وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍ
dan Ad, Firaun, dan saudara-saudara Lut,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ وَإِخْوَانُ لُوطٍwa-'aadun wa-fir'awnu wa-ikhwaanu luuthindan Ad, Firaun, dan saudara-saudara Lut
Terjemahan per kata (4 kata)
- وَعَادٌwa-'aadundan Ad
- وَفِرْعَوْنُwa-fir'awnudan Firaun
- وَإِخْوَانُwa-ikhwaanudan saudara-saudara
- لُوطٍluuthinLut
Inti bacaan
Rangkaian wa-'aadun wa-fir'awnu muncul dua kali di Al-Qur'an (38:12, 50:13), dan hanya 50:13 yang menyusulnya dengan wa-ikhwaanu luuthin.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini tidak memuat kata kerja. Tiga sebutan di dalamnya dibuka huruf (وَ, wa-) yang berarti "dan", dan ketiganya menyambung ke kata kerja (كَذَّبَتْ, kadzdzabat) yang berarti "telah mendustakan" di 50:12. Terjemahan karena itu menutup dengan koma dan tidak menambahkan kata kerja baru seperti "juga mendustakan".
Sebutan pertama adalah (وَعَادٌ, wa-'aadun) yang berarti "dan Ad". Rangkaian wa-'aadun muncul empat kali, yaitu di 22:42, 38:12, 50:13, dan 69:4. Rangkaian yang lebih panjang, (وَعَادٌ وَفِرْعَوْنُ, wa-'aadun wa-fir'awnu) yang berarti "dan Ad dan Firaun", muncul dua kali, yaitu di 38:12 dan 50:13. Terjemahan menulis "Ad" tanpa apostrof dan tanpa kata "kaum" di depannya, sebab ayat ini tidak memuat kata qawm di situ. Berbeda dari (قَوْمُ نُوحٍ, qawmu nuuhin) di 50:12, nama Ad berdiri sendiri.
Sebutan kedua adalah nama (فِرْعَوْنُ, fir'awnu) yang oleh korpus dicatat sebagai nama diri tanpa akar. Di ayat ini Firaun disebut tanpa kelompoknya. Bila disertai kelompok, nama itu didahului kata qawm, seperti (قَوْمِ فِرْعَوْنَ, qawmi fir'awna) yang berarti "kaum Firaun" di 7:109 dan 7:127, dan (قَوْمَ فِرْعَوْنَ, qawma fir'awna) di 26:11 dan 44:17. Di 38:12 nama itu disusul gelar (ذُو الْأَوْتَادِ, dzuu l-awtaadi) yang berarti "pemilik pasak-pasak", dan di 50:13 gelar itu tidak ada. Terjemahan memakai "Firaun" tanpa "kaum" dan tanpa gelar.
Sebutan ketiga adalah (وَإِخْوَانُ لُوطٍ, wa-ikhwaanu luuthin) yang berarti "dan saudara-saudara Lut". Kata ikhwaan berakar أ-خ-و, bentuk jamak dari akh yang berarti "saudara". Kata ikhwaan dengan harakat -u muncul enam kali, yaitu di 2:220, 7:202, 9:11, 9:24, 33:5, dan 50:13, dan hanya 50:13 yang tanpa akhiran kata ganti dan disusul nama seorang pribadi. Lima ayat lainnya memakai akhiran kata ganti, yaitu -kum atau -hum. Hubungan yang ditunjuk kata ini tidak seragam: di 9:24, (وَإِخْوَانُكُمْ, wa-ikhwaanukum) berada dalam daftar bapak, anak, dan pasangan, sedangkan di 2:220, (وَإِنْ تُخَالِطُوهُمْ فَإِخْوَانُكُمْ, wa-in tukhaalithuuhum fa-ikhwaanukum) yang berarti "dan jika kalian bercampur dengan mereka, mereka adalah saudara-saudara kalian", pertalian itu lahir dari bergaul dengan anak-anak yatim. Di 9:11 dan 33:5, (فَإِخْوَانُكُمْ فِي الدِّينِ, fa-ikhwaanukum fii d-diini) yang berarti "mereka saudara-saudara kalian dalam pertanggungjawaban", pertalian itu dikaitkan dengan din. Di 50:13 hubungan itu tidak dirinci, sehingga terjemahan memakai "saudara-saudara Lut" tanpa menambahkan "seagama" atau "sekerabat".
Kata "saudara" untuk Lut muncul di tempat lain dengan arah yang terbalik. Di 26:161, (إِذْ قَالَ لَهُمْ أَخُوهُمْ لُوطٌ, idz qaala lahum akhuuhum luuthun) yang berarti "ketika saudara mereka, Lut, berkata kepada mereka", Lut adalah saudara bagi orang-orang yang diajak bicara. Rangkaian akhuuhum muncul empat kali, semuanya di surah 26, yaitu di 26:106 untuk Nuh, 26:124 untuk Hud, 26:142 untuk Salih, dan 26:161 untuk Lut. Di 50:13 arah itu dibalik, karena orang-orang itu sendiri yang disebut saudara-saudara Lut. Deretan serupa di 38:13 menyebut (وَقَوْمُ لُوطٍ, wa-qawmu luuthin) yang berarti "dan kaum Lut". Kedua ayat memakai sebutan yang berlainan, qawm di 38:13 dan ikhwaan di 50:13, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan apakah kedua sebutan menunjuk kelompok yang sama.
Tafsiran
Ayat ini adalah bagian tengah dari deretan delapan sebutan yang membentang dari 50:12 sampai 50:14. Ayat 50:12 sudah memuat kata kerja dan tiga sebutan, ayat 50:14 akan memuat dua sebutan terakhir beserta akibatnya, dan ayat 50:13 menyambung tanpa kata kerja dan tanpa akibat. Ayat ini menjadi penghubung yang menambah tiga sebutan baru pada kata kerja yang sudah dibuka.
Deretan yang sejajar ada di 38:12 sampai 38:13. Deretan itu memuat Nuh, Ad, Firaun, Tsamud, Lut, dan penduduk Aikah, dan keenamnya ada di deretan surah ini. Surah ini menambahkan dua sebutan lain, yaitu Rass di 50:12 dan Tubba' di 50:14. Ayat 50:13 membawa tiga dari enam sebutan yang sama dengan 38:12 dan 38:13, yaitu Ad, Firaun, dan Lut, dengan susunan yang sedikit berbeda: Ad dan Firaun tetap berdampingan, sedangkan Lut disebut lewat ikhwaan dan bukan lewat qawm.
Delapan sebutan di 50:12 sampai 50:14 memakai dua cara. Lima sebutan memakai kata kelompok di depan nama, yaitu qawmu nuuhin, ashaabu r-rassi, ikhwaanu luuthin, ashaabu l-aykati, dan qawmu tubba'in. Tiga sebutan berupa nama tanpa kata kelompok, yaitu Tsamud, Ad, dan Firaun. Tsamud dan Ad adalah nama kelompok yang didatangi seorang utusan menurut 7:65 dan 7:73, sedangkan Firaun menunjuk seorang pribadi, sebab 7:109 dan 7:127 memakai sebutan "kaum Firaun", yang berbeda dari "Firaun" saja. Kata kerja mendustakan yang menaungi seluruh deretan karena itu menjangkau kelompok sekaligus seorang pribadi. Ayat ini tidak menyatakan bahwa kaum Firaun ikut atau tidak ikut mendustakan, dan 50:13 tidak menambahkan keterangan pada nama itu.
Renungan dan Hikmah
- Di 38:12 nama Firaun disusul gelar pemilik pasak-pasak, sedangkan di 50:13 nama itu berdiri tanpa gelar dan sejajar dengan nama kelompok di kiri dan kanannya. Pembaca yang mengingat seorang penguasa lewat kebesaran atau jabatannya mendapati bahwa deretan ini tidak memakai tolok ukur itu. Kata kerja mendustakan menjangkau penguasa dan kelompok dengan bobot yang sama. Di 79:24 Firaun menyebut dirinya Tuhan yang paling tinggi, lalu di 79:25 yang menghukumnya ditulis Allah. Gelar apa yang paling sering dipakai pembaca untuk membedakan satu orang dari orang lain, dan apakah gelar itu ikut hadir ketika orang itu dinilai?
- Kata saudara-saudara muncul di 50:13 di tengah deretan orang-orang yang mendustakan, dan ayat tidak menyatakan bahwa kata itu mengubah sesuatu. Di 9:11 dan 33:5 kata yang sama dipakai untuk pertalian dalam pertanggungjawaban, dan konteks keduanya berbeda dari 50:13. Pembaca yang menyebut orang-orang di sekitarnya saudara dapat memperhatikan bahwa kata itu menyatakan kedekatan, sedangkan ayat ini menaruhnya di tengah deretan yang kata kerjanya mendustakan. Apa yang sebenarnya dijawab sebuah kedekatan ketika orang bertanya tentang sikap seseorang terhadap kebenaran?
- Ayat 50:13 tidak memuat kata kerja dan tidak memuat akibat, dan berfungsi menyambung. Pembaca yang membaca per ayat mencari pesan di tiap ayat akan mendapati ayat ini bergantung pada ayat di sekitarnya; maknanya terbaca bersama 50:12 dan 50:14. Membaca ayat yang bergantung pada ayat lain menuntut kesabaran yang berbeda dari membaca ayat yang sudah lengkap. Di 26:160 sampai 26:163 kaum Lut mendustakan para rasul dan rasulnya berseru agar mereka bertakwa kepada Allah, sehingga kata kerja yang tidak ada di 50:13 hadir di ayat itu bersama seruannya. Bagian mana dari bacaan harian pembaca yang selama ini dilewati karena tampak tidak berisi apa-apa?
- Nama Lut disebut lewat kelompok di 38:13, dengan kata qawm, dan lewat ikhwaan di 50:13. Kedua ayat itu tidak menyatakan apakah yang dimaksud sama, sehingga pembaca tidak punya dasar untuk menyamakan keduanya. Pembaca yang cenderung memilih satu label untuk satu kelompok dapat menyadari bahwa teks yang sama memakai label berbeda untuk nama yang sama di dua tempat. Berapa banyak label yang pembaca pakai untuk orang yang sama, dan apakah label-label itu pernah saling bertentangan tanpa disadari?
- Tiga sebutan di 50:13 dirangkai dengan tiga huruf wa yang sama, tanpa kata yang menyatakan siapa yang lebih berat atau lebih ringan. Ad, Firaun, dan saudara-saudara Lut berada pada tingkat yang sama dalam kalimat itu. Pembaca yang terbiasa menilai sebuah kesalahan menurut besar kecilnya pelaku dapat memperhatikan bahwa deretan ini tidak menyediakan peringkat. Di 26:123 sampai 26:126 kaum Ad dan di 26:141 sampai 26:144 kaum Tsamud mendustakan para rasul, dan seruan rasul kepada keduanya memakai kalimat yang sama, yaitu bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku. Bila peringkat dihapus, apa yang tersisa dari cara pembaca menilai orang lain?
- Deretan 50:12 sampai 50:13 menyebut para pendusta lewat tiga sebutan yang berbeda: kaum pada nama Nuh dalam (قَوْمُ نُوحٍ, qawmu nuuhin), penduduk pada nama Rass dalam (أَصْحَابُ الرَّسِّ, ashaabu r-rassi), dan saudara-saudara pada nama Lut dalam (إِخْوَانُ لُوطٍ, ikhwaanu luuthin). Tiga cara menyambung nama itu muncul dalam ayat-ayat yang berdekatan. Pembaca dapat bertanya kepada siapa atau kepada apa namanya sendiri biasa disambungkan, kelompok, tempat, atau saudara, lalu bertanya apakah pernah dipakainya sebagai alasan untuk merasa berada di luar sebuah deretan.