أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَا وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍ
Maka, tidakkah mereka memperhatikan langit di atas mereka, bagaimana Kami membangunnya dan menghiasinya, dan tidak ada retak-retak padanya?
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- أَفَلَمْ يَنْظُرُوا إِلَى السَّمَاءِ فَوْقَهُمْ كَيْفَ بَنَيْنَاهَا وَزَيَّنَّاهَاa-fa-lam yanzhuruu ilaa s-samaa'i fawqahum kayfa banaynaahaa wa-zayyannaahaamaka, tidakkah mereka memperhatikan langit di atas mereka, bagaimana Kami membangunnya dan menghiasinya
- وَمَا لَهَا مِنْ فُرُوجٍwa-maa lahaa min furuujindan tidak ada retak-retak padanya
Terjemahan per kata (12 kata)
- أَفَلَمْa-fa-lammaka tidakkah
- يَنْظُرُواyanzhuruumereka memperhatikan
- إِلَىilaakepada
- السَّمَاءِs-samaa'ilangit
- فَوْقَهُمْfawqahumdi atas mereka
- كَيْفَkayfabagaimana
- بَنَيْنَاهَاbanaynaahaaKami membangunnya
- وَزَيَّنَّاهَاwa-zayyannaahaadan Kami menghiasinya
- وَمَاwa-maadan tidaklah
- لَهَاlahaabaginya
- مِنْmindari
- فُرُوجٍfuruujincelah
Inti bacaan
Ajakan memperhatikan desain langit 'bagaimana Kami membangunnya dan menghiasinya, dan tidak ada retak-retak padanya', kesempurnaan struktural yang bisa diamati langsung setiap saat tanpa instrumen khusus.
Tafsiran
Ayat ini mengajak perenungan terhadap keteraturan langit sebagai bukti kekuasaan Allah, sekaligus bukti kemampuan-Nya membangkitkan yang mati.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut tidak ada retak padanya. Bukan indah saja. Tanpa cacat.
- Yang diminta memperhatikan yang di atas kepala mereka. Bukan yang jauh. Yang tiap hari terlihat.
- Dua hal disebut: dibangun dan dihiasi. Allah menyandingkan kokoh dengan indah. Kuat, sekaligus enak dipandang.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-zh-r, s-m-w, f-w-q, k-y-f, b-n-y, z-y-n, f-r-j): a-fa-lam yanzhuruu ilaa s-samaa'…maa lahaa min furuuj diterjemahkan 'tidakkah mereka memperhatikan langit…tak ada retak padanya' (akar n-zh-r + akar s-m-w + akar f-r-j, keteraturan/kesempurnaan kosmik tanpa cacat; gema 67:3 'maa taraa fii khalq ar-rahmaan min tafaawut' & 39:28 'ghayr dhii iwaj': kesempurnaan-tanpa-cela sbg tanda); zayyannaahaa diterjemahkan 'menghiasinya' (akar z-y-n). Selaras.