بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْ فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍ

Bahkan mereka mendustakan kebenaran ketika ia datang kepada mereka, maka mereka dalam keadaan kacau balau.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. بَلْ كَذَّبُوا بِالْحَقِّ لَمَّا جَاءَهُمْbal kadzdzabuu bi-l-haqqi lammaa jaa'ahumbahkan mereka mendustakan kebenaran ketika ia datang kepada mereka
  2. فَهُمْ فِي أَمْرٍ مَرِيجٍfa-hum fii amrin mariijinmaka, mereka dalam keadaan kacau balau

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. بَلْbalbahkan
  2. كَذَّبُواkadzdzabuumendustakan
  3. بِالْحَقِّbi-l-haqqidengan kebenaran
  4. لَمَّاlammaaketika
  5. جَاءَهُمْjaa'ahumdatang kepada mereka
  6. فَهُمْfa-hummaka mereka
  7. فِيfiidalam
  8. أَمْرٍamrinurusan
  9. مَرِيجٍmariijinkacau

Inti bacaan

Diagnosis akar kekacauan: 'mendustakan kebenaran ketika ia datang kepada mereka, maka mereka dalam keadaan kacau balau', penolakan terhadap kebenaran menghasilkan kebingungan internal, bukan ketenangan yang diklaim.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa penolakan mereka terhadap kebenaran justru meninggalkan mereka dalam kebingungan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut akibat penolakannya pada diri mereka. Mendustakan. Lalu kacau balau.
  • Yang kacau bukan keadaannya, melainkan pendiriannya. Bukan hidupnya berantakan. Jawabannya berubah-ubah.
  • Waktunya disebut Allah ketika kebenaran datang. Sebelumnya mereka tenang. Sesudah datang, kacau.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar k-dz-b, h-q-q, j-y-a, a-m-r, m-r-j): kadhdhabuu bi-l-haqq diterjemahkan 'mendustakan kebenaran' (akar k-dz-b + akar h-q-q); amr mariij diterjemahkan 'urusan kacau balau' (akar m-r-j, penolakan kebenaran melahirkan kebingungan, kontras kejelasan wahyu). Selaras.