أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ۖ ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ
Apakah apabila kami telah mati dan menjadi tanah? Itu adalah pengembalian yang jauh.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًاa-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaabanapakah apabila kami telah mati dan menjadi tanah
- ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌdzaalika raj'un ba'iidunitu adalah pengembalian yang jauh
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
- مِتْنَاmitnaakami mati
- وَكُنَّاwa-kunnaadan kami adalah
- تُرَابًاturaabantanah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- رَجْعٌraj'unpengembalian
- بَعِيدٌba'iidunyang jauh
Inti bacaan
Rangkaian mitnaa wa-kunnaa turaaban muncul lima kali di Al-Qur'an (23:82, 37:16, 37:53, 50:3, 56:47), dan hanya 50:3 yang berhenti sebelum wa-'izhaaman.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (أَإِذَا, a-idzaa) yang berarti "apakah apabila". Kata ini tersusun dari (أَ, a), huruf tanya yang berarti "apakah", dan (إِذَا, idzaa) yang berarti "apabila". Bentuk a-idzaa muncul sebelas kali di sembilan surah, yaitu 13:5, 17:49, 17:98, 19:66, 23:82, 27:67, 32:10, 37:16, 37:53, 50:3, dan 79:11. Sepuluh ayat lain menerjemahkan idzaa dengan "apabila" atau "bila", dan 50:3 memakai padanan yang sama supaya pertanyaan itu terbaca dalam bentuk yang sama di sebelas ayat. Terjemahan juga memakai "telah" untuk kata kerja lampau yang mengikutinya, seperti di 37:16, (أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا وَعِظَامًا, a-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaaban wa-'izhaaman) yang berarti "apabila kami telah mati dan menjadi tanah dan tulang-belulang".
Kata (مِتْنَا, mitnaa) yang berarti "kami telah mati" berakar م-و-ت dan memakai akhiran -naa yang berarti "kami". Kata (وَكُنَّا تُرَابًا, wa-kunnaa turaaban) yang berarti "dan kami menjadi tanah" tersusun dari wa yang berarti "dan", kunnaa dari akar ك-و-ن yang berarti "kami menjadi", dan (تُرَابًا, turaaban) dari akar ت-ر-ب yang berarti "tanah" tanpa kata sandang. Rangkaian persis (مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا, mitnaa wa-kunnaa turaaban) muncul lima kali di empat surah, yaitu 23:82, 37:16, 37:53, 50:3, dan 56:47. Di empat ayat lain rangkaian itu disusul (وَعِظَامًا, wa-'izhaaman) yang berarti "dan tulang-belulang", yaitu 23:82, 37:16, 37:53, dan 56:47, sedangkan 50:3 berhenti pada turaaban. Di tiga dari empat ayat itu, 23:82, 37:16, dan 56:47, pertanyaan dilanjutkan dengan (أَإِنَّا لَمَبْعُوثُونَ, a-innaa la-mab'uutsuuna) yang berarti "apakah kami benar-benar akan dibangkitkan", dan di 37:53 dengan (أَإِنَّا لَمَدِينُونَ, a-innaa la-madiinuuna) yang berarti "apakah kami benar-benar akan dibalas". Ayat 50:3 tidak memuat kata kerja semacam itu, dan terjemahan tidak menambahkannya.
Kata (ذَٰلِكَ, dzaalika) yang berarti "itu" menunjuk sesuatu yang tidak disebut dengan kata benda di dalam ayat ini, dan terjemahan memakai "itu", berbeda dari "ini" untuk (هَٰذَا, haadzaa) di 50:2. Kata (رَجْعٌ, raj'un) yang berarti "pengembalian" berakar ر-ج-ع dan bukan kata kerja, jadi ayat ini tidak menyebut siapa yang mengembalikan atau apa yang dikembalikan. Kata benda raj' muncul tiga kali di dua surah, yaitu 50:3, 86:8, dan 86:11. Di 86:8, (إِنَّهُ عَلَىٰ رَجْعِهِ لَقَادِرٌ, innahu 'alaa raj'ihi la-qaadirun) berarti "sesungguhnya Dia benar-benar kuasa untuk mengembalikannya", dan di 86:11, (وَالسَّمَاءِ ذَاتِ الرَّجْعِ, wa-s-samaa'i dzaati r-raj'i) berarti "demi langit yang memiliki pengembalian". Terjemahan 50:3 memakai "pengembalian", dan kata itu juga dipakai pada 86:11.
Kata (بَعِيدٌ, ba'iidun) yang berarti "jauh" berakar ب-ع-د dan berbentuk kata sifat. Bentuk persis ba'iidun hanya ada dua kali, yaitu di 21:109 dan 50:3. Di 21:109, (أَقَرِيبٌ أَمْ بَعِيدٌ, a-qariibun am ba'iidun) yang berarti "apakah dekat ataukah jauh", kata itu dipakai oleh pembicara yang mengatakan tidak mengetahui jawabannya. Di 50:3 kata yang sama dipakai sebagai pernyataan, tanpa kata "apakah" dan tanpa pengakuan tidak tahu. Sifat jauh juga muncul dalam bentuk lain, (فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ, fii dhalaalin ba'iidin) yang berarti "dalam kesesatan yang jauh", di tiga ayat, yaitu 14:3, 42:18, dan 50:27. Ayat 50:3 tidak menjelaskan jauh dalam arti apa, jarak, waktu, atau kemungkinan, dan terjemahan membiarkan kata itu seperti tertulis.
Tafsiran
Ayat ini melanjutkan ucapan yang dibuka di 50:2 dan memuat isi keberatan itu, yaitu dua kalimat, pertanyaan yang berhenti di tengah dan penilaian yang menutupnya. Pertanyaannya memakai keadaan tubuh sebagai alasan, yaitu sudah mati dan sudah menjadi tanah, lalu penilaiannya menyatakan bahwa pengembalian itu jauh. Para penutur menyebut kematian dan perubahan menjadi tanah dalam bentuk lampau, seakan-akan membayangkan diri mereka sesudah kejadian itu, dan dari sana mereka menilai bahwa kembali dari keadaan itu jauh.
Ayat 50:44 memuat kalimat dengan rangka yang sama. Di sana (ذَٰلِكَ حَشْرٌ عَلَيْنَا يَسِيرٌ, dzaalika hasyrun 'alaynaa yasiirun) yang menyebut pengumpulan yang mudah bagi Kami, memakai urutan kata tunjuk, kata benda, lalu kata sifat, persis seperti (ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ, dzaalika raj'un ba'iidun) di 50:3. Kata benda dan kata sifatnya berganti, dari pengembalian yang jauh menjadi pengumpulan yang mudah. Ada pula perbedaan lain. Ayat 50:3 tidak menyebut bagi siapa pengembalian itu jauh, sedangkan 50:44 menyebut pihaknya lewat (عَلَيْنَا, 'alaynaa) yang berarti "bagi Kami". Dua kalimat itu dapat dibaca berhadapan, satu di awal dan satu menjelang akhir surah, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan keduanya saling menafsirkan.
Kutipan yang dibuka di 50:2 ditutup di ayat ini. Jawaban pertama terhadap penilaian itu datang di 50:4, yang berbicara tentang mereka dari luar dan dibahas pada ayatnya sendiri.
Kata jauh di 50:3 punya gema di 50:27. Di sana (فِي ضَلَالٍ بَعِيدٍ, fii dhalaalin ba'iidin) yang berarti "dalam kesesatan yang jauh" diucapkan oleh teman yang menyertai seseorang, dan sifat yang sama dipakai untuk keadaan orang itu. Ayat 50:27 tidak membahas kebangkitan, jadi keduanya tidak disamakan. Surah ini memakai sifat "jauh" dari dua sisi, sekali untuk menilai kebangkitan dan sekali untuk menilai kesesatan.
Renungan dan Hikmah
- Di empat ayat lain pertanyaan serupa dilanjutkan dengan tulang-belulang dan sebuah kalimat tentang dibangkitkan atau dibalas, sedangkan 50:3 berhenti pada kata tanah. Pembaca menerima gambaran diri yang berakhir pada bahan yang paling sederhana, tanpa pokok kalimat sesudahnya. Gambaran itu sederhana, sehingga mudah dipakai sebagai titik akhir bagi seluruh perhitungan. Pembaca yang memikirkan akhir hidupnya dapat memperhatikan di titik mana gambaran dirinya berhenti, pada tubuh yang menjadi tanah atau melewatinya?
- Para penutur di 50:3 memakai keadaan tubuh, yaitu telah mati dan telah menjadi tanah, sebagai dasar untuk menilai bahwa pengembalian itu jauh. Hanya keadaan bahan yang disebut sebagai alasan, dan tidak ada hal lain yang dihitung bersamanya. Pembaca dapat memeriksa alasan apa saja yang dipakainya untuk menyatakan sesuatu mustahil, dan apakah alasan itu berasal dari keadaan benda yang kelihatan atau dari sesuatu yang lebih luas. Hal apa yang dijadikan dasar ketika sesuatu dinyatakan tidak mungkin terjadi lagi?
- Kata "jauh" di 50:3 tidak disertai ukuran, sehingga pembaca tidak tahu apakah yang dimaksud jarak, waktu, atau kemungkinan. Penilaian itu diucapkan lengkap dengan nada yakinnya, sementara satuannya tidak disebut. Surah yang sama memakai kata dekat di 50:41, (مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ, min makaanin qariibin) yang berarti "dari tempat yang dekat", untuk tempat penyeru memanggil, sehingga dekat dan jauh sama-sama dipakai dalam surah ini dengan ukuran yang berlainan. Kata jauh itu muncul lagi di 50:27, tempat teman penyerta berseru "Tuhan kami" lalu menyebut kesesatan yang jauh, sehingga kata yang sama dipakai untuk pengembalian dan untuk kesesatan. Pembaca bisa menengok kata "jauh" yang pernah dipakainya untuk sesuatu yang belum dicoba, lalu bertanya, apa satuan yang dipakai ketika menyebutnya jauh?
- Di 21:109 pembicara berkata tidak mengetahui apakah apa yang diancamkan itu dekat atau jauh, dan di 50:3 para penutur menyatakan pengembalian itu jauh. Kata yang dipakai sama, tetapi kedudukannya dalam kalimat berlainan, satu mengakui batas pengetahuan dan satu menyatakan putusan. Pembaca yang menimbang sebuah perkara besar dapat memperhatikan bagian mana dari kalimatnya yang berbentuk pernyataan padahal bahannya masih berbentuk pertanyaan. Di 50:28 Dia berfirman bahwa ancaman telah didahulukan kepada mereka, sehingga kata jauh dari 50:3 dan kata didahulukan dari 50:28 sama-sama tertulis dalam satu surah. Seberapa sering kata yang sama dipakai untuk "aku tidak tahu" dan untuk "pasti begitu" dalam satu hari?
- Ayat 50:3 menyebut pengembalian itu jauh tanpa menyebut bagi siapa, dan 50:44 menyebut mudah dengan (عَلَيْنَا, 'alaynaa), "bagi Kami". Penilaian sulit atau mudah dapat dibaca bersama pihak yang dituju, dan di 50:44 pihak itu tertulis sedangkan di 50:3 tidak. Pembaca yang menilai sebuah hal sulit dapat memeriksa pihak mana yang dibayangkannya, dirinya sendiri atau orang yang menanganinya. Pihak lain yang disebut dalam surah ini adalah hamba-hamba, di 50:29, dalam ucapan Dia "Aku sekali-kali tidak menzalimi hamba-hamba". Ketika sesuatu dikatakan sulit, sulit bagi siapa?
- Ucapan yang dibuka di 50:2 baru tertutup di akhir 50:3, dan jawaban pertamanya datang sesudah itu di 50:4. Jawaban itu datang sesudah seluruh keberatan dikutip sampai kalimat terakhirnya. Pembaca yang mendengar keraguan orang lain dapat memperhatikan kapan tanggapannya mulai tersusun, sebelum atau sesudah kalimat orang itu selesai. Apakah tanggapan itu akan berubah bila pembaca menunggu sampai kata terakhir dari keberatan itu terucap?