بِسْمِ اللَّهِ الرَّحْمَٰنِ الرَّحِيمِ
Dengan nama Allah, Ar-Rahman, Sang Pengasih.
يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ ۖ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌ
Wahai orang-orang yang beriman, janganlah mendahului Allah dan Rasul-Nya, dan bertakwalah kepada Allah. Sesungguhnya Allah mendengar lagi berilmu.
Terjemahan bertahap (4 jeda)
- يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواyaa ayyuhaa lladziina aamanuuwahai orang-orang yang beriman
- لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِlaa tuqaddimuu bayna yadayi llaahi wa-rasuulihijanganlah mendahului Allah dan Rasul-Nya
- وَاتَّقُوا اللَّهَwa-ttaquu llaahadan bertakwalah kepada Allah
- إِنَّ اللَّهَ سَمِيعٌ عَلِيمٌinna llaaha samii'un 'aliimunsesungguhnya Allah mendengar lagi berilmu
Terjemahan per kata (16 kata)
- يَاyaawahai
- أَيُّهَاayyuhaasekalian
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- آمَنُواaamanuuberiman
- لَاlaajanganlah
- تُقَدِّمُواtuqaddimuukalian mendahulukan
- بَيْنَbaynadi antara
- يَدَيِyadayihadapan
- اللَّهِllaahiAllah
- وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
- وَاتَّقُواwa-ttaquudan jagalah diri dari
- اللَّهَllaahaAllah
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- سَمِيعٌsamii'unmendengar
- عَلِيمٌ'aliimunberilmu
Inti bacaan
Batas kesopanan spiritual 'janganlah mendahului Allah dan Rasul-Nya', kerendahan hati yang menahan diri dari mengambil inisiatif melampaui otoritas yang lebih tinggi.
Penjelasan pilihan kata
"Janganlah mendahului Allah dan Rasul-Nya" (لَا تُقَدِّمُوا بَيْنَ يَدَيِ اللَّهِ وَرَسُولِهِ, laa tuqaddimuu bayna yadayi llaahi wa-rasuulihi). Teks Arab tidak menyebut objek spesifik apa yang tak boleh didahului, berbeda dari terjemahan yang menambahkan kata seperti "keputusan-Nya"; cakupannya sengaja dibiarkan terbuka. "Mendengar lagi berilmu" (سَمِيعٌ عَلِيمٌ, samii'un 'aliimun), bukan "Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui", karena kedua kata sifat ini tidak diberi kata sandang "ال" di depannya. Bentuk ini konsisten diterjemahkan tanpa awalan "Maha" di seluruh terjemahan.
Tafsiran
Larangan ini sengaja tidak menyebut objek yang tak boleh didahului, seperti dijelaskan di atas. Keterbukaan itu menjadi inti pesannya: sikap untuk tidak melangkahi otoritas Allah dan Rasul-Nya berlaku dalam segala bentuk, baik lewat ucapan, tindakan, maupun penilaian sepihak. Ayat sesudahnya segera memberi contoh paling konkret dari sikap ini, yaitu meninggikan suara di hadapan Nabi. Penutup ayat, "mendengar lagi berilmu", menjelaskan mengapa kewaspadaan ini penting bahkan ketika tak ada yang mengawasi: dorongan hati yang paling tersembunyi sekalipun tetap terjangkau oleh pendengaran dan pengetahuan Allah.
Renungan dan Hikmah
- Ayat ini melarang mendahului tanpa menyebutkan mendahului dalam hal apa. Keterbukaan itu bukan kekurangan, melainkan cakupannya: kalau objeknya disebut, larangan itu akan habis pada satu perkara dan setiap perkara lain terasa di luar jangkauannya. Allah membiarkan kalimatnya seluas sikapnya.
- Mendahului bukan penolakan. Ia justru sering muncul pada orang yang paling bersemangat, yang menjawab sebelum ditanya dan memutuskan sebelum diberi tahu. Karena bentuknya mirip kesungguhan, ia hampir tak pernah terasa sebagai pelanggaran dari dalam. Itulah sebabnya ia perlu dilarang, bukan sekadar dianjurkan untuk dihindari.
- Penutupnya menjelaskan mengapa peringatan ini berlaku bahkan ketika tak ada yang melihat: Allah mendengar lagi berilmu. Mendahului paling sering terjadi di dalam kepala lebih dulu, sebagai penilaian yang sudah diambil sebelum ada yang diucapkan. Dua nama itu menjangkau tepat ke ruang tersebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU terjemahan Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Bandingkan: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. allaam = intensif ganda ('utmost degree'); ilm = pengetahuan (kata serapan 'ilmu').