يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan. Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah berilmu lagi waskita.

Terjemahan bertahap (5 jeda)

  1. يَا أَيُّهَا النَّاسُyaa ayyuhaa n-naasuwahai manusia
  2. إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰinnaa khalaqnaakum min dzakarin wa-untsaasesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan
  3. وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُواwa-ja'alnaakum syu'uuban wa-qabaa'ila li-ta'aarafuuKami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal
  4. إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْinna akramakum 'inda llaahi atqaakumsesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa
  5. إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌinna llaaha 'aliimun khabiirunsesungguhnya Allah berilmu lagi waskita

Terjemahan per kata (21 kata)

  1. يَاyaawahai
  2. أَيُّهَاayyuhaasekalian
  3. النَّاسُn-naasumanusia
  4. إِنَّاinnaasesungguhnya Kami
  5. خَلَقْنَاكُمْkhalaqnaakumKami menciptakan kalian
  6. مِنْmindari
  7. ذَكَرٍdzakarinlaki-laki
  8. وَأُنْثَىٰwa-untsaadan perempuan
  9. وَجَعَلْنَاكُمْwa-ja'alnaakumdan Kami menjadikan kalian
  10. شُعُوبًاsyu'uubanberbangsa-bangsa
  11. وَقَبَائِلَwa-qabaa'iladan bersuku-suku
  12. لِتَعَارَفُواli-ta'aarafuuagar kalian saling mengenal
  13. إِنَّinnasesungguhnya
  14. أَكْرَمَكُمْakramakumyang paling mulia di antara kalian
  15. عِنْدَ'indadi sisi
  16. اللَّهِllaahiAllah
  17. أَتْقَاكُمْatqaakumyang paling bertakwa di antara kalian
  18. إِنَّinnasesungguhnya
  19. اللَّهَllaahaAllah
  20. عَلِيمٌ'aliimunberilmu
  21. خَبِيرٌkhabiirunmengetahui

Inti bacaan

Bentuk (يَتَعَارَفُونَ, yata'aarafuuna) di 10:45 dan (لِتَعَارَفُوا, li-ta'aarafuu) di 49:13 masing-masing tertulis sekali di Al-Qur'an.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَا أَيُّهَا النَّاسُ, yaa ayyuhaa n-naasu) yang berarti "wahai manusia". Sapaan itu juga membuka 2:21, 4:1, dan 22:5, dan di ketiga ayat itu kata kerja menciptakan ada dalam ayat yang sama, misalnya (الَّذِي خَلَقَكُمْ مِنْ نَفْسٍ وَاحِدَةٍ, alladzii khalaqakum min nafsin waahidatin) yang berarti "yang telah menciptakan kalian dari diri yang satu" di 4:1, dan (فَإِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ تُرَابٍ, fa-innaa khalaqnaakum min turaabin) yang berarti "sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari tanah" di 22:5. Di 49:13 kata kerjanya (خَلَقْنَاكُمْ, khalaqnaakum) berakar خ-ل-ق dan disusul (مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ, min dzakarin wa-untsaa) yang berarti "dari seorang laki-laki dan perempuan".

Pasangan dzakar dan untsaa di 49:13 disambung dengan wa. Di 3:195, 4:124, 16:97, dan 40:40 pasangan itu disambung dengan aw, misalnya (مِنْ ذَكَرٍ أَوْ أُنْثَىٰ, min dzakarin aw untsaa) yang berarti "baik laki-laki maupun perempuan" di 16:97, dan di keempat ayat itu pembicaraannya tentang orang yang beramal, satu orang demi satu orang. Dengan wa, kedua jenis itu bersama-sama menjadi asal. Pasangan itu dengan kata sandang, (الذَّكَرَ وَالْأُنْثَىٰ, adz-dzakara wa-l-untsaa), ada di 53:45, 75:39, dan 92:3, dan di 53:45 serta 75:39 ia berdampingan dengan (الزَّوْجَيْنِ, az-zawjayni) yang berarti "sepasang". Terjemahan "dari seorang laki-laki dan perempuan" mengikuti bentuk tunggal tak tentu kedua kata. Ayat tidak memutuskan apakah min menunjuk asal pertama manusia atau asal setiap orang.

Kalimat berikutnya, (وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ, wa-ja'alnaakum syu'uuban wa-qabaa'ila), berarti "dan Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku". Kata kerja (جَعَلْنَاكُمْ, ja'alnaakum) berakar ج-ع-ل dan berarti "Kami menjadikan kalian". Kata (شُعُوبًا, syu'uuban) dan (قَبَائِلَ, qabaa'ila) masing-masing hanya ada di ayat ini di seluruh Al-Qur'an, sehingga tidak ada pemakaian lain yang menunjukkan perbedaan ukuran keduanya. Terjemahan memakai dua kata Indonesia yang berbeda, "bangsa" dan "suku", untuk dua kata Arab yang berbeda, dan ayat tidak mengurutkan keduanya menurut ukuran atau derajat. Kedua kata tidak memakai kata sandang al-, sehingga tidak menunjuk bangsa atau suku tertentu.

Tujuannya tertulis dalam (لِتَعَارَفُوا, li-ta'aarafuu) yang berarti "agar kalian saling mengenal". Kata kerja ini berakar ع-ر-ف dan berbentuk timbal balik, bentuk yang sama dengan tanaabazuu di 49:11. Di surah 49 hanya dua kata kerja yang berbentuk begitu, yaitu tanaabazuu di 49:11 dan ta'aarafuu di 49:13. Bentuk timbal balik dari akar ع-ر-ف ada di dua ayat saja, yaitu 10:45 dan 49:13. Di 10:45, (يَتَعَارَفُونَ بَيْنَهُمْ, yata'aarafuuna baynahum) yang berarti "mereka saling mengenal di antara mereka", saling mengenal itu dialami oleh orang-orang yang dikumpulkan pada suatu hari. Di 49:13 saling mengenal itu dinyatakan sebagai tujuan lewat huruf li.

Kalimat (إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ, inna akramakum 'inda llaahi atqaakum) berarti "sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa". Kata (أَكْرَمَكُمْ, akramakum) berakar ك-ر-م dan berbentuk perbandingan tertinggi, dan kata (أَتْقَاكُمْ, atqaakum) berakar و-ق-ي dengan bentuk yang sama. Keduanya ada di ayat ini dalam bentuk dengan akhiran kalian. Bentuk perbandingan atqaa tanpa akhiran ada di 92:17, (وَسَيُجَنَّبُهَا الْأَتْقَى, wa-sa-yujannabuhaa l-atqaa) yang berarti "dan akan dijauhkan darinya orang yang paling bertakwa". Keterangan (عِنْدَ اللَّهِ, 'inda llaahi) yang berarti "di sisi Allah" menaruh penilaian kemuliaan pada Allah, tidak pada pihak yang dinilai dan tidak pada sesamanya.

Penutup ayat, (إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ, inna llaaha 'aliimun khabiirun), berarti "sesungguhnya Allah berilmu lagi waskita". Pasangan (عَلِيمٌ خَبِيرٌ, 'aliimun khabiirun) ada di dua ayat, yaitu 31:34 dan 49:13. Di 31:34 pasangan itu menutup ayat yang menyebut bahwa tidak ada jiwa yang mengetahui apa yang akan diusahakannya esok dan di bumi mana ia akan mati. Kata (عَلِيمٌ, 'aliimun) berakar ع-ل-م, sedangkan (خَبِيرٌ, khabiirun) berakar خ-ب-ر. Terjemahan memakai "berilmu" untuk yang pertama dan "waskita" untuk yang kedua.

Tafsiran

Ayat ini mengubah sapaan surah. Lima sapaan sebelumnya, di 49:1, 49:2, 49:6, 49:11, dan 49:12, ditujukan kepada orang-orang yang beriman, dan 49:13 menyapa manusia seluruhnya. Sesudahnya 49:14 kembali ke pokok pengakuan beriman. Dengan susunan itu, alasan yang diberikan di 49:13 berlaku bagi pendengar yang lebih luas daripada pendengar larangan-larangan di ayat-ayat sebelumnya.

Dalam rangkaian 49:11 sampai 49:13, ayat ini menjawab pertanyaan yang dibiarkan terbuka. Ayat 49:11 memberi alasan larangan mengolok-olok, yaitu kemungkinan bahwa pihak yang diolok-olok lebih baik, tanpa menyebut ukuran apa yang disebut baik. Ayat 49:13 menyebut ukuran itu, (أَتْقَاكُمْ, atqaakum), dan menaruhnya di sisi Allah. Dapat dibaca bahwa ukuran yang berada di sisi Allah tidak bisa dinilai dari luar oleh pihak mana pun, dan penutup ayat, 'aliimun khabiirun, menempatkan pengetahuan tentang siapa yang memenuhinya pada Allah. Ayat 53:32 berbicara dalam arah yang sama, (فَلَا تُزَكُّوا أَنْفُسَكُمْ, fa-laa tuzakkuu anfusakum) yang berarti "maka janganlah kalian menyucikan diri kalian", disusul (هُوَ أَعْلَمُ بِمَنِ اتَّقَىٰ, huwa a'lamu bi-mani ttaqaa) yang berarti "Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa". Kedua ayat berbeda konteks, tetapi sama-sama menempatkan penilaian atas ketakwaan pada pengetahuan Allah.

Ayat ini juga mengganti kata ganti. Ayat 49:11 menyebut pihak yang diolok-olok dengan kata ganti mereka, dalam (مِنْهُمْ, minhum) dan (مِنْهُنَّ, minhunna). Ayat 49:13 hanya memakai kata ganti kalian, pada khalaqnaakum, ja'alnaakum, li-ta'aarafuu, akramakum, dan atqaakum. Kata ganti kalian itu mencakup pihak yang mengolok-olok dan pihak yang diolok-olok sekaligus, karena ayat tidak memisahkan keduanya.

Urutan kalimat ayat ini bergerak dari asal bersama ke pembagian, lalu ke tujuan pembagian itu, dan terakhir ke ukuran. Pembagian menjadi bangsa dan suku ditempatkan sesudah asal yang disebut bersama, dan ditutup dengan tujuan saling mengenal. Sepanjang rangkaian itu ayat tidak menyebut satu pun bangsa atau suku, dan tidak mengurutkan keduanya.

Renungan dan Hikmah

  • Lima sapaan pertama surah ini menyebut pendengarnya orang-orang yang beriman, dan sapaan keenam, di ayat ini, menyebut manusia. Alasan yang diberikan 49:13 untuk larangan-larangan sebelumnya karena itu tidak berhenti di batas kelompok yang disapa lima kali. Pembaca yang membedakan dirinya sebagai orang beriman dari orang lain sebagai manusia biasa mendapati bahwa surah ini memakai kedua sapaan itu, dan menaruh alasan tentang asal pada sapaan kedua. Ketika menimbang seseorang yang berada di luar lingkaran yang disapa lima kali pertama, sapaan mana yang sedang dipakai untuk menimbangnya?
  • Dalam ayat ini asal bersama disebut lebih dulu, lalu pembagian menjadi bangsa dan suku. Urutannya dapat dibaca sebagai urutan prioritas, dan ayat tidak menyebutnya begitu. Pembaca yang memperkenalkan dirinya dengan sebuah nama kelompok biasanya menyebut sesuatu yang membedakannya dari orang di depannya, sedangkan kalimat ini menaruh sesuatu yang dimiliki bersama sebelum pembeda itu. Pada perkenalan terakhir yang diucapkan pembaca, label mana yang disebut lebih dulu, yang dibagi bersama atau yang membedakan?
  • Pembagian menjadi bangsa dan suku diberi tujuan dalam kalimatnya sendiri: agar saling mengenal. Kata kerjanya berbentuk timbal balik, sehingga kedua pihak sama-sama mengenal dan sama-sama dikenal, dan tidak ada pihak yang hanya mengamati. Perbedaan kelompok dalam kalimat ini berfungsi sebagai alasan untuk berkenalan, sedangkan ayat tidak menyebutnya sebagai alasan untuk menilai. Sesudah tujuan itu ayat langsung beralih ke ukuran kemuliaan di sisi Allah. Dari orang-orang dalam kelompok lain yang dikenal pembaca, berapa yang dikenal lewat nama dan ceritanya sendiri, dan berapa yang hanya dikenal lewat sebutan kelompoknya?
  • Ayat ini menyebut satu ukuran kemuliaan, yaitu ketakwaan, dan menaruh penilaiannya di sisi Allah. Ukuran lain yang biasa dipakai sehari-hari tidak disebut sama sekali. Pembaca yang punya daftar tak tertulis tentang siapa yang lebih tinggi dan siapa yang lebih rendah di lingkarannya dapat memeriksa apakah satu pun butir dalam daftar itu terdapat di ayat ini. Peringkat apa yang selama ini dipakai untuk menempatkan sesama, dan di mana peringkat itu disebut dalam ayat ini?
  • Penutup ayat menaruh pengetahuan pada Allah, dan 53:32 menaruh larangan menyucikan diri di samping pernyataan bahwa Dia lebih mengetahui siapa yang bertakwa. Kalau ukuran kemuliaan adalah ketakwaan, dan pengetahuan tentang ketakwaan berada di sisi lain, pernyataan tentang siapa yang paling bertakwa tidak punya pengucap di antara manusia. Pernyataan seperti itu tidak bisa dipakai untuk menaikkan diri sendiri, dan tidak bisa dipakai untuk menurunkan orang lain. Kalimat apa yang tidak lagi bisa diucapkan pembaca tentang dirinya atau tentang orang lain bila pengetahuan itu memang berada di tempat lain?
  • Ayat 49:11 menyebut pihak yang diolok-olok dengan kata ganti mereka, dan 49:13 hanya memakai kata ganti kalian. Perpindahan itu terjadi dalam jarak dua ayat. Kata mereka menyebut sebuah kelompok sebagai pihak yang dibicarakan, sedangkan kata kalian di ayat ini menyapa seluruh manusia, termasuk kelompok itu. Kata ganti yang dipilih ayat menghapus jarak yang dibuat oleh kata mereka. Pada bagian mana dalam percakapan pembaca kata mereka berganti menjadi kalian, dan bagian mana yang tidak pernah berganti?