakar د-ي-ن dan diterjemahkan "pertanggungjawaban", tidak "agama". Dasarnya pemakaian di ayat lain. Frasa (مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ, mukhlishiina lahu d-diina) dan (مُخْلِصًا لَهُ الدِّينَ, mukhlishan lahu d-diina) berarti "memurnikan pertanggungjawaban bagi-Nya", dan keduanya bersama muncul sembilan kali, yaitu di 7:29, 10:22, 29:65, 31:32, 39:2, 39:11, 40:14, 40:65, dan 98:5. Di kesembilan tempat itu pertanggungjawaban diarahkan kepada Allah. Di 9:29, (وَلَا يَدِينُونَ دِينَ الْحَقِّ, wa-laa yadiinuuna diina l-haqqi) yang berarti "dan tidak menjalankan pertanggungjawaban yang benar", akar yang sama muncul sebagai kata kerja dan kata benda dalam satu kalimat. Rangkaian diin dengan al-haqq muncul empat kali dengan akhiran yang berbeda-beda, yaitu di 9:29, 9:33, 48:28, dan 61:9. Kata diin muncul dua kali dalam ayat ini, yaitu pada (دِينِ الْحَقِّ, diini l-haqqi) dan pada (الدِّينِ كُلِّهِ, d-diini kullihi) yang berarti "seluruh pertanggungjawaban". Pasangan kedua itu muncul tiga kali, yaitu di 9:33, 48:28, dan 61:9.
Kata (لِيُظْهِرَهُ, li-yuzhhirahu) yang berarti "agar Dia mengunggulkannya" tersusun dari huruf lam yang menyatakan tujuan, kata kerja dari akar ظ-ه-ر, dan akhiran -hu. Bentuk persisnya muncul tiga kali, yaitu di 9:33, 48:28, dan 61:9. Akar ظ-ه-ر bersama (عَلَى, 'alaa) dipakai di 9:8 untuk (يَظْهَرُوا عَلَيْكُمْ, yazhharuu 'alaykum) yang berarti "mereka menang atas kalian". Kata kerja seakar dengan bentuk serupa di 72:26, (فَلَا يُظْهِرُ عَلَىٰ غَيْبِهِ أَحَدًا, fa-laa yuzhhiru 'alaa ghaybihi ahadan), diterjemahkan "lalu, Dia tidak memperlihatkan gaib-Nya kepada siapa pun". Terjemahan 48:28 memakai "mengunggulkan atas", sama dengan 9:33 dan 61:9.
Akhiran -hu pada li-yuzhhirahu dapat menunjuk dua hal yang disebut sebelumnya, yaitu Rasul-Nya atau pertanggungjawaban yang benar. Tata bahasa ayat tidak memilih salah satunya. Terjemahan "mengunggulkannya" mempertahankan kedua kemungkinan itu, dan 9:33 serta 61:9 yang berbunyi sama juga tidak memilih.
Penutup ayat adalah (وَكَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا, wa-kafaa bi-llaahi syahiidan) yang berarti "dan cukuplah Allah sebagai saksi". Dengan huruf wa di depan, susunan ini muncul tiga kali, yaitu di 4:79, 4:166, dan 48:28. Tanpa memperhitungkan huruf pembuka, (كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا, kafaa bi-llaahi syahiidan) muncul enam kali, yaitu di 4:79, 4:166, 10:29, 13:43, 17:96, dan 48:28. Di 10:29, 13:43, dan 17:96 susunan itu disusul pihak kedua, misalnya (كَفَىٰ بِاللَّهِ شَهِيدًا بَيْنِي وَبَيْنَكُمْ, kafaa bi-llaahi syahiidan baynii wa-baynakum) yang berarti "cukuplah Allah menjadi saksi antara aku dan kalian", sehingga kesaksian itu berada di antara dua pihak. Di 4:79, 4:166, dan 48:28 tidak ada pihak kedua yang disebut. Di 4:79 susunan itu menyusul (وَأَرْسَلْنَاكَ لِلنَّاسِ رَسُولًا, wa-arsalnaaka li-n-naasi rasuulan) yang berarti "dan Kami mengutusmu kepada manusia sebagai Rasul", yaitu setelah pengutusan, seperti di 48:28.
Tafsiran
Ayat ini menaruh tiga pekerjaan pada satu pelaku. Dialah yang mengutus, Dia pula yang mengunggulkan, dan Allah yang menjadi saksi. Tidak ada pihak lain yang disebut melakukan sesuatu. Ayat 48:8 menyebut peran saksi pada yang diutus, (إِنَّا أَرْسَلْنَاكَ شَاهِدًا, innaa arsalnaaka syaahidan) yang berarti "sesungguhnya Kami mengutusmu sebagai saksi", sedangkan 48:28 menyebut kesaksian yang cukup adalah kesaksian Allah dan tidak menambahkan saksi lain.
Kalimat yang sama muncul di 9:33 dan 61:9, tetapi akhirnya berbeda. Di dua ayat itu kalimat ditutup dengan (وَلَوْ كَرِهَ الْمُشْرِكُونَ, wa-law kariha l-musyrikuuna) yang berarti "walaupun orang-orang musyrik tidak menyukai", yaitu dengan menyebut pihak yang menentang. Di 48:28 kalimat ditutup dengan kesaksian Allah dan tidak menyebut pihak yang menentang. Penutup itu mengubah arah kalimat dan membuat pengutusan di 48:28 berakhir pada saksinya.
Ayat 48:27 menutup kalimat pertamanya dengan (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi) yang berarti "dengan sebenar-benarnya", untuk mimpi yang dibuktikan, dan 48:28 memakai kata yang sama pada pertanggungjawaban yang benar, untuk pengutusan. Ayat 48:27 berbicara tentang satu tempat dan kemenangan yang dekat, sedangkan 48:28 berbicara tentang seluruh pertanggungjawaban. Ayat berikutnya, 48:29, membuka dengan menyebut nama yang diutus itu dan menggambarkan orang-orang yang bersamanya. Urutan ini bergerak dari tempat tertentu ke seluruh pertanggungjawaban, lalu ke orang-orang yang bersama Rasul itu.
Renungan dan Hikmah
- Dalam ayat ini pelaku yang sama bekerja tiga kali: Dia mengutus Rasul-Nya, Dia mengunggulkan, dan Allah menjadi saksi. Tidak ada kata kerja yang diserahkan kepada pihak lain, termasuk kepada Rasul-Nya yang diutus. Pembaca yang menjalankan sebuah tugas dapat memeriksa siapa yang mengutusnya, siapa yang menjamin hasilnya, dan siapa yang menyaksikannya. Ayat ini menjawab ketiga pertanyaan itu dengan satu nama. Pada tugas yang sedang dijalani pembaca, ketiganya masih dianggap satu pihak atau sudah terpecah?
- Rasul-Nya diutus dengan dua hal yang disambung satu huruf wa, yaitu petunjuk dan pertanggungjawaban yang benar. Petunjuk berkaitan dengan arah yang ditempuh, dan pertanggungjawaban dengan kepada siapa pembaca akan menjawab. Pembaca dapat bertanya apakah arah lebih sering dicarinya daripada kepada siapa jawabannya kelak diberikan, atau sebaliknya. Ayat ini menyebut keduanya dalam satu napas, dan Dia mengutus dengan keduanya sekaligus. Bila salah satunya hilang dari bekal pembaca, bagian mana yang pertama terasa kurang?
- Kata "seluruhnya" menyertai pertanggungjawaban di ayat ini: Dia mengunggulkan atas seluruh pertanggungjawaban, tidak atas sebagian. Pembaca punya beberapa tempat untuk menjawab, misalnya kepada atasan, kepada keluarga, dan kepada orang banyak. Ayat tidak menyebut satu pun dari mereka dan tidak menyatakan mereka salah. Ayat hanya menyebut bahwa ada yang diunggulkan Allah atas semuanya. Di antara tempat menjawab dalam keseharian pembaca, mana yang terasa berada di atas yang lain, dan atas dasar apa ia berada di sana?
- Akhiran -hu pada kata mengunggulkan dapat menunjuk Rasul-Nya, dapat pula menunjuk pertanggungjawaban yang benar, dan ayat tidak memilih. Dalam kedua bacaan, pelaku yang mengunggulkan sama, yaitu Dia. Pembaca yang sedang membangun sesuatu, misalnya pekerjaan atau nama baik, dapat bertanya siapa yang sebenarnya diupayakannya agar unggul: dirinya sendiri, pekerjaannya, atau sesuatu yang lebih besar dari keduanya. Bila yang unggul bukan yang pertama, apakah upaya itu tetap dianggapnya berhasil?
- Penutup ayat menyebut Allah cukup sebagai saksi dan tidak menambahkan saksi kedua. Susunan itu muncul juga sesudah pengutusan Rasul kepada manusia di 4:79, dan di 13:43 serta 17:96 dipakai sebagai saksi antara dua pihak. Orang yang bekerja lama tanpa dilihat siapa pun dapat memperhatikan bahwa ayat ini menaruh kecukupan pada kesaksian Allah. Bila tidak ada seorang pun yang membaca, melihat, atau memuji pekerjaannya, bagian mana yang berkurang bobotnya?
- Di dua ayat lain yang bunyinya sama, kalimat ini berakhir dengan orang-orang musyrik yang tidak menyukai. Di 48:28 kalimat itu berakhir dengan kesaksian Allah dan tidak mencatat reaksi siapa pun. Pembaca yang sedang dibantah atau dikritik dapat memperhatikan bagian mana dari pikirannya yang terisi penentang dan bagian mana yang terisi saksi. Dalam gambaran itu, Dia berada di bagian yang mana?
- Ayat 48:27 berbicara tentang satu tempat yang akan dimasuki dan kemenangan yang sudah dijadikan Allah, lalu 48:28 berbicara tentang seluruh pertanggungjawaban yang Dia ungguli. Kedua ayat berurutan tanpa jarak waktu yang disebut di antaranya. Pembaca yang menimbang hasil kecil dalam pekerjaannya dapat memperhatikan bahwa ayat ini tidak membuang yang dekat ketika menyebut yang seluruh. Hasil kecil yang sudah ada itu dihitung sebagai bagian dari yang besar atau sebagai hal yang terpisah?