إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ أُولَٰئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ ۚ لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌ
Sesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah, mereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang agung.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- إِنَّ الَّذِينَ يَغُضُّونَ أَصْوَاتَهُمْ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِinna lladziina yaghudhdhuuna ashwaatahum 'inda rasuuli llaahisesungguhnya orang-orang yang merendahkan suaranya di sisi Rasulullah
- أُولَٰئِكَ الَّذِينَ امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰulaa'ika lladziina mtahana llaahu quluubahum li-t-taqwaamereka itulah orang-orang yang telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa
- لَهُمْ مَغْفِرَةٌ وَأَجْرٌ عَظِيمٌlahum maghfiratun wa-ajrun 'azhiimunmereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang agung
Terjemahan per kata (17 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- يَغُضُّونَyaghudhdhuunamereka merendahkan
- أَصْوَاتَهُمْashwaatahumsuara mereka
- عِنْدَ'indadi sisi
- رَسُولِrasuulirasul
- اللَّهِllaahiAllah
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
- امْتَحَنَmtahanamenguji
- اللَّهُllaahuAllah
- قُلُوبَهُمْquluubahumhati mereka
- لِلتَّقْوَىٰli-t-taqwaakepada ketakwaan
- لَهُمْlahumbagi mereka
- مَغْفِرَةٌmaghfiratunampunan
- وَأَجْرٌwa-ajrundan pahala
- عَظِيمٌ'azhiimunyang agung
Inti bacaan
Penghargaan bagi kerendahan hati 'orang-orang yang merendahkan suaranya. telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa', perilaku sederhana (mengontrol suara) dijadikan indikator kedalaman ketakwaan batin.
Penjelasan pilihan kata
"Mereka itulah" (أُولَٰئِكَ, ulaa'ika). Kata tunjuk ini secara harfiah menunjuk sesuatu yang "jauh", dipakai untuk memberi penekanan pada orang yang dimaksud, bukan sekadar kata ganti netral. Pola ini dipertahankan setiap kali أُولَٰئِكَ muncul di seluruh terjemahan (lihat juga 49:7, 49:11, 49:15).
Tafsiran
Ayat ini menjawab pertanyaan yang muncul dari larangan sebelumnya: siapa yang benar-benar berhasil menahan diri dari kebiasaan yang baru saja diperingatkan? Jawabannya bukan orang yang mengaku sopan, melainkan orang yang hatinya "diuji" oleh Allah untuk bertakwa. Kata kerja ini menyiratkan proses, bukan status yang otomatis dimiliki. Merendahkan suara di sini berfungsi sebagai tanda lahiriah dari sesuatu yang jauh lebih dalam, yang hanya bisa dinilai oleh Allah, bukan oleh sesama manusia yang hanya mendengar volume suara seseorang.
Renungan dan Hikmah
- Yang dikatakan bukan hati mereka baik, melainkan 'telah diuji hatinya oleh Allah untuk bertakwa'. Kata itu menyiratkan proses yang dijalani, bukan sifat yang dimiliki sejak awal. Ketakwaan di sini digambarkan sebagai hasil pengujian, dan pengujian selalu berarti ada saat ketika hasilnya belum diketahui.
- Pengujian itu tidak berlangsung sendirian: Allah yang disebut mengujinya. Bukan keadaan yang kebetulan menempa seseorang, bukan pula latihan yang ia atur untuk dirinya. Ada beda besar antara tertempa oleh nasib dan ditempa oleh Yang tahu persis sebanyak apa yang sanggup ditanggung.
- Yang dijanjikan dua: ampunan, lalu pahala yang agung. Ampunan disebut lebih dulu, padahal yang digambarkan orang-orang yang berhasil menahan diri. Bahkan mereka pun diberi ampunan sebelum ganjaran, sebab tak seorang pun keluar dari sebuah ujian tanpa membawa sesuatu yang perlu dimaafkan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
terjemahan lain di ayat ini SUDAH selaras dgn konvensi, teks terjemahan ini identik (tanpa perubahan): “…. Mereka akan memperoleh ampunan dan pahala yang besar.…”. g-f-r: rumus ghafuurun rahiim 58 ayat konsisten (takrif diterjemahkan 'Sang': 39:53, 46:8); BUKAN tautologi, menutupi(gfr) + memberi(rhm) = dua tindakan. Dalam ayat ini, 'maghfirah' indefinit (tanpa kata sandang). maghfirah diterjemahkan 'ampunan'.