Ayat 50:17

إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ

Ketika dua penerima menerima, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri,

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌidz yatalaqqaa l-mutalaqqiyaani 'ani l-yamiini wa-'ani sy-syimaali qa'iidunketika dua penerima menerima, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. إِذْidzketika
  2. يَتَلَقَّىyatalaqqaamenerima
  3. الْمُتَلَقِّيَانِl-mutalaqqiyaanidua penerima
  4. عَنِ'anidi sebelah
  5. الْيَمِينِl-yamiinikanan
  6. وَعَنِwa-'anidan dari
  7. الشِّمَالِsy-syimaalikiri
  8. قَعِيدٌqa'iidunyang duduk

Inti bacaan

Kata mutalaqqiyaani tercatat satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 50:17.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (إِذْ يَتَلَقَّى, idz yatalaqqaa) yang berarti "ketika menerima". Kata kerja ini berakar ل-ق-ي dan di empat ayat menunjuk perbuatan menerima sesuatu yang datang dari pihak lain. Di 2:37, (فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ, fa-talaqqaa aadamu min rabbihi kalimaatin) berarti "kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya". Di 24:15, (إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ, idz talaqqawnahu bi-alsinatikum) berarti "ketika kalian menerima itu dari mulut ke mulut", dan kata ketika mendahului kata kerja itu seperti di 50:17. Di 21:103, (وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ, wa-tatalaqqaahumu l-malaa'ikatu) berarti "dan para malaikat menyambut mereka", dengan "menyambut" karena yang diterima di sana adalah orang. Keempat ayat itu adalah 2:37, 21:103, 24:15, dan 50:17. Di 50:17 sesuatu yang diterima tidak disebut.

Kata (الْمُتَلَقِّيَانِ, l-mutalaqqiyaani) adalah pelaku dari kata kerja yang sama, dengan akhiran yang menyatakan dua, sehingga terjemahannya "dua penerima". Kata ini ada di 50:17 dan tidak di ayat lain. Terjemahan tidak memakai "pencatat", sebab tidak ada kata dari akar menulis di ayat ini. Pencatatan disebut dengan kata lain di ayat lain, yaitu (وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ, wa-rusulunaa ladayhim yaktubuuna) di 43:80 yang berarti "dan utusan-utusan Kami di sisi mereka mencatat", dan (كِرَامًا كَاتِبِينَ, kiraaman kaatibiina) di 82:11 yang berarti "yang mulia dan mencatat". Ayat 50:17 sendiri tidak menyebut siapa kedua penerima itu. Ayat 50:1 sampai 50:16 juga belum menyebut mereka, sehingga ayat ini memperkenalkan mereka lewat tempat duduknya.

Kata (الْيَمِينِ, l-yamiini) yang berarti "kanan" dan (الشِّمَالِ, sy-syimaali) yang berarti "kiri" masing-masing didahului kata penghubung yang berarti "dari". Susunan (الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ, l-yamiini wa-'ani sy-syimaali) ada di dua ayat, yaitu 50:17 dan 70:37. Di 70:37, (الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ, l-yamiini wa-'ani sy-syimaali 'iziina) berarti "dari kanan dan dari kiri, berkelompok-kelompok", sehingga kata sesudahnya menyebut yang berkelompok. Di 50:17 kata sesudahnya adalah qa'iidun. Kata penghubung yang sama dengan kata kanan ada di empat ayat, yaitu 16:48, 37:28, 50:17, dan 70:37, dan terjemahannya mengikuti kata yang menyusul: "ke kanan" di 16:48, "dari arah kanan" di 37:28, dan "dari kanan" di 70:37. Terjemahan 50:17 memakai "di sebelah" karena kata yang menyusul menyebut sikap duduk, yaitu keadaan di suatu tempat, tanpa arah datang.

Kata (قَعِيدٌ, qa'iidun) yang berarti "yang duduk" berakar ق-ع-د dan ada di 50:17 saja. Bentuk lain dari akar ini yang menyebut orang duduk ada di 4:95, (الْقَاعِدُونَ, l-qaa'iduuna) yang berarti "orang-orang yang duduk", di 5:24, (إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ, innaa haahunaa qaa'iduuna) yang berarti "sesungguhnya kami di sini duduk-duduk saja", dan di 10:12, (أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا, aw qaa'idan aw qaa'iman) yang berarti "atau duduk, atau berdiri". Di 4:95 dan 5:24 duduk berarti tinggal di tempat, sedangkan di 10:12 duduk menjadi salah satu sikap tubuh, dan 50:17 tidak menyatakan yang mana. Kata qa'iidun tertulis satu kali sesudah dua keterangan sisi, sehingga terjemahan membacanya berlaku untuk kedua sisi: "yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri". Sikap duduk berlawanan dengan sikap bergerak seperti "datang" atau "pergi", dan ayat ini menyebut sikap yang pertama. Ayat tidak menyatakan apakah kedua penerima itu sama tugasnya, dan tidak menyatakan apakah tempat duduk mereka berpindah.

Tafsiran

Ayat ini menaruh dua pihak di sisi manusia yang bisikannya diketahui di 50:16. Ayat 50:16 menyebut Kami sebagai yang lebih dekat, dan 50:17 menyebut dua penerima yang duduk di kanan dan kiri. Dua ayat itu memakai kata yang berlainan, yaitu aqrabu dan qa'iidun, dan teks tidak menyatakan bahwa kedekatan itu berjalan lewat kedua penerima. Ayat 50:18 dapat dibaca sebagai isi dari penerimaan itu, sebab 50:18 menyebut ucapan yang selalu punya pengawas di sisinya. Pembacaan itu bersifat kemungkinan karena 50:17 tidak menyebut apa yang diterima.

Pencatatan tidak ditulis di ayat ini. Ayat 43:80 menyebut utusan-utusan yang mencatat di sisi orang-orang yang mengira rahasia mereka tidak didengar, dan 82:10 sampai 82:12 menyebut penjaga yang mulia, mencatat, dan mengetahui apa yang dikerjakan. Dua kelompok ayat itu tidak menyebut kanan dan kiri, sedangkan 50:17 tidak menyebut menulis. Karena itu ketiganya tidak digabung menjadi satu gambaran, dan hubungan di antara mereka tidak dinyatakan teks.

Ayat ini juga bagian dari barisan ayat yang berakhir dengan bunyi yang sama. Sebelas ayat berturut-turut dari 50:14 sampai 50:24 berakhir dengan bunyi yang berpola -iid, misalnya (وَعِيدِ, wa'iidi) di 50:14, (جَدِيدٍ, jadiidin) di 50:15, (الْوَرِيدِ, l-wariidi) di 50:16, dan (قَعِيدٌ, qa'iidun) di 50:17. Di antara kata-kata itu, wariid di 50:16, qa'iid di 50:17, dan tahiid di 50:19 masing-masing hanya ada satu kali di Al-Qur'an. Ayat tidak menyatakan alasan terpilihnya kata-kata itu, dan pengamatan ini hanya menyangkut bunyinya.

Ayat 50:17 dibuka dengan kata ketika dan tidak menyelesaikan sendiri kalimatnya. Terjemahan menutupnya dengan koma, karena 50:18 melanjutkan dengan pernyataan yang berlaku untuk setiap ucapan. Dua ayat itu dapat dibaca bersama sebagai satu keadaan: ada yang menerima, dan ada yang mengawasi.

Renungan dan Hikmah

  • Kata kerja yang dipakai untuk dua penerima di 50:17 dipakai juga di 24:15 untuk orang-orang yang menerima sebuah kabar dari mulut ke mulut dan menganggapnya remeh, padahal di sisi Allah itu perkara yang agung. Subjek 24:15 adalah orang-orang yang menerima kabar, sedangkan subjek 50:17 adalah dua pihak di sisi manusia. Dapat dibaca bahwa 24:15 menggolongkan menerima dan meneruskan kabar sebagai perbuatan yang bobotnya dapat dinilai lain dari anggapan pelakunya. Seseorang yang menerima kabar lewat percakapan atau layar dapat bertanya, kabar apa yang diterimanya kemarin lalu diteruskan tanpa diperiksa, dan seberapa ringan kabar itu dianggapnya ketika diteruskan?
  • Di 56:27 dan 56:41 kanan dan kiri dipakai untuk menamai dua golongan, (أَصْحَابُ الْيَمِينِ, ash-haabu l-yamiini) yang berarti "golongan kanan" dan (وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ, wa-ashaabu sy-syimaali) yang berarti "dan golongan kiri", dan ayat-ayat sesudahnya melukiskan keadaan yang berbeda bagi keduanya. Di 50:17 kanan dan kiri adalah tempat duduk, dan keduanya ditempati oleh pihak yang disebut dengan kata yang sama. Ayat ini tidak menaruh nilai pada salah satu sisi. Seseorang yang terbiasa menganggap sisi kanan lebih baik daripada sisi kiri dapat memperhatikan bahwa ukuran itu datang dari tempat lain dan tidak tertulis di ayat ini. Kebiasaan menilai sisi apa lagi yang dibawa ke ayat yang tidak memuatnya?
  • Ayat ini menyebut kedua penerima dengan kata yang berarti duduk, dan tidak dengan kata yang menggambarkan berjaga sambil bergerak. Di 3:191 orang-orang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, dan di 10:12 manusia yang tertimpa kesusahan menyeru Kami dalam ketiga keadaan itu. Kedua ayat menyebut sikap tubuh manusia yang berubah-ubah, sedangkan 50:17 menyebut sikap dua pihak di sisinya, dan ayat tidak menyatakan apakah mereka tetap duduk ketika manusia itu berdiri atau berbaring. Gambaran pengawasan sebagai sosok yang mengintai dan bergegas tidak tertulis di sini. Seseorang yang menyimpan gambaran semacam itu dapat bertanya, dari mana gambaran itu dulu didapat?
  • Kata kerja menerima dipakai di 2:37 untuk Adam yang menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, dan ayat itu langsung disambung dengan Dia yang menyambut tobatnya. Di 50:17 yang diterima tidak disebut, sehingga ayat tidak memberi dasar untuk memastikan bahwa yang diterima selalu berupa kesalahan. Seseorang yang membayangkan dua pihak di sisinya hanya sebagai penuduh dapat memperhatikan bahwa kata kerjanya juga dipakai untuk sesuatu yang diterima sebagai jalan kembali. Apa yang berubah dalam cara seseorang berbicara bila yang dibayangkannya di kanan dan kirinya adalah penerima?
  • Ayat ini menyebut kata kerja menerima tanpa menyebut apa yang diterima. Ayat 82:6 menyebut Tuhanmu Sang Mulia, lalu 82:10 sampai 82:12 menyebut penjaga yang mulia, mencatat, dan mengetahui apa yang dikerjakan. Ayat-ayat itu berbeda dari 50:17, yang membiarkan tempat bagi yang diterima itu kosong. Pembaca mengisinya dengan sesuatu, dan ayat tidak membenarkan isian itu. Apa yang pertama kali terlintas untuk mengisi kata yang kosong itu, dari mana asalnya, dan apakah isian itu mengikuti kata yang tertulis di ayat?
  • Kata kerja (يَتَلَقَّى, yatalaqqaa) berbentuk sedang berlangsung, seperti kata kerja pengetahuan di 50:16. Karena itu ayat ini dapat dibaca sebagai penggambaran keadaan yang terus berjalan. Peristiwa sekali di masa lalu tidak tergambar di sini. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menyebut kapan keadaan itu dimulai. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kalimatnya tidak menempatkan dua penerima itu di tempat yang jauh atau di waktu yang lain. Apa yang sedang diterima dua penerima itu pada saat kalimat ini dibaca?

Ayat 50:18

مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

tidak ada satu kata pun yang ia ucapkan melainkan di sisinya ada pengawas yang selalu siap.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌmaa yalfizhu min qawlin illaa ladayhi raqiibun 'atiiduntidak ada satu kata pun yang ia ucapkan melainkan di sisinya ada pengawas yang selalu siap

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. يَلْفِظُyalfizhumengucapkan
  3. مِنْmindari
  4. قَوْلٍqawlinperkataan
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. لَدَيْهِladayhidi sisinya
  7. رَقِيبٌraqiibunpengawas
  8. عَتِيدٌ'atiidunyang siap

Inti bacaan

Kata kerja yalfizhu, 'mengucapkan', ada di satu ayat, yaitu 50:18.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (مَا يَلْفِظُ, maa yalfizhu) yang berarti "tidak mengucapkan". Kata kerja (يَلْفِظُ, yalfizhu) berakar ل-ف-ظ dan ada di 50:18 saja, sehingga artinya tidak dapat diuji dengan ayat lain. Terjemahan "mengucapkan" bersandar pada kata yang menyusul, (مِنْ قَوْلٍ, min qawlin), yang menyebut ucapan sebagai isinya. Pelaku kata kerjanya berbentuk tunggal dan tidak diberi nama di ayat ini, sehingga terjemahan membacanya sebagai manusia yang disebut di 50:16.

Kata (قَوْلٍ, qawlin) berakar ق-و-ل dan didahului min, dalam kalimat yang diawali penafian dan ditutup pengecualian. Pola ini dipakai antara lain di 10:61, 15:11, dan 36:30. Di 15:11 (وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا, wa-maa ya'tiihim min rasuulin illaa) berarti "dan tidaklah datang seorang rasul kepada mereka, kecuali", dan di 10:61 (وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا, wa-laa ta'maluuna min 'amalin illaa kunnaa 'alaykum syuhuudan) berarti "dan tidak pula kalian mengerjakan suatu pekerjaan, kecuali Kami menjadi saksi atas kalian". Dalam pola itu kata yang menyusul min menyebut satu satuan, dan penafian berlaku untuk tiap satuan itu satu per satu. Karena itu terjemahan 50:18 memakai "tidak ada satu kata pun", dan kata "selalu" pada "pengawas yang selalu siap" berasal dari penafian ini, yaitu pengawas hadir untuk setiap ucapan, dan tidak dari kata Arab tersendiri.

Kata (لَدَيْهِ, ladayhi) yang berarti "di sisinya" ada dengan akhiran tunggal di dua ayat, yaitu 50:18 dan 18:91, (بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا, bi-maa ladayhi khubran) yang berarti "segala sesuatu yang ada padanya". Bentuk yang sama dengan akhiran lain ada di (وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ, wa-rusulunaa ladayhim yaktubuuna) di 43:80, di (هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ, haadzaa maa ladayya 'atiidun) di 50:23, dan di (قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ, qaala laa takhtashimuu ladayya) di 50:28. Kata ini menyatakan hadir di sisi dan tidak memberi ukuran jarak. Terjemahan "di sisinya" mengikuti hal itu.

Kata (رَقِيبٌ عَتِيدٌ, raqiibun 'atiidun) yang berarti "pengawas yang siap" terdiri dari dua kata. Kata (رَقِيبٌ, raqiibun) berakar ر-ق-ب dan ada di lima ayat, yaitu 4:1, 5:117, 11:93, 33:52, dan 50:18. Contohnya (إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا, inna llaaha kaana 'alaykum raqiiban) di 4:1 dan (وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا, wa-kaana llaahu 'alaa kulli syay'in raqiiban) di 33:52, yang sama-sama menyebut Allah. Di (إِنِّي مَعَكُمْ رَقِيبٌ, innii ma'akum raqiibun) di 11:93 kata ini didahului perintah (وَارْتَقِبُوا, wa-rtaqibuu) yang berarti "amatilah", dan terjemahannya memakai kata kerja "mengamati". Terjemahan memakai "pengawas" untuk raqiib, berbeda dari "penjaga" yang dipakai untuk (حَفِيظًا, hafiizhan) di (فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا, fa-maa arsalnaaka 'alayhim hafiizhan) di 4:80.

Kata sifat kedua berakar ع-ت-د dan ada di dua ayat, yaitu 50:18 dan 50:23, dan keduanya bersama kata laday. Kata kerja dari akar yang sama dipakai di belasan ayat dan diterjemahkan "menyediakan", misalnya (وَأَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا, wa-a'tadnaa li-zh-zhaalimiina 'adzaaban aliiman) di 25:37 yang berarti "dan Kami sediakan bagi orang-orang zalim azab yang sangat pedih", dan (وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا, wa-a'tadnaa lahaa rizqan kariiman) di 33:31 yang berarti "dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia". Dari kontras antara azab di 25:37 dan rezeki di 33:31 terlihat bahwa satu akar menyediakan dua jenis hal, sehingga kata siap tidak membawa nilai baik atau buruk. Terjemahan memakai "siap" di 50:18 dan 50:23. Kata kerja menulis tidak ada di ayat ini, dan kata kerja yang menggambarkan tindakan pengawas pun tidak ada.

Tafsiran

Ayat ini membawa perhatian dari dua penerima di 50:17 ke ucapan. Ayat 50:16 membicarakan bisikan di dalam diri, dan 50:18 berpindah ke apa yang keluar sebagai kata. Cakupannya sempit karena hanya ucapan yang disebut, tetapi tiap satuan di dalamnya tercakup tanpa kecuali, sebab pola penafian dengan min memuat setiap kata satu per satu. Tiga ayat berturut-turut ini menyusun tiga lapis: bisikan yang diketahui, penerima yang duduk di sisi, dan pengawas yang hadir pada tiap ucapan.

Hubungan antara dua penerima di 50:17 dan pengawas di 50:18 tidak dinyatakan teks. Dapat dibaca bahwa pengawas itu salah satu dari keduanya, dapat pula dibaca sebagai pihak yang berbeda, dan ayat tidak memilih. Ayat 50:21 menyebut dua pendamping lain, yaitu penggiring dan saksi, dan 50:23 menyebut teman yang menyertai dengan kata siap yang sama seperti di sini. Semua itu ayat-ayat tersendiri, dan keterkaitan di antara pihak-pihaknya tidak diterangkan.

Pencatatan juga tidak disebut di ayat ini. Ayat 43:80 menyebut utusan-utusan yang mencatat di sisi orang-orang yang menyangka bisikan mereka tidak didengar, dengan kata laday yang sama, sedangkan 50:18 memakai kata pengawas. Pengawas adalah pihak yang memperhatikan, dan mencatat adalah tindakan lain. Dua ayat itu tidak disatukan.

Ayat 50:19 dibuka dengan kata datang, sehingga rangkaian tiga ayat tentang diri, penerima, dan ucapan ini berhenti sebelum ayat yang menyebut kematian. Rangkaian itu diakhiri dengan pengawas yang siap di sisi, dan tidak dengan keputusan tentang ucapan mana pun.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 10:61 menyebut bahwa tidak ada pekerjaan yang dikerjakan kecuali Kami menjadi saksi atas kalian ketika kalian melakukannya, lalu menambahkan bahwa tidak ada yang luput dari Tuhanmu walaupun seberat zarah. Ayat 50:18 memakai pola penafian yang sama untuk ucapan. Objek 10:61 adalah pekerjaan, sedangkan objek 50:18 adalah ucapan. Seseorang yang menghitung pertanggungjawabannya dari pekerjaan dan keputusan besar dapat memperhatikan bahwa ucapan disebut dengan cara yang serupa dengan pekerjaan. Berapa banyak kalimat yang hari ini diucapkan sambil lalu, dan bagaimana bunyinya bila disebut sebagai pekerjaan?
  • Kata laday dipakai di 50:18 untuk pengawas yang ada di sisi pengucap, dan di 50:28 untuk tempat pertengkaran, (لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ, laa takhtashimuu ladayya) yang berarti "janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku". Dua ayat itu menyebut dua tempat yang berbeda, dan tidak ada ayat yang menyamakannya. Di 50:16 kedekatan diukur dengan tali, sedangkan di 50:18 kata di sisi tidak memberi ukuran apa pun. Seseorang dapat memperhatikan bahwa dalam kedua ayat itu ucapan dan pertengkaran disebut bersama pihak yang hadir. Siapa yang dibayangkan hadir di sisi ketika kalimat paling keras diucapkan?
  • Kata siap di 50:18 berasal dari akar yang menyediakan azab di 25:37 dan rezeki yang mulia di 33:31. Karena itu kata siap tidak otomatis berarti menunggu untuk menyalahkan, dan ayat ini tidak menyebut apa yang dilakukan pengawas itu terhadap ucapan. Seseorang yang membayangkan pengawas sebagai penagih dapat memperhatikan bahwa gambaran itu datang dari tempat lain. Di 33:31 Kami menyediakan rezeki yang mulia bagi orang yang tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan ayat itu berbeda konteksnya dari 50:18. Gambaran apa yang pertama kali muncul ketika kata siap dibaca di ayat ini, dan dari mana asalnya?
  • Kata raqiib dipakai untuk Allah di 4:1 dan 33:52, dan di 5:117 sebagai ucapan yang ditujukan kepada-Nya, (كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ, kunta anta r-raqiiba 'alayhim) yang berarti "Engkaulah pengawas atas mereka". Di 50:18 pengawas itu tidak diberi nama, dan ayat tidak menyatakan bahwa pengawas itu sama dengan yang disebut di tiga ayat itu. Konteks tiap ayat berbeda, sehingga tidak disatukan. Seseorang yang membayangkan pengawas ucapannya sebagai mesin tanpa wajah dapat memperhatikan bahwa kata yang sama dipakai Al-Qur'an untuk pihak yang disebut namanya. Apakah bayangan pengawas yang dibawa selama ini punya nama?
  • Kata siap di 50:18 muncul lagi di 50:23, (هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ, haadzaa maa ladayya 'atiidun) yang berarti "ini yang ada padaku, siap", diucapkan oleh teman yang menyertai. Ayat 50:23 tidak menyebut isi dari yang siap itu, sehingga hubungannya dengan ucapan di 50:18 berupa kesamaan kata. Kedua ayat sama-sama menempatkan sesuatu yang siap di sisi seseorang. Pembaca yang menyimpan kalimat penting untuk dikatakan nanti dapat memperhatikan bahwa kesiapan di dua ayat ini berada di pihak lain. Kalau di sisinya selalu ada yang siap untuk setiap ucapan, apa yang berubah dalam cara memilih kalimat?
  • Di 50:29 Dia berfirman, (مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ, maa yubaddalu l-qawlu ladayya) yang berarti "perkataan di sisi-Ku tidak diubah", dengan kata laday dan kata qawl yang sama dengan 50:18. Perkataan di 50:29 dapat dibaca sebagai ancaman yang didahulukan di 50:28, sehingga isinya berlainan dari ucapan manusia di 50:18, dan keduanya tidak disamakan. Kata yang sama dipakai untuk dua jenis perkataan: yang diucapkan manusia dengan pengawas di sisinya, dan yang berada di sisi Kami dan tidak berubah. Seseorang yang terbiasa menarik ucapannya sesudah diucapkan dapat memperhatikan dua kedudukan itu berdampingan. Apa yang tersisa dari sebuah ucapan sesudah ditarik?