وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ
Dan sangkakala ditiup; itulah hari yang diancamkan.
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَنُفِخَ فِي الصُّورِwa-nufikha fii sh-shuuridan sangkakala ditiup
- ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِdzaalika yawmu l-wa'iidiitulah hari yang diancamkan
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَنُفِخَwa-nufikhadan ditiup
- فِيfiidi
- الصُّورِsh-shuurisangkakala
- ذَٰلِكَdzaalikaitu
- يَوْمُyawmuhari
- الْوَعِيدِl-wa'iidiancaman
Inti bacaan
Pemicu tunggal 'sangkakala ditiup; itulah hari yang diancamkan', momen tunggal yang mengubah segalanya, penggenapan peringatan panjang yang selama ini disampaikan.
Penjelasan pilihan kata
'Dzaalika' (jauh) benar diterjemahkan 'itulah'.
Tafsiran
Ayat ini menandai peniupan sangkakala sebagai penggenapan hari yang telah lama diancamkan.
Renungan dan Hikmah
- Satu tiupan disebut Allah menandai harinya. Bukan bertahap. Sekali tiup.
- Yang datang bukan hal baru, melainkan yang dijanjikan. Bukan kejutan. Yang diancamkan.
- Kata itulah dipakai Allah untuk yang jauh. Bukan ini. Itulah.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
(akar n-f-kh, s-w-r, y-w-m, w-'-d): nufikha fii s-suur diterjemahkan 'ditiup sangkakala' (akar n-f-kh + akar s-w-r); yawm al-wa'iid diterjemahkan 'hari yang diancamkan' (akar w-'-d). Selaras.