وَنُفِخَ فِي الصُّورِ ۚ ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ

Dan sangkakala ditiup; itu hari yang diancamkan.

Terjemahan bertahap (2 jeda)

  1. وَنُفِخَ فِي الصُّورِwa-nufikha fii sh-shuuridan sangkakala ditiup
  2. ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِdzaalika yawmu l-wa'iidiitu hari yang diancamkan

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَنُفِخَwa-nufikhadan ditiup
  2. فِيfiidi
  3. الصُّورِsh-shuurisangkakala
  4. ذَٰلِكَdzaalikaitu
  5. يَوْمُyawmuhari
  6. الْوَعِيدِl-wa'iidiancaman

Inti bacaan

Wa'iid tercatat enam kali di Al-Qur'an.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَنُفِخَ فِي الصُّورِ, wa-nufikha fii sh-shuuri) yang berarti "dan sangkakala ditiup". Kata kerja (نُفِخَ, nufikha) berakar ن-ف-خ dan berbentuk pasif, sehingga yang meniup tidak disebut. Kata (الصُّورِ, sh-shuuri) yang berarti "sangkakala" dan kata kerja tiup ada bersama-sama di sepuluh ayat: 6:73, 18:99, 20:102, 23:101, 27:87, 36:51, 39:68, 50:20, 69:13, dan 78:18. Di kesepuluh ayat itu kata kerjanya pasif. Bentuk selesai, seperti (نُفِخَ فِي الصُّورِ, nufikha fii sh-shuuri) di 69:13, ada di 18:99, 23:101, 36:51, 39:68, 50:20, dan 69:13. Bentuk sedang berlangsung, seperti (يُنْفَخُ فِي الصُّورِ, yunfakhu fii sh-shuuri) di 78:18, ada di 6:73, 20:102, 27:87, dan 78:18. Kata kerja yang sama menyebut pelakunya ketika yang ditiupkan adalah ruh. Di 21:91, (فَنَفَخْنَا فِيهَا, fa-nafakhnaa fiihaa) berarti "lalu Kami tiupkan ke dalamnya", dan di 15:29, (وَنَفَخْتُ فِيهِ مِنْ رُوحِي, wa-nafakhtu fiihi min ruuhii) berarti "dan telah meniupkan ke dalamnya dari roh-Ku". Dalam kontras ini peniupan sangkakala di sepuluh ayat tadi selalu tanpa pelaku, sedangkan peniupan ruh menyebut pelakunya.

Kata sangkakala di sepuluh ayat itu hanya disebut bersama kata tiup. Tidak ada ayat yang menyebut bentuk, ukuran, atau bahan alat itu. Terjemahan "sangkakala" memilih kata Indonesia untuk alat tiup, sesuai dengan kata kerja "ditiup", dan tidak menambahkan keterangan apa pun. Jumlah tiupan juga tidak disebut di 50:20. Di 69:13, (نَفْخَةٌ وَاحِدَةٌ, nafkhatun waahidatun) berarti "sekali tiupan", dan di 39:68, (ثُمَّ نُفِخَ فِيهِ أُخْرَىٰ, tsumma nufikha fiihi ukhraa) berarti "kemudian ia ditiup sekali lagi". Dua ayat itu menyebut jumlah yang berlainan, sehingga terjemahan 50:20 tidak menambahkan angka apa pun.

Bagian kedua ayat ini adalah (ذَٰلِكَ يَوْمُ الْوَعِيدِ, dzaalika yawmu l-wa'iidi) yang berarti "itu hari yang diancamkan". Susunan (ذَٰلِكَ يَوْمُ, dzaalika yawmu) ada di empat ayat, yaitu 50:20, 50:34, 50:42, dan 64:9, dan tiga di antaranya berada di surah ini. Tiap kali kata hari disusul sebuah nama. Di 50:34, (ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُلُودِ, dzaalika yawmu l-khuluudi) berarti "itu hari yang kekal", dan di 50:42, (ذَٰلِكَ يَوْمُ الْخُرُوجِ, dzaalika yawmu l-khuruuji) berarti "itu hari keluar". Di 50:20 nama itu adalah kata ancaman.

Kata (الْوَعِيدِ, l-wa'iidi) yang berarti "ancaman" berakar و-ع-د dan ada di enam ayat: 14:14, 20:113, 50:14, 50:20, 50:28, dan 50:45. Empat di antaranya berada di surah ini. Di 50:14, (فَحَقَّ وَعِيدِ, fa-haqqa wa'iidi) berarti "maka berlakulah ancaman-Ku", di 50:28, (وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ, wa-qad qaddamtu ilaykum bi-l-wa'iidi) berarti "dan sungguh, Aku telah mendahulukan ancaman kepada kalian", dan di 50:45, (فَذَكِّرْ بِالْقُرْآنِ مَنْ يَخَافُ وَعِيدِ, fa-dzakkir bi-l-qur'aani man yakhaafu wa'iidi) berarti "maka, berilah peringatan dengan Al-Qur'an kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku". Dari akar yang sama, kata kerja (تُوعَدُونَ, tuu'aduuna) di 50:32, (هَٰذَا مَا تُوعَدُونَ, haadzaa maa tuu'aduuna), diterjemahkan "ini yang dijanjikan kepada kalian", sehingga satu akar menamai janji di satu ayat dan ancaman di ayat lain. Terjemahan 50:20 memakai "yang diancamkan" untuk menyatakan hari yang menjadi sasaran ancaman di ayat-ayat tadi.

Tafsiran

Kematian datang di 50:19, sangkakala ditiup di 50:20, dan setiap jiwa datang di 50:21. Urutan itu tertulis dalam teks, dan jarak waktu di antaranya tidak disebut.

Pelaku peniupan dan jumlah tiupannya tidak tertulis di 50:20. Ayat 69:13 menyebut sekali tiupan dan 39:68 menyebut tiupan kedua, dengan keadaan yang berbeda sesudah masing-masing. Keduanya tidak dipakai untuk melengkapi 50:20.

Bagian kedua ayat memberi nama pada hari itu dengan kata ancaman. Kata itu sudah dipakai di 50:14, ketika ancaman berlaku bagi kaum-kaum terdahulu yang mendustakan rasul. Di 50:28 kata itu muncul kembali sebagai sesuatu yang telah didahulukan, dan di 50:45, ayat terakhir surah, kata itu menjadi hal yang ditakuti oleh orang yang diberi peringatan. Di 50:20 kata ancaman menjadi nama sebuah hari, dan sebab pemilihan nama itu tidak dinyatakan.

Kata penunjuk itu, (ذَٰلِكَ, dzaalika), dipakai berurutan di 50:19 dan 50:20. Di 50:19 kata itu diikuti kata dahulu tentang apa yang dihindari, dan di 50:20 diikuti nama hari. Dua kalimat itu dapat dibaca bersama: apa yang dihindari di 50:19 menjadi awal dari hari yang sudah diancamkan. Pembacaan itu bersifat kemungkinan, karena 50:19 tidak menyebut hari.

Ayat 50:21 melanjutkan dengan setiap jiwa yang datang disertai penggiring dan saksi. Ayat itu membuka adegan baru, sedangkan 50:20 berisi dua anak kalimat yang pendek.

Renungan dan Hikmah

  • Di 50:28 Dia berfirman, (وَقَدْ قَدَّمْتُ إِلَيْكُمْ بِالْوَعِيدِ, wa-qad qaddamtu ilaykum bi-l-wa'iidi) yang berarti "dan sungguh, Aku telah mendahulukan ancaman kepada kalian". Kata mendahulukan menaruh ancaman itu sebelum hari yang dinamai dengannya di 50:20. Dua ayat itu memakai kata yang sama dan berada dalam keadaan yang berbeda, sehingga tidak dijadikan satu pernyataan. Ayat 50:28 menujukan ancaman itu kepada kalian, yaitu kepada yang diajak bicara. Seseorang yang pernah menerima peringatan dan memperlakukannya seperti kabar tentang orang lain dapat memperhatikan kata kepada di ayat itu. Peringatan mana yang pernah diterima, lalu dianggap belum menyangkut dirinya?
  • Kata ancaman di 50:20 dan kata dijanjikan di 50:32 berasal dari akar yang sama. Ayat 50:32 menyebut yang dijanjikan bagi setiap orang yang selalu kembali dan menjaga, dan 50:20 menyebut hari yang diancamkan tanpa menyebut siapa yang dituju. Dua ayat itu tidak menyatakan apa yang membedakan satu dari yang lain selain keadaan penerima yang disebut di 50:32. Pembaca dapat memperhatikan bahwa kata janji dan kata ancaman tidak berasal dari dua kamus. Satu kabar yang sama, bila diterima dua orang yang berbeda keadaannya, kata apa yang akan dipilih masing-masing untuk menamainya?
  • Susunan dzaalika yawmu dipakai di 50:20, 50:34, dan 50:42 untuk tiga nama, yaitu ancaman, kekal, dan keluar. Di 64:9 susunan itu memberi nama lain, dan ayat itu menyebut bahwa Dia mengumpulkan kalian pada hari berhimpun, lalu menyebut bahwa orang yang beriman kepada Allah dan mengerjakan kebajikan akan dihapus kesalahan-kesalahannya. Tiap nama menyebut sesuatu yang berbeda tentang harinya, dan ayat-ayat itu tidak menyatakan apakah nama-nama itu menunjuk hari yang sama. Seseorang yang menyebut satu hari dalam hidupnya dengan satu kata saja, misalnya hari terberat atau hari terbaik, dapat memperhatikan bahwa ayat-ayat ini memakai beberapa nama untuk hari yang disebut. Jika hari ini diberi nama dari apa yang dibawanya, namanya apa?
  • Di 50:45 peringatan dengan Al-Qur'an diberikan kepada siapa pun yang takut pada ancaman-Ku, dan di 14:14 kata itu menyertai orang yang takut akan kedudukan-Ku dan takut akan ancaman-Ku. Dalam keduanya rasa takut disebut sebagai keadaan orang yang menerima peringatan, tanpa penilaian bahwa rasa itu kelemahan. Seseorang yang menganggap rasa takut pada kabar buruk sebagai kelemahan dapat memperhatikan bahwa 50:45 menaruhnya di tempat orang yang menerima peringatan. Rasa takut yang pernah dirasakan terhadap sebuah kabar, ke mana rasa itu diarahkan?
  • Siapa yang meniup, berapa kali, dan seperti apa bentuk alatnya tidak tertulis di 50:20. Di 39:68 sesudah tiupan, matilah siapa yang di langit dan di bumi, kecuali yang Allah kehendaki, lalu tiupan kedua membuat mereka berdiri menunggu. Ayat 50:20 tidak memuat satu pun dari rincian itu. Pembaca yang sudah memiliki gambaran lengkap tentang hari itu dapat memperhatikan rincian mana yang berasal dari ayat yang disebut, dan mana yang ditambahkan oleh gambaran dari tempat lain. Rincian apa dalam gambaran itu yang ternyata tidak punya ayat?
  • Urutan 50:16 sampai 50:21 bergerak dari bisikan dalam diri, ke dua penerima, ke ucapan, ke kematian, ke sangkakala, lalu ke setiap jiwa yang datang. Empat langkah pertama menyangkut satu manusia, 50:20 menyangkut peristiwa yang tidak menyebut pelakunya, dan 50:21 kembali ke tiap jiwa. Ayat 50:20 sendiri hanya memuat dua anak kalimat, dan pembaca bisa membacanya dalam satu tarikan napas. Pembaca yang mengikuti urutan itu dapat memperhatikan pergeseran dari satu manusia ke peristiwa yang lebih luas. Di ayat mana pembaca mulai merasa ikut disebut?