وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍ ۚ كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِ

dan penduduk Aikah serta kaum Tubba'; masing-masing mendustakan para rasul, maka berlakulah ancaman-Ku.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ وَقَوْمُ تُبَّعٍwa-ashaabu l-aykati wa-qawmu tubba'indan penduduk Aikah serta kaum Tubba'
  2. كُلٌّ كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ وَعِيدِkullun kadzdzaba r-rusula fa-haqqa wa'iidimasing-masing mendustakan para rasul, maka berlakulah ancaman-Ku

Terjemahan per kata (9 kata)

  1. وَأَصْحَابُwa-ashaabudan penghuni
  2. الْأَيْكَةِl-aykatiAikah
  3. وَقَوْمُwa-qawmudan kaum
  4. تُبَّعٍtubba'inTubba
  5. كُلٌّkullunmasing-masing
  6. كَذَّبَkadzdzabamendustakan
  7. الرُّسُلَr-rusulapara rasul
  8. فَحَقَّfa-haqqamaka pastilah
  9. وَعِيدِwa'iidiancaman-Ku

Inti bacaan

Kata wa'iid muncul empat kali di surah 50 (50:14, 50:20, 50:28, 50:45), dan 50:14 adalah yang pertama.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dimulai dengan dua sebutan penutup deretan. Sebutan pertama, (وَأَصْحَابُ الْأَيْكَةِ, wa-ashaabu l-aykati), berarti "dan penduduk Aikah". Aikah adalah nama diri yang oleh korpus dicatat tanpa akar. Nama itu muncul empat kali di empat surah, yaitu 15:78, 26:176, 38:13, dan 50:14, dan di keempatnya didahului ashaabu. Di 26:176, (كَذَّبَ أَصْحَابُ الْأَيْكَةِ الْمُرْسَلِينَ, kadzdzaba ashaabu l-aykati l-mursaliina) yang berarti "penduduk Aikah telah mendustakan para rasul", kata kerja yang dipakai sama dengan kata kerja di 50:14. Terjemahan memakai "penduduk" seperti untuk Rass di 50:12.

Sebutan kedua, (وَقَوْمُ تُبَّعٍ, wa-qawmu tubba'in), berarti "serta kaum Tubba'". Nama Tubba' muncul dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 44:37 dan 50:14, dan di keduanya didahului qawmu. Di 44:37 kaum itu ditaruh di samping (وَالَّذِينَ مِنْ قَبْلِهِمْ, wa-lladziina min qablihim) yang berarti "dan orang-orang sebelum mereka", lalu disusul kata kerja (أَهْلَكْنَاهُمْ, ahlaknaahum) yang berarti "Kami telah membinasakan mereka". Ayat 50:14 menyebut akibat bagi nama yang sama dengan kata lain, yaitu wa'iidi di ujung ayat. Ayat 44:37 dan 50:14 tidak menerangkan siapa Tubba' itu.

Kata (كُلٌّ, kullun) yang berarti "masing-masing" berakar ك-ل-ل dan berbentuk tak tentu, sehingga menunjuk tiap-tiap satu dari yang disebut. Rangkaian (كُلٌّ كَذَّبَ, kullun kadzdzaba) muncul sekali, di 50:14. Ayat yang sejajar, 38:14, membukanya dengan penegasan, (إِنْ كُلٌّ إِلَّا كَذَّبَ الرُّسُلَ فَحَقَّ عِقَابِ, in kullun illaa kadzdzaba r-rusula fa-haqqa 'iqaabi) yang berarti "masing-masing tidak lain kecuali mendustakan para rasul, maka berlaku hukuman-Ku". Ayat 50:14 tidak memuat penegasan itu, dan terjemahannya karena itu tidak menambahkan "tidak lain kecuali".

Kata (الرُّسُلَ, r-rusula) yang berarti "para rasul" berakar ر-س-ل dan berbentuk jamak. Bentuk persis r-rusula muncul lima kali di lima surah, yaitu 5:109, 14:44, 25:37, 38:14, dan 50:14. Surah 26 memakai kata jamak lain, (الْمُرْسَلِينَ, l-mursaliina), untuk lima dari delapan kaum di deretan ini: Nuh di 26:105, Ad di 26:123, Tsamud di 26:141, Lut di 26:160, dan Aikah di 26:176. Dalam tiap kisah itu orang yang berbicara kepada kaumnya menyebut dirinya dengan bentuk tunggal, (رَسُولٌ أَمِينٌ, rasuulun amiinun) yang berarti "rasul yang tepercaya", di 26:107, 26:125, 26:143, 26:162, dan 26:178. Terjemahan 50:14 memakai "para rasul" dengan bentuk jamak seperti di 25:37.

Kata kerja (فَحَقَّ, fa-haqqa) yang berarti "maka berlakulah" berakar ح-ق-ق dan muncul empat kali, yaitu di 17:16, 37:31, 38:14, dan 50:14. Pelaku kata kerja itu berbeda di tiap tempat. Di 17:16 pelakunya ketetapan, (فَحَقَّ عَلَيْهَا الْقَوْلُ, fa-haqqa 'alayhaa l-qawlu) yang berarti "maka pastilah berlaku atasnya ketetapan". Di 37:31 pelakunya perkataan, (فَحَقَّ عَلَيْنَا قَوْلُ رَبِّنَا, fa-haqqa 'alaynaa qawlu rabbinaa) yang berarti "maka, berlaku atas kita perkataan Tuhan kita". Di 38:14 pelakunya hukuman, 'iqaabi, dan di 50:14 pelakunya ancaman, wa'iidi. Pihak yang dikenai ditandai kata 'alaa di dua ayat pertama, sedangkan di 38:14 dan 50:14 tidak ada penanda itu.

Kata (وَعِيدِ, wa'iidi) berakar و-ع-د. Bentuk persis wa'iidi, tanpa kata sandang, muncul tiga kali, yaitu 14:14, 50:14, dan 50:45, dan ketiganya diterjemahkan "ancaman-Ku". Contohnya (مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ, man yakhaafu wa'iidi) yang berarti "siapa pun yang takut pada ancaman-Ku" di 50:45. Bentuk dengan kata sandang, (الْوَعِيدِ, l-wa'iidi), muncul tiga kali pula, yaitu 20:113, 50:20, dan 50:28, dan terjemahannya "ancaman" atau "yang diancamkan". Surah 50 memuat kata ini empat kali, yaitu di 50:14, 50:20, 50:28, dan 50:45. Akar yang sama muncul sekali lagi di surah ini dengan arti janji, (هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ, haadzaa maa tuu'aduuna) yang menunjuk pada apa yang dijanjikan kepada kalian di 50:32.

Tafsiran

Ayat ini menutup deretan delapan sebutan yang dimulai di 50:12 dan mengucapkan penilaiannya dalam satu kalimat pendek. Ayat ini menambahkan dua sebutan terakhir, lalu menyatakan dua hal tentang semuanya, yaitu masing-masing mendustakan para rasul dan ancaman telah berlaku. Pernyataan itu tidak merinci bentuk akibatnya. Ayat 25:37 menyebut kaum Nuh ditenggelamkan, tetapi 50:14 tidak menyebutkan cara apa pun untuk kedelapan sebutan itu.

Susunan kalimat penutup ini hampir sama dengan 38:14. Keduanya memuat kata kullun, kata kerja mendustakan dengan objek para rasul, dan kata fa-haqqa. Perbedaannya ada pada penegasan di awal, yang hanya dimiliki 38:14, dan pada kata terakhir: hukuman di 38:14 dan ancaman di 50:14. Perbedaan itu penting bagi surah ini, sebab kata ancaman adalah kata yang kembali di 50:20, 50:28, dan paling akhir di 50:45. Ayat 50:14 adalah penggunaan pertama kata itu dalam surah ini dan dipakai untuk menyatakan bahwa ancaman sudah berlaku atas orang-orang dahulu.

Ayat ini menyatakan sebab penilaian itu dengan satu rumusan, yaitu mendustakan para rasul. Rumusan itu berbeda dari 50:5, tempat kaum yang diajak bicara dikatakan mendustakan kebenaran, (بِالْحَقِّ, bi-l-haqqi). Objek kata kerjanya di 50:5 adalah kebenaran dan di 50:14 adalah para rasul. Di 44:37 kaum Tubba' dikatakan pendosa, sedangkan 50:14 menyebut sebab lain untuk deretan yang sama.

Ayat ini tidak menyatakan apa yang berlaku atas kaum yang diajak bicara surah ini. Kaum itu disebut di 50:2 sampai 50:5 sebagai pihak yang mendustakan kebenaran, dan bagian itu dibiarkan terbuka sampai penutup surah, tempat kata ancaman muncul lagi di 50:45 sebagai hal yang ditakuti sebagian orang. Sesudah 50:14, ayat 50:15 beralih ke pertanyaan tentang penciptaan.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kullun di 50:14 menutup deretan delapan sebutan dan menjangkau tiap-tiapnya sekaligus. Pembaca yang mendengar daftar kaum yang binasa dapat mencari tempat bagi kasusnya sendiri, misalnya merasa dirinya berbeda dari mereka karena zamannya, sukunya, atau kesalehannya. Ayat ini memakai satu kata yang sama untuk Nuh, Rass, Tsamud, Ad, Firaun, Lut, Aikah, dan Tubba', dan tidak memuat bahan untuk membedakan satu dari yang lain. Dalam daftar itu, apa yang dicari pembaca sebagai alasan bahwa dirinya berada di luar jangkauan kata masing-masing?
  • Di 50:5 objek kata kerja mendustakan adalah kebenaran, sedangkan di 50:14 objeknya adalah para rasul. Surah 26 menambahkan bahwa tiap kaum yang dikatakan mendustakan para rasul dengan bentuk jamak mendengar penyampainya menyebut diri sebagai rasul bagi mereka dengan bentuk tunggal. Seruan yang menyusul di surah itu, misalnya di 26:108 dan 26:179, adalah bertakwalah kepada Allah dan taatlah kepadaku, sehingga yang diminta ada dua, takwa kepada Allah dan taat kepada rasul. Pembaca dapat memperhatikan bahwa penolakan tercatat lewat dua pintu, pesan dan pembawanya. Pesan apa yang pernah ditolak pembaca karena siapa yang membawanya, dan apakah penolakan itu pernah dicatatnya sebagai penolakan terhadap orangnya atau terhadap isinya?
  • Akar و-ع-د dipakai untuk ancaman di 50:14 dan untuk janji di 50:32. Ayat 50:32 memakai kata janji bagi setiap orang yang selalu kembali dan menjaga, dan 50:14 memakai kata ancaman bagi mereka yang masing-masing mendustakan. Kata dari akar yang sama itu sampai kepada pihak yang berbeda dengan arti yang berbeda. Ancaman di 50:14 ditulis dengan -Ku, dan di 50:28 Dia yang berfirman berkata, "Aku telah mendahulukan ancaman kepada kalian." Pembaca dapat bertanya sebagai apa kata itu sampai kepadanya, sebagai janji atau sebagai ancaman, dan bagaimana pembaca mengetahui yang mana.
  • Kata wa'iidi di 50:14 dipakai untuk apa yang berlaku atas orang-orang dahulu, sedangkan di 50:45 kata yang sama dipakai untuk apa yang ditakuti oleh sebagian orang pada masa pembicaraan. Pembaca yang memulai surah ini sebagai penonton sejarah mendapati kata itu berpindah dari kaum-kaum yang sudah lewat ke orang yang masih bisa takut. Perpindahan itu tidak diumumkan, dan pembaca menemukannya ketika kata yang sama terdengar lagi di akhir surah. Pada saat itu, siapa yang sedang mendengar kata ancaman, kaum yang sudah lewat atau pembaca?
  • Ayat ini menyebut satu sebab bagi penilaian atas delapan sebutan, yaitu mendustakan para rasul. Pembaca yang punya daftar sebab sendiri untuk menilai kegagalan orang lain, seperti kecurangan, keserakahan, atau kesombongan, dapat memperhatikan bahwa daftar di ayat ini hanya memuat satu butir. Ayat lain mencatat sebab yang berbeda untuk kaum yang sama, seperti kata pendosa untuk kaum Tubba' di 44:37. Dari daftar sebab yang dipegang pembaca selama ini, butir mana yang tidak ditemukan di ayat ini?
  • Ayat 50:14 menyatakan bahwa ancaman telah berlaku dan tidak merinci wujudnya bagi tiap sebutan. Bentuk akibat bagi kaum Nuh dicatat di 25:37, sedangkan untuk sebutan lain di deretan ini ayat itu tidak memberi rincian. Di 25:37 yang menenggelamkan mereka ditulis Kami, dan di 79:25 hukuman atas Firaun ditulis Allah. Pembaca yang terbiasa membayangkan gambar akibat dapat menyadari bahwa gambar itu berasal dari tempat lain, atau dari dirinya sendiri, dan bukan dari 50:14. Apa yang tersisa dari ayat ini bila bagian gambarnya dikeluarkan?