كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ
Sebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass, dan Tsamud telah mendustakan,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُkadzdzabat qablahum qawmu nuuhin wa-ashaabu r-rassi wa-tsamuudusebelum mereka, kaum Nuh, penduduk Rass, dan Tsamud telah mendustakan
Terjemahan per kata (7 kata)
- كَذَّبَتْkadzdzabattelah mendustakan
- قَبْلَهُمْqablahumsebelum mereka
- قَوْمُqawmukaum
- نُوحٍnuuhinNuh
- وَأَصْحَابُwa-ashaabudan penghuni
- الرَّسِّr-rassiRass
- وَثَمُودُwa-tsamuududan Tsamud
Inti bacaan
Rangkaian kaum-kaum itu dilanjutkan di 38:12 dengan (وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو الْأَوْتَادِ, wa-'aadun wa-fir'awnu dzuu l-awtaadi) dan di 50:12 dengan (وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ, wa-ashaabu r-rassi wa-tsamuudu).
Penjelasan pilihan kata
Kata kerja (كَذَّبَتْ, kadzdzabat) yang berarti "telah mendustakan" berakar ك-ذ-ب dan berbentuk kedua, yaitu bentuk yang menunjuk perbuatan menolak kebenaran yang datang dari pihak lain. Bentuk dasar akar yang sama, (كَذَبَ, kadzaba), berarti "berdusta" ketika pelakunya sendiri yang berkata tidak benar, dan 39:32 memuat keduanya berdampingan dalam satu ayat. Di surah ini akar itu muncul tiga kali dan semuanya berbentuk kedua, yaitu (كَذَّبُوا بِالْحَقِّ, kadzdzabuu bi-l-haqqi) yang berarti "mereka mendustakan kebenaran" di 50:5, kadzdzabat di 50:12, dan (كَذَّبَ, kadzdzaba) di 50:14. Terjemahan memakai "mendustakan" di ketiganya. Kata kerja di 50:12 tidak disertai objek, sehingga terjemahan tidak menambahkan "para rasul" atau "kebenaran" di sini. Objek baru muncul di 50:14.
Kata (قَبْلَهُمْ, qablahum) yang berarti "sebelum mereka" tersusun dari qabl yang berarti "sebelum" dan akhiran -hum yang berarti "mereka". Kata ganti -hum menunjuk kaum yang di 50:5 disebut mendustakan kebenaran ketika kebenaran itu datang. Kata qablahum muncul dua kali di surah ini, yaitu di 50:12 dan 50:36. Rangkaian (كَذَّبَتْ قَبْلَهُمْ قَوْمُ نُوحٍ, kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin) muncul lima kali, yaitu di 22:42, 38:12, 40:5, 50:12, dan 54:9, dan lanjutannya berlainan di tiap tempat. Di 22:42 lanjutannya (وَعَادٌ وَثَمُودُ, wa-'aadun wa-tsamuudu) yang berarti "dan Ad dan Tsamud". Di 38:12 lanjutannya (وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ ذُو الْأَوْتَادِ, wa-'aadun wa-fir'awnu dzuu l-awtaadi) yang berarti "dan Ad dan Firaun pemilik pasak-pasak". Di 40:5 lanjutannya (وَالْأَحْزَابُ مِنْ بَعْدِهِمْ, wa-l-ahzaabu min ba'dihim) yang berarti "dan golongan-golongan yang bersekutu setelah mereka". Di 54:9 lanjutannya (فَكَذَّبُوا عَبْدَنَا, fa-kadzdzabuu 'abdanaa) yang berarti "maka mereka mendustakan hamba Kami". Di 50:12 lanjutannya (وَأَصْحَابُ الرَّسِّ وَثَمُودُ, wa-ashaabu r-rassi wa-tsamuudu).
Kata (قَوْمُ, qawmu) yang berarti "kaum" berakar ق-و-م, dan (نُوحٍ, nuuhin) adalah nama. Terjemahan memakai "kaum" di depan nama. Bentuk persis qawmu nuuhin muncul enam kali di enam surah, yaitu 22:42, 26:105, 38:12, 40:5, 50:12, dan 54:9. Di 26:105 bentuk itu berdiri tanpa kata "sebelum mereka", (كَذَّبَتْ قَوْمُ نُوحٍ الْمُرْسَلِينَ, kadzdzabat qawmu nuuhin il-mursaliina) yang berarti "kaum Nuh telah mendustakan para rasul", dan di situ objeknya langsung disebut.
Kata (أَصْحَابُ, ashaabu) berakar ص-ح-ب, dan terjemahan memakainya sebagai "penduduk" bila disusul nama tempat atau kelompok, seperti (أَصْحَابَ الرَّسِّ, ashaaba r-rassi) yang berarti "penduduk Rass" di 25:38 dan "penduduk Aikah" di 15:78, 26:176, 38:13, dan 50:14. Kata (الرَّسِّ, r-rassi) adalah nama dan berakar ر-س-س menurut korpus. Nama Rass muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 25:38 dan 50:12. Di 25:38, (وَعَادًا وَثَمُودَ وَأَصْحَابَ الرَّسِّ وَقُرُونًا بَيْنَ ذَٰلِكَ كَثِيرًا, wa-'aadan wa-tsamuuda wa-ashaaba r-rassi wa-quruunan bayna dzaalika katsiiran) yang berarti "dan Ad, Tsamud, penduduk Rass, dan banyak generasi di antara itu", nama itu berada di tengah deretan kaum, tanpa keterangan tentang tempatnya atau tentang apa yang mereka lakukan. Ayat 50:12 pun tidak menerangkannya. Karena itu terjemahan membiarkan Rass sebagai nama dan tidak mengartikannya.
Nama (ثَمُودُ, tsamuudu) ditulis "Tsamud" dalam terjemahan. Bentuk wa-tsamuudu muncul tiga kali, yaitu di 22:42, 38:13, dan 50:12, dan di tiap tempat nama itu menutup atau menyambung satu deretan kaum. Tanda koma di ujung terjemahan 50:12 menandai bahwa kalimat berlanjut ke 50:13, yang dibuka dengan (وَعَادٌ, wa-'aadun) yang berarti "dan Ad".
Tafsiran
Ayat ini membuka sebuah deretan yang baru selesai di 50:14. Deretan itu memuat delapan sebutan, tiga di antaranya ada di ayat ini, dan seluruhnya memakai satu kata kerja, yaitu mendustakan. Sampai 50:11 pembicaraan berpusat pada langit, bumi, dan air. Ayat 50:12 beralih ke kaum-kaum yang hidup sebelum kaum yang diajak bicara surah ini, dan peralihan itu ditandai kata qablahum.
Di 50:5 surah ini memakai kata kerja yang sama untuk kaum yang diajak bicara, "mereka mendustakan kebenaran ketika kebenaran itu datang". Di 50:12 kata kerja yang sama dipakai untuk yang sebelum mereka. Dua ayat itu dihubungkan oleh satu kata kerja, dan 50:12 tidak menyebut akibat apa pun bagi kaum-kaum yang tercantum. Akibatnya baru disebut di 50:14, sehingga ayat ini berfungsi sebagai pembuka yang ditahan.
Deretan ini tidak disusun menurut waktu. Ayat 7:69 menyebut Ad sebagai pengganti sesudah kaum Nuh, dengan (مِنْ بَعْدِ قَوْمِ نُوحٍ, min ba'di qawmi nuuhin), dan 7:74 menyebut Tsamud sebagai pengganti sesudah Ad, dengan (مِنْ بَعْدِ عَادٍ, min ba'di 'aadin). Menurut kedua ayat itu urutan waktunya Nuh, Ad, lalu Tsamud. Di 50:12 sampai 50:13 urutannya Nuh, Rass, Tsamud, lalu Ad. Ayat ini tidak menyatakan asas penyusunan deretannya.
Tiga cara penyebutan muncul dalam satu ayat. Nuh disebut lewat kaumnya, Rass lewat penduduknya, dan Tsamud lewat namanya sendiri. Ayat 50:36 memakai kata qablahum sekali lagi untuk generasi-generasi yang dibinasakan sebelum mereka. Ayat-ayat ini tidak menyatakan apakah generasi di 50:36 sama dengan kaum di deretan 50:12 sampai 50:14.
Renungan dan Hikmah
- Kata (قَبْلَهُمْ, qablahum) menaruh Nuh, Rass, dan Tsamud di belakang kaum yang diajak bicara di 50:5, sehingga deretan nama itu terbaca sebagai cerita tentang orang-orang yang sudah lewat. Pembaca dapat memeriksa bagian mana dari deretan itu yang dianggapnya urusan orang lain saja, dan bagian mana yang dibacanya sebagai cermin. Akhiran -hum pada qablahum menunjuk kaum di 50:5, dan jarak antara kaum itu dan pembaca masa kini tidak dibahas oleh ayat. Kepada siapa kata "mereka" itu menunjuk ketika ayat ini dibaca sekarang?
- Deretan di 50:12 sampai 50:13 tidak mengikuti urutan waktu, sebab Tsamud disebut sebelum Ad padahal 7:74 menaruh Tsamud sesudah Ad. Pembaca yang terbiasa menyusun pelajaran menurut kronologi dapat mengamati bahwa ayat ini memilih susunan lain tanpa menyebut alasannya. Susunan itu mengikat semua nama pada satu kata kerja, yaitu (كَذَّبَتْ, kadzdzabat) yang berarti "telah mendustakan", dan tidak pada tanggal. Di 7:59 dan 7:73 seruan kepada kaum Nuh dan kepada Tsamud sama bunyinya, yaitu mengabdilah kepada Allah, sehingga yang mengikat kedua nama itu adalah seruannya dan tidak tanggalnya. Bila pelajaran dari deretan ini dicatat menurut waktu, bagian apa yang tidak lagi terlihat dalam catatan itu?
- Kata kerja (كَذَّبَتْ, kadzdzabat) di 50:12 berdiri tanpa objek, dan objeknya baru tiba dua ayat kemudian. Pembaca yang mengisi kekosongan itu sebelum 50:14 tiba, dengan "para rasul" atau dengan "kebenaran", menyelesaikan kalimat dengan isi dari dirinya sendiri. Jeda dua ayat itu memperlihatkan isi yang diisikan pembaca. Di 26:105 sampai 26:108 kaum Nuh mendustakan para rasul, dan rasulnya berseru kepada mereka agar bertakwa kepada Allah. Kata apa yang pertama muncul di benak ketika kata mendustakan berdiri sendirian?
- Rass disebut dua kali di Al-Qur'an, di 25:38 dan 50:12, tanpa keterangan tentang tempat atau perbuatannya. Nama itu tetap termasuk dalam deretan meskipun pembaca tidak diberi bahan untuk mengisinya. Pembaca dapat memperhatikan dorongan dalam dirinya ketika bertemu nama yang tidak dijelaskan, yaitu menambahkan kisah dari tempat lain atau membiarkannya sebagai nama. Ayat ini membiarkan nama itu tetap nama. Apa yang berubah pada pembaca bila nama itu dibiarkan tetap tanpa isi?
- Rangkaian kadzdzabat qablahum qawmu nuuhin muncul di lima ayat, dan tiap kali kelanjutannya lain: Ad dan Tsamud di 22:42, Ad dan Firaun di 38:12, golongan-golongan di 40:5, hamba Kami di 54:9, dan Rass serta Tsamud di 50:12. Satu pembukaan dipakai lima kali tanpa pernah menghasilkan deretan yang sama. Pembaca yang menganggap pengulangan sebagai pemborosan dapat membaca kelima ayat itu sebagai satu kalimat yang disusun lima kali untuk lima keadaan. Apa yang tampak berbeda bila kelima ayat itu dibaca berdampingan, bukan satu per satu?
- Tiga sebutan di 50:12 diberikan tanpa vonis, dan vonisnya baru datang di 50:14. Pembaca yang membaca cepat sampai ke akhir deretan menerima kesimpulan bersama semua nama sekaligus, sedangkan pembaca yang berhenti di 50:12 memegang tiga nama dan satu kata kerja. Vonis itu berbunyi maka berlakulah ancaman-Ku, dan di 50:28 Dia yang berfirman berkata, "Aku telah mendahulukan ancaman kepada kalian." Ayat ini memberi jeda di antara keduanya. Apa yang dipikirkan pembaca di dalam jeda itu, sebelum kesimpulan datang?