مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ
tidak ada satu kata pun yang ia ucapkan melainkan di sisinya ada pengawas yang selalu siap.
Terjemahan bertahap (1 jeda)
- مَا يَلْفِظُ مِنْ قَوْلٍ إِلَّا لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌmaa yalfizhu min qawlin illaa ladayhi raqiibun 'atiiduntidak ada satu kata pun yang ia ucapkan melainkan di sisinya ada pengawas yang selalu siap
Terjemahan per kata (8 kata)
- مَاmaatidaklah
- يَلْفِظُyalfizhumengucapkan
- مِنْmindari
- قَوْلٍqawlinperkataan
- إِلَّاillaakecuali
- لَدَيْهِladayhidi sisinya
- رَقِيبٌraqiibunpengawas
- عَتِيدٌ'atiidunyang siap
Inti bacaan
Kata kerja yalfizhu, 'mengucapkan', ada di satu ayat, yaitu 50:18.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (مَا يَلْفِظُ, maa yalfizhu) yang berarti "tidak mengucapkan". Kata kerja (يَلْفِظُ, yalfizhu) berakar ل-ف-ظ dan ada di 50:18 saja, sehingga artinya tidak dapat diuji dengan ayat lain. Terjemahan "mengucapkan" bersandar pada kata yang menyusul, (مِنْ قَوْلٍ, min qawlin), yang menyebut ucapan sebagai isinya. Pelaku kata kerjanya berbentuk tunggal dan tidak diberi nama di ayat ini, sehingga terjemahan membacanya sebagai manusia yang disebut di 50:16.
Kata (قَوْلٍ, qawlin) berakar ق-و-ل dan didahului min, dalam kalimat yang diawali penafian dan ditutup pengecualian. Pola ini dipakai antara lain di 10:61, 15:11, dan 36:30. Di 15:11 (وَمَا يَأْتِيهِمْ مِنْ رَسُولٍ إِلَّا, wa-maa ya'tiihim min rasuulin illaa) berarti "dan tidaklah datang seorang rasul kepada mereka, kecuali", dan di 10:61 (وَلَا تَعْمَلُونَ مِنْ عَمَلٍ إِلَّا كُنَّا عَلَيْكُمْ شُهُودًا, wa-laa ta'maluuna min 'amalin illaa kunnaa 'alaykum syuhuudan) berarti "dan tidak pula kalian mengerjakan suatu pekerjaan, kecuali Kami menjadi saksi atas kalian". Dalam pola itu kata yang menyusul min menyebut satu satuan, dan penafian berlaku untuk tiap satuan itu satu per satu. Karena itu terjemahan 50:18 memakai "tidak ada satu kata pun", dan kata "selalu" pada "pengawas yang selalu siap" berasal dari penafian ini, yaitu pengawas hadir untuk setiap ucapan, dan tidak dari kata Arab tersendiri.
Kata (لَدَيْهِ, ladayhi) yang berarti "di sisinya" ada dengan akhiran tunggal di dua ayat, yaitu 50:18 dan 18:91, (بِمَا لَدَيْهِ خُبْرًا, bi-maa ladayhi khubran) yang berarti "segala sesuatu yang ada padanya". Bentuk yang sama dengan akhiran lain ada di (وَرُسُلُنَا لَدَيْهِمْ يَكْتُبُونَ, wa-rusulunaa ladayhim yaktubuuna) di 43:80, di (هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ, haadzaa maa ladayya 'atiidun) di 50:23, dan di (قَالَ لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ, qaala laa takhtashimuu ladayya) di 50:28. Kata ini menyatakan hadir di sisi dan tidak memberi ukuran jarak. Terjemahan "di sisinya" mengikuti hal itu.
Kata (رَقِيبٌ عَتِيدٌ, raqiibun 'atiidun) yang berarti "pengawas yang siap" terdiri dari dua kata. Kata (رَقِيبٌ, raqiibun) berakar ر-ق-ب dan ada di lima ayat, yaitu 4:1, 5:117, 11:93, 33:52, dan 50:18. Contohnya (إِنَّ اللَّهَ كَانَ عَلَيْكُمْ رَقِيبًا, inna llaaha kaana 'alaykum raqiiban) di 4:1 dan (وَكَانَ اللَّهُ عَلَىٰ كُلِّ شَيْءٍ رَقِيبًا, wa-kaana llaahu 'alaa kulli syay'in raqiiban) di 33:52, yang sama-sama menyebut Allah. Di (إِنِّي مَعَكُمْ رَقِيبٌ, innii ma'akum raqiibun) di 11:93 kata ini didahului perintah (وَارْتَقِبُوا, wa-rtaqibuu) yang berarti "amatilah", dan terjemahannya memakai kata kerja "mengamati". Terjemahan memakai "pengawas" untuk raqiib, berbeda dari "penjaga" yang dipakai untuk (حَفِيظًا, hafiizhan) di (فَمَا أَرْسَلْنَاكَ عَلَيْهِمْ حَفِيظًا, fa-maa arsalnaaka 'alayhim hafiizhan) di 4:80.
Kata sifat kedua berakar ع-ت-د dan ada di dua ayat, yaitu 50:18 dan 50:23, dan keduanya bersama kata laday. Kata kerja dari akar yang sama dipakai di belasan ayat dan diterjemahkan "menyediakan", misalnya (وَأَعْتَدْنَا لِلظَّالِمِينَ عَذَابًا أَلِيمًا, wa-a'tadnaa li-zh-zhaalimiina 'adzaaban aliiman) di 25:37 yang berarti "dan Kami sediakan bagi orang-orang zalim azab yang sangat pedih", dan (وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا, wa-a'tadnaa lahaa rizqan kariiman) di 33:31 yang berarti "dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia". Dari kontras antara azab di 25:37 dan rezeki di 33:31 terlihat bahwa satu akar menyediakan dua jenis hal, sehingga kata siap tidak membawa nilai baik atau buruk. Terjemahan memakai "siap" di 50:18 dan 50:23. Kata kerja menulis tidak ada di ayat ini, dan kata kerja yang menggambarkan tindakan pengawas pun tidak ada.
Tafsiran
Ayat ini membawa perhatian dari dua penerima di 50:17 ke ucapan. Ayat 50:16 membicarakan bisikan di dalam diri, dan 50:18 berpindah ke apa yang keluar sebagai kata. Cakupannya sempit karena hanya ucapan yang disebut, tetapi tiap satuan di dalamnya tercakup tanpa kecuali, sebab pola penafian dengan min memuat setiap kata satu per satu. Tiga ayat berturut-turut ini menyusun tiga lapis: bisikan yang diketahui, penerima yang duduk di sisi, dan pengawas yang hadir pada tiap ucapan.
Hubungan antara dua penerima di 50:17 dan pengawas di 50:18 tidak dinyatakan teks. Dapat dibaca bahwa pengawas itu salah satu dari keduanya, dapat pula dibaca sebagai pihak yang berbeda, dan ayat tidak memilih. Ayat 50:21 menyebut dua pendamping lain, yaitu penggiring dan saksi, dan 50:23 menyebut teman yang menyertai dengan kata siap yang sama seperti di sini. Semua itu ayat-ayat tersendiri, dan keterkaitan di antara pihak-pihaknya tidak diterangkan.
Pencatatan juga tidak disebut di ayat ini. Ayat 43:80 menyebut utusan-utusan yang mencatat di sisi orang-orang yang menyangka bisikan mereka tidak didengar, dengan kata laday yang sama, sedangkan 50:18 memakai kata pengawas. Pengawas adalah pihak yang memperhatikan, dan mencatat adalah tindakan lain. Dua ayat itu tidak disatukan.
Ayat 50:19 dibuka dengan kata datang, sehingga rangkaian tiga ayat tentang diri, penerima, dan ucapan ini berhenti sebelum ayat yang menyebut kematian. Rangkaian itu diakhiri dengan pengawas yang siap di sisi, dan tidak dengan keputusan tentang ucapan mana pun.
Renungan dan Hikmah
- Ayat 10:61 menyebut bahwa tidak ada pekerjaan yang dikerjakan kecuali Kami menjadi saksi atas kalian ketika kalian melakukannya, lalu menambahkan bahwa tidak ada yang luput dari Tuhanmu walaupun seberat zarah. Ayat 50:18 memakai pola penafian yang sama untuk ucapan. Objek 10:61 adalah pekerjaan, sedangkan objek 50:18 adalah ucapan. Seseorang yang menghitung pertanggungjawabannya dari pekerjaan dan keputusan besar dapat memperhatikan bahwa ucapan disebut dengan cara yang serupa dengan pekerjaan. Berapa banyak kalimat yang hari ini diucapkan sambil lalu, dan bagaimana bunyinya bila disebut sebagai pekerjaan?
- Kata laday dipakai di 50:18 untuk pengawas yang ada di sisi pengucap, dan di 50:28 untuk tempat pertengkaran, (لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ, laa takhtashimuu ladayya) yang berarti "janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku". Dua ayat itu menyebut dua tempat yang berbeda, dan tidak ada ayat yang menyamakannya. Di 50:16 kedekatan diukur dengan tali, sedangkan di 50:18 kata di sisi tidak memberi ukuran apa pun. Seseorang dapat memperhatikan bahwa dalam kedua ayat itu ucapan dan pertengkaran disebut bersama pihak yang hadir. Siapa yang dibayangkan hadir di sisi ketika kalimat paling keras diucapkan?
- Kata siap di 50:18 berasal dari akar yang menyediakan azab di 25:37 dan rezeki yang mulia di 33:31. Karena itu kata siap tidak otomatis berarti menunggu untuk menyalahkan, dan ayat ini tidak menyebut apa yang dilakukan pengawas itu terhadap ucapan. Seseorang yang membayangkan pengawas sebagai penagih dapat memperhatikan bahwa gambaran itu datang dari tempat lain. Di 33:31 Kami menyediakan rezeki yang mulia bagi orang yang tetap taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan ayat itu berbeda konteksnya dari 50:18. Gambaran apa yang pertama kali muncul ketika kata siap dibaca di ayat ini, dan dari mana asalnya?
- Kata raqiib dipakai untuk Allah di 4:1 dan 33:52, dan di 5:117 sebagai ucapan yang ditujukan kepada-Nya, (كُنْتَ أَنْتَ الرَّقِيبَ عَلَيْهِمْ, kunta anta r-raqiiba 'alayhim) yang berarti "Engkaulah pengawas atas mereka". Di 50:18 pengawas itu tidak diberi nama, dan ayat tidak menyatakan bahwa pengawas itu sama dengan yang disebut di tiga ayat itu. Konteks tiap ayat berbeda, sehingga tidak disatukan. Seseorang yang membayangkan pengawas ucapannya sebagai mesin tanpa wajah dapat memperhatikan bahwa kata yang sama dipakai Al-Qur'an untuk pihak yang disebut namanya. Apakah bayangan pengawas yang dibawa selama ini punya nama?
- Kata siap di 50:18 muncul lagi di 50:23, (هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ, haadzaa maa ladayya 'atiidun) yang berarti "ini yang ada padaku, siap", diucapkan oleh teman yang menyertai. Ayat 50:23 tidak menyebut isi dari yang siap itu, sehingga hubungannya dengan ucapan di 50:18 berupa kesamaan kata. Kedua ayat sama-sama menempatkan sesuatu yang siap di sisi seseorang. Pembaca yang menyimpan kalimat penting untuk dikatakan nanti dapat memperhatikan bahwa kesiapan di dua ayat ini berada di pihak lain. Kalau di sisinya selalu ada yang siap untuk setiap ucapan, apa yang berubah dalam cara memilih kalimat?
- Di 50:29 Dia berfirman, (مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ, maa yubaddalu l-qawlu ladayya) yang berarti "perkataan di sisi-Ku tidak diubah", dengan kata laday dan kata qawl yang sama dengan 50:18. Perkataan di 50:29 dapat dibaca sebagai ancaman yang didahulukan di 50:28, sehingga isinya berlainan dari ucapan manusia di 50:18, dan keduanya tidak disamakan. Kata yang sama dipakai untuk dua jenis perkataan: yang diucapkan manusia dengan pengawas di sisinya, dan yang berada di sisi Kami dan tidak berubah. Seseorang yang terbiasa menarik ucapannya sesudah diucapkan dapat memperhatikan dua kedudukan itu berdampingan. Apa yang tersisa dari sebuah ucapan sesudah ditarik?