وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ ۚ لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ
Ketahuilah bahwa di tengah-tengah kalian ada Rasul Allah. Seandainya dia menuruti kalian dalam banyak hal, pasti kalian akan mendapatkan kesusahan. Akan tetapi, Allah menjadikan kalian cinta pada keimanan dan menjadikannya indah dalam hati kalian serta menjadikan kalian benci pada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan. Mereka itu orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِwa-'lamuu anna fiikum rasuula llaahiketahuilah bahwa di tengah-tengah kalian ada Rasul Allah
- لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْlaw yuthii'ukum fii katsiirin mina l-amri la-'anittumseandainya dia menuruti kalian dalam banyak hal, pasti kalian akan mendapatkan kesusahan
- وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْwa-laakinna llaaha habbaba ilaykumu l-iimaana wa-zayyanahu fii quluubikumakan tetapi, Allah menjadikan kalian cinta pada keimanan dan menjadikannya indah dalam hati kalian
- وَكَرَّهَ إِلَيْكُمُ الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَwa-karraha ilaykumu l-kufra wa-l-fusuuqa wa-l-'ishyaanaserta menjadikan kalian benci pada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan
- أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَulaa'ika humu r-raasyiduunamereka itu orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran
Terjemahan per kata (28 kata)
- وَاعْلَمُواwa-'lamuudan ketahuilah kalian
- أَنَّannabahwa
- فِيكُمْfiikumdi antara kalian
- رَسُولَrasuularasul
- اللَّهِllaahiAllah
- لَوْlawsekiranya
- يُطِيعُكُمْyuthii'ukummenaati kalian
- فِيfiidalam
- كَثِيرٍkatsiirinbanyak
- مِنَminadari
- الْأَمْرِl-amriurusan
- لَعَنِتُّمْla-'anittumsungguh kalian akan mendapat kesulitan
- وَلَٰكِنَّwa-laakinnatetapi
- اللَّهَllaahaAllah
- حَبَّبَhabbabamenjadikan cinta
- إِلَيْكُمُilaykumukepada kalian
- الْإِيمَانَl-iimaanakeimanan
- وَزَيَّنَهُwa-zayyanahudan menghiasinya
- فِيfiidi
- قُلُوبِكُمْquluubikumhati kalian
- وَكَرَّهَwa-karrahadan Dia menjadikan benci
- إِلَيْكُمُilaykumukepada kalian
- الْكُفْرَl-kufrakekufuran
- وَالْفُسُوقَwa-l-fusuuqadan kefasikan
- وَالْعِصْيَانَwa-l-'ishyaanadan kedurhakaan
- أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
- هُمُhumumerekalah
- الرَّاشِدُونَr-raasyiduunaorang-orang yang lurus
Inti bacaan
Urutan (الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ, l-kufra wa-l-fusuuqa wa-l-'ishyaana) hanya ada sekali di Al-Qur'an, yaitu di 49:7.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَاعْلَمُوا أَنَّ فِيكُمْ رَسُولَ اللَّهِ, wa-'lamuu anna fiikum rasuula llaahi) yang berarti "ketahuilah bahwa di tengah-tengah kalian ada Rasul Allah". Kata kerja perintahnya berakar ع-ل-م, dan susunan (فِيكُمْ رَسُولَ, fiikum rasuula) yang berarti "di tengah-tengah kalian ada rasul" hanya muncul di sini. Bentuk yang paling dekat ada di 3:101, (وَفِيكُمْ رَسُولُهُ, wa-fiikum rasuuluhu) yang berarti "dan Rasul-Nya berada di tengah-tengah kalian", dalam kalimat tanya tentang kekufuran. Terjemahan menulis "Rasul Allah" dalam dua kata karena Arabnya juga dua kata, yaitu rasuula dan llaahi.
Pengandaian yang menyusul ditulis (لَوْ يُطِيعُكُمْ فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ لَعَنِتُّمْ, law yuthii'ukum fii katsiirin mina l-amri la-'anittum) yang berarti "seandainya dia menuruti kalian dalam banyak hal, pasti kalian akan mendapatkan kesusahan". Kata kerja yuthii'ukum berakar ط-و-ع, dan di sini kalianlah yang ditaati. Bagian (فِي كَثِيرٍ مِنَ الْأَمْرِ, fii katsiirin mina l-amri) yang berarti "dalam banyak hal" tidak merinci urusan apa yang dimaksud. Kata (لَعَنِتُّمْ, la-'anittum) berakar ع-ن-ت dan kata kerja 'anittum, di 49:7 dengan awalan la-, muncul tiga kali, yaitu di 3:118, 9:128, dan 49:7. Di 3:118 bunyinya (وَدُّوا مَا عَنِتُّمْ, wadduu maa 'anittum) yang berarti "mereka menginginkan apa yang menyusahkan kalian", dan di 9:128 bunyinya (عَزِيزٌ عَلَيْهِ مَا عَنِتُّمْ, 'aziizun 'alayhi maa 'anittum) yang berarti "berat terasa olehnya penderitaan yang kalian alami". Dengan demikian kesusahan itu di satu ayat diinginkan orang lain, di ayat kedua terasa berat bagi seorang rasul, dan di 49:7 menjadi akibat bila pengandaian itu terjadi.
Lawan dari pengandaian itu dimulai dengan (وَلَٰكِنَّ اللَّهَ حَبَّبَ إِلَيْكُمُ الْإِيمَانَ, wa-laakinna llaaha habbaba ilaykumu l-iimaana) yang berarti "akan tetapi, Allah menjadikan kalian cinta pada keimanan". Kata kerja habbaba berakar ح-ب-ب dan bentuk itu muncul sekali dalam Al-Qur'an. Pasangannya (وَكَرَّهَ, wa-karraha) yang berarti "dan Dia menjadikan benci" berakar ك-ر-ه dan juga muncul sekali dalam bentuk itu. Keduanya diikuti ilaykumu, "kepada kalian", sehingga keimanan dan kekufuran sama-sama diarahkan kepada kalian, dan terjemahan "menjadikan kalian cinta" dan "menjadikan kalian benci" menyampaikan arah itu. Ketiga kata kerja Allah di ayat ini, habbaba, zayyanahu, dan karraha, berbentuk lampau, yaitu sesuatu yang sudah terjadi, walaupun terjemahan "menjadikan" tidak menandai waktu.
Kata kerja tengahnya ditulis (وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ, wa-zayyanahu fii quluubikum) yang berarti "dan menjadikannya indah dalam hati kalian". Kata kerja zayyana berakar ز-ي-ن dan muncul di 26 ayat, aktif maupun pasif. Di 8:48 pelakunya setan, (زَيَّنَ لَهُمُ الشَّيْطَانُ أَعْمَالَهُمْ, zayyana lahumu sy-syaythaanu a'maalahum) yang berarti "setan menghias bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka". Di 27:4 pelakunya Kami dan yang dihiasi juga perbuatan, (زَيَّنَّا لَهُمْ أَعْمَالَهُمْ, zayyannaa lahum a'maalahum) yang berarti "Kami jadikan terasa indah bagi mereka perbuatan-perbuatan mereka". Di 49:7 pelakunya Allah dan yang dihiasi adalah keimanan. Susunan yang sama dengan "dalam hati kalian" muncul sekali lagi di 48:12, (وَزُيِّنَ ذَٰلِكَ فِي قُلُوبِكُمْ, wa-zuyyina dzaalika fii quluubikum) yang berarti "dan yang demikian itu dijadikan terasa indah dalam hati kalian", dengan kata kerja pasif dan yang dihiasi berupa sangkaan buruk.
Tiga hal yang dibuat dibenci ditulis (الْكُفْرَ وَالْفُسُوقَ وَالْعِصْيَانَ, l-kufra wa-l-fusuuqa wa-l-'ishyaana) yang berarti "kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan". Ketiga kata benda itu berdampingan hanya di sini. Kata (وَالْفُسُوقَ, wa-l-fusuuqa) berakar ف-س-ق dan muncul di empat ayat, yaitu 2:197, 2:282, 49:7, dan 49:11, dan akar yang sama menamai pembawa berita di 49:6. Di 49:11 kata itu tampil lagi sebagai nama, (بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ, bi'sa l-ismu l-fusuuqu ba'da l-iimaani) yang berarti "seburuk-buruk panggilan adalah kefasikan setelah beriman". Kata (وَالْعِصْيَانَ, wa-l-'ishyaana) berakar ع-ص-ي dan muncul sekali. Kata kerja dari akar yang sama diterjemahkan "mendurhakai" di 4:14, (يَعْصِ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, ya'shi llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "siapa yang mendurhakai Allah dan Rasul-Nya", dan di 33:36 serta 72:23, sehingga terjemahan di sini memakai "kedurhakaan".
Kalimat penutup ditulis (أُولَٰئِكَ هُمُ الرَّاشِدُونَ, ulaa'ika humu r-raasyiduuna) yang berarti "mereka adalah orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran". Kata (الرَّاشِدُونَ, r-raasyiduuna) berakar ر-ش-د dan muncul sekali dalam bentuk pelaku. Kata dasarnya ar-rusyd muncul di 2:256, (قَدْ تَبَيَّنَ الرُّشْدُ مِنَ الْغَيِّ, qad tabayyana r-rusydu mina l-ghayyi) yang berarti "sungguh telah jelas jalan yang benar dari jalan yang sesat", dan di 7:146 dalam frasa (سَبِيلَ الرُّشْدِ, sabiila r-rusydi) yang berarti "jalan kebenaran". Terjemahan 49:7 memakai "jalan kebenaran" seperti pada 7:146. Ayat 2:256 memuat kata kerja tabayyana, akar yang sama dengan perintah di 49:6, bersama akar ر-ش-د, dan tidak ada ayat lain yang memuat keduanya sekaligus.
Tafsiran
Ayat ini membawa pembicaraan kembali kepada Rasul Allah sesudah 49:6, dan menyusun empat bagian berurutan. Bagian pertama peringatan "ketahuilah", bagian kedua pengandaian bahwa Rasul menuruti banyak urusan, bagian ketiga pernyataan tentang apa yang Allah lakukan pada hati, dan bagian keempat kesimpulan bahwa "mereka itu" adalah orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran.
Pengandaian di bagian kedua mengukur sesuatu dengan akibatnya. Ayat menyebut apa yang terjadi bila Rasul menuruti kalian, yaitu kesusahan, dan tidak membahas apakah hal itu pernah terjadi. Di 9:128 seorang rasul digambarkan merasa berat terhadap kesusahan kalian itu, sehingga kedua ayat sama-sama menaruh kesusahan di sisi yang tidak dikehendaki.
Sapaan di ayat ini memakai "kalian" sampai kata kerja terakhir, yaitu fiikum, ilaykumu, dan quluubikum, lalu kalimat penutup beralih ke "mereka itu". Pergeseran itu terbaca di teksnya. Ayat tidak menyebut apakah semua yang disapa termasuk dalam "mereka itu", dan pembaca menerima kedua kata ganti itu dalam urutan yang ditulis.
Hati disebut tiga kali dalam surah ini, yaitu di 49:3, 49:7, dan 49:14. Di 49:3 (امْتَحَنَ اللَّهُ قُلُوبَهُمْ لِلتَّقْوَىٰ, mtahana llaahu quluubahum li-t-taqwaa) yang berarti "Allah menguji hati mereka untuk bertakwa", di 49:7 iman dijadikan indah dalam hati, dan di 49:14 (وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ, wa-lammaa yadkhuli l-iimaanu fii quluubikum) yang berarti "dan iman belum masuk ke dalam hati kalian". Dua dari ketiga ayat itu menyebut Allah sebagai pelaku yang bekerja pada hati, sedangkan 49:14 menyebut keadaan hati yang belum dimasuki iman tanpa pelaku. Ayat 49:7 berada di tengah, sebagai pernyataan bahwa kecenderungan hati ini sudah terjadi pada mereka yang disebut. Ayat sesudahnya, 49:8, menamai rangkaian itu dengan dua kata benda.
Renungan dan Hikmah
- Ayat membayangkan Rasul Allah menuruti kalian dalam banyak urusan dan menyebut akibatnya, yaitu kesusahan. Pengandaian itu menaruh keinginan orang banyak di satu sisi dan keselamatan mereka di sisi lain, tanpa menyatakan keduanya selalu sejalan. Pembaca yang pernah berharap agar petunjuk yang diterimanya menyesuaikan diri dengan seleranya dapat menimbang apa yang akan terjadi padanya bila permintaan itu dikabulkan. Berapa kali sebuah permintaan yang sudah terkabul malah menambah beban yang tadinya ingin dibuang?
- Cinta kepada iman dan benci kepada kekufuran ditulis sebagai sesuatu yang dijadikan Allah, dan keduanya diarahkan kepada kalian. Rasa condong yang terasa seperti selera pribadi tercatat di ayat ini sebagai pemberian. Pembaca dapat memeriksa rasa sukanya pada hal-hal yang baik, lalu bertanya berapa bagian darinya yang dikira hasil pilihannya sendiri dan berapa bagian yang datang tanpa pernah diminta. Siapa yang dirasa berhak atas pujian bila bagian kedua ternyata lebih besar?
- Hati yang di ayat ini menjadi tempat iman dihiasi disebut juga di 48:12 sebagai tempat sebuah sangkaan buruk dijadikan terasa indah. Kedua ayat memakai kata kerja dan tempat yang sama, dan isinya berlawanan. Sesuatu yang tampak menarik bagi pemiliknya tidak membawa tanda tentang benar atau tidaknya. Pembaca dapat bertanya bagaimana membedakan apa yang indah di dalam hatinya karena benar dari apa yang tampak indah karena sudah lama dibiarkan menetap di sana. Di ayat ini pelaku yang menjadikan iman indah di hati ditulis dengan nama, yaitu Allah.
- Pembawa berita di ayat sebelumnya disebut fasik, dan di ayat ini kefasikan muncul sebagai salah satu dari tiga hal yang Allah jadikan dibenci oleh kalian. Ayat menulis kata benda dan tidak menyebut orang. Pembaca yang menyimpan rasa benci kepada kefasikan dapat menelusuri ke mana rasa itu mengarah, kepada perbuatan atau kepada seseorang yang namanya sudah lama disimpan. Apakah benci kepada perbuatan itu pernah berubah menjadi benci kepada orangnya tanpa disadari?
- Ayat menyapa dengan "kalian" lalu menutup dengan "mereka itu". Pembaca yang membaca ayat ini sebagai ayat tentang dirinya sendiri berada tepat di sela dua kata ganti tersebut, dan jarak di antara keduanya dibiarkan kosong oleh ayat. Mengisinya terlalu cepat berarti menambahkan sesuatu yang tidak tertulis. Apakah sebutan di ujung ayat diambil sebagai miliknya sebelum menimbang apa yang disebut ayat tentang kecondongan hati, atau ditunggu sampai hatinya sendiri yang menjawab?
- Kata terakhir ayat ini, kata untuk orang yang lurus, bertemu di 2:256 dengan kata kerja yang sama dengan perintah memverifikasi di ayat sebelumnya. Ayat 49:7 tidak menyebut verifikasi sebagai ciri orang yang lurus, dan hubungan itu tidak dinyatakan teks. Pembaca dapat bertanya apakah langkah memeriksa pernah dihitungnya sebagai bagian dari kelurusan, atau sebagai urusan yang terpisah dari urusan hati. Kedua ayat itu bersebelahan, dan teks tidak memutuskan jawabannya.