يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّ إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌ ۖ وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًا ۚ أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُ ۚ وَاتَّقُوا اللَّهَ ۚ إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌ

Wahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka! Sesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa. Janganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kalian yang menggunjing sebagian yang lain. Apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik. Bertakwalah kepada Allah! Sesungguhnya Allah penyambut tobat lagi pengasih.

Terjemahan bertahap (6 jeda)
  1. يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اجْتَنِبُوا كَثِيرًا مِنَ الظَّنِّyaa ayyuhaa lladziina aamanuu jtanibuu katsiiran mina zh-zhanniwahai orang-orang yang beriman, jauhilah banyak prasangka
  2. إِنَّ بَعْضَ الظَّنِّ إِثْمٌinna ba'da zh-zhanni itsmunsesungguhnya sebagian prasangka adalah dosa
  3. وَلَا تَجَسَّسُوا وَلَا يَغْتَبْ بَعْضُكُمْ بَعْضًاwa-laa tajassasuu wa-laa yaghtab ba'dukum ba'danjanganlah mencari-cari kesalahan orang lain dan janganlah ada di antara kalian yang menggunjing sebagian yang lain
  4. أَيُحِبُّ أَحَدُكُمْ أَنْ يَأْكُلَ لَحْمَ أَخِيهِ مَيْتًا فَكَرِهْتُمُوهُa-yuhibbu ahadukum an ya'kula lahma akhiihi maytan fa-karihtumuuhuapakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati? Tentu kalian merasa jijik
  5. وَاتَّقُوا اللَّهَwa-ttaquu llaahabertakwalah kepada Allah
  6. إِنَّ اللَّهَ تَوَّابٌ رَحِيمٌinna llaaha tawwaabun rahiimunsesungguhnya Allah penyambut tobat lagi pengasih
Catatan pilihan kata (ringkas)

terjemahan lain 'menerima tobat / Maha Penerima Tobat' = glos tafsir yang MEMBALIK AGENSI (Allah jadi penerima pasif, padahal taaba alaa = Dia BERGERAK kembali kepada hamba). Bukti internal: 9:118 'taaba alayhim LI-YATUuBUu', berpaling-Nya MENDAHULUI tobat hamba; terjemahan lain terpaksa menambal dgn tambahan 'tetap dalam'. Pembeda leksikal nyata: saat Qur'an bermaksud 'MENERIMA', ia memakai akar q-b-l (yaqbalu 9:104 & 42:25; qaabili t-tawb 40:3), terjemahan lain meratakan keduanya. terjemahan ini: 'menyambut tobat' (aktif-menuju); takrif diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat'. Rumus at-tawwaabu r-rahiim (takrif) di 2:37, 2:54, 2:128, 2:160, 9:104, 9:118 diterjemahkan 'Sang Penyambut Tobat lagi Sang Pengasih'; indefinit (4:16, 4:64, 24:10, 49:12, 110:3) diterjemahkan 'penyambut tobat'. 2:222 at-tawwaabiin = MANUSIA dgn lema yang sama diterjemahkan kesaling-kembalian; 9:117 taaba alaa NABI (yang tak berdosa di peristiwa itu) diterjemahkan menegaskan taaba alaa = berpaling-dgn-karunia, tak mensyaratkan dosa. Lih.. sebagian penerjemah: 'O you who heed warning:1 avoid much assumption; some assumption is sin.2 And spy not;3 neither backbite one another. Would any of you like to eat the flesh of his dead brother? You would detest it. And be in prudent fear4 of God; God is accepting of repentance and merciful.' Corpus: akar akar t-w-b di ayat ini.

Aplikasi

Larangan prasangka dan gunjingan: 'jauhilah banyak prasangka!... apakah ada di antara kalian yang suka memakan daging saudaranya yang sudah mati?', metafora mengejutkan dan efektif menggambarkan betapa menjijikkannya menggunjing, analogi visceral yang dirancang membekas kuat dalam ingatan agar benar-benar dihindari.