يَا أَيُّهَا النَّاسُ إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰ وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُوا ۚ إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ ۚ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ
Wahai manusia, sesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan. Kami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Sesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa. Sesungguhnya Allah berilmu lagi waskita.
Terjemahan bertahap (5 jeda)
- يَا أَيُّهَا النَّاسُyaa ayyuhaa n-naasuwahai manusia
- إِنَّا خَلَقْنَاكُمْ مِنْ ذَكَرٍ وَأُنْثَىٰinnaa khalaqnaakum min dzakarin wa-untsaasesungguhnya Kami telah menciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan
- وَجَعَلْنَاكُمْ شُعُوبًا وَقَبَائِلَ لِتَعَارَفُواwa-ja'alnaakum shu'uuban wa-qabaa'ila li-ta'aarafuuKami menjadikan kalian berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal
- إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِنْدَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْinna akramakum inda llaahi atqaakumsesungguhnya yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa
- إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌinna llaaha aliimun khabiirunsesungguhnya Allah berilmu lagi waskita
Catatan pilihan kata (ringkas)
Perubahan terjemahan ini atas terjemahan lain: sebutan diterjemahkan 'berilmu' (indefinit corpus, tanpa 'Maha'); kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian per tag 2MP corpus; sebutan pasangan yang belum dibedah dipertahankan sementara. Konvensi lm-C1: aliim diterjemahkan 'berilmu' (SATU rendering Allah+manusia; takrif diterjemahkan 'Sang Berilmu', indefinit kecil tanpa Maha; berobjek diterjemahkan 'berilmu akan X'); allaam diterjemahkan 'berilmu akan segala yang gaib'; aalim+objek diterjemahkan 'yang mengetahui yang gaib' (lema beda, bukan pembelahan). Probe: penyihir Fir'aun aliim 5×; 12:76. ⚠ C2 (aalamiin) & C3 (verba/'ilm/a'lam/'allama) menyusul. Lih.. sebagian penerjemah: 'O mankind: We have created you from a male and a female, and have made you nations and tribes that you might know one another.
Aplikasi
Ayat monumental kesetaraan manusia: 'diciptakan kalian dari seorang laki-laki dan perempuan... berbangsa-bangsa dan bersuku-suku agar kalian saling mengenal. Yang paling mulia di antara kalian di sisi Allah adalah orang yang paling bertakwa'. Konkretnya: keragaman etnis dan suku dijadikan bagi tujuan saling mengenal, bukan hierarki, satu-satunya kriteria kemuliaan sejati adalah ketakwaan, bukan garis keturunan, warna kulit, atau kebangsaan, sebuah prinsip yang menjadi dasar penolakan rasisme dan tribalisme.