قُلْ أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْ وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌ

Katakanlah, “Apakah kalian akan memberi tahu Allah tentang pertanggungjawaban kalian, padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi? Allah berilmu akan segala sesuatu.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَتُعَلِّمُونَ اللَّهَ بِدِينِكُمْa-tu'allimuuna llaaha bi-diinikumapakah kalian akan memberi tahu Allah tentang pertanggungjawaban kalian
  3. وَاللَّهُ يَعْلَمُ مَا فِي السَّمَاوَاتِ وَمَا فِي الْأَرْضِwa-llaahu ya'lamu maa fii s-samaawaati wa-maa fii l-ardhipadahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan apa yang ada di bumi
  4. وَاللَّهُ بِكُلِّ شَيْءٍ عَلِيمٌwa-llaahu bi-kulli syay'in 'aliimunAllah berilmu akan segala sesuatu

Terjemahan per kata (16 kata)

  1. قُلْqulkatakanlah
  2. أَتُعَلِّمُونَa-tu'allimuunaapakah kalian mengajari
  3. اللَّهَllaahaAllah
  4. بِدِينِكُمْbi-diinikumpada agama kalian
  5. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  6. يَعْلَمُya'lamumengetahui
  7. مَاmaaapa yang
  8. فِيfiidi
  9. السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
  10. وَمَاwa-maadan apa yang
  11. فِيfiidi
  12. الْأَرْضِl-ardhibumi
  13. وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
  14. بِكُلِّbi-kullipada segala
  15. شَيْءٍsyay'insesuatu
  16. عَلِيمٌ'aliimunberilmu

Inti bacaan

Teguran tegas 'apakah kalian akan memberi tahu Allah tentang pertanggungjawaban kalian, padahal Allah mengetahui apa yang ada di langit dan di bumi?', kesombongan meyakinkan Tuhan tentang keyakinan sendiri adalah tindakan tidak masuk akal mengingat cakupan pengetahuan-Nya.

Penjelasan pilihan kata

Kata "diin" (بِدِينِكُمْ, bi-diinikum) di ayat ini diterjemahkan "pertanggungjawaban", bukan "agama". Akar kata yang sama muncul berulang di seluruh Al-Qur'an dengan makna yang lebih luas dari sekadar institusi keagamaan, mencakup pertanggungjawaban dan ketundukan seseorang secara menyeluruh. Konteksnya di sini secara spesifik menyoal klaim pertanggungjawaban yang "diberitahukan" (أَتُعَلِّمُونَ, a-tu'allimuuna) kepada Allah, seolah-olah Allah belum mengetahuinya.

Tafsiran

Pertanyaan retoris di ayat ini menyasar kesombongan rohani, yaitu sikap seakan-akan Allah perlu diberi tahu tentang kepatuhan seseorang. Ini gema langsung dari larangan pembuka surah untuk tidak "mendahului" Allah, kali ini diterapkan pada klaim keimanan itu sendiri: mengklaim pertanggungjawaban di hadapan Allah, yang mengetahui langit dan bumi tanpa terkecuali, adalah bentuk lain dari melangkahi otoritas-Nya. Ayat ini melanjutkan tema yang dimulai sejak 49:14, bahwa jarak antara pengakuan dan kenyataan hanya bisa dinilai oleh Allah, bukan diklaim sepihak oleh orang yang bersangkutan.

Renungan dan Hikmah

  • Pertanyaannya membongkar sesuatu yang jarang diakui: kepada siapa sebenarnya sebuah pengakuan pertanggungjawaban diucapkan? Bukan kepada Allah, yang sudah mengetahuinya. Jadi ia ditujukan kepada orang, sambil memakai bentuk ucapan kepada Allah. Ayat ini tidak menuduh, ia cuma bertanya, dan pertanyaannya cukup untuk menyingkap siapa pendengar yang sesungguhnya.
  • Kata yang dipakai bukan 'memberitahukan' biasa, melainkan yang berarti mengajari. Di situ letak kejanggalannya: orang yang menonjolkan ketaatannya sedang menempatkan diri sebagai pihak yang menerangkan kepada Allah. Kesombongan rohani jarang terasa sebagai kesombongan dari dalam; ia terasa seperti sedang menjelaskan diri.
  • Surah ini dibuka dengan larangan mendahului Allah, dan di sini larangan itu diterapkan pada tempat yang paling tak diduga, yaitu klaim tentang pertanggungjawaban sendiri. Menilai kedudukan diri di hadapan Allah adalah mengambil putusan yang bukan milik kita, sebelum waktunya, tentang perkara yang paling tidak kita kuasai.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

terjemahan lain menerjemahkan diin di sini sbg 'agama'. terjemahan ini menyeragamkan ke 'pertanggungjawaban' lintas 87 ayat akar diin. Rollout kelompok (b) akar diin. Penyeragaman 'pertanggungjawaban' menegakkan Prinsip #1 (konsistensi leksikal) & menyanggah reduksi 'agama=institusi'. PASS: berbasis terjemahan lain edisi terkini dgn kata diin ditukar. Dan Allah mengetahui segala sesuatu.' akar d-y-n (dyn), sense 'agama/cara-hidup/doktrin'. Diverifikasi corpus Leeds (root dyn). Konvensi terjemahan ini: diin diterjemahkan 'pertanggungjawaban' (kata payung; definisi-jangkar & entri kanonik 1:4).