وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya taman-taman dan biji-bijian yang dapat dipanen.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًاwa-nazzalnaa mina s-samaa'i maa'an mubaarakanKami turunkan dari langit air yang diberkahi
  2. فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِfa-anbatnaa bihi jannaatin wa-habba l-hashiidilalu, Kami tumbuhkan dengannya taman-taman dan biji-bijian yang dapat dipanen

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَنَزَّلْنَاwa-nazzalnaadan Kami menurunkan
  2. مِنَminadari
  3. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  4. مَاءًmaa'anair
  5. مُبَارَكًاmubaarakanyang diberkahi
  6. فَأَنْبَتْنَاfa-anbatnaamaka Kami menumbuhkan
  7. بِهِbihidengannya
  8. جَنَّاتٍjannaatintaman-taman
  9. وَحَبَّwa-habbadan biji
  10. الْحَصِيدِl-hashiiditanaman yang dipanen

Inti bacaan

Siklus pertanian dimulai: 'air yang diberkahi. kebun-kebun dan biji-bijian yang dapat dipanen', kelimpahan yang bermula dari satu sumber sederhana (hujan) menghasilkan keragaman hasil panen.

Tafsiran

Ayat ini menggambarkan siklus air hujan yang diberkahi sebagai sumber kesuburan taman dan hasil panen.

Renungan dan Hikmah

  • Airnya disebut Allah diberkahi, bukan sekadar turun. Bukan air biasa. Yang diberkahi.
  • Dari satu sumber tumbuh dua hasil. Taman-taman. Dan biji-bijian.
  • Rangkaian itu berakhir Allah pada kebangkitan, dua ayat kemudian. Hujannya dulu. Kesimpulannya kemudian.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

Hbb per konvensi ('mencintai' seragam; negasi tegas); per kelas morfologi; pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi Hbb: 'mencintai/cinta' seragam termasuk NEGASI (laa yuhibbu diterjemahkan 'tidak mencintai', pelunakan 'tidak menyukai' terjemahan lain dibongkar); biji pemakaian diteruskan. h-b-b: verba habba/ahabba = mencintai; hubb/mahabbah = cinta; cabang kedua habb/habbah = biji (per corpus).