إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ ۚ وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَ
Sesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Allah melihat apa yang kalian kerjakan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- إِنَّ اللَّهَ يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِinna llaaha ya'lamu ghayba s-samaawaati wa-l-ardhisesungguhnya Allah mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi
- وَاللَّهُ بَصِيرٌ بِمَا تَعْمَلُونَwa-llaahu bashiirun bi-maa ta'maluunaAllah melihat apa yang kalian kerjakan
Terjemahan per kata (10 kata)
- إِنَّinnasesungguhnya
- اللَّهَllaahaAllah
- يَعْلَمُya'lamumengetahui
- غَيْبَghaybayang gaib
- السَّمَاوَاتِs-samaawaatilangit
- وَالْأَرْضِwa-l-ardhidan bumi
- وَاللَّهُwa-llaahudan Allah
- بَصِيرٌbashiirunmelihat
- بِمَاbi-maapada apa yang
- تَعْمَلُونَta'maluunakalian kerjakan
Inti bacaan
Penutup surah dengan penegasan pengetahuan menyeluruh 'mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi. Allah melihat apa yang kalian kerjakan', kesadaran akan pengawasan total sebagai rangkuman prinsip etika sosial yang dibahas sepanjang surah.
Penjelasan pilihan kata
Ayat penutup surah ini, "mengetahui apa yang gaib di langit dan di bumi" (يَعْلَمُ غَيْبَ السَّمَاوَاتِ وَالْأَرْضِ, ya'lamu ghayba s-samaawaati wa-l-ardhi), merangkum tema besarnya. Segala klaim, prasangka, dan ucapan manusia, betapa pun tersembunyi, diketahui dan dilihat Allah, menegaskan kembali peringatan di ayat pembuka (49:1) bahwa manusia tidak berhak mendahului Allah dalam hal apa pun.
Tafsiran
Ayat penutup ini menutup lingkaran yang dibuka di 49:1. Surah ini dibuka dengan larangan mendahului Allah dan Rasul-Nya, lalu memuat rangkaian pelanggaran yang semuanya berakar dari pelupaan akan hal yang sama, mulai dari suara yang ditinggikan, berita yang tidak diperiksa, sesama yang diejek dan digunjingkan, sampai klaim keimanan dan jasa yang keliru arah. Ayat penutup ini menjawab semuanya sekaligus: apa pun yang tersembunyi dari sesama manusia, termasuk niat dan kata hati yang tidak terucap, tetap terlihat oleh Allah. Pengetahuan ini bukan ancaman semata, melainkan dasar mengapa seluruh etika yang diajarkan di sepanjang surah tetap berlaku bahkan ketika tidak ada seorang pun yang mengawasi.
Renungan dan Hikmah
- Surah ini dibuka dengan larangan mendahului Allah, dan ditutup dengan pernyataan bahwa Allah mengetahui yang gaib. Keduanya satu perkara yang sama dilihat dari dua ujung: mendahului hanya masuk akal bagi orang yang diam-diam mengira ada yang tidak diketahui-Nya. Seluruh pelanggaran yang didaftar di antara dua ayat itu berakar pada satu lupa yang sama.
- Penutup ini memakai dua kata kerja, bukan satu: Allah mengetahui yang gaib, dan Allah melihat apa yang kalian kerjakan. Yang pertama menjangkau yang tak pernah keluar dari dalam diri, yang kedua menjangkau yang sudah terjadi. Tak ada celah di antara keduanya untuk disimpan.
- Hampir semua yang dilarang di surah ini merusak tanpa meninggalkan bekas yang bisa ditunjuk: prasangka, kabar yang tak diperiksa, ejekan, gunjingan, klaim tentang diri sendiri. Tak satu pun meninggalkan luka yang bisa dihitung. Karena itu surah ini ditutup bukan dengan hukuman, melainkan dengan Yang melihat, sebab kerusakan yang tak terlihat hanya bisa diimbangi oleh saksi yang tidak bergantung pada penglihatan manusia.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
kata-kata akar -l-m di ayat ini (mengetahui/ilmu/mengajarkan/lebih-mengetahui) mengikuti profil terjemahan lain yang sudah selaras;: kamu/-mu jamak diterjemahkan kalian (kelas morfologi corpus: murni-2MP). Konvensi lm: C1 aliim diterjemahkan 'berilmu', C2 aalamiin diterjemahkan 'seisi alam', C3 verba/nomina = pemakaian diteruskan terjemahan lain (selaras).