وَقَالَ قَرِينُهُ هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ
Dan teman yang menyertainya berkata, “Ini yang ada padaku, siap.”
Terjemahan bertahap (2 jeda)
- وَقَالَ قَرِينُهُwa-qaala qariinuhudan teman yang menyertainya berkata
- هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌhaadzaa maa ladayya 'atiidunini yang ada padaku, siap
Terjemahan per kata (6 kata)
- وَقَالَwa-qaaladan berkata
- قَرِينُهُqariinuhupendampingnya
- هَٰذَاhaadzaaini
- مَاmaaapa yang
- لَدَيَّladayyadi sisiku
- عَتِيدٌ'atiidunyang siap
Inti bacaan
Rangkaian haadzaa maa membuka tujuh ayat: enam menyusulkan perbuatan yang menjelaskan jenis benda, dan 50:23 menyusulkan lokasinya.
Penjelasan pilihan kata
Ayat ini dibuka dengan (وَقَالَ قَرِينُهُ, wa-qaala qariinuhu) yang berarti "dan teman yang menyertainya berkata". Kata (قَالَ, qaala) yang berarti "berkata" berakar ق-و-ل dan berpelaku satu orang laki-laki. Di surah 50 kata qaala muncul empat kali, yaitu di 50:2, 50:23, 50:27, dan 50:28. Di 50:2 pembicaranya disebut dengan jelas, (فَقَالَ الْكَافِرُونَ, fa-qaala l-kaafiruuna) yang berarti "lalu orang-orang kafir berkata". Antara 50:2 dan 50:23 tidak ada kata qaala lagi, sehingga 50:23 adalah kutipan ucapan pertama sejak awal surah. Kutipan yang dibuka sesudah qaala di sini ditutup dalam ayat yang sama, berbeda dari kutipan di 50:24 yang dibuka dan baru ditutup di 50:26.
Kata (قَرِينُهُ, qariinuhu) yang berarti "teman yang menyertainya" tersusun dari qariin yang berarti "teman" dan -hu yang berarti "-nya" untuk satu pihak laki-laki. Akar ق-ر-ن memberi qariin dalam bentuk tunggal di enam ayat, yaitu 4:38, 37:51, 43:36, 43:38, 50:23, dan 50:27. Bentuk jamaknya, (قُرَنَاءَ, quranaa'a) yang berarti "teman-teman", ada di 41:25. Di 4:38, (يَكُنِ الشَّيْطَانُ لَهُ قَرِينًا, yakuni sy-syaythaanu lahu qariinan) berarti "siapa yang setan menjadi temannya", dan di 43:36, (فَهُوَ لَهُ قَرِينٌ, fa-huwa lahu qariinun) berarti "maka, ia menjadi teman baginya", sesudah menyebut setan yang ditetapkan bagi orang yang berpaling dari peringatan Ar-Rahman. Di 37:51, (كَانَ لِي قَرِينٌ, kaana lii qariinun) berarti "aku dahulu mempunyai seorang teman", diucapkan oleh salah seorang dari mereka tanpa keterangan bahwa teman itu setan. Kata qariin dengan demikian dipakai untuk setan di dua ayat dan untuk teman tanpa keterangan semacam itu di satu ayat. Di 50:23 dan 50:27 teman itu tidak diberi keterangan, sehingga terjemahan memakai "teman yang menyertainya" tanpa menambahkan siapa dia.
Kata ganti -hu pada qariinuhu berjenis laki-laki. Kata ganti yang menunjuk jiwa di 50:21 adalah -haa yang perempuan, yaitu (مَعَهَا, ma'ahaa) yang berarti "bersamanya", sehingga qariinuhu tidak mengikuti kata nafsin dari 50:21 menurut jenis katanya. Ayat 50:16 memakai -hu untuk manusia, (وَنَحْنُ أَقْرَبُ إِلَيْهِ, wa-nahnu aqrabu ilayhi) yang berarti "dan Kami lebih dekat kepadanya", sehingga -hu di 50:23 dapat dibaca menunjuk manusia yang disebut di 50:16.
Kata (هَٰذَا, haadzaa) yang berarti "ini" menunjuk sesuatu yang dekat dan dipakai lagi sesudah 50:22. Rangkaian (هَٰذَا مَا, haadzaa maa) yang berarti "ini yang" muncul di tujuh ayat, yaitu 9:35, 33:22, 36:52, 38:53, 44:50, 50:23, dan 50:32. Di enam ayat lain bagian sesudah maa memuat kata kerja yang menamai apa yang ditunjuk: (هَٰذَا مَا كَنَزْتُمْ لِأَنْفُسِكُمْ, haadzaa maa kanaztum li-anfusikum) di 9:35 berarti "ini apa yang kalian timbun untuk diri kalian", (هَٰذَا مَا وَعَدَ الرَّحْمَٰنُ, haadzaa maa wa'ada r-rahmaanu) di 36:52 berarti "ini yang dijanjikan Ar-Rahman", dan (هَٰذَا مَا كُنْتُمْ بِهِ تَمْتَرُونَ, haadzaa maa kuntum bihi tamtaruuna) di 44:50 berarti "ini apa yang dahulu kalian ragukan". Di 50:23 sesudah maa tidak ada kata kerja. Bunyinya (هَٰذَا مَا لَدَيَّ عَتِيدٌ, haadzaa maa ladayya 'atiidun) yang berarti "ini yang ada padaku, siap", sehingga yang ditunjuk hanya diberi tempat dan keadaannya, dan wujudnya tidak diberi nama. Tambahan seperti "catatan" tidak dipakai di terjemahan karena tidak ada kata Arab yang melahirkannya.
Kata (لَدَيَّ, ladayya) yang berarti "padaku" tersusun dari laday yang berarti "di sisi" dan -ya yang berarti "-ku". Bentuk ladayya muncul empat kali, yaitu di 27:10, 50:23, 50:28, dan 50:29. Di 50:28, (لَا تَخْتَصِمُوا لَدَيَّ, laa takhtashimuu ladayya) berarti "janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku", dan di 50:29, (مَا يُبَدَّلُ الْقَوْلُ لَدَيَّ, maa yubaddalu l-qawlu ladayya) berarti "perkataan di sisi-Ku tidak diubah". Dua ayat itu diucapkan oleh pembicara yang berkata "Aku", sedangkan di 50:23 kata yang sama diucapkan teman yang menyertai. Kata laday diterjemahkan "padaku" di 50:23, "di hadapan-Ku" di 50:28, dan "di sisi-Ku" di 50:29, menurut kalimatnya masing-masing.
Kata terakhir dalam kutipan, atiid yang berarti "siap", berakar ع-ت-د. Akar ini muncul 16 kali di 16 ayat. Dua di antaranya memakai bentuk atiid, yaitu 50:18 dan 50:23. Empat belas ayat lain memakai kata kerja yang berarti "menyediakan", misalnya (أَعْتَدْنَا لَهُمْ عَذَابًا أَلِيمًا, a'tadnaa lahum 'adzaaban aliiman) di 4:18 yang berarti "Kami sediakan bagi mereka azab yang pedih" dan (وَأَعْتَدْنَا لَهَا رِزْقًا كَرِيمًا, wa-a'tadnaa lahaa rizqan kariiman) di 33:31 yang berarti "dan Kami sediakan baginya rezeki yang mulia". Di keempat belas ayat itu apa yang disediakan disebut, sedangkan pada atiid di 50:23 sesuatu yang ada pada pembicara dinyatakan siap, tanpa nama. Ayat 50:18 memuat (لَدَيْهِ رَقِيبٌ عَتِيدٌ, ladayhi raqiibun 'atiidun) yang berarti "di sisinya ada pengawas yang selalu siap", sehingga laday dan atiid berdampingan di 50:18 dan 50:23. Kedua ayat tidak menyebut bahwa pengawas di 50:18 dan teman di 50:23 adalah pihak yang sama.
Tafsiran
Ayat ini membuka giliran bicara bagi pihak yang menyertai manusia. Sampai 50:22 yang terdengar hanya penuturan tentang peristiwa dan sapaan "engkau", dan jawaban dari yang disapa tidak dikutip. Di 50:23 teman yang menyertai berbicara berikutnya, dengan kalimat yang pendek. Kalimat itu menyatakan keberadaan dan kesiapan sesuatu, dan tidak memuat kata kerja tentang menyerahkan, menunjukkan, atau menuduh.
Ayat ini juga mengulang dari sisi pendamping gambar yang sudah ada di 50:18. Ayat 50:18 menyebut di sisi manusia ada pengawas yang selalu siap, dan 50:23 menyebut di sisi pembicara ada sesuatu yang siap. Dua ayat itu memakai laday dan atiid, yang pertama dari sisi manusia dan yang kedua dari sisi teman. Keduanya dapat dibaca sebagai gambaran satu hubungan yang dilihat dari dua ujung, tetapi ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa pengawas dan teman adalah pihak yang sama, dan tafsiran ini tidak menyatakannya.
Dari segi urutan, 50:23 berdiri di antara penyingkapan penutup di 50:22 dan perintah di 50:24. Sesudah penutup disingkap, yang muncul pertama adalah pernyataan teman, lalu perintah yang dibuka dengan kata kerja untuk dua pihak. Ayat 50:23 tidak menyebut kepada siapa kalimat itu ditujukan. Di 50:27 kata qariinuhu membuka kutipan lain, dan kutipan itu jelas ditujukan kepada Tuhan lewat kata (رَبَّنَا, rabbanaa) yang berarti "Tuhan kami". Di 50:23 sebutan penyapa semacam itu tidak ada.
Ayat ini menahan beberapa keterangan. Wujud apa yang ada pada teman itu tidak diberi nama, padahal enam ayat lain yang memakai haadzaa maa selalu menamainya lewat kata kerja. Identitas teman itu tidak dinyatakan, dan hubungan antara teman di 50:23 dan pihak yang berbicara di 50:27 hanya terbaca dari kesamaan kata qariinuhu. Dua penahanan ini membuat kalimat pendek di 50:23 terbaca sebagai pernyataan kesiapan yang isinya dibiarkan terbuka.
Renungan dan Hikmah
- Sesudah sapaan di 50:22 yang tidak dijawab, pihak pertama yang dikutip berbicara di 50:23 adalah yang menyertai, dan yang disapa tidak dikutip. Ayat 36:65 memberi gambaran lain tentang bagian diri yang berbicara: mulut dibungkam, tangan berbicara, dan kaki bersaksi. Kedua ayat itu berbicara tentang hal yang berbeda dan tidak saling menafsirkan. Seseorang yang terbiasa menjadi penutur tunggal atas hidupnya sendiri dapat menimbang bahwa dalam adegan ini giliran bicara pertama tidak berada di tangannya. Kalau kalimat pembuka diucapkan oleh pihak yang selama ini menyertainya, bagian cerita mana yang diharapkannya tidak disodorkan lebih dulu?
- Kata atiid, "siap", menyatakan keadaan tersedia. Kata kerja seakar dipakai di 33:31 saat Kami disebut menyediakan rezeki yang mulia bagi yang taat kepada Allah dan Rasul-Nya, dan di 4:18 saat Kami disebut menyediakan azab yang pedih. Dua ayat itu berbicara tentang penyediaan oleh pihak lain dan 50:23 tentang kesiapan teman, sehingga keduanya tidak disamakan. Di tiga ayat itu kesiapan disebut sebagai keadaan, tanpa keterangan kapan persiapannya dimulai. Apa dalam hidup seseorang yang sudah disiapkan lama sebelum ada yang memintanya, dan kepada siapa persiapan itu akan ditunjukkan?
- Di 45:29 pembicara menamai apa yang ditunjuk, yaitu Kitab Kami yang berbicara terhadap kalian dengan kebenaran, dan menyatakan bahwa Kami telah mencatat apa yang kalian kerjakan. Ayat 18:49 menyebut kitab yang tidak meninggalkan yang kecil dan yang besar kecuali mencatatnya, lalu menutup dengan pernyataan bahwa Tuhanmu tidak menzalimi seorang pun. Di 50:23 yang ditunjuk hanya disebut ada pada pembicara dan siap. Ayat-ayat itu berbicara tentang hal berbeda dan tidak disamakan dengan 50:23. Pembaca dapat membandingkan dua cara menunjuk: menamai yang ditunjuk, dan menyebut bahwa sesuatu ada tanpa menamainya. Cara mana yang paling sering dipakainya ketika menunjuk sesuatu pada dirinya sendiri?
- Kata laday, "di sisi", dipakai oleh dua pembicara yang berbeda dalam satu surah. Di 50:23 teman yang menyertai berkata bahwa apa yang ada padanya siap. Di 50:28 terjemahan memuat kata Dia berfirman, janganlah kalian bertengkar di hadapan-Ku, dan di 50:29 perkataan di sisi-Ku tidak diubah. Kata yang sama menunjuk dua tempat yang berbeda, yaitu sisi teman dan sisi pembicara yang berkata Aku, dan ayat-ayat itu tidak menyamakannya. Seseorang yang membaca ketiga ayat itu berurutan dapat memperhatikan bahwa kata di sisi membawa hal yang berbeda bergantung pada siapa yang berkata. Siapa yang, menurut seseorang, menyimpan sesuatu tentang dirinya?
- Kata qariin dipakai di 4:38 untuk setan yang menjadi teman orang yang tidak beriman kepada Allah maupun Hari Akhir, dan di 37:51 untuk teman yang dikenang tanpa keterangan setan. Di 50:23 teman itu tidak diberi keterangan sama sekali. Karena kata yang sama dipakai untuk setan di dua ayat dan tanpa keterangan itu di ayat lain, keterangannya datang dari ayat tempatnya berada, dan 50:23 tidak memberikannya. Seseorang dapat menimbang siapa yang paling sering menyertai hari-harinya, entah orang, kebiasaan, atau pikiran, lalu menanyakan apa yang akan dikatakan pihak itu bila diberi giliran bicara tentang dirinya. Kalau teman yang selalu menyertainya diberi satu kalimat, kalimat apa yang akan keluar?
- Kata qariinuhu membuka dua kutipan dalam rangkaian ini. Di 50:23 isinya menyodorkan sesuatu yang ada pada pembicara dan siap. Di 50:27 isinya menyangkal dan memanggil Tuhan: Tuhan kami, aku tidak membuatnya melampaui batas. Ayat-ayat itu tidak menyatakan bahwa kedua kutipan diucapkan pihak yang sama, dan keduanya tidak disamakan. Pembaca yang membaca keduanya dapat memperhatikan dua jenis kalimat yang berbeda: yang satu menyatakan keberadaan, dan yang lain menyangkal telah menyesatkan. Kalimat jenis mana yang lebih cepat keluar dari mulutnya ketika sesuatu yang dibawanya ditunjukkan kepada orang lain?