لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَا فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَ فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌ
Sungguh, engkau dahulu benar-benar lalai tentang ini, maka Kami singkapkan penutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam.
Terjemahan bertahap (3 jeda)
- لَقَدْ كُنْتَ فِي غَفْلَةٍ مِنْ هَٰذَاla-qad kunta fii ghaflatin min haadzaasungguh, engkau dahulu benar-benar lalai tentang ini
- فَكَشَفْنَا عَنْكَ غِطَاءَكَfa-kasyafnaa 'anka ghithaa'akamaka, Kami singkapkan penutup matamu
- فَبَصَرُكَ الْيَوْمَ حَدِيدٌfa-basharuka l-yawma hadiidunsehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam
Terjemahan per kata (12 kata)
- لَقَدْla-qadsungguh
- كُنْتَkuntaengkau adalah
- فِيfiidalam
- غَفْلَةٍghaflatinkelalaian
- مِنْmindari
- هَٰذَاhaadzaaini
- فَكَشَفْنَاfa-kasyafnaamaka Kami menyingkap
- عَنْكَ'ankadarimu
- غِطَاءَكَghithaa'akatutupmu
- فَبَصَرُكَfa-basharukamaka penglihatanmu
- الْيَوْمَl-yawmahari ini
- حَدِيدٌhadiiduntajam
Inti bacaan
Pengalaman transformatif: 'engkau dahulu benar-benar lalai. Kami singkapkan penutup matamu, sehingga penglihatanmu pada hari ini sangat tajam'. Konkretnya: kesadaran yang tiba-tiba menjadi jernih total setelah selama ini tertutup kelalaian menjadi pengingat bahwa kejelasan penuh baru didapat pada saat itu, mendorong kewaspadaan dan refleksi jujur sekarang, sebelum penutup itu tersingkap dengan sendirinya.
Penjelasan pilihan kata
Tambahan '(peristiwa)' tidak dipakai. 'Haadzaa' (dekat) benar diterjemahkan 'ini'. Ayat ini tanpa tanda kutip: alamat ilahi langsung tanpa qaala.
Tafsiran
Ayat ini menegaskan penyingkapan penglihatan yang dahulu terhalang kelalaian, kini menjadi sangat tajam pada hari kebangkitan.
Renungan dan Hikmah
- Allah menyebut Dia menyingkapkan penutup matamu. Penutupnya sudah ada selama ini. Yang berubah bukan kenyataannya, melainkan yang menghalangi melihatnya.
- Sesudah penutup itu diangkat, penglihatannya disebut sangat tajam. Bukan sekadar melihat. Kemampuan yang sepanjang hidup terpendam ternyata ada di sana.
- Allah membuka dengan menyebut ia dahulu lalai tentang hal ini. Bukan tak tahu. Yang kurang bukan keterangan, melainkan perhatian pada keterangan yang ada.
Catatan kerja penerjemah (teknis, belum disunting)
Bagian ini catatan mentah dari proses penerjemahan, ditampilkan apa adanya demi keterbukaan. Isinya memakai singkatan kerja dan belum ditulis ulang untuk pembaca umum.
ayat verba/nomina smE-bSr non-sebutan: pemakaian diteruskan terjemahan lain (mendengar/melihat/pendengaran/penglihatan konsisten); pasangan belum ditelaah dipertahankan sementara. Konvensi smE/bSr: samii' diterjemahkan 'mendengar', basiir diterjemahkan 'melihat', verba melekat pada pelaku seragam Allah+manusia (Bandingkan 76:2, 11:24, 35:19); takrif diterjemahkan 'Yang Mendengar'/'Yang Melihat' (: takrif-verba pakai 'Yang'); indefinit kecil tanpa Maha. Verba sami'a/absara + sam'/basar + basiirah/basaa'ir = pemakaian diteruskan (cabang mata-hati didokumentasi). Kolisi 'melihat'⟷ra'aa = utang terbuka bedah r-'-y.