فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةً ۚ وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ

sebagai karunia dan nikmat dari Allah. Allah berilmu lagi penuh hikmah.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَنِعْمَةًfadhlan mina llaahi wa-ni'matansebagai karunia dan nikmat dari Allah
  2. وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌwa-llaahu 'aliimun hakiimunAllah berilmu lagi penuh hikmah

Terjemahan per kata (7 kata)

  1. فَضْلًاfadhlankarunia
  2. مِنَminadari
  3. اللَّهِllaahiAllah
  4. وَنِعْمَةًwa-ni'matandan nikmat
  5. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  6. عَلِيمٌ'aliimunberilmu
  7. حَكِيمٌhakiimunbijaksana

Inti bacaan

Karunia dan nikmat bersanding hanya di 49:8, sementara (فَضْلًا مِنَ اللَّهِ, fadhlan mina llaahi) ada di 48:29, 49:8, dan 59:8.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (فَضْلًا مِنَ اللَّهِ, fadhlan mina llaahi) yang berarti "sebagai karunia dari Allah". Kata (فَضْلًا, fadhlan) berakar ف-ض-ل, dan bentuk persis fadhlan muncul di sepuluh ayat, yaitu 2:198, 2:268, 5:2, 17:12, 33:47, 34:10, 44:57, 48:29, 49:8, dan 59:8. Rangkaian fadhlan mina llaahi muncul di tiga ayat, yaitu 48:29, 49:8, dan 59:8. Di 59:8 bunyinya (يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا, yabtaghuuna fadhlan mina llaahi wa-ridhwaanan) yang berarti "mencari karunia dari Allah dan keridaan", dan di 48:29 bunyinya sama. Karunia juga menjadi sesuatu yang dicari di 2:198, 5:2, dan 17:12, jadi di lima dari sepuluh ayat itu ia adalah objek kata kerja mencari. Di 2:268, 33:47, dan 34:10 karunia diberikan atau dijanjikan, dan di 44:57 serta 49:8 tidak ada kata kerja sama sekali, sehingga karunia berdiri sendiri sebagai kata benda.

Pasangannya ditulis (وَنِعْمَةً, wa-ni'matan) yang berarti "dan nikmat", dari akar ن-ع-م. Bentuk persis ni'matan muncul di lima ayat, yaitu 8:53, 39:8, 39:49, 49:8, dan 54:35. Di tiga dari lima ayat itu kata tersebut bergandengan dengan kata kerja pemberian. Di 39:8 bunyinya (خَوَّلَهُ نِعْمَةً مِنْهُ, khawwalahu ni'matan minhu) yang berarti "memberinya nikmat dari-Nya", di 39:49 (خَوَّلْنَاهُ نِعْمَةً مِنَّا, khawwalnaahu ni'matan minnaa) yang berarti "Kami memberinya nikmat dari Kami", dan di 8:53 (نِعْمَةً أَنْعَمَهَا, ni'matan an'amahaa) yang berarti "nikmat yang telah dianugerahkan-Nya". Di kelima ayat itu nikmat tidak pernah menjadi objek kata kerja mencari, sedangkan karunia bisa menjadi objek kata kerja itu. Dua kata itu berdampingan di 3:171 dan 3:174, (بِنِعْمَةٍ مِنَ اللَّهِ وَفَضْلٍ, bi-ni'matin mina llaahi wa-fadhlin) yang berarti "dengan nikmat dari Allah dan karunia", dengan urutan nikmat lebih dulu. Di 49:8 urutannya terbalik, karunia lebih dulu lalu nikmat.

Terjemahan memakai "sebagai" untuk menyambung kedua kata benda itu dengan ayat sebelumnya, karena kata Arabnya sendiri hanya berupa kata benda berakhiran -an. Kata sambung yang sama dipakai di 44:57 untuk (فَضْلًا مِنْ رَبِّكَ, fadhlan min rabbika) yang berarti "sebagai karunia dari Tuhanmu", dan di 54:35 untuk (نِعْمَةً مِنْ عِنْدِنَا, ni'matan min 'indinaa) yang berarti "sebagai nikmat dari Kami".

Penutup ayat ditulis (وَاللَّهُ عَلِيمٌ حَكِيمٌ, wa-llaahu 'aliimun hakiimun) yang berarti "Allah berilmu lagi penuh hikmah". Pasangan 'aliimun hakiimun tanpa kata sandang muncul di 15 ayat dalam delapan surah, yaitu 4:26, 8:71, 9:15, 9:28, 9:60, 9:97, 9:106, 9:110, 12:6, 22:52, 24:18, 24:58, 24:59, 49:8, dan 60:10. Urutan sebaliknya, hakiimun 'aliimun, muncul di empat ayat, yaitu 6:83, 6:128, 6:139, dan 15:25. Bentuk bersandang yang berdampingan hanya ada di 2:32, 12:83, 12:100, dan 66:2, sehingga terjemahan di sini memakai huruf kecil tanpa "Maha", seperti pada rumus indefinit lainnya. Dari 15 ayat itu hanya dua yang juga memuat kata fadhl, yaitu 49:8 dan 9:28. Di 9:28 bunyinya (فَسَوْفَ يُغْنِيكُمُ اللَّهُ مِنْ فَضْلِهِ, fa-sawfa yughniikumu llaahu min fadhlihi) yang berarti "Allah nanti akan mencukupkan kalian dari karunia-Nya", lalu disusul "jika Dia menghendaki" dan penutup yang sama dengan 49:8.

Tafsiran

Ayat ini terbaca sebagai nama bagi sesuatu yang sudah disebut, karena isinya dua kata benda yang disambung dengan "dan", lalu satu kalimat tentang Allah, tanpa satu pun kata kerja. Ayat sebelumnya, 49:7, memuat tiga perbuatan Allah pada kalian, yaitu menjadikan cinta pada iman, menjadikannya indah di hati, dan menjadikan benci pada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan. Ayat 49:8 tidak memakai kata penunjuk untuk menyebut rujukannya, dan rujukan itu terbaca dari letaknya.

Letak seperti itu juga ada di 44:57 dan 54:35. Di 44:56 Allah melindungi mereka dari azab neraka, lalu 44:57 dibuka dengan kata benda karunia. Di 54:34 Allah menyelamatkan keluarga Lut pada waktu sebelum fajar, lalu 54:35 dibuka dengan kata benda nikmat. Di kedua tempat kata benda itu disusul kalimat penutup, yaitu pernyataan tentang kemenangan yang agung di 44:57 dan pernyataan bahwa Allah memberi balasan kepada orang-orang yang bersyukur di 54:35. Penutup 49:8 berbeda dari keduanya karena berbicara tentang sifat Allah, yaitu berilmu dan penuh hikmah.

Dengan susunan itu, kecenderungan hati yang dinyatakan di 49:7 ditempatkan sebagai pemberian. Ayat 49:7 menutup dengan sebutan bagi mereka sebagai orang-orang yang mengikuti jalan kebenaran, dan ayat ini menyebut dari mana hal itu datang. Teks tidak menyebut usaha manusia di sini, dan tidak pula menyangkalnya. Ayat 49:9 sesudahnya pindah ke persoalan dua golongan yang saling berperang.

Renungan dan Hikmah

  • Kata karunia di ayat ini dapat dibaca menunjuk pada rangkaian di 49:7, yang memuat cinta kepada iman dan juga benci kepada kekufuran, kefasikan, dan kedurhakaan. Rasa tidak nyaman ketika melihat kejahatan ikut masuk ke dalam daftar pemberian dari Allah. Pembaca yang pernah merasa terganggu oleh kecurangan kecil di sekitarnya, padahal tidak ada yang menegurnya, dapat menimbang bahwa gangguan itu belum tentu beban yang harus disingkirkan. Rasa itu mungkin bagian dari sesuatu yang diberikan kepadanya, dan dapat diperlakukan sebagai petunjuk arah.
  • Ayat sebelumnya memuat perintah dan pengandaian, dan ayat sesudahnya memuat perintah damai yang berulang. Ayat ini berdiri di tengah tanpa satu pun kata kerja, sehingga pembaca tidak diminta mengerjakan apa pun di sini. Seseorang yang terbiasa membaca teks sebagai daftar tugas dapat memperhatikan perubahan itu pada dirinya. Apa yang terjadi bila berhenti sebentar pada kalimat yang menyebut pemberian saja, sebelum meneruskan ke tugas berikutnya?
  • Di lima ayat lain karunia menjadi sesuatu yang dicari, sedangkan nikmat tidak pernah muncul bersama kata kerja mencari. Ayat ini menaruh keduanya berdampingan sebagai pemberian dari Allah, tanpa kata kerja yang membedakan. Pembaca dapat mendaftar apa saja dalam hidupnya yang dicari lalu diperoleh, dan apa saja yang tiba tanpa pernah dicari. Membuat daftar kedua dengan teliti dapat mengubah cara memandang daftar pertama, karena sebagian dari yang dianggap hasil usaha mungkin ikut tercatat di sana.
  • Penutup ayat menyebut ilmu dan hikmah sesudah menyebut karunia dan nikmat. Di 9:28 susunan yang sama muncul sesudah janji pencukupan "jika Dia menghendaki". Susunan itu tidak menjelaskan mengapa sesuatu diberikan atau tidak diberikan, tetapi menempatkan pemberian di samping pengetahuan. Pembaca yang pernah kecewa karena sesuatu yang diharapkan tidak datang dapat bertanya apakah kekecewaan itu sudah menimbang pengetahuan yang disebut ayat ini.
  • Ayat ini memberi dua nama bagi apa yang terjadi di hati, yaitu karunia dan nikmat, yang sama-sama berasal dari Allah menurut ayat ini. Pembaca dapat bertanya nama apa yang biasa dipakainya untuk perubahan batin yang pernah dialaminya. Apakah perubahan itu disebut hasil keputusan sendiri, kebetulan, atau sesuatu yang diterima? Siapa yang dirasa pantas dipuji atau disalahkan ketika perubahan itu hilang kembali dari hatinya sendiri?
  • Sesudah ayat ini, pembicaraan pindah ke dua golongan yang saling berperang dan perintah untuk mendamaikannya. Urutannya menaruh catatan tentang pemberian lebih dulu dan tugas sesudahnya. Pembaca yang menerima tugas berat dapat memperhatikan bahwa dalam rangkaian ayat ini tugas itu datang sesudah catatan tentang apa yang sudah ada pada orang-orang yang disapa. Apa saja yang sudah dimiliki sebelum pekerjaan itu dimulai, dan apakah semuanya sudah dihitung?