إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِنْ وَرَاءِ الْحُجُرَاتِ أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ

Sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu dari balik kamar-kamar, kebanyakan mereka tidak berakal.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ مِنْ وَرَاءِ الْحُجُرَاتِinna lladziina yunaaduunaka min waraa'i l-hujuraatisesungguhnya orang-orang yang memanggilmu dari balik kamar-kamar
  2. أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَaktsaruhum laa ya'qiluunakebanyakan mereka tidak berakal

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. إِنَّinnasesungguhnya
  2. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  3. يُنَادُونَكَyunaaduunakamereka memanggilmu
  4. مِنْmindari
  5. وَرَاءِwaraa'ibalik
  6. الْحُجُرَاتِl-hujuraatikamar-kamar
  7. أَكْثَرُهُمْaktsaruhumkebanyakan mereka
  8. لَاlaatidak
  9. يَعْقِلُونَya'qiluunayang mengerti

Inti bacaan

Susunan aktsaruhum laa ya'qiluuna muncul tiga kali di Al-Qur'an, yaitu di 5:103, 29:63, dan 49:4.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّ الَّذِينَ يُنَادُونَكَ, inna lladziina yunaaduunaka) yang berarti "sesungguhnya orang-orang yang memanggilmu". Susunan inna lladziina juga membuka 49:3, sehingga dua ayat berurutan menyebut dua kelompok dengan cara yang sama. Kata kerja yunaaduuna berakar ن-د-و, dan bentuknya dengan akhiran -ka, "-mu", hanya ada di 49:4. Di 49:1 dan 49:2 yang disapa memakai bentuk jamak "kalian", sedangkan di 49:4 akhiran -ka berbentuk tunggal, dan 49:5 memakai lagi kata kerja tunggal (تَخْرُجَ, takhruja) yang berarti "engkau keluar". Nama orang yang dituju oleh -ka tidak tertulis di ayat ini.

Letak pemanggilan ditulis (مِنْ وَرَاءِ الْحُجُرَاتِ, min waraa'i l-hujuraati) yang berarti "dari balik kamar-kamar". Kata waraa'i berakar و-ر-ي, dan susunan min waraa'i muncul di lima ayat, yaitu 11:71, 33:53, 42:51, 49:4, dan 59:14. Di 42:51 bunyinya (مِنْ وَرَاءِ حِجَابٍ, min waraa'i hijaabin) yang berarti "dari balik tabir", dan di 59:14 bunyinya (أَوْ مِنْ وَرَاءِ جُدُرٍ, aw min waraa'i judurin) yang berarti "atau dari balik tembok". Pada keduanya kata benda sesudah waraa'i adalah penghalang, dan di 49:4 penghalangnya kamar-kamar. Terjemahan memakai "dari balik" dan tidak menambahkan "luar", karena ayat ini hanya menyebut belakang kamar-kamar dan tidak menyebut posisi pemanggil terhadap pintu atau dinding.

Kata (الْحُجُرَاتِ, l-hujuraati) yang berarti "kamar-kamar" berakar ح-ج-ر dan hanya muncul di 49:4. Bentuknya jamak dan memakai kata sandang al-. Kamar siapa, berapa jumlahnya, dan siapa yang berada di dalamnya, semuanya tidak diterangkan.

Penilaiannya ditulis (أَكْثَرُهُمْ لَا يَعْقِلُونَ, aktsaruhum laa ya'qiluuna) yang berarti "kebanyakan mereka tidak berakal". Kata aktsaruhum berakar ك-ث-ر dan berarti "kebanyakan mereka", sehingga penilaian ayat ini jatuh pada sebagian besar pemanggil dan tidak pada semuanya. Susunan aktsaruhum laa ya'qiluuna muncul tiga kali, yaitu di 5:103, 29:63, dan 49:4. Di 5:103 penilaian itu menyusul (يَفْتَرُونَ عَلَى اللَّهِ الْكَذِبَ, yaftaruuna 'alaa llaahi l-kadzdiba) yang berarti "mengada-adakan kedustaan terhadap Allah", dan di 29:63 menyusul (لَيَقُولُنَّ اللَّهُ, la-yaquulunna llaahu) yang berarti "pasti mereka akan berkata, 'Allah'". Di 49:4 penilaian itu menyusul perbuatan memanggil dari balik kamar-kamar. Rangkaian aktsaruhum laa dengan kata kerja yang berbeda-beda muncul sepuluh kali, yaitu di 2:100, 5:103, 16:75, 16:101, 21:24, 27:61, 29:63, 31:25, 39:29, dan 49:4. Enam di antaranya memakai kata kerja ya'lamuuna, "mengetahui" (16:75, 16:101, 21:24, 27:61, 31:25, 39:29), satu memakai yu'minuuna, "beriman" (2:100), dan tiga memakai ya'qiluuna.

Kata kerja ya'qiluuna berakar ع-ق-ل. Bunyi laa ya'qiluuna ada di dua belas ayat, yaitu 2:170, 2:171, 5:58, 5:103, 8:22, 10:42, 10:100, 29:63, 36:68, 39:43, 49:4, dan 59:14. Di 59:14 bunyinya (قَوْمٌ لَا يَعْقِلُونَ, qawmun laa ya'qiluuna) yang berarti "kaum yang tidak berakal", dan di 2:171 bunyinya (فَهُمْ لَا يَعْقِلُونَ, fa-hum laa ya'qiluuna) yang berarti "maka mereka tidak berakal". Terjemahan di 49:4 memakai "tidak berakal" seperti di dua ayat itu, mengikuti akar ع-ق-ل yang berarti akal, dan berbeda dari ع-ل-م yang berarti pengetahuan.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan rangkaian dari orang yang merendahkan suara di sisi Rasul Allah kepada orang yang memanggil dari balik kamar-kamar. Dua ayat dibuka dengan susunan yang sama, dan pembedanya adalah letak: di 49:3 orang-orang itu berada di sisi, sedangkan di 49:4 mereka berada di balik kamar-kamar. Dapat dibaca bahwa ayat 49:3 dan 49:4 menaruh dua cara hadir berdampingan, yaitu hadir dekat dan hadir terhalang, dan tiap cara diberi penilaian yang berbeda.

Ayat ini berisi penilaian dan tidak berisi larangan. Ayat 49:1 dan 49:2 memakai larangan, 49:3 memakai gambaran dan janji, dan 49:4 memakai pernyataan tentang kebanyakan pemanggil. Isi panggilan, keinginan para pemanggil, dan kerasnya panggilan itu tidak diterangkan di ayat ini. Penilaian jatuh pada perbuatan memanggil dari balik kamar-kamar dan pada akal pemanggilnya. Akibat seperti terhapusnya amal di 49:2 tidak disebut di sini.

Kata kebanyakan membuat ayat ini tidak menutup pintu bagi pemanggil yang lain. Ayat 49:5 kemudian memakai kata mereka tanpa kata kebanyakan, sehingga jalan keluar yang ditawarkannya terbuka bagi semua pemanggil yang disebut di ayat ini.

Ayat 49:5 juga menyebut orang yang dipanggil keluar menemui mereka. Dapat dibaca bahwa yang dipanggil berada di dalam kamar-kamar itu, tetapi 49:4 sendiri tidak menyatakan siapa yang berada di sana. Dari 49:2 ke 49:4 jaraknya berubah: 49:2 membicarakan suara yang terdengar di hadapan, dan 49:4 membicarakan panggilan yang melintasi penghalang. Ayat 49:4 tidak menyebut suara, sehingga hubungan antara keduanya terletak pada gambaran jarak, bukan pada kata yang sama.

Renungan dan Hikmah

  • Pemanggil itu tidak disebut jahat atau durhaka, tetapi kebanyakan mereka dinilai tidak berakal. Perbuatan memanggil dari balik kamar-kamar dihubungkan dengan akal, dan tidak disebut sebagai soal kesopanan. Penilaian yang sama di 5:103 menyusul kedustaan terhadap Allah, dan di 29:63 menyusul jawaban "Allah". Pembaca dapat menimbang bahwa sebagian tindakan yang biasa digolongkan sebagai kurang santun, di ayat ini dikaitkan dengan cara berpikir. Kapan terakhir pembaca menimbang sebuah tindakan dengan pertanyaan apakah itu masuk akal, sebelum bertanya apakah itu sopan?
  • Penilaian di ayat ini berbunyi "kebanyakan mereka", sehingga sebagian pemanggil tidak termasuk di dalamnya. Ayat ini memakai kata yang menyisakan ruang, padahal perbuatan yang dibicarakannya dinilai kurang. Pembaca yang menilai sekelompok orang yang kurang disukainya dapat memeriksa di bagian mana penilaiannya menaruh kata "semua" yang tidak dipakai ayat ini. Kata yang lebih teliti memberi tempat bagi orang yang tidak ikut berbuat. Ruang itu terbaca bersebelahan dengan 49:5, yang menyebut Allah pengampun lagi pengasih tepat sesudah kalimat tentang para pemanggil.
  • Panggilan di ayat ini melintasi penghalang, sehingga pemanggil dapat dibayangkan tidak melihat keadaan orang yang dipanggil. Pembaca dapat membayangkan bahwa keadaan itu terulang pada banyak cara memanggil orang: pesan yang dikirim, ketukan di pintu, atau panggilan yang masuk tanpa tahu apa yang sedang dikerjakan penerimanya. Frasa dari balik juga dipakai di 42:51, ketika Allah berbicara kepada manusia dari balik tabir, dan ayat 49:4 tidak mengaitkan keduanya. Gambaran tentang pesan dan ketukan hanya bahan renung. Seandainya panggilan itu dapat dilihat dari dalam, seperti apa rupanya bagi orang yang dipanggil?
  • Kalimat ayat ini disusun dari sisi orang yang dipanggil. Akhiran -ka menyapa dia, dan pemanggil disebut dari luar sebagai "orang-orang yang memanggilmu". Pembaca yang lebih sering berada di sisi pemanggil dapat mencoba membaca kalimat itu dari sisi lain. Panggilan yang bagi pemanggil terasa wajar dapat terdengar lain di dalam kamar, dan pembaca dapat menempati tempat itu sejenak. Bagaimana kebiasaan memanggil milik pembaca terdengar dari sisi yang menerimanya?
  • Keinginan para pemanggil tidak ikut dituliskan, sehingga keperluan mereka tidak ikut dinilai. Keperluan itu bisa saja penting, dan ayat tidak membicarakannya. Penilaian jatuh pada cara memanggil dan pada akal pemanggilnya. Pembaca yang merasa urusannya mendesak dapat menanyakan apakah mendesaknya sebuah urusan memberi hak atas cara memanggil, dan siapa yang menentukan bahwa urusan itu memang mendesak, orang yang membawanya atau orang yang menerimanya.
  • Ayat ini tidak menyebut kamar siapa yang dimaksud, berapa banyak, dan siapa yang berada di dalamnya. Karena itu pembaca dapat meminjam gambaran kamar yang tertutup untuk menyebut ruang-ruang orang lain yang ditemui sehari-hari, seperti waktu istirahat, pekerjaan yang sedang dikerjakan, atau percakapan yang sedang berlangsung. Gambaran itu dipinjam sebagai bahan renungan pembaca. Ruang orang lain yang mana yang biasa dimasuki pembaca tanpa menunggu pintunya terbuka?