وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًا فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِ

Dan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi, lalu Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dituai.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ مَاءً مُبَارَكًاwa-nazzalnaa mina s-samaa'i maa'an mubaarakandan Kami turunkan dari langit air yang diberkahi
  2. فَأَنْبَتْنَا بِهِ جَنَّاتٍ وَحَبَّ الْحَصِيدِfa-anbatnaa bihi jannaatin wa-habba l-hashiidilalu, Kami tumbuhkan dengannya kebun-kebun dan biji-bijian yang dituai

Terjemahan per kata (10 kata)

  1. وَنَزَّلْنَاwa-nazzalnaadan Kami menurunkan
  2. مِنَminadari
  3. السَّمَاءِs-samaa'ilangit
  4. مَاءًmaa'anair
  5. مُبَارَكًاmubaarakanyang diberkahi
  6. فَأَنْبَتْنَاfa-anbatnaamaka Kami menumbuhkan
  7. بِهِbihidengannya
  8. جَنَّاتٍjannaatinkebun-kebun
  9. وَحَبَّwa-habbadan biji
  10. الْحَصِيدِl-hashiidiyang dituai

Inti bacaan

Frasa mina s-samaa'i maa'an, "air dari langit", muncul dua puluh kali di sembilan belas surah, dan hanya di 50:9 air itu disifati mubaarakan, "diberkahi".

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَنَزَّلْنَا مِنَ السَّمَاءِ, wa-nazzalnaa mina s-samaa'i) yang berarti "dan Kami turunkan dari langit". Huruf (وَ, wa) yang berarti "dan" menyambung ayat ini dengan ayat-ayat di depannya, dan kata kerja (نَزَّلْنَا, nazzalnaa) berakar ن-ز-ل. Susunan utuh ini muncul satu kali. Frasa (مِنَ السَّمَاءِ مَاءً, mina s-samaa'i maa'an) yang berarti "air dari langit" muncul dua puluh kali di sembilan belas surah, yaitu 2:22, 6:99, 8:11, 13:17, 14:32, 15:22, 16:10, 16:65, 20:53, 22:63, 23:18, 25:48, 27:60, 29:63, 30:24, 31:10, 35:27, 39:21, 43:11, dan 50:9; surah 16 memuatnya dua kali. Kata kerjanya berganti-ganti. Sebelas ayat memakai (أَنْزَلَ, anzala), yaitu 2:22, 6:99, 13:17, 14:32, 16:10, 16:65, 20:53, 22:63, 27:60, 35:27, dan 39:21. Empat ayat memakai anzalnaa, yaitu 15:22, 23:18, 25:48, dan 31:10. Lima ayat memakai bentuk dengan huruf z ganda seperti 50:9, yaitu 8:11, 29:63, 30:24, 43:11, dan 50:9. Terjemahan memakai "turunkan" untuk semuanya, sehingga perbedaan bentuk itu tidak dibawa ke bahasa Indonesia. Terjemahan juga memuat "Dan" di awal ayat, untuk mewakili huruf wa.

Sifat air itu, (مَاءً مُبَارَكًا, maa'an mubaarakan) yang berarti "air yang diberkahi", muncul satu kali. Kata (مُبَارَكًا, mubaarakan) berakar ب-ر-ك, dan lemanya muncul delapan kali, yaitu 3:96, 6:92, 6:155, 19:31, 21:50, 23:29, 38:29, dan 50:9. Di tujuh ayat yang lain kata itu menyifati rumah di 3:96, kitab di 6:92, 6:155, dan 38:29, peringatan di 21:50, pembicara di 19:31, dan tempat singgah di 23:29, misalnya (مُنْزَلًا مُبَارَكًا, munzalan mubaarakan) yang berarti "tempat singgah yang diberkahi" di 23:29. Di 50:9 kata itu menyifati air, dan air tidak disifati demikian di ayat lain. Sifat lain bagi air dari langit adalah (بِقَدَرٍ, bi-qadarin) yang berarti "dengan suatu ukuran" di 23:18 dan 43:11, dan (طَهُورًا, thahuuran) yang berarti "yang sangat suci" di 25:48. Kata mubaarak tidak diuraikan di ayat ini. Isinya dapat dibaca dari kalimat berikutnya saja, yang langsung memuat hasil berupa tumbuhan.

Kalimat itu dibuka dengan (فَأَنْبَتْنَا بِهِ, fa-anbatnaa bihi) yang berarti "lalu Kami tumbuhkan dengannya". Huruf (فَ, fa) yang berarti "lalu" menyambung kalimat ini dengan penurunan air, dan (بِهِ, bihi) yang berarti "dengannya" menunjuk air itu. Susunan fa-anbatnaa bihi muncul dua kali, di 27:60 dan 50:9. Di 27:60 air itu menumbuhkan (حَدَائِقَ ذَاتَ بَهْجَةٍ, hadaa'iqa dzaata bahjatin) yang berarti "kebun-kebun yang indah", sedangkan di 50:9 air itu menumbuhkan dua hal.

Hal pertama, (جَنَّاتٍ, jannaatin), diterjemahkan "kebun-kebun". Kata jannaat dipakai untuk balasan di banyak ayat, misalnya 2:25, 4:13, dan 14:23, dan di ayat-ayat itu terjemahan memakai "taman". Untuk jannaat yang dihadirkan dengan air dan berisi pohon, terjemahan memakai "kebun-kebun", yaitu di 6:99, (وَجَنَّاتٍ مِنْ أَعْنَابٍ, wa-jannaatin min a'naabin) yang berarti "dan kebun-kebun anggur", dan di 23:19, (جَنَّاتٍ مِنْ نَخِيلٍ وَأَعْنَابٍ, jannaatin min nakhiilin wa-a'naabin) yang berarti "kebun-kebun kurma dan anggur". Kedua kalimat itu memuat bihi, "dengannya", yang menunjuk air. Ayat 36:34 memuat susunan yang sama persis di bumi yang telah dihidupkan. Karena 50:9 menyebut jannaat yang ditumbuhkan dengan air, terjemahannya mengikuti ayat-ayat itu.

Hal kedua, (وَحَبَّ الْحَصِيدِ, wa-habba l-hashiidi) yang berarti "dan biji-bijian yang dituai", memuat (حَبَّ, habba) yang berarti "biji". Kata habb dengan arti ini muncul tujuh kali, yaitu 6:95, 6:99, 36:33, 50:9, 55:12, 78:15, dan 80:27. Di enam ayat lainnya habb berdiri sendiri atau disifati, misalnya (حَبًّا, habban) yang berarti "biji-bijian" di 80:27, (حَبًّا مُتَرَاكِبًا, habban mutaraakiban) yang berarti "butir yang bertumpuk" di 6:99, dan (الْحَبُّ ذُو الْعَصْفِ, al-habbu dzu l-'ashfi) yang berarti "biji-bijian yang berjerami" di 55:12. Di 50:9 habb diterangkan oleh (الْحَصِيدِ, l-hashiidi), yaitu apa yang dituai. Kata hashiid berakar ح-ص-د dan muncul empat kali, yaitu 10:24, 11:100, 21:15, dan 50:9. Di 11:100, (وَحَصِيدٌ, wa-hashiidun) yang berarti "dan yang dituai", dan di 21:15, (حَصِيدًا, hashiidan) yang berarti "yang dituai", terjemahan memakai "dituai". Terjemahan 50:9 memakai "yang dituai", sejajar kedua ayat itu, dan tidak menambahkan "dapat" karena tidak ada kata Arab di 50:9 yang melahirkannya.

Tafsiran

Ayat ini menambahkan sebab pada hasil yang sudah disebut di 50:7. Di sana bumi menumbuhkan setiap pasang yang indah tanpa menyebut air, dan di sini air diturunkan lebih dulu, baru kebun dan biji-bijian tumbuh dengannya. Dengan begitu hasilnya disebut lebih dulu di surah ini, dan sebabnya sesudahnya.

Air dari langit juga menyambung ke 50:6. Pandangan yang diminta naik ke langit di ayat itu menerima sesuatu dari arah yang sama di ayat ini. Ayat 50:9 sendiri tidak menyatakan hubungan itu, dan kesamaan arah dapat dibaca sebagai bagian dari rangkaian yang bergerak dari langit ke bumi dan kembali ke langit.

Kata ganti (بِهِ, bihi) di 50:9 menunjuk air, dan rujukan itu dapat dibaca berlanjut sampai 50:11. Di 50:11, (وَأَحْيَيْنَا بِهِ, wa-ahyaynaa bihi) yang berarti "dan Kami hidupkan dengannya" memakai kata ganti yang sama, dan 50:10 di antaranya tidak memuat kata kerja baru sehingga kata ganti itu dapat dibaca tetap menunjuk air yang sama. Susunan wa-ahyaynaa bihi muncul satu kali, di 50:11, dan ayat itu ditutup dengan (كَذَٰلِكَ الْخُرُوجُ, ka-dzaalika l-khuruuju) yang berarti "demikianlah kebangkitan". Ayat 43:11 memuat hubungan serupa secara langsung: air diturunkan dari langit, negeri yang mati dihidupkan dengannya, lalu (كَذَٰلِكَ تُخْرَجُونَ, ka-dzaalika tukhrajuuna) yang berarti "demikianlah kalian dikeluarkan". Di 50:9 hubungan ke kebangkitan belum tertulis, dan baru terbaca dari kata ganti yang sama dua ayat sesudahnya.

Renungan dan Hikmah

  • Air di ayat ini disebut diberkahi tanpa uraian apa isi berkah itu, dan penjelasannya diserahkan kepada kalimat berikutnya yang langsung memuat tumbuhan. Pembaca dapat bertanya air yang diminumnya pagi ini pernah diterima sebagai sesuatu yang diturunkan atau selalu sebagai sesuatu yang tersedia, dan apakah ada bedanya bagi cara memegang gelas. Pembaca tidak diberi tolok untuk menimbang berkah itu: 23:18 dan 43:11 menyebut ukuran untuk air yang sama, dan 25:48 menyebut kesuciannya, tetapi 50:9 tidak memakai keduanya. Di 35:27 pekerjaan menurunkan air ditulis dengan Allah sebagai pelakunya, lalu kalimat berganti ke Kami untuk mengeluarkan buah-buahan, sama seperti 50:9 yang memakai Kami untuk kedua pekerjaan.
  • Dari air yang sama ayat ini menumbuhkan dua hal, kebun-kebun dan biji-bijian, dan keterangan dituai diberikan kepada biji-bijian. Kebun disebut tanpa keterangan serupa. Apa dalam hidup pembaca yang ditanam untuk dituai pada waktunya, dan apa yang ditanam tanpa sempat dihitung panennya? Kedua ukuran itu menghasilkan dua daftar, yaitu hal yang diharapkan mendatangkan hasil pada waktunya dan hal yang tumbuh tanpa pernah diminta mendatangkan hasil.
  • Kata ganti dengannya di 50:9 menunjuk air, lalu air itu tidak disebut lagi selama satu ayat penuh, dan baru dirujuk kembali di 50:11 dengan kata ganti yang sama. Ayat 50:10 yang berada di antaranya tidak memuat kata air sama sekali, sehingga pembaca yang membaca berurutan memegang satu benda tanpa nama selama jeda itu. Seseorang dapat bertanya benda apa dalam hidupnya yang hanya disebut sekali di awal lalu dirujuk dengan kata ganti bertahun-tahun, dan apakah namanya pernah disebut lagi sebelum benda itu menjadi terlalu biasa.
  • Pada 50:6 pembaca diminta menatap langit, dan pada 50:9 diberi tahu bahwa dari langit itu air diturunkan. Tatapan yang semula hanya mengamati ternyata bertemu dengan sesuatu yang datang kepadanya. Pembaca dapat bertanya apakah menengadah pernah berakhir pada menerima sesuatu, misalnya hujan di kulit, dan bagaimana rasanya ketika arah yang biasa dipandang berubah menjadi arah asal sesuatu yang menetes ke tangan. Di 16:10 yang menurunkan air dari langit itu disebut Dia.
  • Ayat 27:60 menutup penyebutan kebun yang ditumbuhkan dengan air itu dengan kalimat "yang kalian tidak akan mampu menumbuhkan pohon-pohonnya". Ayat 50:9 tidak memuat penutup itu, tetapi kata kerjanya sama, Kami tumbuhkan. Kalimat di 27:60 itu bagian dari pertanyaan tentang Dia yang menciptakan langit dan bumi dan menurunkan air, dan ayat yang sama berujung pada pertanyaan apakah ada tuhan bersama Allah. Pembaca yang berdiri di tepi sebuah kebun dapat bertanya bagian mana di depannya yang dikerjakan tangan manusia dan bagian mana yang tumbuh sendiri, lalu menimbang berapa luas bagian kedua. Jawabannya mungkin berbeda untuk tiap kebun.
  • Pembaca yang berhenti di 50:9 menemukan sebuah panen. Pembaca yang terus sampai 50:11 menemukan bahwa air yang sama disebut dalam kalimat tentang kebangkitan. Kedua pembaca memegang teks yang sama dan berhenti di tempat yang berbeda. Seseorang dapat bertanya apa yang tampak ketika memandang ladang yang sedang menguning: hasil yang akan dijual, atau sesuatu yang lebih jauh, yang dihubungkan oleh kata ganti yang sama dua ayat sesudahnya.