قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا ۖ قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ ۖ وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا ۚ إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ
Orang-orang Arab Badui berkata, “Kami telah beriman.” Katakanlah, “Kalian tidak beriman, tetapi katakanlah, ‘Kami berserah diri,’ padahal iman belum masuk ke dalam hati kalian. Jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun amal perbuatan kalian. Sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih.”
Terjemahan bertahap (8 jeda)
- قَالَتِ الْأَعْرَابُqaalati l-a'raabuorang-orang Arab Badui berkata
- آمَنَّاaamannaakami telah beriman
- قُلْqulkatakanlah
- لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُواlam tu'minuu wa-laakin quuluukalian tidak beriman, tetapi katakanlah
- أَسْلَمْنَاaslamnaakami berserah diri
- وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْwa-lammaa yadkhuli l-iimaanu fii quluubikumpadahal iman belum masuk ke dalam hati kalian
- وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًاwa-in tuthii'uu llaaha wa-rasuulahu laa yalitkum min a'maalikum syay'anjika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun amal perbuatan kalian
- إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌinna llaaha ghafuurun rahiimunsesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih
Terjemahan per kata (27 kata)
- قَالَتِqaalatiberkata
- الْأَعْرَابُl-a'raabuorang-orang Arab dusun
- آمَنَّاaamannaakami beriman
- قُلْqulkatakanlah
- لَمْlamtidak
- تُؤْمِنُواtu'minuukalian beriman
- وَلَٰكِنْwa-laakintetapi
- قُولُواquuluukatakanlah kalian
- أَسْلَمْنَاaslamnaakami berserah diri
- وَلَمَّاwa-lammaadan ketika
- يَدْخُلِyadkhulimasuk
- الْإِيمَانُl-iimaanukeimanan
- فِيfiike dalam
- قُلُوبِكُمْquluubikumhati kalian
- وَإِنْwa-indan jika
- تُطِيعُواtuthii'uukalian menaati
- اللَّهَllaahaAllah
- وَرَسُولَهُwa-rasuulahudan Rasul-Nya
- لَاlaatidak
- يَلِتْكُمْyalitkummengurangi kalian
- مِنْmindari
- أَعْمَالِكُمْa'maalikumamal-amal kalian
- شَيْئًاsyay'ansedikit pun
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- غَفُورٌghafuurunpengampun
- رَحِيمٌrahiimunpengasih
Inti bacaan
(الْأَعْرَابُ, al-a'raabu) tertulis sepuluh kali di empat surah (9:90, 9:97, 9:98, 9:99, 9:101, 9:120, 33:20, 48:11, 48:16, 49:14).
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (قَالَتِ الْأَعْرَابُ آمَنَّا, qaalati l-a'raabu aamannaa) yang berarti "orang-orang Arab Badui berkata, 'Kami telah beriman'". Kata (الْأَعْرَابُ, l-a'raabu) ada di sepuluh ayat di seluruh Al-Qur'an, yaitu 9:90, 9:97, 9:98, 9:99, 9:101, 9:120, 33:20, 48:11, 48:16, dan 49:14. Ayat-ayat itu tidak memperlakukan mereka sebagai satu sifat tunggal. Di 9:97, (الْأَعْرَابُ أَشَدُّ كُفْرًا وَنِفَاقًا, al-a'raabu asyaddu kufran wa-nifaaqan), mereka disebut lebih berat dalam kekufuran dan kemunafikan, sedangkan di 9:99, (وَمِنَ الْأَعْرَابِ مَنْ يُؤْمِنُ بِاللَّهِ وَالْيَوْمِ الْآخِرِ, wa-mina l-a'raabi man yu'minu bi-llaahi wa-l-yawmi l-aakhiri), sebagian dari mereka disebut beriman. Di 49:14 kelompok itu dikutip sebagai pengucap satu kalimat, dan penilaian atas isi kalimatnya datang dari kalimat-kalimat sesudahnya. Kata kerja (آمَنَّا, aamannaa) berakar أ-م-ن dan berarti "kami telah beriman". Ucapan dengan kata kerja itu disandingkan dengan keadaan hati juga di 5:41, (آمَنَّا بِأَفْوَاهِهِمْ وَلَمْ تُؤْمِنْ قُلُوبُهُمْ, aamannaa bi-afwaahihim wa-lam tu'min quluubuhum) yang berarti "kami telah beriman, dengan mulut mereka, sedangkan hati mereka tidak beriman", dan di 48:11, (يَقُولُونَ بِأَلْسِنَتِهِمْ مَا لَيْسَ فِي قُلُوبِهِمْ, yaquuluuna bi-alsinatihim maa laysa fii quluubihim) yang berarti "mereka mengucapkan dengan lidah mereka apa yang tidak ada dalam hati mereka".
Jawaban yang diperintahkan, (قُلْ لَمْ تُؤْمِنُوا وَلَٰكِنْ قُولُوا أَسْلَمْنَا, qul lam tu'minuu wa-laakin quuluu aslamnaa), berarti "katakanlah, 'Kalian tidak beriman, tetapi katakanlah, Kami berserah diri'". Di dalamnya ada dua perintah, (قُلْ, qul) yang ditujukan kepada satu orang dan (قُولُوا, quuluu) yang ditujukan kepada banyak orang, yaitu kelompok pengucap kalimat itu. Kata kerja (تُؤْمِنُوا, tu'minuu) berakar أ-م-ن, akar yang sama dengan aamannaa, sehingga ayat meniadakan kata yang sama dengan yang mereka ucapkan. Terjemahan memakai "tidak" untuk lam, seperti di 49:11, (وَمَنْ لَمْ يَتُبْ, wa-man lam yatub) yang berarti "siapa yang tidak bertobat". Kata (أَسْلَمْنَا, aslamnaa) berakar س-ل-م dan berarti "kami berserah diri". Kata kerja aslama di 2:131 diucapkan kepada Tuhan, (أَسْلَمْتُ لِرَبِّ الْعَالَمِينَ, aslamtu li-rabbi l-'aalamiina) yang berarti "aku berserah diri kepada Tuhan semesta alam", dan di 3:83 dipakai untuk semua makhluk, (وَلَهُ أَسْلَمَ مَنْ فِي السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ طَوْعًا وَكَرْهًا, wa-lahu aslama man fii s-samaawaati wa-l-ardhi thaw'an wa-karhan) yang berarti "dan kepada-Nya berserah diri siapa yang ada di langit dan di bumi, dengan suka atau terpaksa". Frasa "dengan suka atau terpaksa" di 3:83 menunjukkan bahwa aslama dapat dipakai untuk penyerahan yang tidak menunggu kerelaan hati.
Alasannya tertulis dalam (وَلَمَّا يَدْخُلِ الْإِيمَانُ فِي قُلُوبِكُمْ, wa-lammaa yadkhuli l-iimaanu fii quluubikum) yang berarti "padahal iman belum masuk ke dalam hati kalian". Kata (لَمَّا, lammaa) berarti "belum" dan berbeda dari lam di kalimat sebelumnya yang berarti "tidak". Kata lammaa dengan kata kerja bentuk sekarang sesudahnya ada juga di 2:214, 3:142, 9:16, dan 10:39. Di 9:16 susunan itu muncul sebagai (وَلَمَّا يَعْلَمِ اللَّهُ الَّذِينَ جَاهَدُوا مِنْكُمْ, wa-lammaa ya'lami llaahu lladziina jaahaduu minkum), dan terjemahan di sana memakai "padahal" untuk wa-lammaa, sama seperti terjemahan 49:14. Kata (الْإِيمَانُ, l-iimaanu) menjadi pelaku kata kerja masuk, dan (قُلُوبِكُمْ, quluubikum) menjadi tempatnya. Di tempat lain iman diletakkan di hati oleh pihak lain: (وَزَيَّنَهُ فِي قُلُوبِكُمْ, wa-zayyanahu fii quluubikum) yang berarti "dan menjadikannya indah dalam hati kalian" di 49:7, dan (كَتَبَ فِي قُلُوبِهِمُ الْإِيمَانَ, kataba fii quluubihimu l-iimaana) yang berarti "menetapkan keimanan di dalam hati mereka" di 58:22. Di 49:14 ayat tidak menyebut pihak yang memasukkan iman.
Kalimat sesudahnya, (وَإِنْ تُطِيعُوا اللَّهَ وَرَسُولَهُ لَا يَلِتْكُمْ مِنْ أَعْمَالِكُمْ شَيْئًا, wa-in tuthii'uu llaaha wa-rasuulahu laa yalitkum min a'maalikum syay'an), berarti "jika kalian taat kepada Allah dan Rasul-Nya, Dia tidak akan mengurangi sedikit pun amal perbuatan kalian". Kata kerja (تُطِيعُوا, tuthii'uu) berakar ط-و-ع dan berarti "kalian taat". Syaratnya adalah ketaatan, dan iman tidak disebut sebagai syarat. Kata kerja (يَلِتْكُمْ, yalitkum) hanya ada di ayat ini. Kata kerja yang diterjemahkan sama, "mengurangi", ada di 52:21, (وَمَا أَلَتْنَاهُمْ مِنْ عَمَلِهِمْ مِنْ شَيْءٍ, wa-maa alatnaahum min 'amalihim min syay'in) yang berarti "dan Kami tidak mengurangi sedikit pun dari amal mereka", dengan susunan yang hampir sama: peniadaan, kata kerja, lalu min dan kata amal. Penerima janji di 52:21 disebut (الَّذِينَ آمَنُوا, alladziina aamanuu), sedangkan penerima janji di 49:14 disebut orang-orang yang taat.
Ayat ditutup dengan (إِنَّ اللَّهَ غَفُورٌ رَحِيمٌ, inna llaaha ghafuurun rahiimun) yang berarti "sesungguhnya Allah pengampun lagi pengasih". Rumus ini tanpa kata sandang al-, sehingga diterjemahkan dengan huruf kecil dan tanpa "Maha". Rumus yang sama menutup 49:5, (وَاللَّهُ غَفُورٌ رَحِيمٌ, wa-llaahu ghafuurun rahiimun), sehingga surah ini memuatnya di dua tempat, yaitu 49:5 dan 49:14.
Tafsiran
Ayat ini menggeser surah dari perilaku antarsesama di 49:11 sampai 49:13 ke kejujuran tentang pengakuan. Dua pihak berbicara di dalamnya: sekelompok orang yang mengucapkan sebuah kalimat, dan jawaban yang diperintahkan atas kalimat itu. Urutan ayat terbaca sebagai ucapan, koreksi, kata pengganti yang boleh diucapkan, alasan, tawaran, lalu penutup yang menyebut pengampunan.
Koreksi di ayat ini tidak menolak orang-orang yang berbicara. Mereka tidak diminta diam dan tidak diusir dari pembicaraan. Mereka diberi kata lain untuk diucapkan, (أَسْلَمْنَا, aslamnaa), dan kata itu diberikan sebagai ucapan yang sesuai dengan keadaan mereka. Ayat 48:11 menyebut jarak antara ucapan dan hati dengan rumusan apa yang tidak ada dalam hati, sedangkan 49:14 menyebut jarak itu dengan kata belum dan menyertainya dengan tawaran. Kedua ayat berbeda konteks, dan perbedaan rumusannya patut diperhatikan tanpa menyimpulkan lebih jauh.
Tawaran di ujung ayat diberikan kepada orang yang taat, dan penerimanya tidak dibatasi pada orang yang sudah beriman. Ayat tidak menyebut apa yang terjadi bila iman kemudian masuk ke hati, dan tidak menyebut bahwa ketaatan dengan hati yang belum beriman akan sama nilainya dengan ketaatan yang disertai iman. Ayat menulis satu janji: amal tidak dikurangi sedikit pun. Dapat dibaca bahwa kata belum, berbeda dari kata tidak, membiarkan iman masih mungkin masuk kemudian, dan ayat sendiri tidak menyatakannya.
Penutup yang menyebut Allah pengampun lagi pengasih berada di tempat yang sama dengan penutup 49:5. Di kedua tempat, kalimat itu menyusul pernyataan tentang kekurangan pendengar, dan di antara pernyataan dan penutup tidak ada kalimat hukuman. Ayat 49:15 kemudian memakai kata orang-orang beriman dengan syarat yang tertulis, sehingga ayat ini menyiapkan tempat bagi definisi itu.
Renungan dan Hikmah
- Orang-orang yang berbicara di ayat ini tidak diminta diam. Mereka diberi kata lain yang lebih kecil, kami berserah diri, dan kata itu dinyatakan benar untuk keadaan mereka. Obat untuk ucapan yang lebih besar daripada keadaan di dalam ayat ini adalah ucapan yang lebih kecil dan jujur. Kata kecil itu disusul langsung oleh syarat taat kepada Allah dan Rasul-Nya. Pembaca yang pernah menyebut dirinya dengan kata yang besar dapat bertanya kata kecil apa yang sebenarnya bisa dipertanggungjawabkan hari ini. Apa yang tersisa dari sebuah pengakuan bila setiap kata besar di dalamnya diganti dengan kata yang bisa diperiksa?
- Ayat memakai dua penafian yang berbeda, tidak untuk ucapan mereka dan belum untuk keadaan hati mereka. Kata belum menyimpan arah ke depan, sedangkan kata tidak menutup. Perbedaan itu menaruh keadaan hati yang kurang di tempat yang masih bisa dilalui. Pembaca yang menilai kekurangan di dalam dirinya sering memilih kata tidak karena lebih mudah diucapkan dan lebih cepat selesai. Hal apa dalam diri pembaca yang selama ini disebut tidak, padahal kalimat yang lebih jujur memakai kata belum?
- Ayat memakai gambaran perpindahan tempat, iman masuk ke dalam hati. Pengumuman bisa diucapkan dari mana saja, sedangkan masuk menuntut tempat tujuan yang hanya bisa diperiksa oleh pemilik hati itu sendiri. Dalam ayat ini pengumuman mendahului kedatangan, dan jarak antara keduanya dinyatakan lewat kata belum. Pembaca yang pernah menjawab sudah atas pertanyaan yang jawabannya baru akan benar beberapa waktu kemudian mengenal jarak itu. Pengumuman apa yang pernah diucapkan pembaca lebih dulu daripada keadaan yang diumumkannya?
- Janji di ujung ayat diberikan kepada orang yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan ayat tidak menambahkan syarat bahwa hati mereka harus sudah beriman. Janji itu juga tidak memuat penilaian tentang bobot amal mereka dibandingkan amal orang lain, dan isinya menyatakan bahwa tidak ada amal yang dikurangi. Pembaca yang menilai amal orang lain dengan ukuran apa yang tampak dari luar mendapati ayat ini berhenti di titik yang lebih sempit, yaitu apa yang dikerjakan dan apa yang tidak dikurangi. Pada amal orang lain yang terlihat kurang meyakinkan, siapa yang menetapkan ukuran kurang itu?
- Ayat 48:11 menyebut jarak antara ucapan dan hati sebagai ucapan tentang apa yang tidak ada dalam hati, sedangkan 49:14 menyebut jarak yang serupa dengan kata belum dan memberi kata pengganti. Dua rumusan itu berada di konteks yang berlainan, dan perbedaannya tetap menunjukkan bahwa satu keadaan dapat dilaporkan dengan cara yang menutup atau cara yang membiarkan terbuka. Pembaca yang melaporkan jarak antara ucapan dan keadaan seseorang kepada pihak ketiga memilih salah satu dari dua cara itu. Dalam laporan terakhir yang pembaca sampaikan, kata mana yang dipakai, dan apa yang tertutup atau terbuka karenanya?
- Pernyataan bahwa Allah pengampun lagi pengasih menutup ayat ini dan 49:5, dan di kedua tempat ia menyusul pernyataan tentang kekurangan pendengar tanpa kalimat hukuman di antaranya. Ayat 49:5 menyatakan bahwa bersabar sampai ditemui akan lebih baik bagi mereka, sedangkan 49:14 menyatakan bahwa iman belum masuk ke dalam hati. Kedua kekurangan itu berlainan jenis, tetapi penutup yang menyusul keduanya sama. Pembaca yang menyadari kekurangannya di tengah hari dapat memperhatikan kalimat apa yang menyusul dalam batinnya sendiri, kalimat hukuman atau kalimat kembali?