وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُ ۖ وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ

Sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya. Kami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ وَنَعْلَمُ مَا تُوَسْوِسُ بِهِ نَفْسُهُwa-la-qad khalaqnaa l-insaana wa-na'lamu maa tuwaswisu bihi nafsuhusungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia dan mengetahui apa yang dibisikkan oleh dirinya
  2. وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِwa-nahnu aqrabu ilayhi min habli l-wariidiKami lebih dekat kepadanya daripada urat lehernya

Terjemahan per kata (14 kata)

  1. وَلَقَدْwa-la-qaddan sungguh
  2. خَلَقْنَاkhalaqnaaKami ciptakan
  3. الْإِنْسَانَl-insaanamanusia
  4. وَنَعْلَمُwa-na'lamudan Kami mengetahui
  5. مَاmaaapa yang
  6. تُوَسْوِسُtuwaswisumembisikkan
  7. بِهِbihipadanya
  8. نَفْسُهُnafsuhudirinya
  9. وَنَحْنُwa-nahnudan Kami
  10. أَقْرَبُaqrabulebih dekat
  11. إِلَيْهِilayhikepadanya
  12. مِنْmindari
  13. حَبْلِhablitali
  14. الْوَرِيدِl-wariidiurat leher

Inti bacaan

Susunan wa-nahnu aqrabu ilayhi tercatat dua kali di Al-Qur'an, yaitu di 50:16 dan 56:85.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَلَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ, wa-la-qad khalaqnaa l-insaana) yang berarti "sungguh, Kami benar-benar telah menciptakan manusia". Kata pertamanya memuat dua penguat, yaitu la dan qad, sehingga terjemahan memakai "sungguh" dan "benar-benar telah". Susunan (لَقَدْ خَلَقْنَا الْإِنْسَانَ, la-qad khalaqnaa l-insaana) ada di lima ayat, yaitu 15:26, 23:12, 50:16, 90:4, dan 95:4. Di empat ayat lain lanjutannya menyebut bahan atau keadaan manusia. Ayat 23:12 menyebut bahan, (مِنْ سُلَالَةٍ, min sulaalatin) yang berarti "dari sari pati", dan 90:4 menyebut keadaan, (فِي كَبَدٍ, fii kabadin) yang berarti "dalam susah payah". Di 50:16 lanjutannya berupa kata kerja pengetahuan, (وَنَعْلَمُ, wa-na'lamu) yang berarti "dan Kami mengetahui".

Kata kerja (تُوَسْوِسُ, tuwaswisu) yang berarti "membisikkan" berakar و-س-و-س. Kata kerja dari akar ini ada di empat ayat: (فَوَسْوَسَ لَهُمَا, fa-waswasa lahumaa) di 7:20, (فَوَسْوَسَ إِلَيْهِ, fa-waswasa ilayhi) di 20:120, (يُوَسْوِسُ فِي صُدُورِ النَّاسِ, yuwaswisu fii shuduuri n-naasi) di 114:5, dan (تُوَسْوِسُ بِهِ, tuwaswisu bihi) di 50:16. Pelaku bisikan di 7:20 dan 20:120 adalah setan. Di 114:5 pelakunya pembisik yang disebut di 114:4, (الْوَسْوَاسِ الْخَنَّاسِ, l-waswaasi l-khannaasi) yang berarti "pembisik yang bersembunyi". Di 50:16 pelakunya (نَفْسُهُ, nafsuhu) yang berarti "dirinya". Letak kontras dengan tiga ayat lain ada pada pelakunya: di sana setan dan pembisik, di sini diri sendiri. Kata penghubungnya pun berlainan: li di 7:20, ilaa di 20:120, fii di 114:5, dan bi di 50:16. Terjemahan memakai bentuk pasif, "dibisikkan oleh dirinya", dan pelakunya tetap tertulis.

Kata (نَفْسُهُ, nafsuhu) ada di dua ayat, yaitu 5:30 dan 50:16. Di 5:30, (فَطَوَّعَتْ لَهُ نَفْسُهُ, fa-thawwa'at lahu nafsuhu), kata kerja yang menyertainya membawa isi dorongan, yaitu pembunuhan saudara, dan terjemahannya "nafsunya". Di 50:16 isi bisikan tidak disebut sama sekali. Karena itu terjemahan memakai "dirinya", yang tidak menilai bisikan itu baik atau buruk.

Kata (أَقْرَبُ, aqrabu) yang berarti "lebih dekat" berakar ق-ر-ب. Susunan (وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ, wa-nahnu aqrabu ilayhi) yang berarti "dan Kami lebih dekat kepadanya" ada di dua ayat, yaitu 50:16 dan 56:85. Di 56:85 pembandingnya (مِنْكُمْ, minkum) yang berarti "daripada kalian", lalu ayat itu disambung (وَلَٰكِنْ لَا تُبْصِرُونَ, wa-laakin laa tubshiruuna) yang berarti "tetapi kalian tidak melihat". Ayat 56:83 menyebut sesuatu yang telah sampai di kerongkongan, (بَلَغَتِ الْحُلْقُومَ, balaghati l-hulquuma), dan 56:84 menyebut kalian yang pada saat itu melihat. Di 50:16 pembandingnya (مِنْ حَبْلِ الْوَرِيدِ, min habli l-wariidi) yang berarti "daripada urat leher".

Kata (حَبْلِ, habli) yang berarti "tali" berakar ح-ب-ل. Akar ini ada di enam ayat: (بِحَبْلِ اللَّهِ, bi-habli llaahi) di 3:103, (بِحَبْلٍ مِنَ اللَّهِ وَحَبْلٍ مِنَ النَّاسِ, bi-hablin mina llaahi wa-hablin mina n-naasi) di 3:112, (حِبَالُهُمْ, hibaaluhum) di 20:66, (حِبَالَهُمْ, hibaalahum) di 26:44, (حَبْلٌ مِنْ مَسَدٍ, hablun min masadin) di 111:5, dan 50:16. Kata (الْوَرِيدِ, l-wariidi) hanya ada di 50:16, sehingga artinya tidak dapat diuji dengan ayat lain. Terjemahan "urat leher" dipakai untuk seluruh frasa, dan kata "leher" tidak punya kata Arab tersendiri di ayat ini. Tambahan itu menjadi pelengkap padanan, sedangkan ukuran jarak yang tertulis di ayat berupa tali dan sesuatu yang bernama wariid.

Kata kerja (وَنَعْلَمُ, wa-na'lamu) berakar ع-ل-م dan berbentuk sedang berlangsung, sehingga terjemahan memakai "mengetahui" tanpa "telah". Bentuk selesai ada di (قَدْ عَلِمْنَا مَا تَنْقُصُ الْأَرْضُ مِنْهُمْ, qad 'alimnaa maa tanqushu l-ardhu minhum) di 50:4, yang berarti "sungguh, Kami telah mengetahui apa yang dimakan bumi dari mereka". Susunan (إِنَّا نَعْلَمُ مَا يُسِرُّونَ, innaa na'lamu maa yusirruuna) di 36:76 yang berarti "sesungguhnya Kami mengetahui apa yang mereka rahasiakan" memakai bentuk sedang berlangsung seperti 50:16, dan susunan na'lamu maa ada di dua ayat, yaitu 36:76 dan 50:16.

Tafsiran

Ayat ini menjawab keraguan yang dituturkan sejak awal surah. Di 50:3 orang-orang yang tidak percaya berkata (ذَٰلِكَ رَجْعٌ بَعِيدٌ, dzaalika raj'un ba'iidun) yang berarti "itu pengembalian yang jauh", dan di 50:15 mereka digambarkan (بَلْ هُمْ فِي لَبْسٍ, bal hum fii labsin) yang berarti "bahkan mereka dalam kekaburan". Ayat 50:4 sudah menjawab dengan pengetahuan tentang apa yang diambil bumi dari mereka dan dengan kitab yang terpelihara. Ayat 50:16 meneruskan jawaban itu dari apa yang diambil bumi dari mereka ke bagian dalam diri, karena yang diketahui kini adalah bisikan.

Ayat 50:15 menyebut penciptaan yang pertama dan yang baru, dan 50:16 menyebut penciptaan manusia dengan akar yang sama. Kata Kami dipakai tiga kali dalam satu ayat, sebagai pelaku menciptakan, mengetahui, dan lebih dekat. Manusia di ayat ini berkedudukan sebagai yang dikenai kata kerja, yaitu yang diciptakan, yang bisikan dirinya diketahui, dan yang didekati.

Kata jauh di 50:3 dan kata dekat di 50:16 saling berlawanan dalam terjemahan, tetapi ayat tidak menyatakan bahwa keduanya sengaja disandingkan. Akar ق-ر-ب kembali di 50:41, (مِنْ مَكَانٍ قَرِيبٍ, min makaanin qariibin) yang berarti "dari tempat yang dekat", dan juga di 34:51. Pembaca dapat menaruh dua ayat itu berdampingan, yaitu kedekatan di 50:16 dan panggilan dari tempat yang dekat pada hari yang disebut di 50:41, tanpa ada ayat yang menghubungkannya.

Ayat 50:17 dibuka dengan (إِذْ, idz) yang berarti "ketika". Karena itu ayat berikutnya dapat dibaca sebagai keterangan waktu bagi pengetahuan dan kedekatan di ayat ini. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menyatakan apakah "ketika" itu berlaku sepanjang hidup atau pada saat tertentu. Bisikan di 50:16 juga berhenti di dalam diri, sedangkan ucapan baru dibicarakan di 50:18.

Renungan dan Hikmah

  • Bisikan di 50:16 berada sebelum ucapan, di bagian diri yang tidak terdengar oleh siapa pun, dan ayat itu menyebut bahwa Kami mengetahuinya. Ayat 67:13 menyebut dua keadaan, yaitu perkataan yang dirahasiakan dan yang dinyatakan, lalu menambahkan bahwa Dia mengetahui isi hati. Ayat 20:7 menyebut bahwa Dia mengetahui yang rahasia dan yang lebih tersembunyi. Kedua ayat itu berbicara tentang ucapan dan 50:16 tentang bisikan, sehingga ketiganya tidak disamakan. Seseorang yang pernah menyusun kalimat panjang di dalam hati lalu tidak mengucapkannya kepada siapa pun dapat bertanya, kalimat itu sebenarnya disimpan di mana selama ini?
  • Ayat ini menaruh penciptaan lebih dulu dan pengetahuan sesudahnya. Ayat 67:14 memakai urutan yang sama dalam bentuk pertanyaan, yaitu apakah yang menciptakan itu tidak mengetahui, sedangkan Dia Sang Halus lagi Sang Waskita, dan jawabannya tidak dituliskan. Konteks 67:14 adalah ucapan yang dirahasiakan di 67:13, dan konteks 50:16 adalah bisikan, jadi keduanya tidak disamakan. Seseorang yang merasa isi kepalanya tidak dipahami siapa pun dapat memperhatikan dari mana ukuran paham itu selama ini diambil. Dari orang-orang di sekitarnya, dari dirinya sendiri, atau dari yang menciptakannya?
  • Di 56:85 susunan yang sama, Kami lebih dekat kepadanya, disusul pernyataan bahwa kalian tidak melihat. Ayat 56:83 dan 56:84 menyebut sesuatu yang telah sampai di kerongkongan dan orang-orang di sekitarnya yang memandang. Di 50:16 tidak ada kata melihat sama sekali, dan jarak diukur dengan tali wariid. Seseorang yang terbiasa menilai dekat atau jauh dari apa yang bisa dilihat dapat bertanya, siapa atau apa yang paling dekat dengannya hari ini tanpa pernah diperhatikan?
  • Di 2:186 kedekatan disebut sebagai jawaban atas pertanyaan hamba-hamba, (فَإِنِّي قَرِيبٌ, fa-innii qariibun) yang berarti "sesungguhnya Aku dekat", lalu ayat itu menyebut bahwa doa orang yang berdoa dikabulkan. Di 50:16 yang disebut lebih dekat adalah Kami, dan manusia disebut sebagai yang didekati, tanpa pertanyaan dan tanpa doa. Dua ayat itu berbeda pembicara dan sasarannya, sehingga tidak dipakai untuk saling menafsirkan. Seseorang yang mengukur jaraknya dari Tuhan dengan jumlah langkah yang ditempuhnya sendiri dapat membaca ulang kata ilayhi di ayat ini. Jarak yang selama ini dirasakan, diukur dari langkah siapa?
  • Kata kerja membisikkan dipakai di empat ayat, dan pelakunya setan di 7:20 dan 20:120, pembisik di 114:5, serta diri sendiri di 50:16. Ayat 114:6 menyebut bahwa pembisik di 114:5 berasal dari jin dan manusia, dan ayat 114:1 sampai 114:3 menyebut Tuhan manusia, Raja manusia, dan Sembahan manusia sebagai tempat berlindung dari pembisik itu. Empat ayat itu menaruh sumber bisikan di tempat yang berlainan, dan 50:16 tidak menilai isi bisikannya. Seseorang yang menyesali sebuah pikiran dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat itu tidak menyuruh semua pikiran dikembalikan ke satu asal. Bagaimana pikiran yang datang tanpa diketahui asalnya akan dinamai?
  • Ayat 50:15 menggambarkan kekaburan tentang penciptaan yang baru. Ayat 50:6 sampai 50:11 sudah menyebut langit, bumi, air, dan tanaman sebagai bahan perhatian, lalu 50:16 berpindah ke manusia itu sendiri dengan dua kata kerja milik Kami, menciptakan dan mengetahui. Ayat ini tidak menjelaskan cara manusia dipulihkan. Seseorang yang ragu bahwa dirinya dapat dipulihkan dapat memperhatikan bahwa ayat ini berbicara tentang siapa yang telah menciptakan dan mengetahui, bukan tentang caranya. Apakah keraguan yang dipegang selama ini lebih banyak berupa pertanyaan tentang cara daripada tentang siapa?
  • Susunan la-qad khalaqnaa l-insaana ada di lima ayat, dan lanjutannya berbeda di tiap ayat: bahan di 15:26 dan 23:12, susah payah di 90:4, sebaik-baik bentuk di 95:4, dan pengetahuan tentang bisikan diri di 50:16. Kelima ayat itu berbicara tentang manusia pada umumnya, tidak tentang tokoh tertentu. Kelimanya tidak dijadikan satu gambaran, karena tiap ayat berdiri dalam suratnya sendiri. Seseorang yang membaca kelimanya berurutan mendapat lima keterangan tentang dirinya sendiri. Dari kelima keterangan itu, mana yang paling jarang dipakai ketika menggambarkan diri sendiri?