أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًا ۖ ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ
Apakah setelah kami mati dan menjadi tanah? Itu adalah pengembalian yang jauh.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَإِذَا مِتْنَا وَكُنَّا تُرَابًاa-idzaa mitnaa wa-kunnaa turaabanapakah setelah kami mati dan menjadi tanah
- ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌdzaalika raj'un ba'iidunitu adalah pengembalian yang jauh
Terjemahan per kata (7 kata)
- أَإِذَاa-idzaaapakah apabila
- مِتْنَاmitnaakami mati
- وَكُنَّاwa-kunnaadan kami adalah
- تُرَابًاturaabantanah
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- رَجْعٌraj'unpengembalian
- بَعِيدٌba'iidunyang jauh
Inti bacaan
Penolakan kebangkitan 'itu adalah pengembalian yang jauh', keraguan yang berakar dari intuisi sederhana tanpa mempertimbangkan kemungkinan lebih luas di luar pengalaman langsung.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itu'. Kutipan yang dibuka di 50:2 ditutup di akhir ayat ini: 50:4 beralih ke jawaban langsung Allah tanpa qaala.
Tafsiran
Ayat ini mengutip penolakan kaum kafir terhadap kebangkitan setelah kematian sebagai sesuatu yang mustahil bagi mereka.
Renungan dan Hikmah
- Allah merekam ukuran yang mereka pakai: jarak. Terlalu jauh, kata mereka. Yang diukur kemungkinannya.
- Yang mereka bayangkan wujudnya, bukan kuasanya. Sudah menjadi tanah. Kesimpulannya diambil dari bahan.
- Jawabannya diberikan Allah di ayat berikutnya. Bukan dengan bantahan panjang. Dengan menyebut catatan yang terpelihara.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar m-w-t, k-w-n, t-r-b, r-j-', b-'-d): mitnaa wa kunnaa turaaban diterjemahkan 'mati & menjadi tanah' (akar m-w-t + akar t-r-b); raj' ba'iid diterjemahkan 'pengembalian yang jauh (mustahil)' (akar r-j-' + akar b-'-d, penolakan kebangkitan). gloss '(akan dikembalikan)' dibuang.