وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَا وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَ وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍ

Dan bumi Kami hamparkan, dan Kami pancangkan padanya gunung-gunung yang kukuh, dan Kami tumbuhkan padanya setiap pasang yang indah,

Terjemahan bertahap (3 jeda)

  1. وَالْأَرْضَ مَدَدْنَاهَاwa-l-ardha madadnaahaadan bumi Kami hamparkan
  2. وَأَلْقَيْنَا فِيهَا رَوَاسِيَwa-alqaynaa fiihaa rawaasiyadan Kami pancangkan padanya gunung-gunung yang kukuh
  3. وَأَنْبَتْنَا فِيهَا مِنْ كُلِّ زَوْجٍ بَهِيجٍwa-anbatnaa fiihaa min kulli zawjin bahiijindan Kami tumbuhkan padanya setiap pasang yang indah

Terjemahan per kata (11 kata)

  1. وَالْأَرْضَwa-l-ardhadan bumi
  2. مَدَدْنَاهَاmadadnaahaaKami menghamparkannya
  3. وَأَلْقَيْنَاwa-alqaynaadan Kami melemparkan
  4. فِيهَاfiihaapadanya
  5. رَوَاسِيَrawaasiyagunung-gunung
  6. وَأَنْبَتْنَاwa-anbatnaadan Kami menumbuhkan
  7. فِيهَاfiihaapadanya
  8. مِنْmindari
  9. كُلِّkullisegala
  10. زَوْجٍzawjinpasangan
  11. بَهِيجٍbahiijinyang indah

Inti bacaan

Kelanjutan desain bumi 'Kami hamparkan. setiap pasang tumbuhan yang indah', keindahan variasi tumbuhan sebagai bukti tambahan yang mudah diakses siapa saja.

Penjelasan pilihan kata

Tambahan '(tumbuhan)' tidak dipakai.

Tafsiran

Ayat ini melanjutkan daftar tanda kebesaran Allah pada bumi: hamparan, gunung yang kukuh, dan keragaman tumbuhan berpasangan.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menderetkan tiga pekerjaan atas bumi. Dihamparkan. Dipancangkan. Ditumbuhkan.
  • Gunungnya disebut dipancangkan, bukan diletakkan. Bahasanya bahasa tenda. Yang menahan supaya tidak bergeser.
  • Tumbuhannya disebut Allah berpasangan dan indah. Bukan cuma berguna. Keindahannya ikut disebut.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar a-r-d, m-d-d, l-q-y, r-s-w, n-b-t, k-l-l, z-w-j, b-h-j): madadnaahaa diterjemahkan 'menghamparkannya' (akar m-d-d); rawaasiya diterjemahkan 'gunung kukuh' (akar r-s-w); kull zawj bahiij diterjemahkan 'setiap pasang yang indah' (akar z-w-j + akar b-h-j). Selaras.