يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا ۖ قُلْ لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْ ۖ بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ

Mereka merasa berjasa kepadamu dengan keberserahan mereka. Katakanlah, “Janganlah merasa berjasa kepadaku dengan keberserahan kalian. Sebenarnya Allahlah yang melimpahkan nikmat kepada kalian dengan menunjukkan kalian kepada keimanan, jika kalian orang-orang benar.”

Terjemahan bertahap (4 jeda)

  1. يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُواyamunnuuna 'alayka an aslamuumereka merasa berjasa kepadamu dengan keberserahan mereka
  2. قُلْqulkatakanlah
  3. لَا تَمُنُّوا عَلَيَّ إِسْلَامَكُمْlaa tamunnuu 'alayya islaamakumjanganlah merasa berjasa kepadaku dengan keberserahan kalian
  4. بَلِ اللَّهُ يَمُنُّ عَلَيْكُمْ أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَbali llaahu yamunnu 'alaykum an hadaakum li-l-iimaani in kuntum shaadiqiinasebenarnya Allahlah yang melimpahkan nikmat kepada kalian dengan menunjukkan kalian kepada keimanan, jika kalian orang-orang benar

Terjemahan per kata (19 kata)

  1. يَمُنُّونَyamunnuunamereka mengungkit
  2. عَلَيْكَ'alaykaatasmu
  3. أَنْankarena
  4. أَسْلَمُواaslamuumereka berserah diri
  5. قُلْqulkatakanlah
  6. لَاlaajanganlah
  7. تَمُنُّواtamunnuukalian mengungkit
  8. عَلَيَّ'alayyaatasku
  9. إِسْلَامَكُمْislaamakumkeislaman kalian
  10. بَلِbalibahkan
  11. اللَّهُllaahuAllah
  12. يَمُنُّyamunnumemberi karunia
  13. عَلَيْكُمْ'alaykumatas kalian
  14. أَنْankarena
  15. هَدَاكُمْhadaakummemberi petunjuk kepada kalian
  16. لِلْإِيمَانِli-l-iimaanikepada iman
  17. إِنْinjika
  18. كُنْتُمْkuntumkalian adalah
  19. صَادِقِينَshaadiqiinaorang-orang yang benar

Inti bacaan

Bentuk (يَمُنُّ, yamunnu) muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 14:11 dan 49:17, dan pelakunya Allah di keduanya.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (يَمُنُّونَ عَلَيْكَ أَنْ أَسْلَمُوا, yamunnuuna 'alayka an aslamuu) yang berarti "mereka merasa berjasa kepadamu dengan keberserahan mereka". Kalimat itu terdiri dari tiga bagian: kata kerja (يَمُنُّونَ, yamunnuuna) dari akar م-ن-ن, kata sasaran 'alayka yang berarti "kepadamu", dan bagian yang diawali (أَنْ, an), yaitu an aslamuu "bahwa mereka telah berserah diri". Terjemahan menyatukan bagian terakhir itu menjadi "dengan keberserahan mereka". Kata kerja dari akar م-ن-ن yang disusul bagian berawalan an hanya ada di dua ayat, yaitu 26:22 dan 49:17. Di 26:22, (وَتِلْكَ نِعْمَةٌ تَمُنُّهَا عَلَيَّ, wa-tilka ni'matun tamunnuhaa 'alayya) yang berarti "dan nikmat itu yang engkau ungkit kepadaku" disusul (أَنْ عَبَّدْتَ, an 'abbadta) yang berarti "bahwa engkau telah memperbudak".

Di ayat lain akar م-ن-ن dalam kata kerja menunjuk dua arah. Bila pelakunya Allah, terjemahan memakai "memberi karunia" atau "melimpahkan nikmat", seperti di 3:164, 14:11, dan 37:114. Di 14:11 bunyinya (يَمُنُّ عَلَىٰ مَنْ يَشَاءُ, yamunnu 'alaa man yasyaa'u) yang berarti "memberi karunia kepada siapa yang Dia kehendaki". Bila ayat membicarakan manusia yang menyebut-nyebut pemberiannya, terjemahan memakai kata ungkit di 26:22, dan kata bendanya (مَنًّا, mannan) di 2:262 dan (بِالْمَنِّ, bi-l-manni) di 2:264 diterjemahkan "menyebut-nyebut". Di 49:17 tidak ada benda yang diungkit. Ayat ini melaporkan anggapan mereka bahwa berserah diri itu sebuah jasa. Karena itu (يَمُنُّونَ, yamunnuuna) dan (تَمُنُّوا, tamunnuu) diterjemahkan "merasa berjasa", sedangkan (يَمُنُّ, yamunnu) dengan pelaku Allah diterjemahkan "melimpahkan nikmat". Bentuk yamunnu muncul dua kali, yaitu di 14:11 dan 49:17, dan pelakunya Allah di kedua ayat itu.

Kata (أَسْلَمُوا, aslamuu) yang berarti "mereka telah berserah diri" dan (إِسْلَامَكُمْ, islaamakum) yang berarti "keberserahan kalian" berakar س-ل-م, akar yang sama dengan (أَسْلَمْنَا, aslamnaa) yang berarti "kami berserah diri" di 49:14. Bentuk aslamnaa hanya muncul di 49:14, bentuk aslamuu muncul tiga kali di 3:20, 5:44, dan 49:17, dan bentuk islaamakum hanya di 49:17. Kata benda islaam diterjemahkan "keberserahan" seperti pada (الْإِسْلَامُ, l-islaamu) di 3:19 dan (الْإِسْلَامَ, l-islaama) di 5:3. Bentuk aslamuu menandai perbuatan yang sudah selesai, sedangkan yamunnuuna dan tamunnuu menandai perbuatan yang sedang berlangsung. Di ayat ini berserah diri disebut sebagai peristiwa yang sudah terjadi, dan merasa berjasa sebagai sikap yang masih berjalan.

Kata (بَلِ, bali) yang berarti "sebenarnya" memutar arah ayat dari apa yang dilakukan manusia ke apa yang dilakukan Allah. Rangkaian (بَلِ اللَّهُ, bali llaahu) muncul tiga kali, yaitu di 3:150, 4:49, dan 49:17.

Bagian (أَنْ هَدَاكُمْ لِلْإِيمَانِ, an hadaakum li-l-iimaani) yang berarti "dengan menunjukkan kalian kepada keimanan" hanya ada di 49:17. Kata (هَدَاكُمْ, hadaakum) berakar ه-د-ي dan muncul enam kali di lima surah, yaitu di 2:185, 2:198, 6:149, 16:9, 22:37, dan 49:17. Surah 2 memuatnya dua kali, di 2:185 dan 2:198. Di 2:185, 2:198, dan 22:37 kata itu bersanding dengan ajakan untuk mengagungkan atau mengingat Allah, sedangkan di 49:17 kata itu bersanding dengan penolakan terhadap rasa berjasa. Kata (لِلْإِيمَانِ, li-l-iimaani) yang berarti "kepada keimanan" muncul tiga kali di dua surah, yaitu di 3:167, 3:193, dan 49:17, dan surah 3 memuatnya dua kali.

Bagian penutup (إِنْ كُنْتُمْ صَادِقِينَ, in kuntum shaadiqiina) yang berarti "jika kalian orang-orang yang benar" muncul 28 kali di 20 surah, yaitu di 2:23, 2:31, 2:94, 2:111, 3:93, 3:168, 3:183, 6:40, 6:143, 7:194, 10:38, 10:48, 11:13, 21:38, 27:64, 27:71, 28:49, 32:28, 34:29, 36:48, 37:157, 44:36, 45:25, 46:4, 49:17, 56:87, 62:6, dan 67:25. Di 27 ayat selain 49:17, bagian ini mengikuti perintah atau pertanyaan yang menantang lawan bicara, misalnya perintah datangkanlah satu surah di 2:23, perintah mintalah kematian di 2:94, dan pertanyaan Kapankah janji ini di 10:48. Hanya di 49:17 bagian itu mengikuti pernyataan tentang sebuah pemberian. Akar ص-د-ق dalam kata itu juga ada pada (هُمُ الصَّادِقُونَ, humu sh-shaadiquuna) yang berarti "orang-orang yang benar" di 49:15, dan di surah ini hanya 49:15 dan 49:17 yang memuat akar tersebut.

Tafsiran

Ayat ini memindahkan pembicaraan dari apa yang disampaikan kepada Allah ke apa yang ditagih dari sesama. Kata kerja akar م-ن-ن muncul tiga kali dengan kata sasaran 'alaa yang sama, dan arahnya berbeda-beda: (يَمُنُّونَ عَلَيْكَ, yamunnuuna 'alayka) dari "mereka" kepada "engkau", (تَمُنُّوا عَلَيَّ, tamunnuu 'alayya) dari "kalian" kepada "aku", dan (يَمُنُّ عَلَيْكُمْ, yamunnu 'alaykum) dari Allah kepada "kalian". "Engkau" di kalimat pertama dan "aku" di kalimat kedua menunjuk orang yang sama, yaitu orang yang diajak bicara ayat ini dan diperintahkan mengucapkan kata-kata di tengahnya.

Di 49:14 orang yang berbicara diminta berkata "kami berserah diri". Di 49:17 kata itu muncul lagi dan kali ini menjadi isi sebuah tagihan. Ayat 49:16 menolak anggapan bahwa Allah perlu diajari, dan 49:17 menolak anggapan bahwa orang yang diajak bicara berutang kepada mereka. Sesudah dua penolakan itu, 49:17 menyebut siapa yang memberi, yaitu Allah.

Susunan ini serupa dengan 4:49. Di sana orang-orang yang (يُزَكُّونَ أَنْفُسَهُمْ, yuzakkuuna anfusahum) yang berarti "menyucitumbuhkan diri mereka" dijawab dengan (بَلِ اللَّهُ يُزَكِّي مَنْ يَشَاءُ, bali llaahu yuzakkii man yasyaa'u) yang berarti "sebenarnya Allah menyucitumbuhkan siapa yang Dia kehendaki". Kata kerja yang diklaim manusia untuk dirinya dikembalikan kepada Allah, dan 49:17 berbuat demikian pada yamunnu. Ayat 3:150 memakai bali llaahu untuk urusan lain, yaitu menjawab 3:149 yang berbicara tentang akibat menaati orang-orang yang kufur, sehingga di sana tidak ada kata kerja yang dipindahkan.

Syarat penutup, "jika kalian orang-orang yang benar", diletakkan sesudah pernyataan tentang pemberian dan bukan sesudah tantangan. Apakah syarat itu terpenuhi tidak dijawab oleh ayat, sehingga kalimat terakhir terbaca sebagai undangan yang diikat pada kejujuran dan tidak sebagai putusan. Ayat 49:15 sudah menyebut ciri orang-orang yang benar, dan 49:17 menaruh kata itu sebagai syarat bagi pendengar.

Renungan dan Hikmah

  • Karena 4:49 dan 49:17 sama-sama mengembalikan sebuah kata kerja kepada Allah, yaitu menyucitumbuhkan diri di 4:49 dan merasa berjasa di 49:17, pembaca dapat mendaftar kata kerja yang biasa dipakainya untuk menggambarkan dirinya, misalnya menyucikan diri atau merasa berjasa, lalu memeriksa mana di antaranya yang di ayat-ayat ini ternyata disebut sebagai pekerjaan Allah. Daftar itu mungkin pendek, dan mungkin memuat kata yang selama ini terdengar sangat wajar bila diucapkan tentang diri sendiri. Apa yang berubah pada cara pembaca menyebut dirinya bila daftar itu pernah ditulisnya sendiri?
  • Karunia Allah yang disebut di 49:17 berupa petunjuk kepada keimanan. Keberserahan yang sedang dibanggakan tidak disebut sebagai karunia itu, dan 49:14 mengatakan bahwa keimanan belum masuk ke dalam hati mereka. Dapat dibaca bahwa karunia yang ditawarkan menunjuk ke sesuatu yang belum mereka miliki: orang yang merasa berjasa dengan keberserahannya sedang menghitung apa yang sudah ada, sementara yang ditunjukkan kepadanya adalah sesuatu yang menurut 49:14 belum ada di hatinya. Pembaca dapat bertanya, tentang hal yang membuatnya bangga, apakah ada sesuatu yang lebih jauh yang sedang ditunjukkan kepadanya.
  • Perintah qul menaruh kata-kata penolakan di mulut orang yang diklaim berutang: janganlah merasa berjasa kepadaku. Pihak yang dijadikan penerima jasa tidak menerima kedudukan itu, dan tidak menuntut apa pun sebagai gantinya. Guru, orang tua, atau atasan yang pernah mendengar kalimat saya sudah ikut Bapak dari orang yang dibimbingnya dapat memperhatikan susunan penolakan di ayat ini: satu kalimat larangan, lalu langsung berpindah ke Allah sebagai pihak yang memberi, tanpa pelajaran tentang kecilnya jasa lawan bicara.
  • Di 27 ayat lain syarat "jika kalian orang-orang yang benar" menempel pada perintah atau pertanyaan yang menantang, sedangkan di 49:17 syarat itu menempel pada pernyataan tentang karunia Allah dan dibiarkan menggantung tanpa vonis. Dapat dibaca bahwa yang diuji di sini adalah kesediaan mendengar bahwa pendengar telah diberi sesuatu oleh Allah, sedangkan kemampuan menjawab tantangan tidak diminta. Pembaca dapat memperhatikan reaksinya ketika dikatakan bahwa sesuatu yang selama ini dianggap hasil usahanya sendiri sebenarnya pemberian, apakah reaksi itu lebih mirip orang yang menerima kabar atau orang yang merasa dituduh.
  • Berserah diri adalah peristiwa yang sudah selesai, sedangkan merasa berjasa adalah sikap yang masih berjalan, sehingga peristiwa di masa lalu ditagih berulang-ulang di masa kini. Pembaca dapat memeriksa keputusan lama yang masih sering disebutnya, misalnya berkorban untuk keluarga, pindah kota, atau meninggalkan sebuah kebiasaan, lalu bertanya berapa kali keputusan itu dipakai sebagai tagihan dibandingkan berapa kali dijalani lagi hari ini.
  • Akar yang sama dipakai di 2:264 pada larangan membatalkan sedekah dengan menyebut-nyebutnya. Ayat 49:17 tidak mengatakan bahwa keberserahan mereka menjadi batal, dan 2:264 berbicara tentang sedekah sehingga keduanya tidak disamakan. Satu pembacaan dapat dicoba: cara sebuah pemberian disebut dapat mengubah nilainya bagi pemberinya sendiri. Pembaca dapat mengingat pemberian yang pernah disebutnya berkali-kali kepada orang lain, lalu bertanya apakah sebutan itu menambah atau mengurangi rasa utuh pemberian tersebut.