إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُوا وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِ ۚ أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ

Sesungguhnya orang-orang beriman hanya mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu, dan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah; mereka itu orang-orang yang benar.

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ ثُمَّ لَمْ يَرْتَابُواinnamaa l-mu'minuuna lladziina aamanuu bi-llaahi wa-rasuulihi tsumma lam yartaabuusesungguhnya orang-orang beriman hanya mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya, kemudian mereka tidak ragu
  2. وَجَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ فِي سَبِيلِ اللَّهِwa-jaahaduu bi-amwaalihim wa-anfusihim fii sabiili llaahidan berjihad dengan harta dan jiwa mereka di jalan Allah
  3. أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَulaa'ika humu sh-shaadiquunamereka itu orang-orang yang benar

Terjemahan per kata (18 kata)

  1. إِنَّمَاinnamaasesungguhnya hanyalah
  2. الْمُؤْمِنُونَl-mu'minuunaorang-orang beriman
  3. الَّذِينَlladziinaorang-orang yang
  4. آمَنُواaamanuuberiman
  5. بِاللَّهِbi-llaahipada Allah
  6. وَرَسُولِهِwa-rasuulihidan Rasul-Nya
  7. ثُمَّtsummakemudian
  8. لَمْlamtidak
  9. يَرْتَابُواyartaabuumereka ragu
  10. وَجَاهَدُواwa-jaahaduudan mereka berjihad
  11. بِأَمْوَالِهِمْbi-amwaalihimdengan harta mereka
  12. وَأَنْفُسِهِمْwa-anfusihimdan diri mereka
  13. فِيfiidi
  14. سَبِيلِsabiilijalan
  15. اللَّهِllaahiAllah
  16. أُولَٰئِكَulaa'ikamereka itu
  17. هُمُhumumerekalah
  18. الصَّادِقُونَsh-shaadiquunaorang-orang yang benar

Inti bacaan

Frasa (بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ, bi-amwaalihim wa-anfusihim) tertulis tujuh kali di empat surah (4:95, 8:72, 9:20, 9:44, 9:81, 9:88, 49:15).

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ, innamaa l-mu'minuuna) yang berarti "sesungguhnya orang-orang beriman". Rangkaian itu ada di empat ayat, yaitu 8:2, 24:62, 49:10, dan 49:15, dan keterangan yang menyusulnya berbeda di tiap ayat. Di 49:10 keterangannya satu kata, (إِخْوَةٌ, ikhwatun) yang berarti "bersaudara". Di 8:2 keterangannya berupa keadaan hati, (الَّذِينَ إِذَا ذُكِرَ اللَّهُ وَجِلَتْ قُلُوبُهُمْ, alladziina idzaa dzukira llaahu wajilat quluubuhum) yang berarti "mereka yang apabila Allah disebut, gemetar hati mereka". Di 24:62 dan 49:15 keterangannya dibuka dengan frasa yang sama, (الَّذِينَ آمَنُوا بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ, alladziina aamanuu bi-llaahi wa-rasuulihi) yang berarti "mereka yang beriman kepada Allah dan Rasul-Nya". Lanjutannya berlainan. Di 24:62 lanjutannya perilaku dalam urusan bersama, (وَإِذَا كَانُوا مَعَهُ عَلَىٰ أَمْرٍ جَامِعٍ, wa-idzaa kaanuu ma'ahu 'alaa amrin jaami'in) yang berarti "dan apabila mereka bersamanya dalam suatu urusan bersama", sedangkan di 49:15 lanjutannya dua hal, tidak ragu dan berjihad.

Kata (ثُمَّ, tsumma) yang berarti "kemudian" menyusun urutan: beriman lebih dulu, lalu tidak ragu. Rangkaian (ثُمَّ لَمْ, tsumma lam) muncul enam kali di seluruh Al-Qur'an, yaitu 6:23, 9:4, 24:4, 49:15, 62:5, dan 85:10. Di tiap tempat rangkaian itu menyebut sesuatu yang tidak terjadi atau tidak dilakukan sesudah suatu peristiwa, misalnya (ثُمَّ لَمْ يَتُوبُوا, tsumma lam yatuubuu) yang berarti "lalu mereka tidak bertobat" di 85:10, dan (ثُمَّ لَمْ يَنْقُصُوكُمْ شَيْئًا, tsumma lam yanqushuukum syay'an) yang berarti "kemudian mereka tidak mengurangi sedikit pun dari kalian" di 9:4. Kata kerja (يَرْتَابُوا, yartaabuu) di 49:15 berakar ر-ي-ب dan berarti "ragu". Bentuk kata kerja yang sama dipakai di 74:31, (وَلَا يَرْتَابَ الَّذِينَ أُوتُوا الْكِتَابَ وَالْمُؤْمِنُونَ, wa-laa yartaaba lladziina uutuu l-kitaaba wa-l-mu'minuuna) yang berarti "dan agar orang-orang yang diberi kitab dan orang-orang beriman tidak ragu", dan di 9:45, (وَارْتَابَتْ قُلُوبُهُمْ, wa-rtaabat quluubuhum) yang berarti "dan hati mereka ragu". Di 9:45 keraguan itu diletakkan di hati, dan pemiliknya disebut sebelumnya sebagai orang-orang yang tidak beriman kepada Allah dan hari akhir.

Kata kerja (جَاهَدُوا, jaahaduu) berakar ج-ه-د dan berarti "berjihad". Susunan (جَاهَدُوا بِأَمْوَالِهِمْ وَأَنْفُسِهِمْ, jaahaduu bi-amwaalihim wa-anfusihim) yang berarti "berjihad dengan harta dan jiwa mereka" ada di 8:72 dan 49:15. Rangkaian bi-amwaalihim wa-anfusihim sesudah berbagai bentuk kata kerja jihad ada di tujuh ayat, yaitu 4:95, 8:72, 9:20, 9:44, 9:81, 9:88, dan 49:15, dan di ketujuhnya harta disebut lebih dulu. Urutan sebaliknya, diri lebih dulu, ada di 9:111, (أَنْفُسَهُمْ وَأَمْوَالَهُمْ, anfusahum wa-amwaalahum), yang kata kerjanya (اشْتَرَىٰ, isytaraa) berarti "membeli". Di 8:72, (آمَنُوا وَهَاجَرُوا وَجَاهَدُوا, aamanuu wa-haajaruu wa-jaahaduu) yang berarti "beriman, berhijrah, dan berjihad", hijrah berada di antara iman dan jihad, dan urutan itu sama di 9:20. Di 49:15 kata hijrah tidak ada, dan tempat di antara iman dan jihad diisi oleh ketiadaan ragu. Terjemahan memakai "jiwa" untuk anfusihim dalam rumus jihad, sedangkan di tempat lain kata yang sama diterjemahkan "diri".

Penutup ayat, (أُولَٰئِكَ هُمُ الصَّادِقُونَ, ulaa'ika humu sh-shaadiquuna), berarti "merekalah orang-orang yang benar". Kata (الصَّادِقُونَ, sh-shaadiquuna) berakar ص-د-ق. Rangkaian ulaa'ika humu sh-shaadiquuna ada di dua ayat, yaitu 49:15 dan 59:8. Isi yang mendahuluinya berbeda. Di 59:8 isinya (يَبْتَغُونَ فَضْلًا مِنَ اللَّهِ وَرِضْوَانًا وَيَنْصُرُونَ اللَّهَ وَرَسُولَهُ, yabtaghuuna fadhlan mina llaahi wa-ridhwaanan wa-yanshuruuna llaaha wa-rasuulahu) yang berarti "mencari karunia dari Allah dan keridaan, serta menolong Allah dan Rasul-Nya", sedangkan di 49:15 isinya iman, tidak ragu, dan jihad. Kata kerja dari akar yang sama dipakai di 33:23, (صَدَقُوا مَا عَاهَدُوا اللَّهَ عَلَيْهِ, shadaquu maa 'aahaduu llaaha 'alayhi) yang berarti "mereka menepati apa yang mereka janjikan kepada Allah". Di 33:23 kata itu berobjek sesuatu yang diikrarkan, sehingga "benar" dapat dibaca sebagai kecocokan antara yang dinyatakan dan yang dikerjakan. Ayat 49:15 sendiri tidak merumuskan arti kata itu.

Tafsiran

Ayat ini menjawab 49:14 dengan sebuah definisi. Ayat 49:14 memuat ucapan kami telah beriman beserta koreksinya, dan 49:15 menyebut isi kata beriman: iman kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak ragu sesudahnya, dan jihad dengan harta serta diri. Tiga unsur itu berlainan jenis. Dua unsur pertama dapat dibaca sebagai keadaan dalam diri, karena keraguan di 9:45 diletakkan di hati, sedangkan unsur ketiga berupa tindakan yang keluar dari diri. Ayat 49:14 menyebut iman belum masuk ke hati, dan 49:15 menyebut ketiadaan ragu sebagai bagian dari iman, sehingga kedua ayat sama-sama menaruh persoalannya di dalam, tetapi 49:15 tidak berhenti di sana karena unsur ketiga berupa pengorbanan yang dapat dilihat.

Kalimat pembukanya membuat ayat ini berpasangan dengan 49:10. Dalam surah ini rangkaian innamaa l-mu'minuuna muncul dua kali, dan empat ayat di antara keduanya, 49:11 sampai 49:14, terkurung olehnya. Ayat 49:10 menyebut apa orang-orang beriman bagi sesamanya, yaitu bersaudara, dan 49:15 menyebut apa orang-orang beriman bagi Allah dan Rasul-Nya serta bagi dirinya sendiri. Di antara keduanya terletak larangan mengolok-olok, mencela, berprasangka, dan menggunjing, asal bersama manusia, dan pengakuan yang dikoreksi. Dapat dibaca bahwa surah ini memberi dua keterangan tentang orang beriman, satu tentang hubungan dengan sesama dan satu tentang hubungan dengan yang diimani, dan ayat tidak menyatakan pembacaan itu.

Rumus jihad dengan harta dan diri dipakai di 9:44 dan 9:81 untuk membedakan dua golongan, golongan yang tidak meminta izin untuk berjihad dengan harta dan diri, dan golongan yang tidak suka melakukannya. Di 9:45 golongan yang meminta izin disebut orang-orang yang tidak beriman dan hatinya ragu. Dua unsur terakhir dari 49:15, tidak ragu dan jihad, muncul juga berdampingan sebagai pembeda di sana. Ayat 49:15 tidak menyebut bentuk jihad apa pun, dan ayat menulis harta, diri, dan arah, yaitu jalan Allah.

Penutupnya memakai sebutan orang-orang yang benar dan tidak memakai sebutan yang menunjuk kedudukan. Sebutan itu berhubungan dengan 49:14, tempat ucapan kami telah beriman dikoreksi. Dapat dibaca bahwa orang yang benar mencocokkan keadaannya dengan ucapannya, dan bahwa ayat ini memberi ukuran bagi kecocokan itu.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat menyusun urutan dengan kata kemudian: beriman lebih dulu, tidak ragu sesudahnya. Ketiadaan ragu karena itu berada di sisi akhir sebuah perjalanan, tidak di awal. Ayat tidak menyebut apakah ada keraguan yang pernah lewat, dan tidak menyebut berapa lama setelah iman ketiadaan ragu itu diukur. Pembaca yang menyebut dirinya yakin pada sesuatu sejak lama dapat memeriksa bagian mana dari keyakinan itu yang pernah diuji dan tetap berdiri, dan bagian mana yang tidak pernah diuji sama sekali. Keyakinan yang paling lama dipegang pembaca, sudah pernah dipertemukan dengan satu pertanyaan yang sulit?
  • Ayat ini menaruh tiga unsur dalam satu kalimat: iman kepada Allah dan Rasul-Nya, tidak ragu, dan jihad dengan harta serta diri. Ketiganya tidak sejenis dan tidak diberi peringkat. Orang cenderung memegang satu unsur dan menganggapnya sudah mewakili dua yang lain, misalnya merasa yakin lalu menganggap pengorbanan sudah ikut terpenuhi, atau berkorban lalu menganggap keyakinannya sudah teruji. Dari ketiga unsur itu, mana yang paling sering dianggap pembaca sudah mewakili dua yang lain?
  • Dalam rumus jihad ayat ini, harta disebut lebih dulu dan diri sesudahnya, dan urutan itu sama di ketujuh ayat yang memuat rumus tersebut. Satu ayat, 9:111, membaliknya, dengan kata kerja yang lain. Ayat tidak menjelaskan urutan itu. Pembaca yang menyusun anggaran hidupnya dapat memandang urutan itu sebagai cermin: apa yang pertama dikeluarkan untuk sesuatu yang diyakini, uang atau waktu dan tenaga? Bila dua daftar disusun, satu daftar uang dan satu daftar waktu, di daftar mana kata di jalan Allah akan lebih mudah ditulis?
  • Ayat menyebut tiga hal tentang jihad: hartanya, dirinya, dan arahnya, yaitu jalan Allah. Bentuk-bentuk lain tidak disebut. Kalimat itu memberi pengorbanan sebuah alamat, dan ayat berhenti pada alamat itu. Pembaca yang mengeluarkan harta, waktu, atau tenaga untuk berbagai hal dapat memperhatikan bahwa tiap pengeluaran berjalan menuju alamat tertentu, entah ditulis atau tidak. Pengorbanan yang dikeluarkan pembaca hari ini, alamatnya apa, dan apakah alamat itu bisa disebut dengan jelas?
  • Sebutan di ujung ayat, orang-orang yang benar, berakar sama dengan kata kerja di 33:23 yang berobjek apa yang dijanjikan kepada Allah. Bila pembacaan itu dipakai, benar berarti cocok antara yang dinyatakan dan yang dikerjakan. Ayat tidak merumuskannya, dan pembaca dapat menimbangnya sendiri. Janji yang pernah diucapkan pembaca, kepada Allah atau kepada orang lain, memiliki bagian yang sudah dikerjakan dan bagian yang masih berupa ucapan. Dari janji-janji itu, bagian mana yang paling lama belum dicocokkan dengan keadaan sebenarnya?
  • Dalam satu surah, orang-orang beriman diterangkan dua kali dengan rumus yang sama: sebagai saudara di 49:10, dan sebagai orang yang beriman, tidak ragu, dan berjihad di 49:15. Pembaca yang memakai keterangan kedua untuk menilai orang lain tanpa memakai keterangan pertama untuk menilai tindakannya sendiri memakai separuh surah. Di antara keduanya ada larangan mengolok-olok, berprasangka, dan menggunjing, yang menyangkut kedekatan. Keterangan mana yang lebih sering dipakai pembaca ketika menilai dirinya, dan keterangan mana ketika menilai orang lain?