يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّ ۖ وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِ ۖ بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِ ۚ وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَ

Wahai orang-orang yang beriman, janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka, dan jangan pula perempuan-perempuan terhadap perempuan lain, boleh jadi perempuan itu lebih baik daripada perempuan lainnya. Janganlah kalian saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk. Seburuk-buruk panggilan adalah fasik setelah beriman. Siapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim.

Terjemahan bertahap (6 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُواyaa ayyuhaa lladziina aamanuuwahai orang-orang yang beriman
  2. لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْlaa yaskhar qawmun min qawmin 'asaa an yakuunuu khayran minhumjanganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain, boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka
  3. وَلَا نِسَاءٌ مِنْ نِسَاءٍ عَسَىٰ أَنْ يَكُنَّ خَيْرًا مِنْهُنَّwa-laa nisaa'un min nisaa'in 'asaa an yakunna khayran minhunnadan jangan pula perempuan-perempuan terhadap perempuan lain, boleh jadi perempuan itu lebih baik daripada perempuan lainnya
  4. وَلَا تَلْمِزُوا أَنْفُسَكُمْ وَلَا تَنَابَزُوا بِالْأَلْقَابِwa-laa talmizuu anfusakum wa-laa tanaabazuu bi-l-alqaabijanganlah kalian saling mencela dan saling memanggil dengan julukan yang buruk
  5. بِئْسَ الِاسْمُ الْفُسُوقُ بَعْدَ الْإِيمَانِbi'sa l-ismu l-fusuuqu ba'da l-iimaaniseburuk-buruk panggilan adalah fasik setelah beriman
  6. وَمَنْ لَمْ يَتُبْ فَأُولَٰئِكَ هُمُ الظَّالِمُونَwa-man lam yatub fa-ulaa'ika humu zh-zhaalimuunasiapa yang tidak bertobat, mereka itulah orang-orang zalim

Terjemahan per kata (40 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. لَاlaajanganlah
  6. يَسْخَرْyaskharmengolok
  7. قَوْمٌqawmunkaum
  8. مِنْmindari
  9. قَوْمٍqawminkaum
  10. عَسَىٰ'asaaboleh jadi
  11. أَنْanbahwa
  12. يَكُونُواyakuunuumereka adalah
  13. خَيْرًاkhayrankebaikan
  14. مِنْهُمْminhumdari mereka
  15. وَلَاwa-laadan tidak pula
  16. نِسَاءٌnisaa'unperempuan
  17. مِنْmindari
  18. نِسَاءٍnisaa'inperempuan
  19. عَسَىٰ'asaaboleh jadi
  20. أَنْanbahwa
  21. يَكُنَّyakunnamereka menjadi
  22. خَيْرًاkhayrankebaikan
  23. مِنْهُنَّminhunnadari mereka
  24. وَلَاwa-laadan janganlah
  25. تَلْمِزُواtalmizuukalian mencela
  26. أَنْفُسَكُمْanfusakumdiri kalian
  27. وَلَاwa-laadan janganlah
  28. تَنَابَزُواtanaabazuukalian saling memanggil dengan gelar buruk
  29. بِالْأَلْقَابِbi-l-alqaabidengan gelar buruk
  30. بِئْسَbi'saseburuk-buruk
  31. الِاسْمُl-ismunama
  32. الْفُسُوقُl-fusuuqukefasikan
  33. بَعْدَba'dasesudah
  34. الْإِيمَانِl-iimaanikeimanan
  35. وَمَنْwa-mandan orang yang
  36. لَمْlamtidak
  37. يَتُبْyatubbertobat
  38. فَأُولَٰئِكَfa-ulaa'ikamaka mereka itu
  39. هُمُhumumerekalah
  40. الظَّالِمُونَzh-zhaalimuunaorang-orang zalim

Inti bacaan

Larangan mengolok-olok: 'janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain karena boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka'. Konkretnya: kerendahan hati epistemik bahwa penilaian superioritas seringkali keliru, disertai larangan memberi 'julukan yang buruk' dengan konsekuensi tegas bagi yang tidak bertobat dari kebiasaan ini.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini termasuk yang paling banyak mendapat tambahan penjelas di berbagai terjemahan, seperti kata "karena" yang berulang kali disisipkan untuk menjembatani "janganlah suatu kaum mengolok-olok kaum yang lain" (لَا يَسْخَرْ قَوْمٌ مِنْ قَوْمٍ, laa yaskhar qawmun min qawmin) dengan "boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka" (عَسَىٰ أَنْ يَكُونُوا خَيْرًا مِنْهُمْ, 'asaa an yakuunuu khayran minhum). Di sini dipertahankan sedekat mungkin dengan struktur Arabnya yang ringkas, tanpa kata penghubung tambahan. "Mereka itulah" (فَأُولَٰئِكَ, fa-ulaa'ika) kembali dipakai untuk penekanan, konsisten dengan 49:3, 49:7, dan 49:15.

Tafsiran

Ayat ini beralih dari konflik terbuka di 49:9 dan 49:10 ke bentuk kekerasan yang lebih halus, yaitu ejekan, celaan, dan julukan buruk. Larangan ini disampaikan tanpa alasan atau penjelasan tambahan, berbeda dari kebanyakan ayat lain di surah ini yang menyertakan konsekuensi atau argumen. Ketiadaan penjelasan itu sendiri bisa dibaca sebagai pesan bahwa sebagian perbuatan cukup jelas salahnya tanpa perlu dijelaskan lebih jauh. Peringatan tentang mereka yang tidak bertobat digolongkan sebagai orang zalim menghubungkan pelanggaran sosial semacam ini dengan kategori dosa yang sama seriusnya dengan kezaliman dalam bentuk lain yang dibahas di ayat-ayat sebelumnya.

Renungan dan Hikmah

  • Dasar larangan ini bukan bahwa mengolok-olok itu menyakitkan, melainkan bahwa peringkatnya bisa keliru: 'boleh jadi mereka lebih baik daripada mereka'. Mengolok-olok selalu mengandaikan sebuah urutan, dan urutan itu tidak pernah bisa diperiksa oleh yang menyusunnya. Allah tidak melarangnya dengan menuntut kelembutan, melainkan dengan menunjukkan bahwa yang mengolok sedang berdiri di atas pengetahuan yang tidak ia miliki.
  • Dari semua julukan buruk yang mungkin, yang disebut paling buruk justru yang memakai bahasa keimanan: 'seburuk-buruk panggilan adalah fasik setelah beriman'. Ayat ini seolah sudah tahu bahwa di antara orang beriman, senjata yang paling melukai bukan hinaan kasar, melainkan tuduhan tentang keadaan iman orang lain. Yang paling sakit selalu yang paling sulit dibantah.
  • Hampir seluruh ayat di surah ini menyertakan alasan atau akibat, dan larangan saling mencela ini tidak. Allah tidak memberi alasan justru di tempat Dia hampir selalu memberikannya, dan ketiadaan itu sendiri terbaca sebagai pesan: ada perbuatan yang cukup jelas salahnya tanpa perlu diterangkan. Ketika seseorang mulai mencari-cari alasan kenapa kali ini boleh, biasanya bukan alasannya yang sedang kurang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain di ayat ini selaras utk sisi-hamba ('bertobat'); perubahan terjemahan ini hanya /perapian bila ada. Konvensi twb: hamba diterjemahkan 'bertobat', Allah diterjemahkan 'menyambut tobat', at-Tawwaab takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Pembeda akar q-b-l ('menerima' sungguhan) di 9:104/42:25/40:3.