تَبْصِرَةً وَذِكْرَىٰ لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ

untuk menjadi pelajaran dan pengingat bagi setiap hamba yang kembali.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. تَبْصِرَةً وَذِكْرَىٰ لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍtabshiratan wa-dzikraa li-kulli 'abdin muniibinuntuk menjadi pelajaran dan pengingat bagi setiap hamba yang kembali

Terjemahan per kata (5 kata)

  1. تَبْصِرَةًtabshiratanpelajaran
  2. وَذِكْرَىٰwa-dzikraadan peringatan
  3. لِكُلِّli-kullibagi setiap
  4. عَبْدٍ'abdinhamba
  5. مُنِيبٍmuniibinyang kembali

Inti bacaan

Akar ب-ص-ر pada (تَبْصِرَةً, tabshiratan) menyebut penglihatan juga di 67:3, (فَارْجِعِ الْبَصَرَ, fa-rji'i l-bashara) yang berarti "maka lihatlah sekali lagi".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (تَبْصِرَةً, tabshiratan) yang berarti "pelajaran". Kata ini berakar ب-ص-ر dan hanya muncul di 50:8, sehingga artinya tidak dapat diuji dengan pemakaian yang sama di tempat lain. Pembanding tersedia pada pemakaian akarnya. Akar ب-ص-ر menyebut penglihatan di 67:3, (فَارْجِعِ الْبَصَرَ, fa-rji'i l-bashara) yang berarti "maka lihatlah sekali lagi". Akar yang sama menyebut bukti yang membuat orang melihat, yaitu (بَصَائِرُ مِنْ رَبِّكُمْ, bashaa'iru min rabbikum) yang berarti "bukti-bukti yang nyata dari Tuhan kalian" di 6:104 dan 7:203, serta (بَصَائِرَ لِلنَّاسِ, bashaa'ira li-n-naasi) yang berarti "penerang bagi manusia" di 28:43. Ayat 17:12 dan 27:13 memakai (مُبْصِرَةً, mubshiratan) untuk tanda yang terang. Terjemahan memilih "pelajaran" untuk tabshiratan karena 50:6 dan 50:7 mengajak melihat, dan ayat ini menyebut apa yang diterima penerimanya dari melihat itu. Pilihan ini bersandar pada akar dan konteks ayat, sedangkan pembanding langsung tidak ada.

Kata kedua, (وَذِكْرَىٰ, wa-dzikraa) yang berarti "dan pengingat", berakar ذ-ك-ر dan muncul empat belas kali di sebelas surah, yaitu 6:69, 6:90, 7:2, 11:114, 11:120, 21:84, 26:209, 29:51, 38:43, 39:21, 40:54, 50:8, 50:37, dan 74:31. Angka sebelas lebih kecil karena surah 6, 11, dan 50 masing-masing memuatnya dua kali. Dengan huruf wa di depannya, dzikraa muncul tujuh kali, yaitu 7:2, 11:120, 21:84, 29:51, 38:43, 40:54, dan 50:8, dan di semuanya kata itu menutup hal-hal yang disebut tepat di depannya. Hal yang disebut di depannya berbeda-beda: (رَحْمَةً, rahmatan) yang berarti "rahmat" di 21:84, 29:51, dan 38:43, (هُدًى, hudan) yang berarti "petunjuk" di 40:54, (مَوْعِظَةٌ, mau'izhatun) yang berarti "nasihat" di 11:120, dan (لِتُنْذِرَ, li-tundzira) yang berarti "agar engkau memberi peringatan" di 7:2. Hanya di 50:8 pasangannya adalah tabshiratan. Susunan (تَبْصِرَةً وَذِكْرَىٰ, tabshiratan wa-dzikraa) muncul satu kali. Terjemahan memakai "pengingat" untuk dzikraa di sini, sama dengan 21:84.

Bagian penerima, (لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ, li-kulli 'abdin muniibin) yang berarti "bagi setiap hamba yang kembali", tersusun dari (لِ, li) yang berarti "bagi", (كُلِّ, kulli) yang berarti "setiap", (عَبْدٍ, 'abdin) yang berarti "hamba" dari akar ع-ب-د, dan (مُنِيبٍ, muniibin) yang berarti "yang kembali" dari akar ن-و-ب. Susunan lengkapnya muncul dua kali, di 34:9 dan 50:8. Kata muniib sendiri muncul tujuh kali di lima surah, yaitu 11:75, 30:31, 30:33, 34:9, 39:8, 50:8, dan 50:33; surah 30 dan 50 masing-masing memuatnya dua kali. Di 30:31, 30:33, dan 39:8 kata itu disusul tujuan kembalinya, (مُنِيبِينَ إِلَيْهِ, muniibiina ilayhi) yang berarti "orang-orang yang kembali kepada-Nya" di 30:31 dan 30:33. Di 11:75, 34:9, 50:8, dan 50:33 tujuan itu tidak disebut. Bentuk kata kerjanya dipakai di 39:54, (وَأَنِيبُوا إِلَىٰ, wa-anibuu ilaa) yang berarti "dan kembalilah kepada". Terjemahan memakai "kembali" untuk muniib di 11:75, 30:31, 30:33, 34:9, 39:8, dan 50:8, serta untuk kata kerjanya di 39:54 dan 40:13.

Terjemahan tidak menambahkan tujuan kembali itu, karena ilayhi tidak ada di ayat ini. Terjemahan juga tidak menyebut siapa yang belum tahu atau siapa yang lupa, karena tidak ada kata Arab di 50:8 yang membagi penerima menurut keadaan itu. Kata "untuk menjadi" di awal terjemahan menandai tujuan, dan tidak ada huruf Arab yang berarti "untuk" sebelum tabshiratan. Huruf li yang berarti "bagi" baru muncul sebelum kulli.

Tafsiran

Ayat ini menyebut tujuan bagi dua ayat sebelumnya, dan penyebutan itu tidak dibuka kata sambung, sedangkan 50:7 dan 50:9 dibuka dengan (وَ, wa) yang berarti "dan". Susunan serupa terdapat di 50:11, (رِزْقًا لِلْعِبَادِ, rizqan li-l-'ibaadi) yang berarti "sebagai rezeki bagi hamba-hamba", yang juga berdiri tanpa kata sambung sesudah dua ayat tentang air, kebun, biji, dan kurma. Dapat dibaca bahwa daftar di 50:6 sampai 50:10 terdiri dari dua kelompok yang masing-masing ditutup dengan tujuannya: langit dan bumi dengan pelajaran dan pengingat, lalu air dan tumbuhan dengan rezeki. Ayat-ayat itu sendiri tidak menyatakan pembagian ini, dan penutup di 50:8 dapat juga dibaca sebagai tujuan untuk seluruh daftar.

Ayat 34:9 punya kerangka yang sama dengan 50:6 sampai 50:8. Ayat itu dibuka dengan (أَفَلَمْ يَرَوْا إِلَىٰ, a-fa-lam yaraw ilaa) yang berarti "tidakkah mereka memperhatikan", menyebut langit dan bumi, lalu menutup dengan (لَآيَةً لِكُلِّ عَبْدٍ مُنِيبٍ, la-aayatan li-kulli 'abdin muniibin) yang berarti "benar-benar terdapat tanda bagi setiap hamba yang kembali". Di 34:9 kelanjutannya berupa kemungkinan bumi dibenamkan, sedangkan di 50:8 kelanjutannya berupa air dan kebun, jadi penerima dengan sifat yang sama dihadapkan pada kelanjutan yang berlainan. Di 50:8 dua kata menempati tempat (آيَةً, aayatan) di 34:9.

Hubungan antara kembali dan mengambil pelajaran tertulis di 40:13, (وَمَا يَتَذَكَّرُ إِلَّا مَنْ يُنِيبُ, wa-maa yatadzakkaru illaa man yuniibu) yang berarti "yang mendapat pelajaran tidak lain, kecuali orang-orang yang kembali". Ayat 40:13 menyebut juga rezeki yang diturunkan dari langit, seperti rangkaian di surah ini. Surah 50 kembali ke kedua kata dari 50:8 menjelang akhir: muniib muncul lagi di 50:33, (بِقَلْبٍ مُنِيبٍ, bi-qalbin muniibin) yang berarti "dengan hati yang kembali", dan dzikraa di 50:37, (لَذِكْرَىٰ لِمَنْ كَانَ لَهُ قَلْبٌ, la-dzikraa li-man kaana lahu qalbun) yang berarti "pasti terdapat peringatan bagi orang yang mempunyai hati". Hati muncul di kedua ayat itu: sebagai yang kembali di 50:33 dan sebagai pemilik yang menerima peringatan di 50:37.

Renungan dan Hikmah

  • Penerima pelajaran di ayat ini disebut dengan kata yang menunjuk gerak, yaitu yang kembali, dan arah geraknya tidak ditulis. Di 30:31 dan 30:33 kata yang sama langsung disusul kepada siapa kembalinya, yaitu (إِلَيْهِ, ilayhi) yang berarti "kepada-Nya", sedangkan di sini kalimat berhenti pada geraknya saja. Pembaca dapat bertanya kembali yang paling baru dalam hidupnya itu menuju apa, dan dari mana. Ayat tidak menyebut ukuran gerak itu.
  • Daftar di 50:6 dan 50:7 berjalan dua ayat penuh tanpa menyebut untuk apa semua itu ditunjukkan, dan tujuannya baru ditulis di ayat ini. Pembaca sudah menengadah ke langit dan menunduk ke bumi sebelum diberi tahu apa yang diharapkan dari tatapan itu. Seseorang dapat bertanya apakah lebih sering memandang sesuatu sesudah tahu gunanya, atau tahu gunanya sesudah lama memandang, dan mana dari keduanya yang meninggalkan bekas yang lebih lama di ingatannya. Di 13:2 Allah memerinci tanda-tanda dengan tujuan yang tertulis pula, yaitu agar manusia yakin akan pertemuan dengan Tuhannya.
  • Ayat ini memakai dua kata, tabshiratan dan dzikraa, padahal 34:9 cukup dengan satu kata, aayatan. Kata pertama berakar pada penglihatan dan kata kedua berakar pada penyebutan atau pengingatan. Apakah yang dicari pembaca dari sesuatu yang diperhatikannya berupa hal yang baru dilihat, hal yang diingat kembali, atau kedua-duanya sekaligus, dan manakah dari keduanya yang lebih sering terlewat? Ayat tidak menyuruh memilih salah satu, sebab keduanya dituliskan berdampingan.
  • Penerima di ayat ini ditandai dengan satu sifat saja, yaitu kembali. Ayat tidak menyebut kedudukan, keturunan, atau pengetahuan sebagai ciri penerima, dan kata kulli yang berarti "setiap" tidak diikuti daftar pengecualian. Orang yang membaca ayat ini sambil merasa tidak cukup pantas dapat memperhatikan bahwa ukuran pantas tidak ditulis di sini. Orang itu dapat bertanya ukuran apa yang selama ini dipakainya untuk menyaring siapa yang boleh mengambil pelajaran dari tanda-tanda yang sama, dan dari mana ukuran itu berasal.
  • Kata hamba muncul dua kali dalam rangkaian ini dengan dua peran. Di 50:8 hamba menerima pelajaran dan pengingat, dan di 50:11 hamba-hamba menerima rezeki. Sebutan yang sama dipakai untuk penerima keduanya, sehingga orang yang membaca keduanya sedang disebut dengan satu kata di dua tempat. Seseorang dapat bertanya mana dari dua penerimaan itu yang lebih sering disadari, pelajaran yang datang lewat penglihatan atau rezeki yang datang lewat air dan tanah, dan mana yang lebih jarang disyukuri. Di 50:9 yang menumbuhkan tanaman untuk rezeki itu ditulis dengan Kami, dan di 40:64 yang memberi rezeki dari yang baik-baik disebut Allah.
  • Ayat 50:8 menyebut hamba yang kembali, dan 50:33 menyebut hati yang kembali, yaitu (بِقَلْبٍ مُنِيبٍ, bi-qalbin muniibin). Surah yang sama menggeser sifat itu dari seluruh orang ke satu bagian dirinya. Pembaca dapat bertanya bagian dirinya yang mana yang paling dulu kembali dan mana yang paling akhir, kebiasaannya, ingatannya, atau pikirannya, dan apakah ada bagian yang kembali lebih dulu sebelum yang lain menyadarinya.