مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ

tidak ada satu kata pun yang ia ucapkan melainkan di sisinya ada pengawas yang selalu siap.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌmaa yalfizhu min qawlin illaa ladayhi raqiibun 'atiiduntidak ada satu kata pun yang ia ucapkan melainkan di sisinya ada pengawas yang selalu siap

Terjemahan per kata (8 kata)

  1. مَاmaatidaklah
  2. يَلْفِظُyalfizhumengucapkan
  3. مِنْmindari
  4. قَوْلٍqawlinperkataan
  5. إِلَّاillaakecuali
  6. لَدَيْهِladayhidi sisinya
  7. رَقِيبٌraqiibunpengawas
  8. عَتِيدٌ'atiidunyang siap

Inti bacaan

Kelengkapan pencatatan 'tidak ada satu kata pun yang ia ucapkan melainkan di sisinya ada pengawas yang selalu siap', mencatat bahkan kata-kata lisan sekalipun, standar akuntabilitas yang menyeluruh hingga level ucapan.

Tafsiran

Ayat ini menegaskan bahwa setiap ucapan manusia dicatat tanpa kecuali oleh pengawas yang senantiasa siaga.

Renungan dan Hikmah

  • Allah menyebut tidak satu kata pun luput. Bukan yang penting saja. Semuanya.
  • Pengawasnya disebut selalu siap. Bukan datang saat perlu. Sudah di tempat.
  • Yang dicatat di ayat ini ucapannya. Allah menyebut kata, bukan kerja. Yang paling sering dianggap ringan.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)

Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.

(akar l-f-zh, q-w-l, r-q-b, '-t-d): maa yalfizhu min qawl diterjemahkan 'tak ada kata yang diucapkan' (akar l-f-zh + akar q-w-l); raqiib atiid diterjemahkan 'pengawas yang siap' (akar r-q-b + akar '-t-d). gloss '(malaikat)/(mencatat)' dibuang.