إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌ
Ketika dua penerima menerima, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri,
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- إِذْ يَتَلَقَّى الْمُتَلَقِّيَانِ عَنِ الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ قَعِيدٌidz yatalaqqaa l-mutalaqqiyaani 'ani l-yamiini wa-'ani sy-syimaali qa'iidunketika dua penerima menerima, yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri
Terjemahan per kata (8 kata)
- إِذْidzketika
- يَتَلَقَّىyatalaqqaamenerima
- الْمُتَلَقِّيَانِl-mutalaqqiyaanidua penerima
- عَنِ'anidi sebelah
- الْيَمِينِl-yamiinikanan
- وَعَنِwa-'anidan dari
- الشِّمَالِsy-syimaalikiri
- قَعِيدٌqa'iidunyang duduk
Inti bacaan
Kata mutalaqqiyaani tercatat satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 50:17.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (إِذْ يَتَلَقَّى, idz yatalaqqaa) yang berarti "ketika menerima". Kata kerja ini berakar ل-ق-ي dan di empat ayat menunjuk perbuatan menerima sesuatu yang datang dari pihak lain. Di 2:37, (فَتَلَقَّىٰ آدَمُ مِنْ رَبِّهِ كَلِمَاتٍ, fa-talaqqaa aadamu min rabbihi kalimaatin) berarti "kemudian, Adam menerima beberapa kalimat dari Tuhannya". Di 24:15, (إِذْ تَلَقَّوْنَهُ بِأَلْسِنَتِكُمْ, idz talaqqawnahu bi-alsinatikum) berarti "ketika kalian menerima itu dari mulut ke mulut", dan kata ketika mendahului kata kerja itu seperti di 50:17. Di 21:103, (وَتَتَلَقَّاهُمُ الْمَلَائِكَةُ, wa-tatalaqqaahumu l-malaa'ikatu) berarti "dan para malaikat menyambut mereka", dengan "menyambut" karena yang diterima di sana adalah orang. Keempat ayat itu adalah 2:37, 21:103, 24:15, dan 50:17. Di 50:17 sesuatu yang diterima tidak disebut.
Kata (الْمُتَلَقِّيَانِ, l-mutalaqqiyaani) adalah pelaku dari kata kerja yang sama, dengan akhiran yang menyatakan dua, sehingga terjemahannya "dua penerima". Kata ini ada di 50:17 dan tidak di ayat lain. Terjemahan tidak memakai "pencatat", sebab tidak ada kata dari akar menulis di ayat ini. Pencatatan disebut dengan kata lain di ayat lain, yaitu (وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ, wa-rusulunaa ladayhim yaktubuuna) di 43:80 yang berarti "dan utusan-utusan Kami di sisi mereka mencatat", dan (كِرَامًا كَاتِبِينَ, kiraaman kaatibiina) di 82:11 yang berarti "yang mulia dan mencatat". Ayat 50:17 sendiri tidak menyebut siapa kedua penerima itu. Ayat 50:1 sampai 50:16 juga belum menyebut mereka, sehingga ayat ini memperkenalkan mereka lewat tempat duduknya.
Kata (الْيَمِينِ, l-yamiini) yang berarti "kanan" dan (الشِّمَالِ, sy-syimaali) yang berarti "kiri" masing-masing didahului kata penghubung yang berarti "dari". Susunan (الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ, l-yamiini wa-'ani sy-syimaali) ada di dua ayat, yaitu 50:17 dan 70:37. Di 70:37, (الْيَمِينِ وَعَنِ الشِّمَالِ عِزِينَ, l-yamiini wa-'ani sy-syimaali 'iziina) berarti "dari kanan dan dari kiri, berkelompok-kelompok", sehingga kata sesudahnya menyebut yang berkelompok. Di 50:17 kata sesudahnya adalah qa'iidun. Kata penghubung yang sama dengan kata kanan ada di empat ayat, yaitu 16:48, 37:28, 50:17, dan 70:37, dan terjemahannya mengikuti kata yang menyusul: "ke kanan" di 16:48, "dari arah kanan" di 37:28, dan "dari kanan" di 70:37. Terjemahan 50:17 memakai "di sebelah" karena kata yang menyusul menyebut sikap duduk, yaitu keadaan di suatu tempat, tanpa arah datang.
Kata (قَعِيدٌ, qa'iidun) yang berarti "yang duduk" berakar ق-ع-د dan ada di 50:17 saja. Bentuk lain dari akar ini yang menyebut orang duduk ada di 4:95, (الْقَاعِدُونَ, l-qaa'iduuna) yang berarti "orang-orang yang duduk", di 5:24, (إِنَّا هَاهُنَا قَاعِدُونَ, innaa haahunaa qaa'iduuna) yang berarti "sesungguhnya kami di sini duduk-duduk saja", dan di 10:12, (أَوْ قَاعِدًا أَوْ قَائِمًا, aw qaa'idan aw qaa'iman) yang berarti "atau duduk, atau berdiri". Di 4:95 dan 5:24 duduk berarti tinggal di tempat, sedangkan di 10:12 duduk menjadi salah satu sikap tubuh, dan 50:17 tidak menyatakan yang mana. Kata qa'iidun tertulis satu kali sesudah dua keterangan sisi, sehingga terjemahan membacanya berlaku untuk kedua sisi: "yang satu duduk di sebelah kanan dan yang lain di sebelah kiri". Sikap duduk berlawanan dengan sikap bergerak seperti "datang" atau "pergi", dan ayat ini menyebut sikap yang pertama. Ayat tidak menyatakan apakah kedua penerima itu sama tugasnya, dan tidak menyatakan apakah tempat duduk mereka berpindah.
Tafsiran
Ayat ini menaruh dua pihak di sisi manusia yang bisikannya diketahui di 50:16. Ayat 50:16 menyebut Kami sebagai yang lebih dekat, dan 50:17 menyebut dua penerima yang duduk di kanan dan kiri. Dua ayat itu memakai kata yang berlainan, yaitu aqrabu dan qa'iidun, dan teks tidak menyatakan bahwa kedekatan itu berjalan lewat kedua penerima. Ayat 50:18 dapat dibaca sebagai isi dari penerimaan itu, sebab 50:18 menyebut ucapan yang selalu punya pengawas di sisinya. Pembacaan itu bersifat kemungkinan karena 50:17 tidak menyebut apa yang diterima.
Pencatatan tidak ditulis di ayat ini. Ayat 43:80 menyebut utusan-utusan yang mencatat di sisi orang-orang yang mengira rahasia mereka tidak didengar, dan 82:10 sampai 82:12 menyebut penjaga yang mulia, mencatat, dan mengetahui apa yang dikerjakan. Dua kelompok ayat itu tidak menyebut kanan dan kiri, sedangkan 50:17 tidak menyebut menulis. Karena itu ketiganya tidak digabung menjadi satu gambaran, dan hubungan di antara mereka tidak dinyatakan teks.
Ayat ini juga bagian dari barisan ayat yang berakhir dengan bunyi yang sama. Sebelas ayat berturut-turut dari 50:14 sampai 50:24 berakhir dengan bunyi yang berpola -iid, misalnya (وَعِيدِ, wa'iidi) di 50:14, (جَدِيدٍ, jadiidin) di 50:15, (الْوَرِيدِ, l-wariidi) di 50:16, dan (قَعِيدٌ, qa'iidun) di 50:17. Di antara kata-kata itu, wariid di 50:16, qa'iid di 50:17, dan tahiid di 50:19 masing-masing hanya ada satu kali di Al-Qur'an. Ayat tidak menyatakan alasan terpilihnya kata-kata itu, dan pengamatan ini hanya menyangkut bunyinya.
Ayat 50:17 dibuka dengan kata ketika dan tidak menyelesaikan sendiri kalimatnya. Terjemahan menutupnya dengan koma, karena 50:18 melanjutkan dengan pernyataan yang berlaku untuk setiap ucapan. Dua ayat itu dapat dibaca bersama sebagai satu keadaan: ada yang menerima, dan ada yang mengawasi.
Renungan dan Hikmah
- Kata kerja yang dipakai untuk dua penerima di 50:17 dipakai juga di 24:15 untuk orang-orang yang menerima sebuah kabar dari mulut ke mulut dan menganggapnya remeh, padahal di sisi Allah itu perkara yang agung. Subjek 24:15 adalah orang-orang yang menerima kabar, sedangkan subjek 50:17 adalah dua pihak di sisi manusia. Dapat dibaca bahwa 24:15 menggolongkan menerima dan meneruskan kabar sebagai perbuatan yang bobotnya dapat dinilai lain dari anggapan pelakunya. Seseorang yang menerima kabar lewat percakapan atau layar dapat bertanya, kabar apa yang diterimanya kemarin lalu diteruskan tanpa diperiksa, dan seberapa ringan kabar itu dianggapnya ketika diteruskan?
- Di 56:27 dan 56:41 kanan dan kiri dipakai untuk menamai dua golongan, (أَصْحَابُ الْيَمِينِ, ash-haabu l-yamiini) yang berarti "golongan kanan" dan (وَأَصْحَابُ الشِّمَالِ, wa-ashaabu sy-syimaali) yang berarti "dan golongan kiri", dan ayat-ayat sesudahnya melukiskan keadaan yang berbeda bagi keduanya. Di 50:17 kanan dan kiri adalah tempat duduk, dan keduanya ditempati oleh pihak yang disebut dengan kata yang sama. Ayat ini tidak menaruh nilai pada salah satu sisi. Seseorang yang terbiasa menganggap sisi kanan lebih baik daripada sisi kiri dapat memperhatikan bahwa ukuran itu datang dari tempat lain dan tidak tertulis di ayat ini. Kebiasaan menilai sisi apa lagi yang dibawa ke ayat yang tidak memuatnya?
- Ayat ini menyebut kedua penerima dengan kata yang berarti duduk, dan tidak dengan kata yang menggambarkan berjaga sambil bergerak. Di 3:191 orang-orang mengingat Allah sambil berdiri, duduk, dan berbaring, dan di 10:12 manusia yang tertimpa kesusahan menyeru Kami dalam ketiga keadaan itu. Kedua ayat menyebut sikap tubuh manusia yang berubah-ubah, sedangkan 50:17 menyebut sikap dua pihak di sisinya, dan ayat tidak menyatakan apakah mereka tetap duduk ketika manusia itu berdiri atau berbaring. Gambaran pengawasan sebagai sosok yang mengintai dan bergegas tidak tertulis di sini. Seseorang yang menyimpan gambaran semacam itu dapat bertanya, dari mana gambaran itu dulu didapat?
- Kata kerja menerima dipakai di 2:37 untuk Adam yang menerima beberapa kalimat dari Tuhannya, dan ayat itu langsung disambung dengan Dia yang menyambut tobatnya. Di 50:17 yang diterima tidak disebut, sehingga ayat tidak memberi dasar untuk memastikan bahwa yang diterima selalu berupa kesalahan. Seseorang yang membayangkan dua pihak di sisinya hanya sebagai penuduh dapat memperhatikan bahwa kata kerjanya juga dipakai untuk sesuatu yang diterima sebagai jalan kembali. Apa yang berubah dalam cara seseorang berbicara bila yang dibayangkannya di kanan dan kirinya adalah penerima?
- Ayat ini menyebut kata kerja menerima tanpa menyebut apa yang diterima. Ayat 82:6 menyebut Tuhanmu Sang Mulia, lalu 82:10 sampai 82:12 menyebut penjaga yang mulia, mencatat, dan mengetahui apa yang dikerjakan. Ayat-ayat itu berbeda dari 50:17, yang membiarkan tempat bagi yang diterima itu kosong. Pembaca mengisinya dengan sesuatu, dan ayat tidak membenarkan isian itu. Apa yang pertama kali terlintas untuk mengisi kata yang kosong itu, dari mana asalnya, dan apakah isian itu mengikuti kata yang tertulis di ayat?
- Kata kerja (يَتَلَقَّى, yatalaqqaa) berbentuk sedang berlangsung, seperti kata kerja pengetahuan di 50:16. Karena itu ayat ini dapat dibaca sebagai penggambaran keadaan yang terus berjalan. Peristiwa sekali di masa lalu tidak tergambar di sini. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, sebab ayat tidak menyebut kapan keadaan itu dimulai. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kalimatnya tidak menempatkan dua penerima itu di tempat yang jauh atau di waktu yang lain. Apa yang sedang diterima dua penerima itu pada saat kalimat ini dibaca?