وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌ

Dan datanglah setiap jiwa, bersamanya seorang penggiring dan seorang saksi.

Terjemahan bertahap (1 jeda)

  1. وَجَاءَتْ كُلُّ نَفْسٍ مَعَهَا سَائِقٌ وَشَهِيدٌwa-jaa'at kullu nafsin ma'ahaa saa'iqun wa-syahiidundan datanglah setiap jiwa, bersamanya seorang penggiring dan seorang saksi

Terjemahan per kata (6 kata)

  1. وَجَاءَتْwa-jaa'atdan datang
  2. كُلُّkullusetiap
  3. نَفْسٍnafsinjiwa
  4. مَعَهَاma'ahaabersamanya
  5. سَائِقٌsaa'iqunpenggiring
  6. وَشَهِيدٌwa-syahiidundan saksi

Inti bacaan

Bentuk pelaku (سَائِقٌ, saa'iqun) muncul satu kali di Al-Qur'an, yaitu di 50:21.

Penjelasan pilihan kata

Ayat ini dibuka dengan (وَجَاءَتْ, wa-jaa'at) yang berarti "dan datanglah". Kata ini tersusun dari wa yang berarti "dan" dan jaa'at, kata kerja lampau untuk satu pelaku perempuan, dari akar ج-ي-ء. Bentuknya perempuan karena pelakunya, (نَفْسٍ, nafsin) yang berarti "jiwa", bertanda perempuan dalam data morfologi. Rangkaian wa-jaa'at tanpa kata ganti yang menempel muncul tiga kali, yaitu di 12:19, 50:19, dan 50:21. Di 50:19 bunyinya (وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ, wa-jaa'at sakratu l-mawti) yang berarti "dan datanglah sakratulmaut". Dari tiga ayat berurutan, 50:19 sampai 50:21, dua dibuka kata kerja datang, dan ayat di antaranya, 50:20, dibuka kata kerja ditiup.

Rangkaian (كُلُّ نَفْسٍ, kullu nafsin) yang berarti "setiap jiwa" muncul di 18 ayat pada 15 surah, yaitu 2:281, 3:25, 3:30, 3:161, 3:185, 6:164, 10:30, 13:42, 16:111, 20:15, 21:35, 29:57, 39:70, 40:17, 45:22, 50:21, 74:38, dan 86:4. Jumlah surahnya lebih kecil karena surah 3 memuatnya di empat ayat. Di sebagian ayat itu setiap jiwa menjadi penerima: jiwa itu merasakan mati di 21:35, dibalas di 40:17, tergadai di 74:38, dan dijaga di 86:4. Kata kerja yang berarti datang dengan setiap jiwa sebagai pelakunya muncul dua kali, yaitu di 16:111 dan 50:21. Di 16:111, (تَأْتِي كُلُّ نَفْسٍ, ta'tii kullu nafsin) yang berarti "setiap jiwa datang" disusul (تُجَادِلُ عَنْ نَفْسِهَا, tujaadilu 'an nafsihaa) yang berarti "membela dirinya sendiri". Di 50:21 yang menyusul adalah dua pendamping, sehingga kedatangan yang sama diikuti hal yang berbeda.

Kata (مَعَهَا, ma'ahaa) yang berarti "bersamanya" tersusun dari ma'a yang berarti "bersama" dan -haa yang berarti "-nya" untuk satu pihak perempuan, yaitu nafsin. Susunan ma'ahaa muncul di 50:21 saja. Bahasa Indonesia tidak membedakan -nya laki-laki dan perempuan, sehingga terjemahan memakai "bersamanya" untuk keduanya.

Kata (سَائِقٌ, saa'iqun) yang berarti "seorang penggiring" berakar س-و-ق dan merupakan pelaku dari kata kerja menggiring. Bentuk pelaku ini muncul di 50:21 saja. Akar س-و-ق muncul 17 kali di 16 ayat. Sembilan ayat memakainya untuk menggiring, yaitu 7:57, 8:6, 19:86, 32:27, 35:9, 39:71, 39:73, 50:21, dan 75:30. Tujuh ayat lain memakainya untuk betis dan kaki (27:44, 38:33, 68:42, 75:29), batang tanaman (48:29), dan pasar (25:7, 25:20). Di delapan ayat lain yang memakai akar ini untuk menggiring, tujuan ikut disebut: ke negeri yang mati di 7:57 dan 35:9, ke bumi yang tandus di 32:27, ke kematian di 8:6, ke Jahanam di 19:86 dan 39:71, ke taman di 39:73, serta kepada Tuhan di 75:30. Bunyi 39:71 adalah (وَسِيقَ الَّذِينَ كَفَرُوا إِلَىٰ جَهَنَّمَ, wa-siiqa lladziina kafaruu ilaa jahannama) yang berarti "orang-orang yang kufur digiring ke Jahanam", dan bunyi 39:73 adalah (وَسِيقَ الَّذِينَ اتَّقَوْا رَبَّهُمْ إِلَى الْجَنَّةِ, wa-siiqa lladziina ttaqaw rabbahum ilaa l-jannati) yang berarti "orang-orang yang bertakwa kepada Tuhan mereka diantar ke taman" menurut terjemahan 39:73, sedangkan 39:71 memakai "digiring" untuk kata kerja yang sama. Kata kerja itu dipakai untuk dua kelompok dengan tujuan berlawanan, sehingga kata itu sendiri tidak menentukan ke mana orang dibawa. Di 50:21 kata ilaa dan tujuannya tidak ada, dan terjemahan memakai "penggiring" tanpa menambahkan tempat.

Kata (وَشَهِيدٌ, wa-syahiidun) yang berarti "dan seorang saksi" berakar ش-ه-د. Bentuk syahiidun muncul di 13 ayat pada 12 surah, yaitu 2:282, 3:98, 5:117, 6:19, 10:46, 22:17, 34:47, 41:53, 50:21, 50:37, 58:6, 85:9, dan 100:7. Surah 50 memuatnya dua kali. Sembilan ayat memakainya untuk Allah: 3:98, 5:117, 6:19, 10:46, 22:17, 34:47, 41:53, 58:6, dan 85:9. Dua ayat memakainya untuk manusia, yaitu 2:282 untuk saksi dalam utang-piutang dan 50:37 untuk orang yang menggunakan pendengarannya dan menyaksikan. Ayat 100:7 memuat kata ganti yang dapat menunjuk manusia di ayat sebelumnya atau pihak lain, sehingga ayat itu tidak dihitung ke salah satu kelompok. Ayat 50:21 tidak menyebut siapa saksi itu. Di 3:98, (وَاللَّهُ شَهِيدٌ عَلَىٰ مَا تَعْمَلُونَ, wa-llaahu syahiidun 'alaa maa ta'maluuna) yang berarti "Allah menyaksikan apa yang kalian kerjakan", kata saksi disusul keterangan tentang apa yang disaksikan. Di 10:46 keterangan itu juga ada. Di 50:21 keterangan itu tidak ada, sehingga pokok kesaksiannya baru dapat dicari di ayat-ayat sesudahnya. Penggiring dan saksi sama-sama berakhiran tanwin tanpa kata sandang, yaitu tanda benda tak tentu, sehingga terjemahan memakai "seorang" untuk masing-masing.

Tafsiran

Ayat ini membuka kedatangan jiwa-jiwa sesudah dua peristiwa yang mendahuluinya. Ayat 50:19 menyebut sakratulmaut datang, 50:20 menyebut sangkakala ditiup, dan 50:21 menyebut orangnya: setiap jiwa datang. Kata kullu yang berarti "setiap" tidak menyisihkan seorang pun dari kedatangan itu. Pemilahan baru terbaca di ayat-ayat sesudahnya, yaitu di 50:24 yang menyebut (كُلَّ كَفَّارٍ عَنِيدٍ, kulla kaffaarin 'aniidin) yang berarti "setiap pengingkar yang keras kepala", dan di 50:31 yang menyebut taman didekatkan kepada orang-orang bertakwa. Dengan begitu 50:21 berada tepat sebelum pemilahan itu, dan kata setiap di dalamnya mencakup semua pihak yang kemudian dipilah.

Dua pendamping di ayat ini melanjutkan gambar tentang kedekatan yang sudah dibangun sejak 50:16. Ayat 50:16 memuat (أَقْرَبُ, aqrabu) yang berarti "lebih dekat", 50:17 memuat (قَعِيدٌ, qa'iidun) yang berarti "duduk", 50:18 memuat (لَدَيْهِ, ladayhi) yang berarti "di sisinya", dan 50:21 memuat ma'ahaa, "bersamanya". Keempat ungkapan itu menaruh pihak lain dekat dengan manusia: Kami di 50:16, dua pencatat di 50:17, pengawas di 50:18, dan penggiring serta saksi di 50:21. Ayat 50:21 menunjukkan bahwa kedekatan itu berlanjut sampai saat kedatangan. Jumlahnya berganti-ganti di ayat-ayat itu: dua di 50:17, satu di 50:18, dua di 50:21, satu di 50:23, dan dua yang diperintah di 50:24. Teksnya tidak mengatakan apakah dua pencatat di 50:17, penggiring dan saksi di 50:21, serta dua pihak di 50:24 adalah pihak yang sama, dan tafsiran ini tidak menyamakannya.

Ayat 50:21 juga memuat peralihan sapaan. Ayat 50:19 menyapa dengan kata kunta, "engkau dahulu", lalu 50:20 dan 50:21 berbicara tentang peristiwa dan tentang setiap jiwa, dan 50:22 kembali menyapa dengan kunta. Dengan susunan ini, jiwa-jiwa yang disebut secara umum di 50:21 dapat dibaca sebagai pihak yang disapa dengan kata kunta di 50:22.

Ayat ini juga menahan beberapa keterangan. Peran masing-masing pendamping hanya terbaca dari artinya, yaitu satu menggiring dan satu bersaksi. Tujuan penggiringan tidak disebut, pokok kesaksian tidak disebut, dan tidak ada yang berbicara. Kutipan ucapan baru muncul di 50:23, tempat kata qaala "berkata" dipakai lagi sesudah 50:2.

Renungan dan Hikmah

  • Ayat 50:16 sampai 50:21 menumpuk empat ungkapan kedekatan: lebih dekat dari urat leher, dua yang duduk di kanan dan kiri, pengawas di sisinya, dan kini dua pendamping yang datang bersama. Ayat 57:4 membicarakan penciptaan dan pengetahuan, lalu menyebut Dia bersama kalian di mana saja kalian berada. Kata ma'a "bersama" dipakai di sana untuk Dia dan di 50:21 untuk dua pendamping, dan kedua ayat itu tidak disamakan. Seseorang yang membaca keduanya berdampingan dapat menimbang bahwa kata itu menunjuk pihak yang berbeda di dua tempat. Ketika seseorang sendirian di ruangan, siapa yang paling sering terasa berada di sampingnya?
  • Ayat 50:21 menyebut penggiring tetapi tidak menyebut ke mana penggiring itu membawa. Ayat 75:30 menyebut tujuannya: kepada Tuhanmulah pada hari itu penggiringan. Ayat 39:71 dan 39:73 memakai kata kerja yang sama untuk dua kelompok, yang pertama ke Jahanam dan yang kedua ke taman. Kata menggiring ternyata cocok dengan dua arah yang berlawanan, sehingga arahnya ditentukan oleh kata sesudahnya. Orang yang hidupnya terasa digerakkan jadwal, kebiasaan, atau orang lain dapat menanyakan arah mana yang sedang dituju oleh gerakan itu, dan kepada siapa gerakan itu akhirnya sampai. Adakah tujuan yang dipilih sendiri di antara semua yang menggerakkannya?
  • Di 3:98 saksi disusul keterangan tentang apa yang disaksikan, yaitu apa yang kalian kerjakan, dan Allah yang menjadi saksinya. Di 50:21 saksi itu berdiri tanpa keterangan. Ayat 41:20 dan 41:21 menunjukkan bahwa saksi atas seseorang dapat berasal dari dirinya sendiri: pendengaran, penglihatan, dan kulit disebut menjadi saksi, dan kulit menjawab bahwa Allah yang menjadikan segala sesuatu berbicara telah menjadikan mereka berbicara. Ayat 41:20 berbicara tentang saat orang-orang itu sampai ke neraka dan tidak dipakai menafsirkan 50:21. Bagian diri mana yang paling lama ikut menyaksikan hari-harinya tanpa pernah dimintai pendapatnya?
  • Di 16:111 setiap jiwa datang membela dirinya sendiri, dan di 50:21 setiap jiwa datang bersama dua pendamping. Ayat 3:30 menyebut hari ketika setiap jiwa mendapati apa yang telah dikerjakannya dihadirkan, lalu menambahkan bahwa Allah memperingatkan kalian akan diri-Nya dan bahwa Allah penuh iba kepada hamba-hamba-Nya. Ayat 16:111 dan 3:30 dibuka dengan yawma, "pada hari", sedangkan 50:21 mengikuti 50:20 yang menyebut hari yang diancamkan, dan ketiganya memakai kata setiap jiwa. Pembaca dapat menimbang bahwa sebuah kedatangan dapat dilihat dari yang dibawa dan dari yang menyertai. Pembelaan apa yang sudah disiapkan hari ini, dan siapa yang membantu menyusunnya?
  • Kata kerja datang di surah 50 memiliki dua pasangan keterangan. Di 50:21 setiap jiwa datang ma'ahaa, "bersamanya", dua pendamping. Di 50:33 orang yang takut kepada Ar-Rahman secara gaib datang (بِقَلْبٍ مُنِيبٍ, bi-qalbin muniibin) yang berarti "dengan hati yang kembali". Yang pertama datang ditemani, dan yang kedua datang membawa. Kedua ayat itu tidak saling menafsirkan, dan 50:33 memuat kalimat tentang orang tertentu, sedangkan 50:21 tentang setiap jiwa. Seseorang dapat membandingkan dua keterangan itu ketika memikirkan kedatangannya sendiri, dan menanyakan apakah yang akan disebut lebih dulu adalah yang menemaninya atau yang dibawanya.
  • Kata syahiidun juga dipakai untuk urusan sehari-hari. Ayat 2:282 memakainya untuk saksi dalam utang-piutang, dan menyuruh agar saksi tidak menolak ketika dipanggil, lalu ditutup dengan perintah bertakwa kepada Allah. Pekerjaan saksi di sana sederhana: hadir ketika perjanjian dibuat dan bersedia dipanggil sesudahnya. Orang yang pernah diminta hadir sebagai saksi sebuah perjanjian mengenal pekerjaan itu dari dalam. Ayat 50:21 memakai kata yang sama untuk pendamping yang datang bersama jiwa, dan kedua ayat itu tidak disamakan. Apakah seseorang pernah menjadi saksi atas sesuatu yang dilihatnya sendiri, lalu bersedia dipanggil ketika diminta?